ILUSIANA (KAWIN KONTRAK)

ILUSIANA (KAWIN KONTRAK)
SIDE STORY/ EXTRA PART 8


__ADS_3

Delapan bulan berlalu.


“Are you ready, Rey?“ tanya Ferdian pelan menoleh pada Reynard yang berdiri di sebelahnya.


Sejenak Reynard menatap pantulan dirinya sendiri di dalam cermin. Dengan mengenakan setelan jas beskap berwarna putih tulang dan kopiah tradisional berwarna senada dengan kombinasi bordir emas disekelilingnya, sosok Reynard tampak semakin tampan paripurna dan berwibawa bak seorang pangeran dari negeri seberang.


Di helanya napas panjang untuk mengusir kegugupan. Lalu dia menoleh pada Ferdian yang berdiri tegak di sampingnya. Kemudian mengangguk mantap.


Ferdian menepuk bahu Reynard untuk memberi dukungan, lalu beriringan melangkah bersama menuju meja di tengah ruangan dimana sudah menunggu seorang penghulu yang siap meng-eksekusi kejombloannya hari ini.


Reynard menempati duduknya tepat di seberang bapak Penghulu dan Ferdian menempati duduknya di sisi sebelah kanan sebagai saksi pernikahannya hari ini.


Tampak jelas kegugupan di raut wajah Reynard di bawah tatapan berpuluh-puluh pasang mata yang ingin menyaksikan acara pelepasan masa kesendiriannya dan siap menanggalkan gelar Casanova yang sekian lama disandangnya


Lusi dengan perutnya yang sudah membulat dan membesar berbalut longdress biru muda duduk di apit oleh Ibu Tantri dan Priska di sebelah kanan kirinya.


Dio duduk tepat di belakang Lusi tampak lebih maskuline dalam setelan  jas hitam lengkap, berdampingan dengan Cantika yang tampak anggun dengan longdress warna coklat muda. Dan beberapa tamu serta kerabat lainnya duduk rapi mengitari meja penghulu.


Tak lama suasana mendadak hening, serentak pandangan mereka tertuju pada Veronika yang melangkah anggun memasuki ruangan.


Wanita pujaan hati Reynard itu tampak sangat cantik dan mempesona dalam balutan kebaya panjang berwarna putih tulang. Jemarinya menggandeng sang putera tercinta, Reyhan yang mengenakan setelan jas hitam membuat bocah itu tampak sangat lucu dan menggemaskan.


Reynard pun terpana, tak sadar dia berdiri memandang lekat pada Veronika yang perlahan menghampiri tempatnya. Begitupun dengan Veronika, tersenyum manis melihat penampilan Reynard yang begitu menawan di matanya.


Keduanya pun duduk di hadapan penghulu. Berkali-kali Reynard menarik napasnya pelan mencoba mengusir kegugupan dan mempersiapkan diri untuk mengucapkan ijab kabul dan sumpah setia sehidup semati.


Setelah penghulu mengucapkan sepatah dua patah kata sebagai pembukaan, tibalah moment sakral yang ditunggu-tunggu oleh pasangan pengantin dan semua yang hadir ditempat itu.


Wali nikah dari Veronika menyodorkan tangannya ke hadapan Reynard, dan Reynard pun membalas menjabat tangannya.


Wali nikah Veronika mulai melafazkan ijabnya dengan lancar. Dan Reynard pun langsung membalas melafazkan ucapan kabulnya dalam satu tarikan napasnya.


“Saya terima nikah dan kawinnya Veronika binti Almarhum Abdul Malik dengan mas kawin yang tersebut dibayar TUNAI.”


Penghulu pun menoleh pada kedua saksi di kiri kanannya dan keduanya serentak menjawab “Sah.”


Akhirnya, babang tampan Reynard pun kini telah sah berstatus sebagai suami Veronika dan menjadikan hari ini adalah hari patah hati sedunia bagi para kaum hawa pencintanya.


****


Sekali lagi Reynard merengkuh bahu Ferdian dan membisikan ucapan terima kasih nya pada sahabatnya itu.


“Selamat ya, Rey. Sekarang kau sudah sah jadi seorang suami. Semoga pernikahanmu langgeng selamanya,” ucap Ferdian tulus.


“Thank you, Bro,“ ucap Reynard seraya tersenyum lebar.


