Ikrar Yang Ingkar

Ikrar Yang Ingkar
IYI 102 TAMAT


__ADS_3

William hanya bisa menatap keadaan apartemennya dengan tatapan kosong. Setiap kenangan bersama Zoya yang pernah tercipta di apartemen ini, kembali terlintas di pikiran William sekarang. Bagaimana senyuman ini yang sangat manis selalu menyambutnya setiap pagi, sikap ramah dan sabarnya yang mampu meluluhkan hati William, serta setiap motivasi yang diberikan oleh Zoya agar William bisa kembali pulih seperti semula. Itu semua adalah kenangan yang sangat berharga untuk William.


Saat William mendengar bel apartemennya yang berbunyi, William merasa sangat kesal, karena suara itu sudah menyadarkan William dari lamunannya. Melihat Renata di depan pintu apartemennya. William hanya membuka pintu lalu kembali masuk dan duduk di atas sofa.


“William, bagaimana keadaanmu sekarang? Apa kau tahu jika aku sangat mencemaskanmu? Aku juga sangat merindukanmu. Apa kau bisa melihat semua itu di mataku?” tanya Renata.


“Jawaban apa yang kau harapkan dari bibirku? Aku sudah hancur sekarang. Karena Zoya meninggalkan aku. Jangan berharap padaku, Renata karena aku tidak akan kembali padamu, aku hanya ingin Zoya. Tidak wanita lain termasuk kamu."


“Aku tidak menyangka kalau kau bisa berkata sesuatu hal yang sangat kejam seperti ini, Will.”


“Aku kehilangan Zoya karena semua ini. Aku tidak pernah berpikir untuk melepaskan Zoya dari hidupku. Tetapi pada kenyataannya, aku sudah kehilangan Zoya sekarang. Seandainya saja aku tidak terjebak dengan cinta di masa laluku, Zoya pasti masih berada di sisiku sekarang! Tetapi pada kenyataannya, Zoya sudah pergi meninggalkan aku."


"Aku mencintaimu, William. Aku bisa menggantikan dia," ucap Renata. Ungkapan cinta yang kali ini Renata ucapkan tulus dari hatinya, bukan karena hasutan keluarga atau pun niat liciknya. Melihat pria yang sebelumnya selalu memujanya berubah memuja wanita lain membuat Renata mulai menyadari perasaan yang ada di hatinya, tetapi sayang semua itu terlambat saat Zoya sudah merebut posisinya di hati William.


"Kau tidak akan pernah bisa menggantikan Zoya. Kau jauh berbeda dengannya. Kau pergi setelah mendapat uang dari ibuku, dan bodohnya aku masih saja menutup mata dan telinga akan fakta itu. Mungkin ini semua karma untukku atas semua kesalahanku," jawab William mengusap kasar wajahnya.


Hati Renata begitu hancur, ketika mendengar ucapan yang dikatakan oleh William. Renata tidak pernah menyangka jika William akan mengatakan sesuatu yang sangat menyakitkan seperti ini. Tetapi Renata juga tidak bisa membantah apa yang diucapkan William, karena semua itu benar.


“Apa kau sungguh tidak ingin bersamaku?” tanya Renata begitu putus asa.


“Aku ....”


“Tolong jangan mengatakan apa-apa, William. Kau hanya sedang sedih sekarang. Kau tidak bisa berpikir dengan jernih setelah perceraianmu dengan Zoya. Aku tidak akan membahas hubungan kita lagi. Kita bisa memulai semua ini dari awal. Tapi tolong, jangan minta aku untuk menjauh darimu, aku tidak sanggup jika harus kehilanganmu. Aku minta maag atas semua kesalahanku, aku mohon!” pinta Renata yang kini sudah luruh di atas lantai.


William yang melihat hal itu tentu saja merasa tidak tega, tapi William tidak ingin memberikan harapan palsu untuk Renata.


Enam bulan telah berlalu, Renata masih mencoba untuk bisa kembali bersama dengan William tapi William selalu menolak Renata. Begitu juga dengan William yang selalu berusaja untuk mengejar Zoya, berharap maaf dan kesempatan ketiga dari Zoya, tetapi Zoya sudah benar-benar menutup hatinya untuk William.


