Ikrar Yang Ingkar

Ikrar Yang Ingkar
IYI 101


__ADS_3

Renata tidak pernah menyangka jika William akan mengakhiri hubungan mereka. Padahal Renata sudah cukup percaya diri, jika dia mampu merebut William dari Zoya. .


Renata tidak bisa menerima keputusan William begitu saja, itu sebabnya Renata memilih untuk datang menemui William agar mereka bisa membicarakan hubungan mereka lebih lanjut. Renata tak akan menyerah, karena sejak awal, yang seharusnya menikah dengan William adalah dia.


Renata sudah berada di depan rumah William, Renata sengaja menekan bel terus menerus, agar William segera membuka pintu apartemennya.


“William, akhirnya kamu membukakan pintu untukku, aku ....”


“Masuklah, kau bisa mengatakan semua yang ingin kau sampaikan di dalam,” ucap William dengan nada suara yang begitu dingin.


“Kenapa kau tiba-tiba memutuskan hubungan kita? Kau mengambil keputusan sendiri, tanpa meminta pendapat dariku. Apakah aku sudah melakukan kesalahan padamu?” tanya Renata.


“Ini adalah keputusan yang paling tepat untuk kita. Sebab kau dan aku tidak seharusnya menjalin hubungan terlarang seperti ini. Oleh karena itu aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Aku harap kau bisa mengerti posisiku saat ini, Renata.”


“Tetapi kenapa, William? Sebelum kamu memutuskan semua ini, bukankah tidak adil jika aku tidak tahu apa penyebab kau mengambil kesimpulan seperti itu. Aku mencintaimu, dan kau juga mencintai aku. Lalu apa yang salah dengan hubungan kita jalani bersama? Bukankah kau dan aku sama-sama bahagia di dalam hubungan ini?” ucap Renata yang masih meminta penjelasan dari William.


“Aku memang mencintaimu, aku bahagia ketika bersama denganmu, tetapi aku juga merasakan sakit setiap kali aku menghabiskan waktu lebih banyak bersamamu, karena aku juga mencintai istriku. Aku tidak sanggup untuk kehilangan Zoya, oleh karena itu aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan kita.” William tidak pernah menyangka jika perpisahannya dengan Zoya akan membawa rasa sakit yang luar biasa di hatinya.


“Itu omong kosong! Sejak dulu sampai sekarang kau hanya mencintai aku. Tidak mungkin wanita seperti Zoya, bisa merebut hatimu dariku. Kau juga harus sadar bahwa Zoya bukanlah wanita yang baik untukmu, William. Zoya menikah denganmu hanya karena menginginkan harta kekayaan yang kau miliki saat ini. Aku tidak rela jika kau hidup bersama dengan wanita serakah seperti itu!” teriak Renata.


“Kau sama sekali tidak mengenal istriku, lalu bagaimana bisa kau menyimpulkan jika istriku adalah wanita yang serakah? Bukankah sikapmu ini sangat keterlaluan? Aku tidak ingin di masa depan kau mengucapkan hal seperti ini lagi. Sekarang pulanglah, karena aku sedang tidak ingin berbicara dengan siapa pun sekarang.”

__ADS_1


“Kau mengusirku? Hanya karena aku mengatakan sifat asli dari wanita itu, lalu sekarang kau mengusirku begitu saja? Memangnya apa yang sudah wanita itu lakukan, sehingga membuatmu berubah begitu drastis seperti ini? Aku tidak akan pergi sebelum kau sadar siapa Zoya sebenarnya!”


“Zoya ada seorang wanita yang merawat dan mengurusku selama ini. Zoya juga wanita yang bisa mengembalikan harapanku untuk bisa berjalan kembali. Zoya adalah cahaya dalam hidupku. Bodohnya aku menyakiti Zoya hanya karena wanita yang pergi meninggalkanku karena uang.” William mengatakan apa yang pernah orang tuanya katakan.


Melihat Renata terdiam, William semakin menyesali semua kesalahan yang telah dia lakukan.


"Sayang, kau salah paham. Aku bisa jelaskan alasanku pergi saat itu–"


“Kau tidak perlu menjelaskan apapun. Satu lagi kau tidak mengenal Zoya, jangan berani berkata buruk tentang istriku!" tegas William yang tidak bisa menahan amarahnya lagi.


Renata sangat terkejut ketika melihat respons William yang begitu berlebihan baginya. Renata tidak pernah menyangka jika William akan marah padanya.


“Zoya menceraikanku. Apa menurutmu, seseorang yang memberikan surat gugatan cerai terhadapku, adalah seorang wanita yang serakah dan ingin mendapatkan seluruh hartaku?” ucap William sembari menatap Renata dengan penuh kekecewaan. "Tidak. Istriku bukan sepertimu. Kalian jelas berbeda!" sambung William.


***


Tidak terasa, seminggu telah berlalu, seperti yang Zoya katakan bahwa perceraian antara dirinya dan William akan berlangsung dengan cepat, sebab Zoya sudah menyiapkan semuanya dari jauh hari. Ditambah lagi Zoya memiliki banyak bukti perselingkuhan William selama ini.


Sidang perceraian di antara mereka berdua berlangsung tertutup. Kekuasaan keluarga William, membuat berita mengenai jalannya sidang perceraian Zoya dan William tidak bisa diberitakan secara umum. Mereka hanya bisa membuat berita perceraian William, tanpa mengetahui alasan perceraian itu terjadi.