Lusi, Dio dan Cantika pun bergantian memeluk Reynard mengucapkan selamat padanya.


Veronika yang berdiri di samping Reynard pun tak luput dari pelukan dan ucapan selamat dari semuanya. Mereka menerima kehadiran Veronika sebagai anggota baru keluarga dengan tangan terbuka.


Terlebih dengan Reyhan, bocah kecil lucu itu menjadi sasaran cubitan gemas dari Lusi dan Cantika.


“Rey, selamat ya.” Bu Tantri menghampiri Reynard dan memeluknya dengan penuh kasih sayang dan kebanggaan.


“Terima kasih, Bu,” ucap Reynard membalas merengkuh Bu Tantri.


“Oiya, Bu. Ada sesuatu yang ingin disampaikan Veronika,” ujar Reynard kemudian setelah melepaskan rengkuhannya dari tubuh Bu Tantri.


“Tante,“ panggil Veronika kemudian memeluk Bu Tantri.


Bu Tantri pun membalas memeluk keponakan almarhum suaminya itu dengan penuh kasih sayang.


“Tante, aku sudah berpikir lama soal kepemilikan saham Om Bramanto di perusahaan itu. Dan rasanya aku tak punya hak untuk memilikinya dengan alasan apapun. Karena yang paling berhak adalah tante sebagai istri dari almarhum,” tutur Veronika seraya menggenggam erat tangan Bu Tantri.


“Ah sudahlah, Nak. Aku tidak terlalu memikirkan itu,” sahut Bu Tantri dengan tersenyum bijaksana.


“Tante, aku sudah bersepakat dengan keluarga besar, bahwa saham itu kami berikan sepenuhnya untuk Tante. Kami sudah tau semua tentang masalah almarhum Om Bramanto. Dan kami keluarga besar menyatakan mohon maaf yang sebesar-besarnya pada Tante atas apa yang dilakukan Om Bramanto pada Tante selama masa hidupnya," lanjut Veronika dengan nada suara penuh penyesalan.


Bu Tantri menoleh pada Reynard yang mengerlingkan mata dan mengangguk seraya tersenyum padanya.


“Ya Tuhan, terima kasih. Sebenarnya sudah lama aku ingin mendirikan yayasan dan Trauma Centre untuk anak-anak dan wanita korban kekerasan. Namun belum bisa terwujud karena tak punya cukup biaya untuk itu. Mungkin dengan keuntungan bagi hasil dari perusahaan itu aku bisa mewujudkannya,“ ucap Bu Tantri diamini oleh Ferdian dan keluarga besar yang berdiri mengitarinya.


Lusi tampak gelisah dan mulai merasakan sesuatu tak nyaman di bagian perutnya yang terasa menegang dan keram pada bagian pinggang.


“Mas....” Panggilnya seraya mencengkram lengan Ferdian di sampingnya.


Ferdian pun menoleh dan menatap wajah Lusi yang mulai memucat.


“Sayang, kenapa?“ tanyanya dengan nada suara yang mulai panik.


“Mas, perutku sakit.”


“Ya Tuhan....” serunya kaget, membuat semua yang berdiri di sekitarnya menoleh pada Lusi yang tampak mulai meringis merasakan sakit.


“Mungkin Lusi sudah waktunya melahirkan, Nak,” ucap Bu Tantri seraya menyentuh perut besar Lusi.

__ADS_1


“Ya Tuhan, ayo Sayang, kita ke rumah sakit." Ferdian begitu paniknya lalu memapah Lusi yang sudah tampak kesulitan melangkah karena seluruh bagian pinggang dan perutnya serasa ada yang mencengkram kuat-kuat.


“Kak, aku ikut,” ucap Cantika kemudian menarik tangan Dio untuk menyusul langkah Ferdian.


“Aku juga ikut. Ayo Mommy, ayo Reyhan,” seru Reynard melepaskan kopiahnya lalu menarik tangan Veronika dan menggendong Reyhan, bergegas menyusul mereka.


Bu Tantri pun menarik tangan Priska dan menyusul semuanya menuju rumah sakit.


****


Ferdian tak dapat menyembunyikan kepanikan dan kegugupan yang luar biasa dari raut wajahnya. Dia melangkah bolak-balik di depan pintu ruang operasi dimana para dokter tengah berusaha membantu Lusi melahirkan bayinya secara Caesar. Karena menurut dokter janinnya berada dalam posisi tak normal dan juga terlilit tali pusar.


