
Renata sedang memikirkan bagaimana kelanjutan hubungan dirinya dan William. Renata yakin saat ini William pasti bingung mencari alasan untuk membujuknya. Renata telah berjanji pada dirinya sendiri bahwa Renata tidak akan memaafkan William dengan mudah. Renata hanya ingin sedikit menyiksa William agar William terus memikirkannya sepanjang waktu.
Renata sudah memikirkan banyak hal tentang tempat yang akan dijadikan untuk tempat makan malam romantis untuk mereka berdua. Renata yang dulu hanya memikirkan uang William, sekarang justru merindukan momen-momen romantis yang pernah mereka lalui dulu. Renata ingin mengulang setiap kenangan yang mereka miliki bersama. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan waktu berkualitas. Renata dan William biasa jalan-jalan atau menikmati makanan enak di restoran ternama.
Mengingatnya saja sudah membuat Renata merasa sangat bahagia. Apalagi jika semua yang dia inginkan terjadi. Renata akan lebih bahagia. Sayangnya, pada saat itu Renata harus menahan diri agar tidak bertemu dengan William. Sesuai nasehat ibunya, Renata harus bisa membuat William menginginkannya kembali. Karena kenangan di antara mereka berdua tidak akan pernah hilang.
“Will, aku sangat ingin memelukmu hari ini. Sayangnya kamu sudah membuatku sangat kesal. Jadi kamu harus belajar agar kamu tidak melakukan kesalahan yang sama, yaitu lebih memperhatikan wanita lain. Aku pasti akan melepaskanmu dari ikatan pernikahan yang selama ini membuatmu tidak bahagia, aku akan menebus waktu yang hilang dengan menciptakan banyak kenangan indah di antara kalian berdua.” Renata mengatakan itu semua dengan lugas.
Tak terasa malam telah tiba, William baru saja kembali ke rumah ketika sudah hampir tengah malam. Zoya tertidur di sofa, karena tak tahan menunggu William kembali. . Sebelum William sembuh total, William tidak pernah menghabiskan banyak waktu untuk lembur. Jadi Zoya tidak perlu membuang waktu menunggu William seperti ini. Setelah William sembuh, aktivitasnya pun meningkat. Membuat William tidak punya waktu luang untuk dihabiskan bersama Zoya.
William yang melihat Zoya tidur di sofa tentu saja merasa terenyuh. Willi merasa sedikit bersalah terhadap Zoya. Tapi William juga tidak bisa menceritakan semuanya dengan jujur. Karena William belum siap jika Zoya meminta perpisahan antara mereka berdua. Namun, William juga tidak bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan Zoya, terutama jika dia memprioritaskan Zoya di atas segalanya. Karena tidak tega meninggalkan Zoya di sofa seperti itu, William memutuskan untuk segera membangunkan Zoya.
"Zoya, bangun. Ayo pergi ke kamar. Kamu tidak boleh tidur seperti itu di sofa ruang tamu." William menepuk bahu Zoya dengan lembut.
Zoya yang merasa ada yang memanggilnya langsung membuka matanya. Saat Zoya melihat orang yang ada di hadapannya saat itu, Zoya langsung memberikan senyum paling tulusnya pada William. “Mas, kamu sudah pulang? Hari ini kamu kembali lembur dengan pekerjaan. Kamu juga harus menjaga kesehatan dengan baik. Jangan bekerja terlalu keras sehingga lupa waktu untuk mengurus diri sendiri."
"Ya, aku akan mengingat pesanmu dengan baik. Sekarang lebih baik kita ke kamar, karena aku juga sangat lelah dan ingin istirahat." William meninggalkan Zoya setelah membangunkan Zoya.
“Mas, apa kamu ingin aku untuk menyiapkan air hangat?"
__ADS_1
"Tidak perlu. Karena aku tidak berniat mandi malam ini. Badanku terasa sangat lelah, aku hanya butuh waktu istirahat secepatnya. Jadi tolong jangan ganggu aku dengan basa-basi seperti ini."
"Aku mengerti. Aku akan membantumu mengganti pakaianmu sekarang," kata Zoya yang sedang bersiap-siap untuk menyiapkan pakaian tidur untuk William.
"Apa kamy pikir aku masih orang lumpuh yang membutuhkan belas kasihanmu? Kamu terus saja mengingat semua hal yang kamu lakukan kepadaku ketika aku belum bisa berjalan? Aku pria yang sehat sekarang, Zoya. Jadi tolong jangan perlakukan aku seperti orang yang tidak berdaya. Karena itu hanya akan mengingatkanku pada masa laluku yang kelam.” William tidak suka dengan apa yang dikatakan Zoya.
