
Wulan sudah dapat menebak dari awal jika tidak akan mudah meminta Zoya untuk menjadi istri dari putranya. Namun, Wulan tak akan berhenti berusaha untuk meyakini dan mendapatkan persetujuan dari gadis yang begitu disukainya itu dan begitu dipercaya olehnya dapat menjadi istri yang baik dan berguna untuk putra semata wayangnya.
"Membutuhkan aku? Bagaimana bisa? Bagaimana mungkin dia membutuhkan wanita yang sama sekali tidak dikenalnya seperti aku?" tanya Zoya yang benar-benar bingung dengan ucapan orang tua angkatnya itu.
Wulan terdiam mendengar pertanyaan Zoya. Wajar jika Zoya bertanya seperti itu. Jika ia berada di posisi Zoya. Dia pun akan sama terkejutnya dan bingung seperti Zoya. Wulan ingin menjelaskan semua yang sudah terjadi, tapi ia kembali ragu saat merasa jika Zoya akan semakin menolaknya jika tau kondisi Liam yang sebenarnya.
"Tante, ada apa sebenarnya? Tolong jangan membuatku menjadi bingung dan serba salah seperti ini," ucap Zoya lagi berusaha untuk lebih tenang.
"Liam mempunyai kekasih bernama Renata, Tante dan om tidak menyukainya karena wanita itu putri dari seorang pelakor," ucap Wulan.
Zoya menggeleng tak percaya dengan apa yang didengarnya. Sosok yang selama ini sangat dikaguminya bagaimana bisa melakukan semua itu hanya karena kesalahan orang tua dari gadis itu. Bukankah kesalahan orang tua tidak bisa diimbaskan pada anaknya? Jika benar orang tua wanita itu pelakor, maka yang salah ibunya, bukan putrinya. Pikir Zoya.
"Tante, lalu apa salah wanita itu jika ibunya pelakor?" tanya Zoya.
"Zoya. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Ibu wanita itu menjadi pelakor dalam rumah tangga om Rio saudara kembar suami Tante. Semua itu sangat membekas dalam keluarga besar Sandjaja, dan kami tidak bisa menerima semua itu," ucap Wulan menjelaskan.
__ADS_1
"Tetap saja, putrinya tidak bersalah," cicit Zoya.
"Dia tidak lebih baik dari ibunya. Tante memintanya pergi menjauh dari Liam dengan imbalan uang, jika dia benar mencintai Liam, maka dia tidak akan melakukan semua itu. Cintanya bisa dibeli dengan uang, Zoya. Bagaimana bisa tante membiarkan Liam bersama wanita yang tidak tulus padanya?" ucap Wulan lagi.
Zoya terdiam, dia bingung harus berkata apa lagi. Zoya hanya bisa mendengarkan semua penjelasan Wulan padanya tentang masalah Liam.
"Liam mengalami depresi setelah Renata pergi. Liam mengalami kecelakaan beberapa bulan yang lalu, saat coba mencari Renata, hingga akhirnya kondisi Liam jadi seperti sekarang," terang Wulan menceritakan penyebab Liam menjadi cacat.
"Tante, dia depresi. Yang dia butuhkan adalah dukungan keluarga dan psikoterapi. Bukan istri," ucap Zoya berkomentar.
"Apa yang kamu katakan benar, Zoya. Namun, Liam juga sangat membutuhkan seseorang yang dapat merawatnya sepanjang hari untuk menemaninya dan membantunya dalam banyak hal. Tante bisa memperkerjakan perawat, tapi akan tetap ada batasannya dalam merawat Liam. Maka dari itu Tante membutuhkan seorang menantu untuk membantunya. Seorang wanita yang akan menjadi istrinya agar tak ada batasan untuk membantu Liam dalam segala hal," ucap Wulan lagi mulai meneteskan air matanya dan itu membuat Zoya merasa iba, tapi juga masih diselimuti oleh kebingungan.
Zoya yang mendengar hal tersebut benar-benar dibuat syok. Hanya satu kata yang berhasil di simpulkannya atas semua yang ia dengar, yaitu pengasuh. Ia diminta menjadi pengasuh dari pria yang lumpuh serta depresi.
"Tante. Itu artinya tujuan Tante memintaku untuk menikah dengan anak Tante, karena Tante ingin aku menjadi pengasuhnya?" tanya Zoya secara langsung pada Wulan yang tengah menunduk menangis, sontak saja menatapnya.
__ADS_1
"Tidak, Zoya. Bukan seperti itu. Tante mohon jangan berpikiran seperti itu," ucap Wulan yang merasa bersalah saat Zoya salah menanggapi keinginannya.
"Lalu apa maksud Tante? Banyak wanita lainnya yang pastinya mau dibayar untuk merawat anak Tante, lalu kenapa harus aku? Kenapa harus aku yang merawatnya dengan menjadi istrinya?" tanya Zoya merasa tak percaya dengan apa yang didengarnya hari ini.
"Zo. Dengarkan dulu penjelasan Tante!" ucap Wulan pada Zoya yang terdiam mencoba memberikan kesempatan untuk mendengarkan penjelasan apa yang akan dikatakan oleh Wulan.
"Benar yang kamu katakan. Banyak wanita yang tentunya akan bersedia menjadi perawat Liam ataupun menjadi istri Liam, tapi Tante tidak bisa menerima mereka karena mereka tidak akan mungkin tulus melakukannya. Mereka pasti melakukannya karena uang, dan mereka tidak akan benar-benar merawat Liam. Menghadapi orang yang seperti Liam saat ini, haruslah dengan ketulusan. Bagaimana Liam bisa bangkit jika didampingi oleh orang yang tidak mungkin tulus mendampinginya?" ucap Wulan.
"Bagaimana dengan aku? Apa Tante pikir aku akan tulus melakukannya? Tidak Tante, aku tidak bisa melakukannya. Maafkan aku," ucap Zoya masih menolak.
Sesungguhnya gadis cantik itu merasa iba atas apa yang terjadi pada pria bernama Liam tersebut, tapi untuk mengorbankan kebahagiaan serta masa mudanya untuk merawat Liam bukanlah pilihan yang tepat untuknya. Banyak sekali jalan kebahagiaan yang bisa ia raih. Lalu kenapa ia harus memilih jalan yang sulit saat ada jalan yang lebih mudah untuk hidupnya? Zoya menolak keras permintaan Wulan.
"Tante memintamu karena Tante sangat percaya padamu, Zo. Tidak ada gadis yang Tante kenal yang lebih tulus dalam menjalani kehidupan sepertimu. Kamu wanita yang sangat Tante percaya untuk menjaga Liam, maka dari itu Tante memintamu untuk menikah dengannya. Tante mohon...," ucap Wulan dengan nada yang benar-benar mengharap pada Zoya yang masih menggelengkan kepalanya.
“Maaf, Tante. Sepertinya aku harus segera pulang sekarang. Sampai jumpa lain waktu, Tante.”
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Zoya segera keluar dari kediaman Wulan, dengan pikiran yang terus berkecamuk di benaknya.
Menikah dengan pria lumpuh? Tidak, aku tidak akan mengorbankan kebahagiaanku. Maafkan aku, Tante. Aku tidak bisa. Batinnya.