William juga tidak berusaha keras untuk menyangkal setiap bukti yang ada. Karena William sudah merasa terlalu malu, jika menyangkal semua bukti itu di persidangan. Sikap William ini membuat perceraian mereka berjalan dengan lancar. Hingga akhirnya hari ini mereka sudah resmi bercerai.

__ADS_1


“Zoya, bisakah aku berbicara secara pribadi denganmu? Ada hal penting yang ingin aku katakan padamu. Aku mohon berikan aku kesempatan untuk terakhir kalinya,” pinta William pada Zoya yang saat ini melihat William jauh lebih kurus dari terakhir kali mereka bertemu.


Zoya yang melihat kondisi Kenzo tidak dalam keadaan baik-baik saja, tentu saja merasa sangat sedih. Karena jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, Zoya masih menyimpan perasaan cintanya untuk William.


“Baiklah, ayo kita bicara sebagai seorang teman. Karena aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu. Aku harap kau bersedia menerima aku sebagai temanmu, meskipun kita sudah berpisah.”


William merasa sakit di hatinya, tetapi William tetap memilih untuk mengikuti keinginan Zoya. Mungkin berteman dengan Zoya jauh lebih baik, daripada kehilangan Zoya untuk selamanya. Mereka memutuskan untuk mengobrol di salah satu kafe yang tidak jauh dari tempat mereka berada sekarang.


“Zoya, apa kau sungguh ingin berpisah denganku? Tidakkah kau ingin memikirkan semua ini lagi? Aku rasa masih belum terlambat untuk memikirkan semuanya. Aku sudah merenungkan semua kesalahanku, tapi aku tidak bisa melepaskanmu. Tolong beri aku kesempatan untuk yang terakhir.” William menggenggam kedua tangan


“William, sampai kapan kau akan terus menyiksa dirimu sendiri? Aku tahu jika kamu masih mencintai Renata. Lalu kenapa kamu memaksakan dirimu untuk tetap bersamaku? Bukankah kau tahu jika itu hanya akan menyakiti aku dan kau. Lagi pula, bukankah semua ini sesuai dengan perjanjian yang pernah kita buat sebelumnya. Aku hanya pengganti Renata saat itu, sekarang aku mau mengembalikan posisi itu untuk Renata. Aku hanya menginginkan kebahagiaanmu, William.”


“Tapi aku akan merasa bahagia ketika bersamamu, Zoya. Kenapa kau tidak memberikan kesempatan untukku untuk berbahagia denganmu?” tanya William dengan kesedihan yang tampak di wajahnya.


“William, kau mungkin bahagia ketika menikah denganku, tetapi kau juga tidak bisa memungkiri jika kau bahagia saat bersama Renata. Kau tidak akan kembali mengulang kisah cinta kalian, jika kau memang merasa bahagia hidup denganku. Sebelum kau menyelesaikan masa lalumu, maka kau tidak akan pernah mengetahui bagaimana perasaanmu yang sebenarnya. Aku tidak mau terjebak dengan masa lalumu, William.”


“Aku dan Renata sudah berakhir, tidak ada hubungan di antara kami berdua. Lalu kenapa kau terus membawa nama Renata dalam pembahasan kita? Lupakan tentang Renata dan mari kita mulai lembaran hidup yang baru.”


“Hanya bibirmu yang mengatakan jika Renata tidak ada hubungannya dengan kita, sedangkan kau sendiri tahu apa penyebab dari perceraian kita. Aku sudah memberikanmu kesempatan kedua, tetapi kau yang tidak memanfaatkannya dengan baik. Lalu kenapa sekarang kau masih belum bisa mengerti apa yang aku inginkan? Kau masih mencintai Renata dan itu adalah fakta. Kau tidak bisa menyangkalnya begitu saja. Jadi mari kita jalani kehidupan kita yang baru. Aku hanya ingin berteman denganmu, William. Aku tidak bisa kembali padamu, tapi percayalah aku sudah memaafkan semua kesalahanmu dan aku juga meminta maaf atas semua kesalahanku. Ini semua adalah keputusanki, jadi aku mohon hargai keputusanku. Aku harus pergi, selamat tinggal William. Aku mendoakan yang terbaik untukmu.” Zoya memilih pergi meninggalkan kafe tersebut karena berbicara dengan William bukan lagi sesuatu yang membuatnya nyaman.


William hanya bisa menatap kepergian Zoya dalam diam. William ingin menerima semua kenyataan ini dengan lapang dada. Tetapi William benar-benar tidak mampu untuk melakukannya? William merasa bahwa semua ini sangat mustahil untuk dia lakukan. Mungkin mereka berdua memang membutuhkan waktu untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Sebelum mereka bertemu dan membicarakan hal ini lagi.

__ADS_1


Sejak perceraian William dan Zoya tersebar, cukup banyak orang yang  merasa bahagia dengan kabar tersebut. Terutama keluarga Pendi. Dengan begini mereka akan lebih mudah untuk mendapatkan William. Mereka tidak menyangka jika Renata mampu melakukan tugasnya dengan sangat baik. Sayangnya mereka tidak tahu, jika William juga memutuskan hubungan antara dirinya dan juga Renata.


__ADS_2