Ikrar Yang Ingkar

Ikrar Yang Ingkar
IYI 83


__ADS_3

Zoya bersiap-siap membuat makan siang untuknya dan William. Seperti rutinitas Zoya selama beberapa minggu sebelumnya yang sering membawakan bekal makan siang untuk William. Sebelum memasak, Zoya selalu menyempatkan diri untuk menghubungi William, sekedar menanyakan makanan apa yang William inginkan.


Karena ini semua adalah cara Zoya menunjukkan perhatiannya pada William. Karena setahu Zoya akhir-akhir ini William selalu meminta Zoya untuk menunjukkan perhatiannya pada William. Salah satunya menyiapkan makanan yang diinginkan William. Jadi, tanpa pikir panjang, Zoya segera mengeluarkan ponselnya dan menelepon William.


William yang saat itu sedang berusaha menenangkan diri, kini dibuat kesal oleh suara dering ponselnya. Ketika William melihat siapa yang memanggilnya, William tidak bisa lagi menahan amarahnya dan memutuskan untuk melampiaskannya pada Zoya. Karena di anggap menjadi penyebab pertengkaran antara William dan ayahnya.


"Kenapa kamu meneleponku sekarang? Apakah kamu tidak tahu bahwa aku punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan? Jangan buang waktuku dengan teleponmu yang tidak penting!" William membentak Zoya, membuat Zoya begitu terkejut mendengar respon William.


“Mas, maaf, aku tidak bermaksud mengganggu waktumu. Aku hanya ingin bertanya menu makanan apa yang ingin kamu makan untuk makan siang kita? Karena sebentar lagi aku akan memasak makan siang untuk kita. Tolong jangan marah, kamu bisa memberitahuku jika kamu terlalu sibuk agar aku tidak meneleponmu di waktu yang salah,” kata Zoya setelah hening beberapa saat.


"Mulai sekarang kamu tidak perlu memberiku makan siang lagi. Karena aku tidak ingin membuang waktu hanya untuk makan siang. Waktuku terlalu berharga untuk disia-siakan." William masih saja melampiaskan semua amarahnya pada Zoya.


"William, kenapa kamu tiba-tiba marah? Apakah aku melakukan sesuatu yang salah hingga membuatmu marah kepadaku?" tanya Zoya yang tidak mengerti kenapa William bersikap kasar padanya sore ini, padahal yang dilakukan Zoya sekarang adalah rutinitasnya yang biasa.


“Aku tidak suka kalau kamu menyentuh ponselku tanpa seizinku. Apakah kamu tahu apa yang kamu lakukan salah? Apa aku sudah memberimu izin untuk menyentuh ponselku, apalagi berani mengangkat telepon yang ditujukan untukku?" tanya Liam marah, mengingat air mata yang ditumpahkan Renata pagi ini hanya karena Zoya mengangkat teleponnya.

__ADS_1


“Mas, aku tidak ingin lancang denganmu, hanya saja ketika aku melihat kamu tidur sangat nyenyak tadi malam, aku tidak tega mengganggu tidurmu. Apalagi tadi malam kamu terlihat sangat lelah, aku minta maaf atas apa yang aku lakukan, aku tidak akan melakukannya lagi, ”jawab Zoya.


Sebenarnya tidak ada yang salah dengan perbuatan Zoya, hanya saja perbuatan Zoya banyak menimbulkan masalah dalam hubungan William dan Renata. Semua ini juga menyebabkan William ditegur oleh Rian. Tentu saja, fakta itu membuat William tidak senang, sehingga saat Zoya menghubungi William, dia merasa punya kesempatan untuk melampiaskan amarahnya kepada Zoya. Orang yang William anggap menjadi sumber dari segala masalah dalam hidup William saat ini. William berpikir untuk tidak melepaskan Zoya begitu saja, karena Zoya bisa menyebabkan masalah yang lebih besar di kemudian hari.


