
Wulan dan Rian sengaja membuat sedikit masalah di perusahaan keluarga Pendi. Dengan begitu maka keluarga Pendi tidak akan memiliki kesempatan untuk mengganggu rumah tangga William dan juga Zoya, sebab mereka harus memikirkan nasib perusahaan mereka terlebih dahulu. Melihat kekacauan yang terjadi, membuat Wulan dan Rian merasa sangat bahagia. Tidak pernah segala sesuatu terasa begitu menyenangkan bagi mereka, selain melihat wajah busuk dari semua anggota keluarga Pendi.
Hanya ini usaha yang bisa dilakukan oleh mereka. Lagi pula segala kerja sama yang membutuhkan dana besar, masih harus William bicarakan dengan Rian. Sehingga Rian tidak perlu takut, jika putranya akan membantu bisnis keluarga Pendi. Sebab putranya tidak akan bisa mencairkan dana yang sangat besar untuk keluarga itu. Tidak peduli walaupun Renata datang mencarinya untuk meminta bantuan.
Beberapa waktu belakangan ini, Renata juga tidak terlihat datang mengunjungi William di perusahaan. Tentu hal itu sangat melegakan bagi Wulam dan juga Rian. Sayangnya, mereka menyadari bahwa semua ini tidak akan terjadi selamanya. Mereka masih harus memikirkan cara yang tepat untuk menyingkirkan Renata dari hidup William. Untuk saat ini, mereka masih cukup merasa puas dengan melihat kekacauan yang terjadi. Selain berusaha dibalik layar, Wulan dan Heni hanya bisa memantau perkembangan hubungan Zoya dan William dari jauh.
“Apa menurutmu hubungan Zoya dan William akan baik-baik saja, rasanya aku tidak sabar untuk menggunakan kekuasaan kita, agar bisa menghalangi Renata mendekati William. Aku tidak tahu sampai kapan aku bisa bersabar menghadapi situasi seperti ini.” Wulan tidak memiliki kesabaran yang cukup banyak seperti Rian.
“Kita sebaiknya mendoakan hubungan kedua anak kita. Aku juga ingin menggunakan kekuasaan kita, tetapi aku tidak mau membuat hubungan kita dengan William menjadi buruk. Oleh karena itu kita harus melakukannya secara hati-hati. Bersabarlah sebentar lagi. Karena yang sebenarnya perlu kita khawatirkan adalah sikap William. Jangan sampai, kebodohannya mempengaruhi hubungannya dengan Zoya. Rian hanya mencemaskan sikap putranya. Karena Rian bisa mengetahui bagaimana karakter Zoya. Zoya bukanlah orang yang akan menyerah dan selalu menanti untuk cinta yang tidak terbalas.
Wulan juga merasa apa yang dikatakan oleh Rian benar. Sesuatu yang benar-benar harus mereka cemaskan adalah William. Sebab semua ini terjadi karena William yang tidak bisa bersikap tegas kepada Renata. Seandainya William bisa bersikap lebih tegas lagi, tentu semua ini tidak akan terjadi. Tetapi mereka juga tidak bisa menyalahkan putranya begitu saja. Sebagai orang tua mereka tetap harus memberikan bimbingan yang baik untuk William.
***
Beberapa waktu terakhir ini, hubungan Zoya dan William menjadi kurang baik. Sebab Willi tidak pernah menghabiskan waktu bersama dengan Zoya. Ketika mereka bertemu di malam hari, William juga akan langsung masuk ke kamar dan tidur. William hanya akan mengatakan beberapa kalimat, setelah itu mereka tidak bicara lagi. Zoya juga jarang mengantarkan makan siang untuk William, sebab William selalu beralasan bahwa dirinya makan di luar bersama klien. Zoya mempercayai segala ucapan William.
Tetapi kali ini, Zoya mendapatkan kekecewaan, karena ketika Zoya menikmati waktu luangnya bersama teman dalam kelompok senam yang diikuti oleh Zoya, saat itu, Zoya melihat dengan jelas bahwa William menghabiskan waktu makan siangnya bersama dengan Renata. Zoya bahkan tidak mampu mengatakan apa-apa ketika melihat pemandangan menyakitkan itu. Sekarang Zoya tahu, bahwa klien yang dikatakan oleh William selama ini adalah Renata.