“Aku hanya berniat membantumu, tapi kenapa kamu begitu marah padaku? Aku hanya akan menyiapkan pakaian ganti untukmu. Kenapa kau terus melampiaskan amarahmu padaku hari ini? Apakah kamu menyesali keputusanmu untuk benar-benar menikah denganku?" tanya Zoya, yang tidak mengerti perubahan sikap William yang tiba-tiba. Padahal Zoya merasa dia sama sekali tidak menyinggung perasaan William.
"Apa maksudmu dengan itu? Siapa yang mengatakan bahwa aku menyesal membuat keputusan ini untuk kita? Apa kamu sengaja mencoba mengajakku bertengkar?" tanya William yang berbalik untuk meninggikan suaranya.
“Jika kamu tidak ingin aku salah paham denganmu, bukankah seharusnya kamu tidak bersikap kasar padaku? Kamu sudah marah sejak tadi siang tanpa alasan yang jelas. Hanya karena aku menjawab panggilan telepon yang masuk ke ponselmu, Kamu bahkan tega bersikap kasar kepadaku. Salahkah aku mencurigaimu?"
"Apakah setiap kali aku menegurmu, kamu akan terus menuduhku menyesali keputusanku? Jika aku mengkritikmu, kamu dapat mencerna dan mendengarkannya dengan baik. Daripada membuat tuduhan yang tidak berdasar terhadapku."
“Kamu seharusnya juga memberi tahuku dengan jelas kesalahan apa yang telah aku buat? Siapa yang memanggilmu seperti itu di tengah malam? Sampai kamu sangat marah padaku hari ini?" tanya Zoya menuntut jawaban jujur dari William. Zoya tidak bisa duduk diam dan terus mendengarkan omong kosong William.
“Kamu… tidak bisakah kamu bersikap anggun dan lembut saat berbicara denganku? Sikapmu ini benar-benar membuatku merasa sangat muak sekarang. Aku kehilangan kenyamanan karena tindakanmu. Walaupun menurutku rumah ini adalah tempat yang paling tepat untuk kembali ke rumah, karena rumah adalah tempat yang memberikan rasa nyaman bagi orang yang tinggal di dalamnya. Namun, kali ini aku tidak dapat menemukan kenyamanan di rumahku sendiri." William tidak bisa berhenti membandingkan antara Zoya dan Renata. Pada akhirnya, semua perkataan yang keluar pasti menyakiti hati Zoya.
“Kapan aku mencoba membuatmu tidak nyaman hidup denganku? Katakan padaku sekarang! Kamu juga tidak malu membandingkan aku dengan wanita lain.. Apa sebenarnya yang kamu sembunyikan dariku, William?" tanya Zoya tak lagi terdengar ramah memanggil William dengan embel-embel mas.
__ADS_1
Zoya bertanya pada William dengan nada menuntut. Zoya tahu pasti bahwa kali ini segalanya tidak sesederhana itu. Zoya bukanlah wanita lemah yang dengan mudah di tindas. Sikap mandiri Zoya tidak akan menerima siapa pun menindasnya.
"Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak membandingkanmu dengan wanita lain. Aku hanya ingin melihatmu anggun dan baik hati saat berbicara denganku. Apakah tuntutanku terlalu berat untukmu? Jika demikian, lalu apa yang harus Aku tahu, meskipun kamu seorang wanita yang seharusnya bersikap dan berbicara dengan baik, tapi kamu tidak bisa menunjukkan semua itu di depanku.” William mencari alasan lain agar Zoya tidak curiga padanya.
"Setelah kita bersama cukup lama, kenapa kamu menuntut itu dariku sekarang? Apakah kamu pantas melakukan semua ini padaku? William, aku sangat lelah harus bertengkar denganmu setiap hari. Jika kamu benar-benar tidak menyukaiku, maka belum terlambat untuk berpisah sekarang." Zoya benar-benar merasa sangat lelah sekarang, Zoya tidak tahu sampai kapan dia bisa bertahan di rumah yang seperti itu.
William terdiam mendengar ucapan Zoya. Dia merasa panik, tetapi mencari cara untuk segera mengakhiri pertengkaran, agar ucapan Zoya berkata berpisah tidak kembali didengarnya.
“Apakah kamu pikir kamu satu-satunya yang bosan bertengkar seperti ini? Ayolah, aku tidak ingin berdebat denganmu lagi. Karena aku sudah cukup lelah. Tolong jangan menambah bebanku dengan sikapmu seperti ini.” William segera meninggalkan Zoya, setelah melampiaskan sebagian amarahnya pada Zoya.
Zoya hanya bisa melihat punggung William yang berjalan menjauh. Entah kenapa, Zoya merasa suatu tengah terjadi dan disembunyikan oleh William.
"Jangan menguji kesabaranku, William. Aku bukan mereka," gumam Zoya.
Hai semuanya. Zoya akan segera tamat awal bulan ya. Terima kasih untuk kalian yang masih setia mengikuti kisah ini. Mohon selalu dukungannya.
__ADS_1