Ikrar Yang Ingkar

Ikrar Yang Ingkar
IYI 89


__ADS_3

Renata berniat untuk menghubungi William, agar William mengetahui bagaimana para karyawannya memperlakukan Renata saat ini. Tetapi sebelum Renata sempat melakukan apa yang diinginkannya, seseorang sengaja berpura-pura jatuh ke arah Renata, sehingga ponsel yang ada di tangan Renata jatuh dan terhempas di aspal yang keras. Membuat ponsel Renata mati seketika. Bahkan terlihat ratakan yang jelas pada layar ponsel tersebut.


Apalagi, secangkir kopi panas membasahi ponsel Renata yang masih tergeletak di atas aspal, membuat ponsel tersebut benar-benar tidak bisa digunakan lagi. Renata segera berbalik untuk melihat orang yang berani melakukan semua ini padanya. Saat itulah Renata bertemu dengan seorang petugas kebersihan di perusahaan William. Sepertinya karyawan itu baru saja kembali setelah membeli beberapa gelas kopi untuk para pekerja di perusahaan.


“Apa yang kau lakukan? Apa kau sengaja menabrakkan dirimu padaku, agar aku tidak bisa menggunakan ponselku? Sekarang kau sudah merusak telepon genggam milikku, bagaimana caranya kau mengganti kerugianku?” bentak Renata pada petugas kebersihan tersebut. Karena sekarang Renata tidak bisa lagi menghubungi Willi.


“Maafkan saya, Nona. Saya benar-benar tidak bermaksud melakukan semua ini pada Anda. Saya yang ceroboh karena terlalu terburu-buru, sehingga akhirnya saya tersandung sebuah batu dan menabrak tubuh Anda. Saya mohon maafkan saya kali ini, Nona Renata” Karyawan itu hanya bisa mengucapkan maaf kepada Renata. Sebab semua ini dilakukan berdasarkan perintah pemilik perusahaan, membuatnya tidak berani menolak perintah tersebut.


“Jangan pernah mencoba untuk membohongiku dengan ucapanmu yang berpura-pura tidak bersalah ini. Apa kau pikir aku akan percaya dengan semua omong kosong yang baru saja kau katakan? Aku akan menemui William sekarang, kalau tidak berhak untuk menghalangiku untuk bertemu dengannya.” Renata segera berjalan memasuki perusahaan, membuat semua orang yang berusaha menahannya ketakutan.


Renata akan segera menaiki lift khusus yang bisa mengantarkannya langsung ke lantai ruangan William berada. Tetapi sebelum Renaya bisa memasuki lift tersebut, tiba-tiba seorang pria menghentikannya. Renata ingin memberontak, dan berusaha untuk melepaskan diri, sayangnya, Renaga tidak memiliki tenaga yang cukup kuat untuk melawan pria tersebut. Renata segera dibawa  menuju ke hadapan resepsionis, untuk mengkonfirmasi kedatangannya.


“Lepaskan aku, bagaimana bisa kalian memperlakukan aku seperti ini? Sedangkan kalian semua jelas tahu siapa aku. Aku tidak akan diam saja menerima perlakuan kasar kalian, jadi sebaiknya siapkan mental kalian untuk meninggalkan perusahaan ini, setelah William mengetahui apa yang terjadi, tidak mungkin besok akan tetap mempertahankan kalian untuk bekerja di perusahaan ini.” Renata terus saja berusaha untuk memberontak, sampai Renata berdiri di depan resepsionis.


“Nona, saya mohon jangan membuat keributan di sini. Kami menjalankan perintah ya sudah dibuat oleh pemilik perusahaan. Tolong jangan mempersulit pekerjaan kami dengan sikap Anda yang tidak ingin bekerja sama dengan baik,” tegur resepsionis tersebut pada Renaga. Ketika melihat Renata yang membuat keributan di area kantor.


“Apa kalian pikir aku bodoh, sehingga dengan mudahnya mempercayai alasan konyol kalian? Saat ini aku hanya ingin bertemu dengan William. Katakan padanya jika aku ingin bertemu dengannya. Kalian akan mendapatkan jawaban, setelah bertanya langsung kepada William. Jadi jangan pernah bersikap kurang ajar seperti ini lagi padaku!” perintah Renaya pada resepsionis yang saat ini bertugas.

