Ikrar Yang Ingkar

Ikrar Yang Ingkar
IYI 93


__ADS_3

“Apa yang ingin kau dengar dariku? Aku pasti akan mengatakan semua informasi yang kau inginkan. Aku tidak akan berusaha untuk menutupi semuanya darimu.” William tahu jika ini adalah saat yang tepat untuk membicarakan semuanya bersama Zoya.


“Sejak kapan Renata kembali? Apa kau sudah bertemu dengannya selama beberapa kali di belakangku, William?” tanya Zoya yang berusaha untuk mempersiapkan hatinya dengan baik. Agar Zoya bisa tenang dalam mencerna setiap informasi yang diterimanya.


“Aku bertemu dengan Renata pada hari pertama aku bekerja setelah kembali dari rumah mama. Saat itu, Renata datang ke perusahaanku dan mengejutkan aku. Aku tidak pernah bertemu dengan Renata di belakangmu. Selama ini Renata yang datang ke perusahaanku. Karena aku tidak memiliki waktu untuk bertemu dengannya di luar.” Willi tahu jawabannya ini akan menyakiti Zoya. Itu sebabnya Willi semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Zoya.


“Kau sudah bertemu dengannya beberapa kali. Tetapi kau juga tidak berniat untuk mengatakan kepadaku. Apa kabar pikir kalau aku akan menghalangi jalanmu untuk bersama dengannya William? Jika aku tidak melihatnya secara langsung hari ini. Apa kau memang berniat untuk menutupi semuanya dariku selamanya?” ucap Zoya mengungkapkan rasa kecewanya kepada William. Zoya sudah menduga jika ini bukanlah pertemuan pertama mereka. Tetapi, tetap saja terasa sakit ketika mengetahui semuanya dari William.


“Tidak, aku sama sekali tidak bermaksud untuk menutupi semua ini darimu. Aku berniat akan mengatakannya padamu di waktu yang tepat. Lagi pula kita bertengkar selama beberapa hari ini. Jika aku mengatakannya pada saat itu, kau pasti akan semakin menjauh dariku. Aku ingin menunggumu merasa tenang terlebih dahulu, sebelum mengatakan semua ini kepadamu. Maafkan aku jika sikapku ini sudah menyakitimu, Zoya.” William sangat takut sekarang, jika Zoya akan kembali bersikap abai padanya.


“Apa kalian juga terbiasa untuk melakukan sentuhan fisik seperti yang aku lihat hari ini? Kau jelas tidak menolak pelukan yang diberikan oleh Renata padamu. Sepertinya semua ini bukan sesuatu yang baru pertama kali terjadi. Atau kau memang benar-benar melupakan statusmu sebagai suamiku, setiap kali kau bertemu dengannya?” tanya Zoya yang menuntut untuk diberikan jawaban secepatnya. Zoya mengeratkan genggamannya pada pembatas balkon. Hanya agar Zoya tidak menyakiti William dan dirinya sendiri.

__ADS_1


“Zoya, aku ....”


“Katakan saja semuanya dengan jujur. Kau tidak perlu mencari alasan untuk menutupi semua ini dariku. Kan aku juga tahu bagaimana pandanganmu padanya. Kau jelas masih mencintainya, aku bisa melihat semua itu dari matamu. Jadi, jangan pernah berusaha untuk membohongi aku, William. Karena aku bukan anak kecil yang mudah untuk perdaya begitu saja.” Zoya hanya ingin mendengar kejujuran William. Oleh sebab itu Zoya memotong ucapan William sebelum William mencari alasan untuk membenarkan tindakannya.


“Kami tidak pernah melakukan sentuhan fisik seperti yang kau pikirkan. Aku dan Renata hanya mengobrol setiap kali kami bertemu. Tidak ada keinginanku untuk melakukan hal yang tidak sepatutnya kami lakukan. Aku tidak berbohong padamu, Zoya. Jadi aku mohon jangan berpikiran terlalu buruk tentang aku dan Renata.” William tidak yakin apakah Zoya bisa mempercayainya atau tidak, tetapi William harus tetap berusaha membela dirinya sendiri.


