
Karena hari sudah larut, Zoya sudah mondar-mandir di dapur menyiapkan makan malam untuk dirinya dan Liam. Zoya ingin melakukan sesuatu yang istimewa untuk mereka berdua, berharap dengan cara ini William bisa menenangkan amarah di hatinya. Namun, Zoya tetap saja merasa bersalah pada William, karena Zoya tidak pernah menceritakan masa lalunya dengan Damar
Awalnya, Zoya menganggap semua ini tidak terlalu penting untuk dibicarakan, karena pernikahan mereka hanyalah sebuah kesepakatan di antara mereka berdua. Siapa sangka, pada akhirnya William mengajak Zoya untuk menjalani kehidupan berkeluarga layaknya pasangan normal lainnya. Karena terlalu senang, Zoya ahkan melupakan hal sepenting ini.
Sayangnya, William tidak memberi Zoya kesempatan untuk menjelaskan masa lalunya lebih detail. Perilaku temperamental William belum berubah. Zoya tidak bisa mengatasi temperamen Willi. Karena hanya William yang bisa mengubah kepribadiannya sendiri. Meski Zoya menasihati Willi, semua itu akan sia-sia, jika William sendiri tidak memiliki keinginan untuk mengubah kepribadian buruknya.
Namun, seburuk apapun William, Zoya pasti menerima semua kekurangan William. Karena mereka menikah bukan untuk mencari kesempurnaan, melainkan ingin saling melengkapi dalam hidup mereka. Zoya berharap William memiliki keinginan yang sama dengan Zoya. Karena untuk memiliki pernikahan yang bahagia, mereka berdua harus bekerja sama. Pernikahan ini tidak akan berhasil jika Zoya ingin mempertahankannya sendiri.
Setelah selesai menyiapkan makan malam, Zoya memilih menunggu William seperti biasa. Zoya berniat memberi kejutan pada William hari ini. Karena Zoya tidak memberi tahu William bahwa dia akan kembali hari ini. Zoya berharap William senang melihat kehadirannya.
***
William terus membaca dokumen satu per satu, meski semua laporan sudah diaudit dan tersusun rapi, William tetap ingin memeriksa dokumen perusahaan satu per satu. Hanya dengan cara ini, William dapat keluar dari masalah yang telah terjadi selama beberapa waktu. William tentu tidak akan membiarkan seseorang menghancurkan semua kerja kerasnya selama ini.
__ADS_1
Jadi meskipun cara yang digunakan William sangat melelahkan, William merasa puas ketika bisa membaca setiap laporan satu per satu. Dengan demikian, pekerjaan tidak dapat dimanipulasi oleh data yang terdapat dalam laporan palsu yang dapat merugikan perusahaan. Sebagai seorang pemimpin, William memikul tanggung jawab besar di pundaknya. William ingin mengeluh, tapi William juga tidak tahu harus mengeluh kepada siapa, karena semua ini adalah resiko yang harus dihadapi William sebagai pimpinan.
Saat hampir tengah malam, William baru saja kembali ke rumah. William merasa sangat lelah saat ini, saat dia baru saja membuka pintu rumah dan masuk ke dalam rumah, William dikejutkan dengan kehadiran Zoya yang tersenyum menyambut kepulangannya.
"Mas, akhirnya kamu pulang juga. Aku tahu kamu pasti merasa sangat lelah sekarang, apakah kamu ingin aku menyiapkan air mandi?" tanya Zoya pada William yang terlihat sangat lesu setelah pulang kerja.
“Apakah akhirnya kamu ingat jalan pulang? Aku pikir kamu akan tinggal lebih lama di galerimu, karena ada seseorang yang menunggumu di sana. Kamu pasti merasa sangat bahagia karena ada seorang pria yang selalu mencintaimu. Sehingga kamu melupakan statuamu." William menanggapi pertanyaan Zoya dengan komentar yang sangat singkat. Karena William masih belum bisa menghilangkan kekesalannya saat melihat Zoya bersama Damar.
“Mas, kenapa kamu berbicara seperti itu padaku? Kamu menarik kesimpulan berdasarkan pemikiranmu sendiri. Mengapa kamu tidak pernah memberiku kesempatan untuk menjelaskan semuanya? Apakah kamu senang dengan semua pikiranmu itu? Atau apakah kamu benar-benar tidak ingin aku kembali? Itu sebabnya kamu berbicara seperti itu?" Zoya tidak menyangka William akan mengatakan hal yang sangat buruk padanya.
“Mas, dengarkan dulu penjelasanku, sebelum kamu langsung mengambil kesimpulan tentang hubungan antara aku dan Damar. Aku pernah menjelaskan sedikit tentangnya. Kami hanya berteman, Damar dan aku tidak pernah menjalin hubungan yang lebih dari persahabatan. Damar adalah pria yang paling dekat denganku sebelumnya, Aku bersumpah aku tidak pernah punya hubungan apa-apa selain berteman dengannya.” Zoya mencoba menjelaskan.