__ADS_1


“Maaf, Nona. Apakah Anda sudah membuat janji sebelumnya dengan Tuan William? Sebab Tuan William berpesan pada saya, agar tidak membiarkan siapa pun masuk dan mengganggu pekerjaannya. Jadi, bisakah Nona mengatakan kepada saya apakah Nona sudah membuat janji sebelumnya dengan Tuan William?” tanya resepsionis tersebut pada Renata. Mereka semua jelas mengabaikan peringatan yang diberikan oleh Renata.


“Aku tidak perlu membuat janji apa-apa jika ingin bertemu dengan William. Kau cukup mengatakan kepadanya mengenai kedatanganku! Setelah itu kalian pasti mendapatkan jawaban darinya. William tidak akan pernah menolak kehadiranku di perusahaan ini. Jadi aku minta segera sampaikan kabar kedatanganku padanya!” perintah Renata pada resepsionis tersebut.


“Maafkan Saya, Nona. Berhubung Anda belum membuat janji sebelumnya dengan Tuan William, Anda juga tidak memiliki kepentingan apa-apa di perusahaan ini, maka saya tidak akan mengabarkan kedatangan Anda pada Tuan William. Silakan Anda kembali dan buat janji terlebih dahulu. Jika Anda sudah memiliki janji secara langsung dengan Tuan William, Anda bisa datang kembali ke perusahaan ini,” jawab resepsionis tersebut sama sekali tidak menggubris perintah yang diberikan oleh Renaga.


“Kalian semua sungguh keterlaluan. Kalian sengaja menghalangi aku untuk bertemu dengan William. Aku pasti akan segera membuat perhitungan pada kalian semua. Dan aku akan memastikan kalian semua tidak akan bisa bekerja di perusahaan ini lagi. Ingat pesanku ini baik-baik.”


Renata terpaksa pergi meninggalkan perusahaan William, tanpa sempat bertemu dengan pria yang dicintainya itu. Tetapi dia ini tidak akan pernah berhenti berusaha untuk bertemu dengan William. Renata bisa segera memperbaiki ponselnya, atau membeli ponsel yang baru. Tentu semua itu bukan hal sulit bagi Renata. Itu sebabnya, saat ini Renata memutuskan untuk pergi ke toko elektronik dan membeli ponsel baru untuknya.


Sedangkan setiap karyawan yang bekerja sama untuk menghalangi dana bertemu dengan Renata, bisa bernapas dengan lega, karena mereka telah melakukan perintah pemilik perusahaan tempat mereka bekerja. Meskipun ancaman Renata terdengar sangat menyeramkan bagi mereka, tetapi Rian sudah menjamin bahwa dia akan memberikan pekerjaan baru di perusahaan keluarga William yang lainnya, dengan begitu, mereka tetap bisa mendapatkan pekerjaan yang layak setelah ini.


***


Saat ini Renata sudah sampai ke salah satu toko yang menjual telepon genggam, Renata segera memilih salah satu model ponsel terbaru yang dijual oleh toko tersebut. Setelah membayar ponsel tersebut, Renata segera memasukkan kartu memori ponsel lamanya. Renata sama sekali tidak membuang waktu untuk menghubungi William. Agar orang-orang yang menghinanya hari ini, bisa mendapatkan balasan yang setimpal.


William yang mendengar suara ponselnya berdering, segera melihat siapa yang menghubunginya, saat William menyadari jika yang meneleponnya adalah Renaga, William langsung mengangkat panggilan telepon tersebut. Seketika itu juga terdengar suara Renata yang tampak bersedih. Entah apa yang membuat Renata menangis.

__ADS_1


“Halo, William, akhirnya aku bisa berbicara secara langsung denganmu. Aku merasa sangat sedih sekarang, karena tidak ada orang yang menghargaiku di perusahaanmu.” Renata segera mengatakan apa yang terjadi pada William.


