Ikrar Yang Ingkar

Ikrar Yang Ingkar
IYI 24


__ADS_3

Setelah sampai di kediaman Sandjaja, para petugas medis itu segera membawa Liam ke kamarnya. Memastikan infus terpasang dengan baik di tubuhnya. Mereka juga berniat mengikat Liam, agar tidak melepaskan infusnya lagi. Melihat itu, Leila segera menghentikannya. Karena itu terasa sangat keterlaluan.


“Jangan ikat dia. Aku yang akan bertanggung jawab untuk semua ini. Aku akan menjaganya di sini nanti. Jadi biarkan dia tetap bebas!” Leila merasa begitu kasihan pada Tuan mudanya ini. Bagaimana bisa dia terus di ikat seperti ini.


“Leila, bagaimana kalau Liam kembali mengamuk?” tanya Wulan yang merasa tidak setuju pada tindakan Leila kali ini.


“Nyonya tenang saja. Saya yang akan menjaga Tuan Liam, Nyonya percayakan saja Tuan Liam pada saya!” Leila berkata dengan sangat yakin di hadapan Wulan. Yang membuat Wulan akhirnya hanya menganggukkan kepalanya. Tanda dia mempercayai Leila sepenuhnya.


Tim medis kembali melanjutkan pekerjaannya seperti yang di katakan oleh Leila. Leila terus mengawasi mereka dengan teliti. Setelah mereka selesai melakukan pekerjaan mereka. Sebagian dari mereka kembali ke rumah sakit, sedangkan tiga perawat pria tetap berada di sana untuk berjaga-jaga jika Liam melakukan hal buruk lagi.


“Berapa lama lagi Tuan Liam akan tertidur?” tanya Leila pada petugas medis yang tetap tinggal di sana.


“Sekitar dua jam lagi, Nyonya. Tetapi bila dia tertidur, mungkin besok pagi baru dia akan bangun. Sedangkan efek obat penenang itu hanya akan bertahan selama dua jam lagi,” jawab perawat pria yang ada di sana.


“Baiklah, sekarang kalian boleh beristirahat dulu, jika ada sesuatu yang terjadi, aku akan memanggil kalian nanti. Sebaiknya kalian beristirahat dengan baik. Karena mungkin pekerjaan kalian akan banyak besok.” Leila segera meminta semua orang yang ada di sana untuk keluar. Sekarang dia ruangan itu hanya menyisakan dirinya dan juga Wulan.

__ADS_1


Wulan hanya melihat Leila, seakan meminta penjelasan untuk semua yang sudah terjadi di sini. Leila yang melihat semua itu, tentu bisa memahami kalau Wulan saat ini meminta dia untuk menjelaskan semuanya. Lagi pula, Leila tidak lagi bisa mengelak sekarang.


“Leila, kamu berhutang banyak penjelasan padaku sekarang!”


“Sebaiknya kita bicarakan hal ini di ruangan pribadi, Nyonya. Karena saya tidak mau mengganggu waktu istirahat Tuan Liam,” ajak Leila pada Wulan.


Setelah mengatakan hal itu, Leila dan Wulan segera meninggalkan kamar Liam. Karena mereka juga sadar bahwa, obat yang diberikan pada Liam akan menghilang dalam waktu dua jam lagi. Jadi tidak ada alasan bagi mereka untuk menunggui Liam sekarang. Mereka bisa melihat keadaan Liam setelah obat yang disuntikkan padanya telah hilang khasiatnya.


Leila dan Wulan segera memasuki sebuah ruangan pribadi milik Wulan. Karena di dalam ruangan ini tidak ada yang bisa mendengar percakapan mereka. Semua ini penting untuk menjaga privasi dan rahasia yang ada di dalam rumah dari para pelayan lain. Karena di kediaman Sandjaja memang ada beberapa orang pelayan yang bekerja. Dan tidak semua dari mereka bisa menjaga rahasia keluarga Sandjaja dari dunia luar.


Itu sebabnya saya meminta, Nyonya, agar segera menandatangani surat kepulangan Tuan Liam. Karena bila kita tidak melakukannya dan memaksa Tuan Liam untuk tetap berada di sana, saya takut, Tuan Liam akan kehilangan kepercayaan kepada kita. Hal itu pasti berakibat sangat buruk bagi kondisi mentalnya. Saya harap Nyonya bisa mengerti dan memaklumi tindakan saya malam ini.” Leila menjelaskan semuanya tanpa ditutup-tutupi dari Heni.