"Kamu yakin tidak ada hubungannya dengan dia? Padahal hampir semua orang di sana tahu seberapa dekat kamu dan dia. Mereka bahkan mengatakan bahwa kamu dan dia hampir menikah. Inikah yang disebut persahabatan? Jangan mencoba menipuku, Zoya. Karena aku bukan anak kecil yang busa kamu tipu dengan mudah." William masih ingat semua yang dikatakan Leila, terkait rumor yang beredar soal hubungan Zoya dan Damar.
__ADS_1
“Semua rumor yang beredar itu tidak benar. Damar dan aku tidak pernah menunjukkan kasih sayang di depan umum, karena sampai sekarang aku hanya menganggapnya sebagai sahabatku. Aku juga tidak tahu dari mana kamu mendengar semua berita ini. Aku hanya dapat memberi tahu bahwa tidak ada yang benar. Aku bersumpah aku tidak berbohong padamu sama sekali. Damar dan aku tidak benar-benar memiliki hubungan. Tolong percaya padaku," Zoya memohon pada William.
“Saat ini, tidak penting apakah rumor itu benar atau tidak. Karena aku bisa melihat dengan mata kepalaku sendiri seberapa dekat kamu dengan pria itu. Kamu telah mengatakan namanya sejak itu. Apakah kamu sengaja mancing amarahku? Kamu harus mengerti bahwa aku peduli padamu, tapi mengapa kamu membalas kekhawatiranku dengan mengabaikanku seperti itu? Bagaimana jika aku melakukan itu padamu? Tidakkah kamu juga merasa sakit hati jika aku mengabaikanmu, Zoya?" Willi mengungkapkan semua kekesalan di hatinya kepada Zoya.
“Aku tahu apa yang saya lakukan adalah kesalahan besar. Tapi aku mohon percayalah padaku, William. Aku tidak berniat mengabaikanmu pada saat itu, ketika kamu menghubungiku, aku sebenarnya sedang menyiapkan sesuatu untukmu. Tidak lama kemudian, Damar datang mengunjungiku. Tentu saja, sebagai orang yang sudah lama saling kenal, aku harus menyambutnya dengan baik. Tapi bukan berarti aku punya perasaan padanya. Jadi semua ini tidak dilakukan dengan sengaja. Bisakah kamu mengerti kondisiku saat itu?" Zoya tahu bahwa apa yang dia lakukan adalah kesalahan besar. Ketakutan seharusnya tidak membuat Zoya menghindari William.
William berusaha mengendalikan emosinya saat ini. William seharusnya tidak terlalu kasar dengan Zoya Karena sikapnya ini hanya memperburuk hubungan antara dia dan Zoya. William juga tidak ingin terlalu banyak bertengkar dengan Zoya. William menatap mata Zoya berusaha mencari kebohongan pada kedua mata indah Zoya. Saat William menyadari bahwa Zoya mengatakan yang sebenarnya, kemarahan yang dirasakan William sebelumnya mulai memudar dari hatinya. William mencoba mengatur napas, memberi dirinya waktu untuk mengeluarkan emosinya.
Mengontrol dirinya sendiri, William mengatakan apa yang ingin dia katakan pada Zoya. “Oke, aku akan memaafkanmu kali ini. Aku juga akan percaya semua yang kamu katakan. Tapi aku harap kamu tidak melakukan kesalahan yang sama lagi, Zoya. Karena kamu juga tahu bahwa aku tidak suka diabaikan. Aku takut sesuatu yang buruk akan terjadi padamu, jadi aku tetap berhubungan. Jika ini terjadi lagi, aku tidak akan memaafkanmu dengan mudah."
“Aku mengerti, aku tidak akan mengecewakanmu lagi. Maafkan aku karena tidak bisa memahami perasaanmu dengan baik. Saat itu aku hanya berpikir untuk menyiapka kejutan ulang tahun untukmu. Aku sama sekali tidak berpikir sikapku akan benar-benar membuatmu salah paham. Aku akan berusaha menjaga perasaanmu lebih baik."
"Maaf juga jika aku terlambat. Selamat ulang tahun, Mas. Aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu, tentunya untuk pernikahan kita," ucap Zoya lagi.
__ADS_1
"Terima kasih, aku akan istirahat sekarang. Ada banyak pekerjaan di kantor akhir-akhir ini, ditambah lagi ada sedikit masalah. Jadi aku tidak bisa pulang lebih awal. Maaf tidak memberitahumu sebelumnya." William kembali merasa bersalah pada Zoya saat mengingat pertemuannya dengan Renata.
"Jangan merasa sungkan seperti itu, aku bisa mengerti kamu karena aku adalah istrimu," ucap Zoya terdengar menusuk di hati William.