“Apa yang terjadi, Renata? Apa yang membuatmu sampai menangis seperti ini? Coba kau ceritakan padaku sekarang apa yang terjadi sebenarnya, agar aku bisa mengambil tindakan yang tepat untuk menghukum orang yang mengganggumu!” William tentu merasa tidak senang, saat mendengar ada karyawannya yang merendahkan Renata.


“Pagi ini aku sengaja datang ke perusahaanku, karena aku ingin meminta maaf padamu sebab aku sudah bertingkah kekanak-kanakan. Siapa sangka, salah seorang petugas keamanan di sana menghalangi jalanku untuk bertemu denganmu. Aku sudah meminta mereka akan membiarkan aku masuk dan menemuimu, tetapi mereka mengatakan mengenai aturan perusahaan yang baru, bahwa jika aku tidak memiliki kepentingan di perusahaanmu, masa aku tidak boleh masuk ke dalam. Aku sama sekali tidak tahu jika ada peraturan seperti itu sebelumnya, semua ini tentu saja membuat aku merasa sangat sedih,” ucap Renata pada Kenzo. Renata sengaja menarik simpati William terlebih dahulu, sebelum menyebutkan satu persatu karyawan yang menghalanginya hari ini.


“Aku akan memastikan orang itu tidak akan bekerja lagi di perusahaanku. Sekarang kau bisa tenang dan berhentilah menangis. Karena aku tidak suka ada air mata menetes di wajahmu. Bukankah aku sudah berjanji akan membereskan orang yang mengganggumu hari ini? Jadi tidak ada alasan lagi untukmu terus menangis seperti ini.” William sudah mengambil keputusan atas nasib salah satu tugas keamanan di perusahaannya.


“Bukan hanya petugas keamanan itu yang merendahkan aku. Salah satu petugas kebersihan juga sengaja menjatuhkan ponselku, saat aku ingin menghubungimu. Sehingga akhirnya ponselku tidak bisa digunakan lagi. Aku yakin orang itu pasti sengaja merusak ponselku, agar aku tidak bisa mengabarkan kedatanganku padamu. Entah siapa orang yang sudah memerintahkan mereka untuk melakukan itu padaku, tetapi sepertinya ada seseorang yang tidak menyukai kehadiranku di sisimu, Liam.” Renaga menangis semakin keras, agar William semakin mengkhawatirkannya.


“Renata, tenanglah dan jangan menangis lagi. Sekarang datanglah ke perusahaanku, tunjukkan padaku orang-orang yang sudah menganiaya dirimu. Aku pasti memberikan balasan yang setimpal pada mereka. Tetapi aku juga tidak tahu siapa yang kau maksud. Oleh karena itu kau harus menunjukkannya secara langsung kepadaku. Agar aku tidak salah ketika menghukum orang. Aku akan menunggu kedatanganmu sekarang!” 


William tidak pernah berpikir jika akan ada karyawan yang berani bertindak kurang sopan kepada Renaga. Tentu saja kita tidak akan pernah membiarkan karyawan seperti ini tetap bekerja di perusahaannya, karena Renata adalah seseorang yang sangat penting dalam hidup William, bagaimana bisa membiarkan Renata dihina seperti itu?


“Apa kau yakin tidak akan terjadi masalah jika aku datang ke sana? Karena aku tidak mau menciptakan masalah baru untukmu. Jika memang ada peraturan perusahaan yang baru, dan mereka hanya menjalankannya, bukankah tidak baik bagimu untuk memecat mereka begitu saja? Aku hanya ingin yang terbaik untukmu, William. Aku tidak mau kau dipandang rendah oleh karyawanmu hanya karena aku,” tolak Renata pada permintaan William.


Renata yakin kalau William pasti akan memaksanya untuk datang ke perusahaan. Sebab selama ini, Renata selalu menjadi prioritas dalam hidup William. Renata akan menunjukkan kepada semua orang yang bekerja di perusahaan, siapa Renata bagi William. Sehingga tidak akan ada orang yang berani merendahkannya lagi.

__ADS_1


“Datanglah, aku akan menunggumu di lobi kantor sekarang.”


 


__ADS_2