Sesekali dia berusaha mengintip pada celah kecil di antara pintu tapi tak tampak sama sekali bagian dalamnya. Hanya lampu merah kecil yang menyala di bagian paling atas pintu yang menandakan operasi sedang berlangsung.


Keluarga besarnya bersama Bu Tantri dan Priska pun ikutan panik menunggu jalannya operasi itu. Hanya si kecil Reyhan yang duduk santai sambil menyeruput susu coklat kotaknya.


Cantika menghampiri Ferdian dan meraih jemari kakaknya itu lalu menggenggamnya erat. Begitulah yang biasa mereka lakukan sejak kecil ketika salah satu dari mereka sedang merasakan situasi yang kurang nyaman.


“Lama banget, sih!” gerutu Ferdian tak sabar ketika melirik arloji di tangan.


Sudah hampir satu jam Lusi berada di ruangan operasi dan selama itu pula jantung Ferdian berdegub sangat kencang.


Keringat dingin mulai mengucur deras di kening dan lehernya. Beberapa kali dia menyekanya dengan tissue yang di berikan Cantika untuknya.


Tiba- tiba, sayup- sayup terdengar suara tangisan bayi yang berasal dari dalam ruang operasi. Ferdian dan semuanya spontan berdiri dan saling memandang meyakinkan pendengaran mereka, kemudian bergegas menunggu di depan pintu.


Tak lama pintu ruang operasi terbuka. Dan dokter Ratna yang masih mengenakan pakaian operasinya keluar dan membuka maskernya.


“Pak Ferdian,“ panggilnya.


“Iya, Dokter. Gimana anak saya? udah lahir?” serbu Ferdian dengan nada suara yang luar biasa panik.


“Selamat ya, Pak. Bayi anda sudah lahir. Laki-laki. Ibu dan bayi dalam kondisi sehat," beritahu dokter Ratna kemudian.


“Alhamdulillah!” seru Ferdian penuh syukur. Cantika pun langsung menyerbu Ferdian dan memeluknya dengan perasaan haru dan bahagia.


“Silahkan masuk, Pak. Untuk di adzankan.“ Bu dokter Ratna mempersilahkan Ferdian masuk untuk melihat putera pertamanya dan mengumandangkan Adzan di telinga mungilnya.


****


Ditemani Ferdian, Lusi masih terbaring lemah di ruang perawatan V-VIP setelah hampir satu jam berada di dalam ruangan operasi untuk melahirkan putera pertamanya. Jemari mereka saling menggamit mesra dan sesekali bertukar senyuman.


Seorang suster masuk ke dalam ruangan dengan membopong bayi mungil yang berbungkus kain biru muda kemudian di baringkan di dalam boks kecil yang beralas busa empuk di samping tempat tidur Lusi.


Tak berlama-lama suster itupun keluar dari ruangan meninggalkan keluarga kecil yang tengah berbahagia itu.


Diangkatnya bayi mungil itu dengan sangat hati-hati, lalu dia letakkan di atas lengannya perlahan. Tampak bayi itu sangat nyaman berada dalam timangan sang ayah.


Bayi yang sangat tampan dengan hidung mancung dan mulut yang sangat kecil. Kombinasi sempurna yang diturunkan dari wajah sang ayah dan wajah sang ibu.


“Namanya siapa ya, Sayang?” tanya Ferdian lembut melirik Lusi.


“Mas aja yang kasih nama,” jawab Lusi sambil tersenyum.


Dia percaya suaminya itu pasti pandai memberi nama untuk bayi mereka.  Sejenak Ferdian berpikir sambil menatap sendu buah hatinya.


“Ferry Ferdian Adiwijaya,” sebutnya lirih.


“Nama almarhum papa?”


Ferdian mengangguk. “Supaya aku ingat terus sama papa,” jawab Ferdian mantap sambil membayangkan wajah almarhum papanya yang tampan dan berwibawa. Sosok yang selalu dia jadikan panutan dalam hidupnya.


Lusi mengangguk setuju dan tersenyum bahagia sekali melihat Ferdian menimang bayinya dengan penuh rasa kebanggaan dan kasih sayang.


