Ikrar Yang Ingkar

Ikrar Yang Ingkar
IYI 95


__ADS_3

 


Pertemuan antara Zoya dan Renata tidak membawa hasil apa-apa kecuali pertikaian di antara mereka berdua. Renata dan Zoya idak ingin menyerah untuk mempertahankan William. Tetapi, dibandingkan Renata, Zoya masih bisa berpikir rasional. Jika William memang tidak menginginkannya, maka Zoya akan menyerah pada hubungannya dan William. Zoya hanya menunggu keputusan William saat ini. Sebab, William tidak mungkin terus hidup dengan perasaannya yang terbagi di antara mereka berdua.


Meskipun William mengatakan bahwa William hanya ingin bersama dengan Zoya, tetapi Zoya tidak bodoh, Zoya cukup tahu bagaimana cara William menatap Renata. William jelas masih sangat mencintai wanita di masa lalunya itu. Tetapi, Zoya juga bisa merasakan cinta yang diberikan oleh Willi untuknya. Sehingga membuat Zoya ingin bersikap serakah dan memiliki William untuk dirinya sendiri. Karena Zoya adalah istri sah William. Sayangnya perasaan tidak bisa dibohongi. Willi masih terjebak dengan cinta di antara mereka berdua, Zoya tidak akan pernah bisa bertahan dengan hubungan yang seperti ini. Zoya hanya akan mencoba bersabar sebentar lagi. Sampai tiba waktunya, William menentukan pilihan di antara mereka berdua.


Saat ini, Zoya hanya sedang menunggu kepulangan Williaam, setelah menghantarkan Renata untuk keluar dari apartemen, saat mereka sudah selesai membicarakan sesuatu yang perlu mereka bahas bersama. Meskipun yang terjadi sebenarnya adalah pertengkaran di antara wanita. Tetapi, Zoya bisa mendapatkan banyak informasi dari ucapan Renata.


“Akhirnya kau sudah pulang, apakah begitu banyak pekerjaan di kantormu, sampai kau pulang begitu malam seperti ini?” tanya Zoya setelah melihat kepulangan William. Zoya segera menghampiri William untuk mengambil tas kerja yang dibawa oleh William


“Aku menghabiskan waktu untuk mengobrol bersama dengan asistenku. Itu sebabnya aku sampai lupa waktu. Kenapa kamu menungguku sampai tengah malam seperti ini? Bukankah kau juga membutuhkan waktu untuk beristirahat?” jawab Willi yang saat ini melihat Zoya dengan tatapan penuh tanya.

__ADS_1


“Aku tidak bisa tidur, karena itu aku menunggumu. Kau pasti sangat lelah sekarang, setelah kau pulang, kini aku bisa merasa lebih lega. Apa kau ingin aku menyiapkan air mandi untukmu, William?” ucap Zoya enanggapi pertanyaan Willi. Terlalu banyak hal yang Zoya pikirkan saat ini,  sehingga membuat Zoya tidak bisa memejamkan matanya. Inilah yang membuat Zoya sangat tidak menyukai masalah mengenai hati. Semuanya sangat menyiksa.


“Tidak perlu, aku tahu aku juga lelah seharian ini. Jadi biarkan aku menyiapkan air mandiku sendiri. Kau istirahatlah. Aku tidak ingin kau jatuh sakit hanya karena terlalu lelah. Bukankah masih banyak hal yang harus kita lakukan bersama sebagai pasangan suami istri? Aku ingin kau bisa menikmati semuanya dengan tubuh yang sehat.” Willi bukan lagi seorang pria cacat yang harus dibantu untuk menyiapkan keperluannya sendiri.


“Baiklah, aku akan mencoba untuk membaca buku. Agar aku bisa cepat mengantuk. Aku juga akan segera mempersiapkan pakaian tidur untukmu.” Zoya tidak lagi bersikeras melayani William. Lagi pula William sudah bisa melakukan semua aktivitasnya sendiri.


William tidak mengatakan apa-apa, tetapi William segera masuk ke dalam kamar mandi karena ingin menyegarkan tubuhnya yang sudah terasa sangat lelah. Apalagi beban pikiran yang beberapa hari ini ditanggung olehnya, membuat William merasa kalau dirinya menjadi lima tahun lebih tua dari usianya yang sekarang. William sungguh merasa tidak berdaya, dengan setiap masalah yang datang bertubi-tubi dalam hidupnya.


“Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu saat ini? Atau kau memang ingin mengatakan sesuatu kepadaku? Sehingga sampai sekarang kau masih belum tidur juga. Kau tahu, aku cukup mencemaskanmu saat ini.”


“Sebenarnya tidak ada yang menggangguku saat ini. Aku juga tidak memiliki masalah apa-apa. Mengenai sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu, aku juga tidak memiliki keluhan apa-apa untuk aku sampaikan padamu. Aku hanya tidak bisa tidur. Kau jangan terlalu banyak berpikir. Karena semua yang kau pikirkan itu belum tentu terjadi padaku.” Zoya memang merasa jika tidak ada yang mengganggu pikirannya saat ini. Mungkin karena suasana hati Zoya kurang bagus. Itu sebabnya Zoya belum juga mengantuk.

__ADS_1


“Jika memang tidak ada yang ingin kau sampaikan padaku, aku juga tidak akan memaksamu untuk mengatakan apa yang kau pikirkan saat ini. Aku hanya merasa tidak tega jika kau belum juga beristirahat setelah waktu menunjukkan tengah malam seperti ini. Zoya. Bagaimana pertemuanmu dengan Renata tadi? Apa yang kalian bicarakan?” tanya William yang akhirnya memilih untuk menanyakan sesuatu yang mengganggu pikirannya sejak tadi.


“Kami tentu saja membicarakan masalah mengenai perasaan. Kau tahu jika wanita adalah makhluk yang sangat sensitif dan selalu mengandalkan hati, jadi kami memilih untuk berbicara mengenai isi hati kami yang sebenarnya. Banyak pelajaran yang aku dapatkan dari cerita hidupnya. Sayangnya, meskipun aku merasa bersimpati padanya. Tetapi aku tidak mungkin bisa memberikan apa yang Renata inginkan dariku. Terkadang itu sedikit menyebalkan. Karena aku tidak bisa menjadi orang baik seutuhnya.” Zoya yakin kalau William pasti mengerti apa yang diminta Renata darinya. Zoya tidak perlu menjelaskannya lagi.


“Sesuatu yang sudah menjadi milikku, memang tidak seharusnya kau berikan pada orang lain. Aku tahu kau adalah wanita yang bijaksana, Ivy. Aku tidak akan meragukan keputusanmu dalam masalah ini. Aku juga tidak akan mempengaruhimu untuk menyerah atau melakukan sesuatu yang tidak kau inginkan. Aku akan mendukungmu sepenuhnya,” ucap William yang bisa memahami dengan jelas apa yang diminta oleh Renata pada Zoya. Jika William berada di posisi Zoya, William tentu juga tidak akan mengabulkan permintaan Renata


“Iya, sesuatu yang sudah menjadi milikku, tentu tidak bisa aku berikan pada orang lain. Tetapi aku juga tidak tahu, apakah sesuatu itu benar-benar hanya milikku atau juga dimiliki oleh orang lain. Karena setiap keputusan, tetap ada pada orang yang bersangkutan. Aku tidak akan marah, mengenai keputusan akhir yang akan dipilih, karena hidup ini adalah sebuah pilihan. Aku bisa memahami dengan jelas, betapa menyenangkannya kebebasan itu. Oleh karena itu, aku juga tidak akan melarang orang lain untuk menunjukkan kebebasannya.”


Zoya segera meletakkan buku yang ada di tangannya, dan masuk ke dalam selimut, dan bersiap untuk tidur. Zoya tidak ingin memikirkan sesuatu yang memberatkannya. Karena semua ini sudah cukup menguras kesabarannya. Zoya akan membiarkan semuanya terjadi seperti air yang mengalir. Sebab memilih untuk diam di saat seperti ini, merupakan pilihan yang sangat bijaksana. Zota sudah memilih untuk diam dan memperhatikan semua yang terjadi.


William juga tidak mengatakan apa-apa, dan memilih untuk tidur menemani Zoya. Meskipun suasana di antara mereka berdua terasa sangat canggung, tetapi William mencoba untuk menerima semua yang terjadi. Karena William juga tahu, semua ini terjadi karena dirinya sendiri. Kita tidak bisa menyalahkan orang lain untuk setiap masalah yang diperbuat olehnya. Mungkin William harus membiarkan tubuhnya untuk rileks sejenak, sebelum kembali berjibaku dengan setiap masalah yang hadir di hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2