
William saat ini sedang menghadiri rapat dengan para pemegang saham perusahaan. Rapat diadakan untuk membahas permasalahan yang terjadi di berbagai cabang perusahaan. Tentu saja rapat hari ini sangat penting, jadi William tidak bisa membatalkan rapat hari ini. Karena semua ini terkait dengan sikap profesional dalam bekerja. William tidak bisa membuat orang lain meragukan metode kerjanya hanya untuk mengejar Renata.
William tahu Renata adalah wanita yang selalu bisa memahami William dengan baik. Tidak mungkin Renata mengabaikannya kali ini, karena setahu William, Renata adalah wanita yang baik dan dewasa. Mungkin kali ini Renata bersikap tidak biasa karena Renata mengalami trauma besar setelah mereka berpisah sebelumnya. Sehingga Renata bisa begitu marah dan kecewa pada William. Setelah mendengar penjelasan Willia, Renata pasti akan kembali ke sosok orang yang William kenal selama ini.
William menjalani rapat dalam keadaan konsentrasi terbagi, sehingga William tidak dapat mendengar rapat dengan baik. Melihat anaknya yang tidak bisa berkonsentrasi pada pertemuan kali ini, tentu saja membuat Rian merasa tidak senang. Rian telah menyempatkan diri untuk menghadiri pertemuan penting ini, namun William justru tidak menunjukkan jika dia tidak konsentrasi dalam pertemuan tersebut. Pastinya Rian tahu apa yang membuat William seperti ini, karena orang kepercayaan Rian sudah memberitahunya apa yang terjadi tadi pagi. Merasa jijik, Rian akhirnya memberikan teguran keras kepada William.
“William, apa yang kamu pikirkan? Apakah kamu tidak tahu bahwa kita sedang mengadakan pertemuan penting sekarang, tetapi sepertinya kamu tidak fokus saat ini? Apakah ada yang lebih penting dari pertemuan ini bagimu?" Rian bertanya dengan tegas, membuat semua orang di ruangan itu merasa kedinginan tak tertahankan.
William yang terbangun dari lamunannya langsung menoleh ke arah Rian. William tahu bahwa Rian sedang marah padanya saat ini. Memang seharusnya tidak kehilangan konsentrasinya di saat seperti ini, tapi William juga tidak bisa tenang memikirkan Renata. Karena kehidupan William selalu berpusat pada Renata, sangat sulit bagi William untuk menghentikan kebiasaan lama tersebut.
"Maafkan aku, ayah. Aku tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi”, kata William yang merasa sedikit kesal karena merasa ayahnya telah merendahkan harga dirinya di depan banyak orang.
“Kamu harus memahami bahwa ada banyak hal yang harus lebih kamu prioritaskan, karena kamu tidak hidup di masa lalu. Kamu memiliki banyak tanggung jawab untuk diambil sekarang. Jangan mengecewakan Ayah dengan bersikap tidak bertanggung jawab. Apakah kamu siap untuk mendengarkan seluruh rapat hari ini? tanya Rian yang jelas memperingatkan William dengan lantang.
“Aku mengerti, Ayah. Aku akan berkonsentrasi mendengarkan pertemuan hari ini.”
__ADS_1
Setelah William mengatakan itu, pertemuan dimulai lagi. Kali ini, William mampu memusatkan perhatiannya pada pertemuan yang sedang berlangsung. Karena William tidak ingin mempermalukan dirinya sendiri lagi. Meski Rian telah sepenuhnya menyerahkan perusahaan kepada William, Rian tetap memiliki hak khusus untuk mengawasi jalannya perusahaan. Oleh karena itu, William belum memiliki kuasa penuh untuk menentukan segala hal yang berkaitan dengan perusahaan.
Setelah pertemuan selesai, Rian mengajak William untuk berbicara secara pribadi di dalam ruangan. Rian tentu ingin memperingatkan William agar tidak terlalu dekat dengan Renata, Rian juga tidak akan membiarkan William menyakiti Zoya. Rian sudah menganggap Zoya sebagai putrinnya. Bagaimana Rian rela melihat Zoya disakiti oleh William? Hanya karena wanita dari masa lalu William telah kembali.
"Apa yang ingin Ayah bicarakan denganku?" tanya William ketika mereka sampai di ruangan ayahnha.
“Ayah ingin berbicara tentang hubunganmu dengan Renata. Ayah tahu Renata kembali dalam hidupmu. Jadi jangan pernah sembunyikan apapun dari Ayah, William. Sekarang Ayah hanya ingin kamu menjelaskan apa yang terjadi. Apa benar kamu mengabaikan pertemuan yang sangat penting hanya untuk wanita itu." Rian bukanlah orang yang suka bertele-tele saat menyampaikan sesuatu.
William sangat terkejut ketika mengetahui bahwa Rian sudah memiliki informasi tentang Renata, namun William tidak bisa membohongi ayahnya, karena William tahu bahwa ayahnya bukanlah orang yang mudah untuk dibodohi. Oleh karena itu, William memilih menceritakan semuanya dengan jujur.
“Jadi, jika kamu berhasil mengejar wanita itu, apa yang ingin kamu jelaskan padanya? Tentu saja kamu akan melakukan segala cara untuk menyenangkannya, jadi apa yang ingin kamu jelaskan untuk membuatnya bahagia?" tanya Rian yang tak bisa menyembunyikan amarahnya dari William.
