
Satu ucapan kalimat tegas dari William, mampu mengembalikan suasana hati Renata yang buruk menjadi lebih baik. Karena sekarang Renata sudah memiliki kesempatan untuk menyingkirkan orang-orang yang menghalanginya. Renata hanya perlu membuat William merasa curiga, pada sosok yang membuat peraturan baru tersebut. Sebab sepertinya William juga tidak tahu, jika ada peraturan baru di perusahaannya.
Renata sama saya tidak membuang waktunya lebih lama lagi untuk datang ke perusahaan William. Karena Renata sudah siap untuk menunjukkan kekuasaannya di hadapan orang-orang. Dengan begitu, semua orang yang bekerja di bawah naungan William, akan mengingat siapa Renata bagi William. Renata tidak bisa membiarkan pegawai rendahan menghinanya seperti ini. Renata akan memberikan pelajaran yang berharga bagi mereka.
Saat baru saja sampai di lobi perusahaan, Renata bisa melihat William yang sedang menunggunya. Renata tahu kalau William tidak akan pernah mengingkari ucapannya. Renata tentu merasa sangat senang karena bisa melihat William kembali. Padahal tadi Renata merasa sangat sedih, sebab ada sebagian orang yang tidak suka jika dirinya bertemu dengan William. Namun sekarang, Renata tidak perlu takut, sebab William akan melindunginya dengan baik.
“William, akhirnya aku bisa bertemu denganmu. Aku pikir aku tidak akan pernah bisa menemuimu lagi. Karena sepertinya ada orang yang tidak suka dengan kebersamaan kita. Bahkan beberapa karyawan yang bekerja denganmu juga tidak menyukai kehadiranku. Semua ini membuatku merasa sangat sedih, William.” Renata segera menunjukkan wajah sedihnya dihadapan William. Membuat William semakin kesal pada karyawannya.
“Tentu saja kau bisa menemui aku di perusahaan ini dengan bebas. Aku pasti akan menghukum orang yang berani bersikap tidak sopan padamu. Mengenai apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu, sungguh di luar kuasaku. Sebab aku tidak melihatnya secara langsung saat itu. Jika tidak, kau pasti tidak akan direndahkan seperti ini. Maafkan aku, karena tidak menyadari kehadiranmu di perusahaanku, Renata." William jelas merasa sangat masalah kepada Renata, sebab karyawannya berani membuat Renata merasa sedih.
“Semua ini bukan kesalahanmu, William. Karena kau saat itu tidak tahu apa yang terjadi. Yang terpenting sekarang kau sudah mengetahui semuanya. Aku merasa lega untuk itu. Lagi pula sepertinya mereka hanya melaksanakan perintah, kau tidak perlu sampai memberhentikan mereka dan pekerjaan, karena pasti akan sangat sulit bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan baru, jika mendapat surat pemecatan dari perusahaanmu,” ucap Renata yang memerankan sosok wanita rendah hati di hadapan William.
“Tidak, jika aku melepaskan mereka sekarang, maka mereka pasti akan kembali membuat kesalahan yang sama. Aku tidak bisa membiarkan mereka menyinggung perasaanmu di lain kesempatan. Aku harus bersikap tegas kepada mereka, agar mereka tahu siapa orang yang bisa mereka perlakukan sebagai orang asing di perusahaan ini. Itu sebabnya, aku sudah mengumpulkan semua karyawan yang terlibat pagi ini. Kau bisa menunjuk siapa orang yang sudah bersikap tidak sopan padamu sebelumnya. Agar mereka bisa dijadikan pelajaran untuk karyawan yang lainnya.” William selalu merasa Renata adalah wanita yang sangat baik, tetapi bukan berarti Renata akan membiarkan orang lain menganiaya Renata begitu saja.