Zoya bahkan bisa melihat dengan jelas tawa mereka. Sepertinya William merasa sangat bahagia karena bisa menghabiskan waktu dengan Renata, sebab selama mereka menikah, Zoya belum pernah melihat wajah William yang sangat bahagia seperti itu. Sekarang Zoya tahu bagaimana sakitnya patah hati. Apalagi jika yang melakukannya adalah suami sendiri, maka sakitnya akan terasa berkali-kali lipat.
__ADS_1
“Zoya, apa yang sedang kau lihat? Kami memanggilmu dari tadi. Apa kau ingin makan di restoran ini? Kau terus menatap ke arah restoran sejak tadi. Jika memang kau sudah lapar, kita bisa menikmati makan siang di restoran ini.” tanya salah satu teman Zoya. Mereka berpikir kalau Zoya ingin makan di restoran yang terus dilihatnya.
“Tidak, aku tidak ingin makan di sini. Aku hanya memperhatikan dekorasi restoran yang terlihat bagus. Supaya kita cari tempat lain, bukankah kalian masih ingin berkeliling untuk membeli barang-barang yang kalian inginkan. Sebaiknya kita berbelanja terlebih dahulu, setelah itu baru menentukan restoran yang ingin kita masuki.” Zoya sengaja mengalihkan perhatian teman-temannya, bagaimana bisa Zoya makan di restoran yang sama dengan William dan Renata.
“Apa kau yakin? Jika memang kau merasa sangat lapar, kita bisa makan dulu sebelum berbelanja. Itu tidak akan menghabiskan banyak waktu.”
“Tidak, akan lebih menyenangkan jika kita makan setelah berbelanja. Dengan begitu kita bisa menghabiskan waktu untuk beristirahat sekaligus makan. Kita juga bisa mengobrol dengan lebih leluasa. Bukankah itu terdengar lebih baik?” tanya Zoya pada teman-temannya yang lain. Berharap Zoya akan mendapat dukungan yang banyak.
“Aku rasa, apa yang dikatakan Zoya ini ada benarnya. Lagi pula jika kita memesan makanan di jam seperti ini, ada kemungkinan kita harus mengantre lebih lama. Jadi, sebaiknya kita berbelanja sampai lelah, baru setelah itu menikmati makanan lezat sebagai penutup jalan-jalan hari ini.”
Setelah berdiskusi, akhirnya mereka semua memutuskan untuk berbelanja terlebih dahulu, sebelum menghabiskan waktu untuk makan siang bersama. Zoya tentu saja merasa sangat lega, kenapa yang disarankannya bisa diterima oleh teman-temannya yang lain. Sekarang, Zoya memiliki satu kegiatan untuk mengalihkan sakitnya patah hati yang baru saja dia rasakan. Setelah ini, Zoya akan mencari tahu semuanya. Agar hubungan mereka menjadi jauh lebih jelas. Sebab Zoya tidak bisa menjalani hubungan yang tidak menyenangkan seperti ini.
***
“Tenanglah, Renata. Aku pasti berusaha dengan sejenak kemampuanku untuk membantu keluargamu. Tetapi maafkan aku, karena aku tidak bisa menginvestasikan uang yang sangat besar untuk perusahaan keluargamu. Kau juga tahu, jika pemegang keputusan terbesar masih di tangan ayahku. Sehingga setiap investasi yang harus diberikan, harus melalui ayahku terlebih dahulu. Seandainya saja aku bisa membantumu, aku pasti sudah melakukannya sejak lama. Aku mohon jangan bersedih lagi, Renata.” William segera membelai wajah mulus Renata, menciptakan kehangatan di hati William. William tidak pernah menyadari jika segala tingkah laku dan kemesraan yang mereka tunjukkan, sempat dilihat oleh Zoya, sebelum Zoya pergi bersama teman-temannya.
“William, aku bisa memahami kesulitanmu. Lagi pula aku hanya ingin membagi sedikit bebanku padamu, bukan berarti aku menginginkan bantuan darimu. Tentu saja aku mengharapkan hal itu, tetapi jika memang kau tidak bisa membantuku, aku juga tidak akan menyalahkanmu. Asalkan kau ada di sini menemani aku, aku sudah merasa sangat bahagia.” Renata tidak pernah berpikir untuk memanfaatkan William, agar bersedia membantu mereka.
