
Wulan tidak menyangka kalau Zoya akan mengatakan secara langsung mengenai penolakannya ini. Zoya mungkin sudah memprediksi kalau Zoya akan menolaknya. Tetapi, Wulan pikir seandainya dia ada di hadapan Zoya, maka Zoya akan sedikit sungkan untuk menolaknya. Tidak disangka, kalau Zoya akan melakukan hal yang sebaliknya. Tetapi meski begitu, Wulan tetap tidak akan menyerah untuk membujuk Zoya.
Sedangkan Zoya hanya diam dan menunggu Wulan mengatakan sesuatu padanya. Karena dirinya juga tidak tahu harus berkata apa lagi selain penolakan. Zoya juga merasa kalau dia tidak perlu menjelaskan semua alasannya. Sebab Wulan pasti juga sudah tahu alasan kenapa Zoya menolak tawarannya, tapi pada akhirnya Zoya terpaksa mengeluarkan kata-kata yang pastinya akan menyakiti Wulan. Dan sekarang dia hanya menunggu Wulam mengatakan sesuatu, menanggapi apa yang sudah dia ucapkan.
Setelah terdiam beberapa saat, barulah Wulan mulai mengatakan sesuatu pada Zoya. Sebab dia sudah memikirkan semuanya dengan matang. Kalau kali ini mungkin Zota bisa setuju dengan permintaannya. Demi anaknya, Wulan sudah bertekad akan melakukan apa saja yang di perlukan, meski pun harus terlihat buruk.
“Tante tidak menyangka kalau kamu akan menolak tawaran Tante begitu saja, Zoya. Tidak adakah pertimbangan dalam hatimu untuk menerima Liam sebagai suamimu?” tanya Wulan dengan raut kesedihan yang tampak jelas dia wajahnya. Sebab dia memang merasa begitu sedih saat ini atas penolakan Zoya.
__ADS_1
“Tante, maafkan aku. Tapi, Tante tahu dengan jelas bagaimana sikap anak, Tante kepadaku. Dia begitu kasar, dia bahkan mengancam ingin menyakitiku. Temperamentalnya itu sangat buruk. Bagaimana aku bisa hidup dengan pria yang seperti itu. Dia jelas tidak menyukaiku, dia juga sangat mencintai kekasihnya. Kehidupan seperti apa yang akan kami jalani nanti jika kami bersama dalam keadaan yang seperti ini?” tanya Zoya sama sekali tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan Wulan, tetapi dia juga tidak ingin memberikan harapan palsu kepada Wulan, karena itu Zoya menjelaskannya secara tegas seperti ini.
“Liam seperti itu, karena dia sedang depresi, dia tidak bisa menerima perubahan hidupnya yang terjadi secara tiba-tiba. Bukan karena sikap aslinya yang seperti itu. Karena ada dasarnya, Liam adalah seorang pria yang lembut. Meski sedikit dingin, tetapi dia tidak mungkin menyakiti seorang wanita. Seharusnya kamu juga bisa mempertimbangkan hal ini, Zoya. Liam sedang tidak baik-baik saja, karena itu Tante sangat berharap padamu agar dapat membantu Liam kembali menjadi baik." Wulan masih berusaha untuk membela sang putra di hadapan Zoya. Karena apa yang dia katakan tidak sepenuhnya salah.
“Tetapi tetap saja, aku merasa tidak akan siap untuk menikah dengannya. Karena tante sendiri juga tahu bagaimana kondisinya saat ini. Selain itu dengan sikapnya yang begitu buruk, aku bahkan tidak bisa membayangkan bisa bertahan satu jam saja di sisinya. Jadi aku mohon, agar Tante bisa mengerti perasaanku. Tolong jangan memaksaku, Tante. Tolong jangan membuatku berada dalam situasi yang sulit dan merasa serba salah, tolong jangan membuat hubungan kita merenggang hanya karena masalah ini, Tante. Aku mohon,” ucapnya memohon pengertian Wulan padanya.
“Tante tahu, begitu berat bagimu untuk menerima semua ini. Tetapi tidakkah kamu memikirkan bahwa saat ini Tante sedang tertimpa kemalangan? Siapa yang akan bersedia membantu Tante dalam kesulitan seperti ini selain kamu? Kita sudah mengenal cukup lama, Zoya. Hubungan kita juga terjalin dengan sangat baik, Tante bahkan menganggapmu seperti putri Tante sendiri. Tidak bisakah kamu menghibur Tante ketika sedang bersedih seperti ini?” Wulan sengaja menggunakan kedekatan mereka sebagai alasan. Wulan tidak bermaksud jahat sama sekali, dia tidak berniat untuk membuka luka di hati Zoya, hanya saja, dia tidak tahu harus menyentuh hati Zoya dengan cara bagaimana lagi? Wulan sudah tidak bisa berpikir secara jernih lagi sekarang. Itu sebabnya tidak mungkin masa lalu antara dirinya dan juga Zoya.
__ADS_1
“Tante, aku ....” belum sempat Zoya menyelesaikan ucapannya, Wulan kembali menyalanya. Dia tidak ingin memberikan kesempatan kepada Zoya untuk membantah segala ucapannya.
“Zoya, Tante ada ketika kamu sedang terpuruk, Tante juga selalu membantu kamu selama ini. Tidak pernah sedikit pun Tante mengabaikanmu. Tante selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik untukmu. Membagi cinta yang tante miliki untuk Liam juga untukmu, tante menyayangimu sama seperti tante menyayangi Liam. Berusaha menjadi orang tua yang baik untukmu. Tetapi di saat Tante seperti ini, kamu bahkan tidak bisa sedikit menghibur Tante, Tante tidak bermaksud mengungkit semua hal di masa lalu, tetapi, Tante juga butuh dukungan seseorang sekarang. Dan Tante mengharapkan semua itu darimu,” ucapnya seraya meneteskan air mata. Wulan tahu apa yang dia lakukan ini adalah cara yang kejam. Karena dia mengungkit segala hal yang pernah dia berikan kepada Zoya. Tetapi Wulan sudah tidak tahu bagaimana cara untuk membujuk Zoya lagi.
“Jadi, Tante ingin agar aku membalas budi kepada tante dengan cara menikahi Liam?" tanya Zoya dengan suara bergetar. Dia tahu bahwa terlalu banyak hal yang sudah keluarga Sandjaja lakukan untuk membantunya bangkit, di saat dia begitu terpuruk karena kehilangan kedua orang tuanya.
Benar, ini tentang balas budi. Batin Zoya.
__ADS_1