“Haiiii! Mana keponakan Aunty?” Tiba-tiba Cantika dan Dio muncul dari balik pintu dengan senyum bahagia mereka. Lalu bergegas menghampiri Ferdian yang tengah menimang baby Fe.


“Ya ampun, gantengnya ponakan aku, Dio,” seru Cantika mencolek pipi baby Fe.


Dio yang ikut memandang baby Fe pun tersenyum lebar dengan bola mata yang berbinar-binar.


Tak lama, Reynard, Veronika dan Reyhan pun masuk dan langsung mengerubungi Ferdian dan baby Fe.


“Wuihh, gantengnya keponakan aku ini, jadi pengen buruan kasih dedek untuk Reyhan. Eheeem...." ucap Reynard seraya melirik Veronika yang ikut tersenyum bahagia memandang baby Fe.


“Langsung di gass poll, Bang!” Seru Dio menggoda Reynard.


Reynard menoleh pada Dio yang duduk di samping Lusi.“Pastinya dong, jangan kasih kendor, ya gak?”


“Heh, jangan vulgar! Disini ada baby-ku sama Reyhan," omel Ferdian melotot pada Dio dan Reynard bergantian.


“Haiii, Lusi...” Priska dan Bu Tantri tiba-tiba sudah berada di antara mereka dan menuju ranjang Lusi kemudian mengecup kedua pipi Lusi dengan sayang.


“Selamat ya, Lusi. Kamu udah jadi Ibu sekarang," ucap Bu Tantri seraya membelai pipi Lusi.


“Aku gak dikasih selamat, Bu? Aku kan pemilik saham mayoritas, lho, Bu!” ucap Ferdian memprotes.

__ADS_1


Bu Tantri tergelak, “Oh iya, selamat juga untuk Ferdian. Semoga menjadi ayah yang baik, ayah yang jadi panutan untuk keluarga. Ajarkan anakmu menjadi laki-laki yang humble, cerdas dan baik hati, seperti kamu, oke,” ucap Bu Tantri tulus seraya mengelus lengan Ferdian.


“Asshiaaapp, Ibu!”


Dalam hatipun Ferdian bertekad yang sama. Akan selalu menjadi suami yang terbaik untuk Lusi dan ayah yang akan di jadikan panutan oleh anak-anaknya kelak.


Dengan hati-hati dia letakkan baby Fe tepat di sebelah Lusi. Kemudian mencium keduanya dengan penuh sayang.


“Terima kasih sudah setia mendampingiku dan memberiku kebahagiaan yang luar biasa. I love you, Lusi.” Ferdian mengecup kembali kening Lusi dan keduanya saling memandang penuh cinta.


Yang lain di ruangan itu ikut terharu melihat pemandangan yang membahagiakan itu. Ferdian, Lusi dan buah hatinya, Baby Ferry.


Terlebih Dio dan Reynard, mereka berdua mengetahui pasti bagaimana pasangan itu jatuh bangun melewati perjalanan cinta mereka yang penuh liku dan badai.


Namun kini perjalanan itu telah sampai di titik tujuan. Saatnya Ferdian dan Lusi menikmati kebahagiaan mereka hingga maut memisahkan.


Aamiinn.


T H E   E N  D


TERIMA KASIH UNTUK PARA READER TERCINTA YANG TELAH SETIA MENGIKUTI NOVEL INI DARI AWAL HINGGA AKHIR. SEMOGA ADA PELAJARAN YANG BISA KITA AMBIL DARI KISAH INI.


AUTHOR MOHON MAAF SEBESAR-BESARNYA JIKA DALAM PENYAJIANNYA BANYAK HAL YANG KURANG BERKENAN. AUTHOR HANYA MANUSIA BIASA YANG PENUH SALAH DAN KHILAF.


MOHON DIMAAFKAN.


DAN MOHON MAAF JUGA JIKA TERJADI KESAMAAN PADA NAMA, TEMPAT,  MERK TERTENTU, DAN JUGA PARA VISUAL CAST YANG DI TAMPILKAN KARENA SEMUA DI DALAM NOVEL INI ADALAH FIKSI SEMATA UNTUK TUJUAN MENGHIBUR.