“Kau tahu, William. Semakin kau memintaku untuk percaya padamu. Semakin besar juga rasa curigaku padamu. Jadi sebaiknya kamu mengatakan semuanya dengan jujur, agar aku bisa mencari solusi yang terbaik untuk kita berdua. Aku tidak mau menyakiti perasaan kita. Jika memang kau ingin bersama dengannya, aku akan melepaskanmu untuk kembali padanya. Tetapi jangan pernah mencoba untuk membohongi aku, William. Karena kebohonganmu akan menghancurkan hubungan ini selamanya.” Zoya tetap tidak bisa menahan gejolak di hatinya. Hingga setetes air mata jatuh dari matanya yang indah.


“Aku tentu tidak ingin berpisah denganmu. Tidak ada wanita yang ingin menghancurkan rumah tangganya sendiri, William. Tetapi bagaimana jika pada akhirnya kau yang menghancurkan hubungan kita? Saat itu terjadi, maka jangan salahkan aku jika aku akan merelakan rumah tangga kita berakhir begitu saja. Aku akan menyerahkan semua keputusan ini padamu. Jadi kau yang harus memikirkan semua ini dengan baik, William.” Zoya tidak pernah berpikir untuk berpisah dengan William, seandainya William memang bisa mempertahankan hubungan mereka. Tetapi, Zoya tidak akan memaafkan sebuah pengkhianatan. Oleh karena itu, Zoya akan menyerahkan semua ini kepada William.


William mulai memikirkan hubungan mereka. William memang ini bersama dengan Renata, tetapi jika harus melepaskan Zoya, William juga tidak bisa melakukannya. Memikirkan tentang perpisahan saja, sudah membuat William sangat ketakutan seperti ini. Bagaimana jika hal itu benar-benar terjadi? Kesempatan kedua yang diberikan oleh Zoya, William dapatkan dengan usaha yang sangat keras. William tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.

__ADS_1


Tetapi, William juga tidak mengharapkan hubungan antara dirinya dan Renata merenggang. William selalu merasa nyaman saat berada dekat dengan Renata. Sebab Renata adalah orang pertama yang bisa memahaminya dengan sangat baik di dunia ini. Pribadi Renata yang baik dan anggun, telah memikat hati William, hingga William tidak bisa melupakannya begitu saja. Entah bagaimana caranya, William hanya ingin memiliki mereka berdua di sisinya. Tetapi saat ini, William harus menenangkan amarah Zoya terlebih dahulu.


“Aku tidak akan pernah melakukan sesuatu yang bisa membuat hubungan kita berakhir. Karena aku mendapatkan semua ini dengan tidak mudah. Jadi aku tidak akan menyia-nyiakannya begitu saja. Kau harus percaya padaku, Zoya, Bagaimana bisa aku melakukan yang terbaik pada hubungan kita, jika kau tidak mempercayai aku? Kali ini aku pasti akan membuktikan semua ucapanku. Tapi, tolong jangan ragukan kesungguhanku untuk mempertahankan rumah tangga ini. Kau adalah pasangan yang sudah aku pilih. Tidak akan ada orang yang bisa mengubah fakta itu, Zoya.” William terus berusaha meyakinkan Zoya, bahwa dirinya bersungguh-sungguh kali ini.


Zoya mencoba memahami apa yang William katakan padanya. Dari sini Zoya bisa melihat dengan jelas bahwa William tidak ingin berpisah dengannya. Oleh karena itu, sekarang Zoya memiliki semangat baru untuk tetap mempertahankan rumah tangga mereka. Sebab William yang meminta Zoya untuk tetap tinggal di sisi William. Bagaimana bisa Zoya melewatkan kesempatan ini? Selama Willi yang menginginkannya, maka Zoya juga tidak akan melepaskannya. Karena pernikahan mereka adalah janji di hadapan Tuhan.


“Aku akan melihat kesungguhanmu, William. Jadi, jangan mengecewakan aku kali ini. Jika kau memang ini aku tetap tinggal di sisimu, maka kau harus menunjukkan keinginanmu itu secara nyata. Tetapi jika kau sudah tidak menginginkan aku lagi, kau bisa mengatakan semuanya dengan jujur kepadaku. Aku tidak akan mempersulitmu, ketika saat itu tiba.”


William bisa melihat jika kali ini Zoya sudah sampai pada batas toleransi yang bisa diberikannya kepada William. Membuat William merasa sangat gugup dan takut di saat bersamaan.


 

__ADS_1


__ADS_2