Sekarang William melampiaskan semua kesedihannya dengan bekerja. William bahkan tidak memedulikan kesehatan tubuhnya lagi.

__ADS_1


William tidak lagi bersikap hangat seperti dulu. Hanya bekerja hal yang dapat membantu William sedikit melupakan kesedihan, penyesalan dan rasa rindunya pada Zoya.


"William, apa tidak ada kesempatan untuk kita?" tanya Renata masih berharap ada kesempatan untuk mereka memulai semuanya kembali.


"Aku hanya menginginkan Zoya. Jangan berharap padaku," jawab William singkat.


“Baiklah, aku mengerti sekarang. Aku tidak akan memaksamu untuk mengingat cerita cinta kita di masa lalu. Karena memang semuanya hanya terjadi beberapa tahun yang lalu. Maafkan aku, karena sudah hadir di antara kau dan Zoya. Aku akan merelakan cinta kita sekarang. Aku berharap kalian bisa kembali bersama," ucap Renata yang pada akhirnya


“Terima kasih, Renata. Aku juga berharap kau menemukan pria yang lebih baik dariku." William memeluk Renata.


Renata hanya bisa membalas pelukan William yang menjadi pelukan perpisahan di antara mereka berdua.


“Kejarlah cintamu, William. Tolong sampaikan ucapan maafku padanya, karena aku tahu tindakanku sudah sangat menyakitinya. Semoga kau berhasil mendapatkan cintamu kembali, William.”


Meski pun kembali pada Zoya adalah hal yang mustahil, tetapi aku selalu berharap bisa kembali bersamanya. Ucap William dalam hati.


Hari itu, Renata dan William mencoba berdamai dengan masa lalu mereka. Mereka juga sudah sepakat untuk membuka lembaran hidup yang baru, bersama pasangan yang akan menemani mereka di masa depan.


Sedangkan Zoya saat ini juga sedang termenung di ruang kerjanya. Setiap mengingat kenangan masa lalunya bersama dengan William, air mata Zoya kembali menetes. Bagaimanapun perasaan cinta itu tidak akan menghilang hanya dalam waktu singkat. Sekalipun untuk kembali bersama Zoya tidak bisa.


Saat Zoya sedang termenung, Zoya dikejutkan dengan suara ketukan pintu di depan ruang kerjanya. Zoya segera mempersilahkan orang dibalik pintu itu untuk masuk.


“Apa kedatanganku mengganggumu siang ini, Zoya?” tanya Damar dengan begitu hati-hati.


“Tidak, kenapa kau berpikir jika kedatanganmu akan menggangguku? Aku tentu senang ketika kau mengunjungi aku. Jadi kau tidak perlu merasa terlalu sungkan seperti itu padaku, Mas Damar.” Zoya selalu menghargai kehadiran Damar, sebab Damar adalah pria yang selalu peduli padanya sejak awal Zoya mengenalnya. Satu-satunya orang yang tidak pernah dan mungkin tidak akan pernah meninggalkan Zota apapun yang terjadi.


“Apa yang sedang kau pikirkan? Apakah kau kembali mengingat mantan suamimu? Jika kau memang masih mencintainya, kenapa kamu melepaskannya, Zo?” tanya Damar.


"Tidak. Aku hanya memikirkan rencana masa depanku," jawab Zoya menyangkal.

__ADS_1


Meski menyangkal ucapannya, Damar melihat jelas kesedihan di mata Zoya dan itu semua membuat Damar merasa sedikit nyeri di hatinya.


Damar tahu apa yang akan dia ucapkan mungkin akan membuat Zoya terkejut, tetapi Damar tidak ingin menunda lagi seperti dulu. Damar tidak ingin terlalu santai mengejar Zoya seperti dulu yang akhirnya membuat Damar kehilangan Zoya.


"Apa aku termasuk di dalam rencana masa depanmu? Apakah ada kesempatan untukku menggantikan dia?" tanya Damar yang benar saja membuat Zoya terkejut mendengarnya.


"Mas..."