“Aku baru saja menjelaskan bahwa aku tidak bermaksud membiarkan Zoya menyentuh ponselku, hanya saja saya tertidur tadi malam jadi aku tidak tahu apakah Renata menelepon saya. Renata pasti akan mengerti penjelasanku. Jadi dia tidak akan mengabaikanku.” William sempat berpikir untuk memberi tahu Renata alasan ini. William yakin Renata akan luluh setelah mendengar semua penjelasannya.
Rian memukul mejanya dengan sangat keras, semua itu dilakukan Rian sebagai pelampiasan emosinya pada William. Rian tidak pernah menyangka William akan mengatakan hal yang begitu merendahkan Zoya hanya untuk membujuk wanita masa lalunya itu. Wanita yang telah meninggalkannya saat Willi berada dalam kondisi terburuknya. Bagaimana mungkin Rian membiarkan William melakukan semua ini pada Zoya?
__ADS_1
“Apa kau gila, William? Bagaimana kamu bisa memberikan alasan seperti itu pada Renata? Apakah kamu benar-benar berniat mempermalukan Zoya di depan wanita yang pernah hadir di masa lalumu. Tidakkah menurutmu tindakanmu sama dengan menghina status istrimu? Bagaimana kamu bisa memikirkan sesuatu yang sebodoh ini, William? Rian membentak William karena Rian sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi.
“Ayah, aku sama sekali tidak bermaksud meremehkan Zoya. Aku hanya ingin menjelaskan semuanya pada Renata, karena Zoya belum pernah menyentuh ponselku sebelumnya. Apa yang salah dengan alasanku?" William juga tidak terima jika Rian hanya menyalahkannya. Karena menurut William alasan yang hendak dikatakan William sama sekali tidak merendahkan Zoya.
“Zoya tidak pernah menyentuh ponselmu, apakah itu berarti Zota tidak berhak melakukannya? Zoya tidak boleh menyentuh ponselmu, sedangkan Zoya adalah istri sahmu. Bukankah wajar jika Zoya menerima telepon yang masuk melalui ponselmu? Apakah kamu akan menyalahkan Zoya atas tindakan ini, sedangkan Zoya hanya berusaha agar tidak membuatmu terbangun dari tidur lelapmu? Apakah ini alasan yang tepat bagimu untuk memberi tahu wanita itu, William? tanya Rian yang sama sekali tidak mengerti jalan pikiran anaknya.
“Ayah, berhenti memanggil Renata wanita itu, karena dia punya nama. Kenapa Ayah terus bertingkah seperti ayah tidak mengenalnya? Padahal Renata hampir menikah denganku sebelum masalah itu terjadi. Berhenti memperlakukan Renata seperti orang asing. Karena ayah jelas tahu seberapa dekat hubunganku dengan Renata sebelumnya," kata William yang sangat sedih mendengar Rian menghina Renata.
“Kamu berani melawanku hanya karena aku tidak mau menyebut nama wanita itu? Aku juga tahu bahwa selama ini kamu masih dibayangi oleh masa lalumu. Namun kamu juga harus menyadari bahwa keadaanmu sekarang sangat berbeda dengan sebelumnya. Kamu sudah memiliki Zoya! Kamu tidak bisa lagi memberikan hatimu kepada wanita lain, karena aku tidak akan membiarkanmu menyakiti putriku. Kamu harus memutuskan, siapa yang harus menjadi prioritasmu sekarang!"
“Ayah, aku sama sekali tidak berniat melawanmu, aku hanya ingin Ayah memperbaiki nama panggilan Renata. Renata pernah menjadi seseorang yang memiliki banyak arti dalam hidupku. Jadi bukankah seharusnya ayah tidak begitu jahat padanya? Lagipula, perpisahan yang terjadi di antara kami berdua adalah karena kalian. Jika semua itu tidak terjadi, tentu saja aku sudah hidup bahagai bersama Renata."
“Aku benar-benar tidak peduli bagaimana kalian berdua terpisah, karena yang aku tahu sekarang adalah kamu harus memprioritaskan Zoya di atas segalanya. Ingatlah jika kamu bisa berjalan seperti ini lagi, itu berkat kerja keras Zoya. Jadi, kamu harus memikirkan perasaan Zoya sebelum memutuskan apa pun tentang masa lalumu. Sekali lagi Ayah katakan, William, Ayah tidak akan membiarkankamu menyakiti Zoya karena Zoya sudah kami anggap sebagai putri kami, sekalipun kamu adalah putra kandung kami. Jika semua ini terjadi, Ayah akan mencabut hakmu untuk mengelola bisnis keluarga kita. Setelah itu, mari kita lihat siapa yang ada di sisimu saat kamu terpuruk. Sekarang kamu bisa kembali ke ruanganmu, karena tidak ada lagi yang ingin Ayah bicarakan denganmu!" Rian mengusir William karena sudah merasa sedikit muak dengan anaknya.
William melampiaskan semua amarahnya saat sampai di ruang pribadinya. William tidak menyangka akan mendapat teguran keras dari ayahnya hanya karena Zoya. William kembali merasa jika kehadiran Zoya begitu salah dalam hidupnya.
__ADS_1