Ikrar Yang Ingkar

Ikrar Yang Ingkar
IYI 92


__ADS_3

“Ada apa, Sayang? Kenapa kau terlihat sangat cemas seperti ini? Apa mata-mata yang kau perintahkan itu menggambarkan sesuatu yang buruk padamu? Sekarang ayo ceritakan semua itu padaku. Agar aku juga bisa mengetahui apa yang terjadi.” Wulan bertanya dengan tidak sabar kepada Rian. Sebab Wulan juga ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya.


“Hari ini para karyawanku berhasil untuk menghalangi Renata bertemu dengan William, tetapi mereka tidak bisa menghalanginya untuk waktu yang lama. Sebab William mengetahui apa yang terjadi. Mungkin Renata berhasil menghubungi William saat itu. William terlihat murka pada para karyawan yang menghalangi Renata menemuinya. Hingga William menyatakan perasaannya kepada Renata di hadapan banyak orang. Sayangnya, Zoya mendengar semua yang William katakan dan melihat Apa yang terjadi. Sekarang aku tidak bisa memastikan bagaimana hubungan mereka. Apakah tetap baik-baik saja, atau terjadi pertengkaran hebat di antara mereka berdua. Aku sama sekali tidak menyangka kalau William akan melakukan hal bodoh seperti itu. Sekarang aku harus memikirkan cara agar berita yang terjadi di perusahaan tidak tersebar keluar. Mungkin aku harus pergi ke sana besok. Apa kau ingin ikut pergi ke sana bersamaku, Sayang?” tanya Rian pada Wulan.


“Apa? Zoya melihat dan mengetahui semuanya? Bagaimana bisa William melakukan hal itu? Aku tidak tahu harus mengatakan apa sekarang, Sayang. Aku yakin kalau Zoya pasti merasa sangat sedih melihat semua itu.” Wulan terlihat bersandar di sofa, karena ini merasa bahwa dirinya telah kehilangan tenaga untuk duduk dengan tegak.

__ADS_1


“Sayang, aku tahu kalau berita ini sangat mengejutkan untukmu. Tetapi berusahalah untuk tetap tenang, agar kita bisa mencari jalan keluar terbaik dari semua masalah ini. Aku yakin kita pasti bisa menemukan solusi yang tepat, agar William tidak lagi berhubungan dengan Renata. Sepertinya kita memang harus turun tangan secara langsung dalam masalah ini, Sayang. Bagaimana menurutmu?” tanya Rian pada Wulan. 


“Iya, sepertinya kita memang harus turun tangan secara langsung dan mengingatkan putra kita yang bodoh untuk menjaga sikapnya. Sebab aku tidak ingin Zoya terluka lebih banyak lagi, hanya karena perbuatan William. Jangan sampai William menyesal untuk kedua kalinya.” Wulan sudah memutuskan akan mengurus masalah ini secara langsung bersama suaminya.


Malam ini, William dan Zoya makan malam dengan tenang, tidak banyak obrolan yang mereka lakukan malam ini. Saat ini Zoya juga lebih banyak diam setelah mengetahui apa yang terjadi di perusahaan William hari ini. Karena bagi Zoya, tidak tepat membahas sesuatu di saat mereka sedang menikmati makanan. Karena itu akan berpengaruh pada selera makan mereka. Zoya tidak ingin menyiksa dirinya dengan kehilangan nafsu makan.

__ADS_1


Zoya jelas tahu jika sejak tadi William. terus memperhatikannya. Tetapi Zoya tidak ingin terlalu merespons tindakan William saat ini. Karena itu tidak mau usaha keras yang dilakukannya untuk tetap bersikap tenang, hancur begitu saja. Zoya tidak ingin menyelesaikan masalah ini dengan amarah. Karena kemarahan tidak akan bisa memberikan solusi terbaik bagi mereka. Selalu berusaha untuk mempertahankan pikirannya tetap dingin, meskipun hatinya terasa sangat panas setiap kali mengingat interaksi antara William dan Renata.


Setelah mereka selesai makan malam, Zoya segera berjalan menuju balkon apartemen mereka. Zoya merasa dinginnya angin malam yang menerpa tubuhnya saat ini, bisa sedikit menenangkan hatinya yang gelisah. Zoya bahkan berusaha keras untuk tidak menangis di hadapan William dan Renata hari ini. Karena Zoya tidak ingin terlihat lemah di depan musuhnya.


“Zoya, apa yang sedang kau pikirkan malam ini? Kau tahu udara malam cukup dingin. Tetapi kenapa kau menyiksa dirimu untuk tetap berdiri di sini?” tanya William sembari memeluk tubuh Zoya dari belakang. Mencoba untuk memberikan kehangatan pada tubuh istrinya tersebut.

__ADS_1


“Setidaknya, dengan berdiri di sini dan melihat pemandangan malam di Kota ini, aku bisa sedikit menenangkan diriku sendiri. Karena saat ini perasaanku sangat bergejolak dan penuh dengan kemarahan. Jika aku tidak mencari sesuatu yang bisa membuat aku merasa lebih baik. Maka aku yakin, saat ini semua barang berharga di rumah akan hancur di tanganku. Apakah tidak ada yang ingin kau sampaikan kepadaku mengenai semua yang terjadi hari ini, William?” tanya Zoya yang tidak lagi bisa menahan rasa penasarannya dihadapan William.


__ADS_2