Ikrar Yang Ingkar

Ikrar Yang Ingkar
IYI 17


__ADS_3

Wulan dan Zoya segera berjalan menuju ruang kerja Zoya. Karena di ruangan itu jelas terpasang kedap suara, sehingga tidak akan ada yang bisa mendengar percakapan mereka di luar sana. Mengingat apa yang ingin mereka bicarakan adalah sesuatu hal yang sangat pribadi. Zoya tidak mau ada orang lain yang mendengar pembahasan mereka kali ini.


Setelah Zoya mengunci pintu ruangannya, Zoya merasa sangat tidak nyaman dan canggung, karena ini terus memperhatikan segala gerak-geriknya. Sebab Zoya sadar bahwa apa yang dia lakukan kepada Wulan adalah sesuatu hal yang salah. Tidak seharusnya dia menghindari Wulan tanpa memberikan penjelasan apa-apa. Tetapi Zoya merasa kalau dia tidak memiliki alasan lain. Dia juga tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya pada Wulan.


Karena sejujurnya dia tidak tega untuk mengatakan semuanya kepada Wulan. Zoya takut penolakannya akan menyakiti perasaan Wulan. Tetapi dia juga sadar, kalau tindakannya selama ini begitu pengecut. Sebab dia tidak bisa mengatakan semuanya secara terang-terangan pada Wulan dan justru memilih untuk menghindar dari Wulan.


Untuk memecah rasa canggung di antara mereka, Zoya sengaja menawarkan minuman pada Wulan, agar suasana yang tercipta tidak terlalu menegangkan seperti sekarang.


“Apa, Tante ingin meminum sesuatu? Aku akan membuatkan teh untuk, Tante.” Zoya segera berdiri untuk membuat teh bagi mereka berdua.


“Tidak perlu terlalu repot, Zoya. Karena Tante ingin membicarakan hal yang penting padamu. Jadi Tante tidak ingin merepotkanmu!” Wulan jelas menolak tawaran Zoya, karena dia tidak ingin membuang lebih banyak waktu lagi.

__ADS_1


“Ini hanya minuman, aku tidak merasa repot sama sekali, Tante. Tunggu sebentar, aku akan menyiapkan minuman untuk kita.” Zoya tetap menyiapkan minuman bagi mereka. Tetapi dia tidak jadi membuatkan teh, dia hanya mengisi gelas dengan air mineral.


“Silakan di minum, Tante. Aku tahu, Tante pasti merasa sedikit haus sekarang.” Zoya segera meminta Wulan untuk meminum air yang dia berikan, karena Wulan tidak menyentuh gelasnya sejak tadi, justru dia terus memperhatikan Zoya. Membuat Zoya merasa semakin canggung.


Wulan segera mengambil gelas yang ada di atas meja, dan segera meminum isinya, karena dia juga butuh air untuk meredakan sedikit emosi yang tadi sempat dia rasakan ketika mengetahui kalau Zoya tidak berada di toko-nya. Setelah minum, Wulan segera menanyakan hal yang mengganggu pikirannya selama ini pada Zoya.


“Jadi, kenapa kamu menghindari Tante, Zoya? Tante tahu kalau kamu jelas-jelas menghindari Tante sekarang! Jangan coba menyangkalnya!” Wulan hanya ingin mendengarkan penjelasan Zoya sekarang.


“Sebelumnya, aku minta maaf pada, Tante. Karena sikapku yang begitu kekanak-kanakan, sehingga membuat, Tante bingung. Tetapi aku juga tidak tahu harus mengatakan apa pada, Tante. Itu sebabnya aku melakukan semua itu. Aku harap, Tante juga bisa mengerti keadaanku!” ucapnya pada Wulan. Dia hanya ingin Wulan mengerti tanpa dia harus menjelaskannya.


“Tante akan memaafkanmu, tetapi haruskah kamu menghindari Tante seperti ini, Zoya? Kamu bahkan hilang begitu saja. Membiarkan Tante terjebak dalam kecemasan. Tidakkah kamu merasa bahwa sikapmu itu keterlaluan, Zoya?” tanya Wulan dengan suara bergetar yang menandakan bahwa dia begitu kecewa pada apa yang Zoya lakukan padanya.

__ADS_1


“Maafkan aku, Tante. Tetapi aku pikir, dengan sikapku itu sudah menjelaskan kepada, Tante apa jawabanku. Tanpa aku harus mengatakan apa-apa lagi. Aku hanya menunjukkan penolakanku. Namun sepertinya tante tidak mengerti, atau, Tante hanya berpura-pura tidak mengerti? Karena sikap yang aku tunjukkan cukup jelas untuk menyatakan jawabanku.” Zoya mengatakan semuanya dengan menahan segala rasa sungkan pada Wulan.


Maafkan aku, Tanten. Batin Zoya.


Wulan yang mendengarkan jawaban Zoya, hanya bisa terdiam, karena dia jelas memahami arti sikap Zoya, tetapi dia dengan egois menyangkal semuanya. Namun, Wula tidak akan menyerah begitu saja. Dia harus mendapatkan Zoya untuk Liam. Itu adalah tekatnya sebelum datang ke sana.


"Sekarang aku katakan sekali lagi, jika sikapku belum membuat Tante mengerti. Aku minta maaf, Tante. Aku tidak bisa menerima tawaran Tante. Aku hanya ingin menikah dengan pria yang aku cintai, aku juga tidak bisa untuk pura-pura menerima Liam sedangkan aku tidak bisa menerimanya. Sikap Liam jujur saja membuatku takut, tak hanya itu, Liam juga sangat tidak menyukaiku. Dia mencintai kekasihnya, semua ini jelas salah. Jika semua ini dipaksakan, pasti pada akhirnya akan menyakiti kami. Maafkan aku, Tante. Aku tidak bisa," ucap Zoya dengan tegas mengatakam penolakannya atas keinginan Wulan.



__ADS_1


Hai semuanya. Terima kasih sudah mengikuti cerita ini. Sembari menunggu cerita ini update, bisa tolong ramaikan juga buku ku yang lain ya kak, ada beberapa yang sudah tamat dan juga yang sedang jalan. Ditunggu kehadiran dan dukungan kalian. Terima kasih.


__ADS_2