UNTUK PARA READER KU TERCINTA : “KALIAN LUAR BIASA !!!  I AM NOTHING WITHOUT YOU. I LOVE YOU, GAEESS. "


SETIAP LIKE, VOTE, BINTANG , KOMENTAR, KRITIK DAN SARAN DARI PARA READER ADALAH NAFAS DAN SEMANGAT BAGI AUTHOR UNTUK TERUS MENGOLAH IMAJINASI SETIAP HARI DAN BERUSAHA MEMBERIKAN UP DATE YANG LEBIH SEGAR DAN BERKESAN.


MOHON MAAF JIKA UP DATE DARI AUTHOR SERING LAMA ATAUPUN HANYA 1-2 BAB/ HARI DIKARENAKAN KESIBUKAN UTAMA AUTHOR JUGA YANG SEHARI-HARINYA SEBAGAI PELAKU DUNIA BISNIS DAN IBU RUMAH TANGGA. JADI AUTHOR HANYA BISA MENULIS SETIAP MALAM JAM 11 DAN SELEPAS SUBUH SEBELUM AKTIVITAS.


SEMOGA KE DEPANNYA AUTHOR BISA MENYAJIKAN KARYA-KARYA TERBARU SELANJUTNYA YANG LEBIH SEGAR, LEBIH GURIH DAN JAUH LEBIH GEREGET LAGI.


TERIMA KASIH...SALAM SEHAT SELALU... AND KEEP BEING HAPPY, GAESSS....


JANGAN LUPA UNTUK SELALU TERSENYUM SETIAP HARI.


**SAMPAI KETEMU DI NOVEL SELANJUTNYA **


**UNTUK SEKEDAR MENGINGATKAN KEMBALI AGAR CERITA LEBIH BERKESAN HIDUP. AUTHOR TAMPILKAN BEBERAPA VISUAL CAST NYA. **


VISUAL CAST FERDIAN ADIWIJAYA (PEMIMPIN SEBUAH PERUSAHAAN YANG TAMPAN, MAPAN, HUMBLE, CERDAS, BERWIBAWA, HUMANIS DAN SEDIKIT HUMORIS.)



VISUAL CAST ILUSIANA (LUSI) : GADIS YATIM PIATU USIA 21 TAHUN, CANTIK, BAIK HATI, POSITIF THINKING, DAN MENDAMBAKAN CINTA SEBUAH KELUARGA



BABY FERRY ( BUAH HATI FERDIAN DAN LUSI)



VISUAL CAST SI BABANG TAMPAN REYNARD (SAHABAT SEJATI FERDIAN, CERDAS, TAMPAN, MAPAN, SANGAT HUMORIS, DAN PLAYBOY)



VISUAL CAST DIO (SAHABAT SEJATI LUSIANA, NYELENEH, PINTAR DAN BAIK HATI)



VISUAL CAST CANTIKA ADIWIJAYA (CANTIKA) : ADIK FERDIAN, CANTIK, LABIL, MANJA, PERHATIAN



VISUAL CAST VERONIKA (PASANGAN REYNARD, CANTIK, TEGAS, BAIK HATI, IBU YANG BAIK, PINTAR)



VISUAL CAST AMANDA (ANTAGONIS, MANTAN TUNANGAN FERDIAN, PECINTA DUGEM, PESELINGKUH, DAN LICIK)i



DAN BEBERAPA PERAN ANTAGONIS LAINNYA SEPERTI BRAMANTO, BU MERRY, PRISKA. SERTA PERAN PENDUKUNG SEPERTI BU TANTRI, BU DAHLIA, JOHAN, MBAK IRA,  PAK DIRMAN, ASHANTI, NIKITA DAN RENO. YANG BELUM  SEMPAT AUTHOR CARI VISUAL CASTNYA.


Tambahan : Alhamdulillah baru 3 minggu tayang di NOVELTOON ini, Novel Ilusiana (Kawin Kontrak) berhasil mendapat ranking 3 untuk kategori novel karya baru. Terima kasih Noveltoon /Mangatoon untuk penghargaan nya.



TERIMA KASIH SEMUAAAAA....


Mampir di karya othor selanjutnya ya.

__ADS_1


Judul nya: Damn! I Love You. Ceritanya konflik yang ringan ringan aja dilengkapi dengan genre komedi, dan bikin geregetan juga. Silahkan klik di profil othor ya


Mampir juga ke karya baru othor judulnya Stand By Me. Genre slice of life yg dikemas secara komedi dan romantis.


__ADS_2