__ADS_1
Renata masih tetap menunjukkan wajahnya yang tidak berdaya di hadapan William. Tetapi dalam hati Renata merasa sangat senang, karena sikap William sama sekali tidak berubah padanya. Mungkin beberapa hari ini, William memang disibukkan dengan urusan pekerjaan, itu sebabnya William tidak mengirimkan pesan pada Renata selama beberapa hari terakhir. Asalkan William tetap bersikap baik padanya, maka tidak ada yang perlu Renata cemaskan lagi.
Renata sama sekali tidak ragu untuk menunjuk beberapa orang yang ada di hadapannya saat ini. Renata juga mengatakan semua ucapan mereka dihadapan William. Hal itu tentu saja membuat William semakin marah. Sebab kita tidak pernah mengetahui ada aturan seperti itu di perusahaannya. Jelas sekali jika para karyawan ini memang ingin mencegah Renata untuk bertemu dengannya. Membuat William semakin murka pada mereka.
“Berani sekali kalian berlaku tidak sopan pada wanita yang begitu penting dalam hidupku, Apa kalian sudah lupa siapa Renata bagiku? Bukankah aku sudah pernah membuat peraturan di perusahaan ini, bahwa tidak ada yang boleh menghalangi Renata untuk bertemu denganku, tidak peduli aku sesibuk apa saat itu, kalian tetap tidak berhak menghalanginya untuk menemuiku. Karena dia bukanlah rekan bisnisku, yang harus selalu mematuhi aturan perusahaan yang ada. Renata adalah tamu pribadiku, sehingga tidak berhak bagi kalian menghalangi Renata untuk bertemu denganku. Apa kalian sudah mengerti sekarang?” tanya William di hadapan para karyawan yang berkumpul di lobi perusahaan.
Semua karyawan itu jelas merasa ketakutan melihat amarah William yang begitu besar. Mereka memang sudah tahu siapa Renata, tetapi mereka juga tahu status Renata saat ini bukanlah siapa-siapa bagi William. Renata hanya wanita yang ada di masa lalu William, sedangkan saat ini keluarga William jelas memiliki seorang menantu resmi yang harus mereka hormati. Itu sebabnya mereka memilih untuk mengikuti instruksi yang diberikan oleh Rian pada mereka. Semua ini demi kebaikan William
“Maafkan kami, Tuan. Tetapi kami hanyalah menjalankan pemerintah yang diberikan oleh Tuan Rian. Jika tidak boleh ada orang asing yang masuk ke perusahaan ini, jika mereka bukan rekan bisnis, atau orang yang ingin menjadi salah satu relasi perusahaan. Dan Nona Renata tidak termasuk di antara keduanya. Lalu di mana letak kesalahan kami, sedangkan kami hanya menjalankan perintah yang ada,” ucap salah satu karyawan yang tidak terima dengan sikap semena-mena yang William tunjukkan pada mereka.
“Berani sekali kau membantah semua ucapanku! Apa kau memang terlalu berani, sehingga kau sengaja mendebatku sekarang? Kau bahkan tidak menghargai keberadaanku di sini! Apa menurutmu tindakanmu ini pantas dimiliki oleh seorang karyawan yang bekerja di perusahaan yang aku kelola? Meskipun perintah itu datang dari ayahku, tetapi semua itu tidak menjadi alasan bagi kalian untuk menghentikan Renata menemuiku. Sekali lagi aku akan menyatakan dengan jelas di hadapan kalian semua, bahwa Renata adalah tamu pribadiku, tidak ada yang bisa menghalangi Renata untuk bertemu denganku. Karena ketika kalian melihat Renata, maka itu sama artinya dengan kalian melihatku. Kalian harus menghormati Renata mulai dari sekarang!” William sama sekali tidak ingin ada yang mendebatnya lagi.
Semua karyawan tidak ada yang berani berbicara lagi. Karena mereka tahu persis bagaimana sifat William selama ini. Sehingga mereka tidak berani membuat masalah dengan William, dan diam adalah pilihan yang paling tepat bagi mereka saat ini. Mereka bisa mengatakan banyak hal di belakang William, tetapi jangan sampai menyinggung William secara terang-terangan, sebab mereka pasti akan menderita pada akhirnya.