Meski William mengkhawatirkam Renata, dia juga kesulitan melepaskan Zoya dari hidupnya. Karena Zoya adalah orang yang sangat berjasa untuk kesembuhannya. William sangat bingung untuk memutuskan tindakan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Sampai saat William mendapatkan jawaban yang tepat, William tidak akan melepaskan


“Aku tidak akan menerima alasan darimu. Namun, apa yang telah kamu lakukan adalah sebuah kesalahan. Aku tidak akan mentolerir tindakanmu jika kamu mengulanginya sekali lagi."


William segera menutup telepon antara dirinya dan Zoya. Willi hanya takut jika dia lepas kendali, dia akan lebih menyakiti Zoya. Oleh karena itu, William memilih memutuskan sambungan teleponnya lebih cepat.


Zoya kembali teringat dengan pesan yang disampaikan oleh mertuanya, orang tua William jelas memaksa Zoya untuk segera kembali menyusul William. Sayangnya, ketika Zoya tiba, Zoya juga tidak menemukan sesuatu yang aneh tentang William, kecuali kemarahannya yang berkepanjangan karena William salah paham tentang hubungannya dengan Damar.


“Apa yang membuatmu berubah begitu cepat seperti sekarang? Aku tidak pernah berpikir kamu akan kembali memperlakukan aku seperti dulu. Sekarang apa yang harus aku lakukan untuk menghadapimu?"


Air mata sudah mengalir di pipi Zoya. Karena William telah membuka luka lama yang dialami Zoya sebelumnya. Padahal mereka baru saja memutuskan untuk membangun rumah tangga seperti pasangan lainnya. Apakah Zoya sekarang harus membiarkan semuanya berakhir seperti ini? Zoya juga tidak bisa mendapatkan jawabannya saat ini, mungkin Zoya harus mencari tahu terlebih dulu alasan William menjadi seperti ini.

__ADS_1


***


Rian saat ini sedang berbicara dengan orang kepercayaannya di perusahaan tersebut, karena Rian ingin mendengar laporan langsung dari orangnya tentang perilaku William belakangan ini. Apalagi sejak Renata kembali ke kehidupan putranya, sesuatu yang tidak pernah diharapkan Rian akan terjadi. Tapi sekarang tidak mungkin untuk mengubah segalanya, karena Renata telah menunjukkan dirinya di depan William.


“Bagaimana dengan hubungan antara William dan Renata? Apa ada masalah dalam hubungan mereka?” Rian bertanya.


“Hubungan tuan William dan Renata cukup baik. Baru tadi pagi mereka terlihat bertengkar, namun pada pertemuan pertama mereka, keduanya berhasil melepas rasa rindu mereka dengan sebuah ciuman. Semua ini disaksikan langsung oleh OB yang ditugaskan menyiapkan minuman," jawab bawahan Rian yang sengaja diperintah oleh Rian untuk mengawasi William


“Apakah kamu yakin dengan informasi yang kamu peroleh kali ini? Aku tidak akan mentolerir jika kamu memberi informasi yang salah."


“Saya sangat yakin dengan informasi yang baru saya sampaikan kepada Anda, karena OB melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana mereka berciuman di ruangan tuan William. OB itu bahkan terlihat sangat ketakutan, karena tuan William marah padanya,” jawab pria itu dengan tegas dan percaya diri.


"Bodoh. Bagaimana mungkin Willia melakukan sesuatu yang tidak pantas? Aku punya tugas baru untukmu, jika kamu melihat Renata datang menemui William, kamu harus mempersulitnya. Jangan biarkan dia menemui William. Kamu juga harus terus memantau apa yang mereka lakukan." Rian tidak bisa membiarkan rumah tangga Zoya dan William berantakan. Rian harus mengambil tindakan pencegahan sesegera mungkin.


Rian terlihat mengepalkan tinjunya dengan erat, sebagai tanda kalau Rian sedang sangat marah sekarang. "Keluarga Pendi, aku tidak akan membiarkan rencana kalian berhasil," gumamnya penuh kebencian.

__ADS_1


__ADS_2