Wulan bisa mengerti kalau apa yang Leila lakukan memang terlihat gegabah, tetapi alasan yang dia miliki juga tidak salah. Jika saat ini Wulan memaksakan kehendaknya kepada Liam, pasti Liam tidak akan mau mendengarkannya lagi. Dan akan sangat sulit bagi Wulan untuk membujuk Liam nantinya. Dan dengan kejadian malam ini, Leila secara tidak langsung telah menyelamatkan hubungan antara dirinya dan juga Liam.


“Aku sangat berterima kasih kepadamu, Leila. Jika kamu tidak melakukan semua ini, maka Liam pasti akan marah padaku. Dan dia tidak akan mau berbicara padaku lagi. Kamu telah menyelamatkan hubungan antara aku dan juga Liam. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika malam ini aku terus memaksakan Liam untuk tinggal di rumah sakit. Sekali lagi aku sangat berterima kasih kepadamu, Leila.”

__ADS_1


“Anda tidak perlu terlalu berterima kasih seperti itu kepada saya, Nyonya. Saya bisa mengerti bagaimana kondisi Nyonya saat ini. Saya hanya melakukan apa yang bisa saya kerjakan. Lagi pula saya merasa sangat tidak tega pada keadaan Tuan Liam sekarang. Itu sebabnya saya meminta Nyonya untuk mempertimbangkan kepulangan Tuan Liam.” Leila masa tidak enak ketika Wulan mengungkapkan begitu banyak terima kasih padanya.


“Iya, aku bisa memahami semuanya. Lagi pula masa depan Liam, saat ini ada di tangannya. Aku hanya berharap dengan hubungan yang baik ini, aku bisa menjelaskan tujuanku mengenalkan dirinya dan Zoya dengan baik. Aku harap dia bisa menerima semua pemikiranku untuk dirinya, Leila.”


Ketika Wulan mengingat kembali obrolan antara dirinya dan juga Zoya. Wajahnya tampak begitu murung. Hal ini tentu saja tidak lepas dari perhatian Leila. Dia sangat memahami kondisi Wulan saat ini. Dia sudah bisa memastikan bahwa apa yang ingin Wulan lakukan, tidak akan bisa terlaksana dengan mudah. Itu sebabnya, wajah Wulan menjadi sedih dan terlihat murung sekarang, membuat Leila juga merasa sedih untuk Wulan.


“Apa yang terjadi, Nyonya? Apakah Nyonya gagal untuk meyakinkan Nona Zoya agar mau menikahi Tuan Liam?” tanya Leila begitu penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya. Dan yang bisa menjelaskan semuanya sekarang hanyalah Wulan


“Tidak Leila, aku bisa meyakinkan Zoya, dia sudah bisa mempertimbangkan semuanya dengan kepala dingin. Dia juga sudah berjanji untuk tidak menghindari aku lagi. Segala keteguhan di hatinya, sudah bisa aku runtuhkan dengan setiap ucapanku. Karena dia adalah seorang gadis yang lemah lembut dan baik hati. Tidak akan sulit baginya untuk menerima penjelasanku, dia juga pasti akan memiliki simpati besar kepadaku. Jadi bisa dikatakan kedatanganku ke sana, telah membuahkan hasil yang bagus.” Wulan menjelaskan semuanya secara perlahan kepada Leila. Agar Leila bisa memahami karakter Zoya.


“Kalau semua terjadi seperti yang Nyonya katakan, lalu kenapa saat ini, Nyonya justru terlihat sedih? Apakah ada sesuatu hal yang mengganggu pikiran, Nyonya? Atau Nona Zoya telah memberikan syarat yang berat bagi, Nyonya?” Leila merasa semakin bingung, sebab bila memang Wulan berhasil, bukankah seharusnya dia merasa bahagia?


“Zoya memang mau mempertimbangkan hubungannya dengan Liam. Hanya saja dia memberikan segala keputusan itu di tangan Liam. Apakah Liam bersedia menerimanya atau tidak, jika Liam bersedia menikah dengannya, maka Zoya juga bersedia untuk menikah dengan Liam, dan sebaliknya. Hal inilah yang membuat aku sangat bingung, Leila. Bagaimana caraku meyakinkan Liam agar mau menikah dengan Zoya? Karena semua keputusan ada di tangannya sekarang.”


Leila mulai mengerti apa yang menjadi keresahan utama dari Wulan. Karena memang Liam terkenal dengan sifat keras kepalanya. Dia tidak akan mau melakukan segala sesuatu yang tidak diinginkannya. Apalagi temperamennya semakin buruk, sejak dia mengalami kecelakaan dan kelumpuhan. Pasti akan sangat sulit untuk meyakinkannya, di saat kondisinya seperti sekarang ini.

__ADS_1


"Saya akan membantu Anda meyakinkan tuan Liam," ucap Leila memberi harapan pada Wulam yang sontak menatap haru padanya.


__ADS_2