__ADS_1
“William, kau tidak bisa bersikap terlalu keras pada mereka. Karena mungkin saja semua ini terjadi sebab mereka hanya ingin menunjukkan loyalitas mereka dalam bekerja. Lagi pula semua ini adalah perintah langsung dari ayahmu. Aku tidak mau menjadi penyebab rusaknya hubungan antara kau dan ayahmu. Jadi aku mohon kendalikan emosimu dengan baik, aku tidak mau citramu kamu menjadi buruk di hadapan karyawanmu.”
Renata sengaja berusaha untuk meredakan amarah di hati William, agar semua orang tahu betapa mudah baginya untuk mengendalikan William. Renata hanya tidak mau kehilangan William untuk kedua kalinya, itu sebabnya Renata berubah menjadi perempuan yang egois sekarang. Sikapnya ini bahkan begitu licik. Sepertinya keluarga Pendi bisa mendidik Renata dengan baik, sehingga bisa mengubah karakter Renata yang naif, menjadi perempuan yang berhati dingin dengan berbagai rencana licik di kepalanya.
“Kau tidak perlu membela mereka, Renata. Karena mereka tidak akan pernah menghargaimu jika kau bersikap lemah seperti ini. Mereka semua pantas mendapatkan ganjaran yang setimpal atas perbuatan mereka. Jadi kau tidak perlu membujukku untuk memaafkan mereka. Kau sudah meneteskan air mata karena mereka, bukankah adil jika melihat mereka yang juga menangis karena kehilangan pekerjaannya sekarang. Aku rasa semua ini adalah balasan yang sepadan untuk mereka. Mengenai hubungan aku dan ayahku, kau tidak perlu mencemaskannya. Aku bisa berbicara secara pribadi dengan ayahku nanti. Jadi berhentilah bersedih, karena aku tidak ingin melihat wajah murammu lagi.” William kembali menghibur Renata yang terlihat begitu banyak berpikir sekarang.
Renata tidak bisa menutupi rasa bahagia di hatinya, itu sebabnya terlihat sebuah senyuman manis di bibirnya. William memang tidak pernah mengecewakannya sama sekali. William selalu tahu bagaimana cara menghibur Renata dengan baik. Hanya beberapa langkah lagi untuk Renata bisa mendapatkan William sepenuhnya. Renata hanya perlu tetap bersikap baik di hadapan William, dengan begitu, William juga akan semakin mengasihinya.
William yang melihat senyuman di wajah Renata merasa sangat lega. Akhirnya William bisa menyingkirkan kesedihan di hati Renata. Wajah sedih Renata benar-benar menyakiti William. William selalu menginginkan kebahagiaan bagi Renata, sebab Renata masih menjadi bagian penting dalam hidupnya. Meskipun sekarang William belum bisa menentukan pilihan di hatinya, tetap saja, William tidak mau melihat kesedihan di wajah wanita yang dicintainya.
“Terima kasih, William. Karena kau selalu menjadi pria yang ada di sisiku ketika aku sedang bersedih. Kau juga selalu tahu bagaimana cara membahagiakan aku, seandainya peristiwa buruk itu tidak pernah terjadi, aku pasti akan menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini, karena bisa bersanding dengan pria sehebat dirimu. Aku tahu, kalau kau adalah seorang pria yang selalu bisa diandalkan.” Renata segera memeluk William untuk melampiaskan rasa bahagianya.
Tanpa William sadari, bahwa sejak tadi ada seseorang yang terus memperhatikan interaksi antara William dan Renata. Hingga akhirnya suara orang tersebut mengejutkan mereka semua.
__ADS_1
“Apa yang kalian lakukan di sini?” ucap suara seorang wanita mengejutkan semua orang.