"Maaf jika aku lancang. Aku hanya ingin berkata jujur padamu. Aku tidak ingin kehilanganmu seperti dulu. Aku mencoba merelakanmu dulu, dan selalu berharap kamu bahagia. Namun pria itu justru menyakitimu. Aku tidak akan membiarkanmu kembali padanya, Zo. Aku tidak ingin kehilanganmu untuk kedua kalinya. Aku akan menebus semua kesedihan yang telah kamu rasakan selama ini. Aku akan menggantikan semua itu dengan kebahagiaan yang berlimpah. Aku akan berusaha menjadi pria yang baik untukmu. Tolong berikan aku kesempatan untuk membuktikan semua ucapanku," ucap Damar lagi menggenggam kedua tangan Zoya.


"Mas, kenapa kamu begitu baik padaku? Ada banyak wanita di luar sana yang jauh lebih baik dariku," ucap Zoya.


“Mungkin ada. Namun untukku kamu adalah wanita terbaik yang pernah kutemui. Kamu juga berhak mendapatkan kebahagiaan. Aku tidak ingin kamu larut dalam kesedihan seperti ini. Karena banyak orang yang menyayangimu, termasuk aku yang selalu merasakan sakit setiap kali melihat kamu menangis. Aku tahu akan sulit, tetapi cobalah jalan bersamaku untuk melupakan semuanya. Aku tidak akan memaksamu menerimaku jika pada akhirnya nanti kamu tidak bisa merasakan apa yang aku rasakan padamu. Aku hanya ingin kamu memberikan kesempatan untukku membantumu melupakan dia."


Zoya meneteskan air mata mendengar semua yang Damar ucapkan. Damar yang melihat itu dengan cepat menyekanya. "Aku tidak ingin lagi melihatmu menangis. Tersenyumlah, aku di sini akan selalu bersamamu. Aku akan menjagamu dari semua hal yang akan menyakitimu, aku mencintaimu, Zoya. Aku benar-benar tulus mencintaimu sejak awal aku mengenalmu hingga sekarang cinta itu masih ada dan semakin besar untukmu," ucap Damar mengungkapkan semua yang ada di hatinya selama ini.


Zoya terdiam mencerna semua ucapan Damar. Jika saja dulu Zoya tidak bertemu dengan William, mungkin perasaan suka dan nyaman yang dulu ada di hatinya untuk Damar akan tumbuh menjadi cinta. Mungkin juga mereka akan menikah, punya anak dan memiliki kehidupan yang bahagia.


Zoya mencoba memikirkan semua itu, apa yang Damar katakan benar. Melupakan William adalah hal pertama yang harus dia lakukan sebelum akhirnya membuka hati untuk menerima nama baru menempati hatinya.


Zoya mengulurkan tanganya pada Damar yang terlihat sedikit bingung menatapnya. "Ayo! Bukankah Mas Damar bilang ingin jalan bersamaku? Genggam tanganku dan jangan lepaskan aku!" Zoya tersenyum menatap Damar yang juga tersenyum cerah mendengar ucapan Zoya yang secara tidak langsung memberikan kesempatan untuknya.


"Terima kasih karena selalu ada untukku, Mas. Aku sangat bersyukur karena Tuhan mempertemukan aku denganmu," ucap Zoya.


"Jangan pernah mengatakan terima kasih padaku, karena akulah yang beruntung bertemu denganmu. Hidupku tidak akan sempurna jika tidak bertemu denganmu," balas Damar memberikan senyum tulus terbaiknya dengan pancaran mata yang dipenuhi cinta untuk Zoya.


Aku janji akan membuatmu melupakan dia. Aku juga akan berusaha menggantikan namanya dalam hatimu. Ayo kita gapai kebahagiaan itu bersama. Batin Damar.


~TAMAT~

__ADS_1


Terima kasih banyak untuk semua yang sudah mengikuti setiap tulisanku. Maaf jika banyak kesalahan baik dalam segi penulisan, alur atau hal lainnya. Seperti judulnya Ikrar yang Ingkar. Kisah ini tentunya bukan kisah yang akan berakhir happy ending, tapi nggak juga yang begitu sad ending. Seperti inilah alurnya. Sekali lagi terima kasih untuk semuanya, semoga kalian selalu sehat, mudah rejeki dan bahagia selalu. Sampai jumpa di ceritaku yang lainnya.🤗


__ADS_2