“Aku pasti akan selalu menemanimu menghadapi semua kesulitan ini. Jadi kau jangan pernah sungkan untuk meminta bantuanku. Karena aku akan tetap di sisimu ketika menghadapi setiap kesulitan. Maafkan aku, yang tidak bisa menunggumu lebih lama saat itu, Renata. Tetapi percayalah, jika aku tidak pernah berniat untuk menghianatimu,” ucap William yang masih terus membelai wajah Renata, dan mulai mendekatkan wajah mereka berdua.
__ADS_1
William pasti sudah gila, karena tidak lagi memikirkan statusnya sebagai pria yang sudah menikah. William benar-benar terbawa suasana ketika bersama dengan Renata. Sehingga tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri dengan baik. Hingga akhirnya, bibir mereka bertemu, William mencium Renata dengan sangat lembut dan penuh perasaan cinta. William tidak lagi memedulikan tempat mereka berada saat ini. Hingga memberi kesempatan pada orang lain untuk mengambil foto mereka berdua.
Zoya yang berniat untuk pulang bersama teman-temannya, saat ini kembali melewati restoran, tempat Renata dan William menghabiskan makan siang bersama. Zoya hanya ingin memastikan apakah William dan Renata masih berada di sana, tetapi siapa sangka, jika Zoya mendapat kejutan yang lebih besar lagi. Zoya sengaja meminta teman-temannya untuk kembali ke parkiran terlebih dahulu, karena Zoya ingin membeli sesuatu di toko yang tidak jauh dari sana. Zoya mengambil kesempatan ini untuk menyimpan bukti perselingkuhan Kenzo.
Karena semuanya sudah jelas. Zoya tidak perlu menunggu waktu yang lama, untuk bisa melihat kepada siapa hati William diberikan. Sejak awal, hubungan ini memang tidak akan pernah bisa berhasil, karena William hanya memikirkan Renata. Mungkin pernyataan cinta yang William katakan dulu, hanya untuk menyenangkan hati Zoya, agar Zoya memberikannya kesempatan kedua. Sekarang William sudah menyia-nyiakan kesempatan itu. Tidak ada lagi alasan bagi Zoya untuk bertahan di sisi William. Zoya meninggalkan tempat itu dengan kekecewaan yang begitu besar. Akhirnya, kisah cinta pertamanya harus berakhir seperti ini.
“William, apa kau sadar jika kau menciumku di depan umum. Bagaimana jika ada orang yang melihat kita? Meskipun ini bukanlah yang pertama, tetapi, tetap saja aku bisa merasa malu. Kau bahkan menciumku dengan sangat intens, apa kau begitu merindukan aku sampai tidak bisa menahan diri seperti ini?” tanya Renata dengan kebahagiaan yang terlihat jelas di wajahnya. Renata berpikir, akan lebih baik jika Zoya bisa melihat semua ini.
Setelah Renata mengatakan hal itu, barulah William sadar dengan apa yang baru saja William lakukan, tidak seharusnya William melakukan semua ini. “Renata, maafkan aku, tidak seharusnya melakukan hal ini padamu. Aku terlalu terbawa suasana, hingga tidak bisa mengadakan diriku dengan baik. Sekali lagi, tolong maafkan aku.”
“William, tenanglah. Hal seperti ini biasa dilakukan oleh orang-orang. Kenapa kau harus begitu panik seperti sekarang ini? Lagi pula, apa yang kita lakukan tidaklah salah. Jadi, berhentilah berkata omong kosong,” ucap Renata yang saat ini kembali mencium William.
Sedikit lagi kau akan menjadi milikku sepenuhnya. Renata tertawa bahagia dalam hati.
****
Ngeselin yak? Hehehe
Maafkan ya kak, alurnya emang begini. Setelah ini mungkin mulai hempaskan William. Yok komen tanggapan kalian apa yang harus Zoya lakukan dan alasan Zoya harus pisah atau bertahan?
__ADS_1