
Acara makan malam yang diadakan Herm
awan begitu mewah. Tamu undangan nya pun tentunya bukan orang biasa. Safia sedari tadi hanya bisa tersenyum tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Nyonya Sanjaya terus saja mendampingi kemanapun ia berada. Kita ada salah seorang tamu bertanya,nyonya Sanjaya langsung menyautnya. Safia benar-benar tak diberi kesempatan untuk bicara sama sekali.
" Apa kau masih gugup sayang" ucap Hermawan sambil tersenyum menawan.
Safia hanya bisa mengangguk pelan.
" Persiapkan dirimu, setelah ini aku akan memperkenalkan dirimu ke semua undangan"
" Iya mas..."
" Para hadirin sekalian,selamat datang di acara makan malam bersama keluarga besar Hermawan Sanjaya" Terdengar suara sambutan dari MC terkenal. Safia semakin gugup mendengar nya.
" Ucapan terimakasih kami ucapkan untuk para hadirin yang berkenan hadir di sini. Mungkin hadirin sedikit bertanya-tanya, ada apakah dibalik makan malam hari ini... Langsung saja kita sambut tuan Hermawan Sanjaya berserta nyonya Hermawan Sanjaya untuk naik ke podium..." Suara tepuk tangan riuh menggema.
Hermawan berdiri dan mengulurkan tangannya kearah Safia. Safia lalu melirik ibu mertua yang duduk disampingnya. Nyonya Sanjaya mengangguk kan kepalanya. Lalu Safia meraih tangan Hermawan dan berjalan mengikuti Hermawan naik ke podium. Safia nampak hati-hati berjalan. Baru kali ini dia memakai gaun mewah menjuntai lantai. Dia takut tiba-tiba kesrimpet. Nggak lucu kan kalau diacara sekeren ini jatuh..
" Selamat malam para undangan yang hadir malam ini. Saya ucapkan terima kasih telah berkenan hadir disini. Sebenarnya... saya mangadakan acara makan malam kali ini, untuk memperkenalkan istri baru saya..." Hermawan memulai sambutannya.
*suittttt.......suuiiiitt,*
* aaaaaa.......*Terdengar siulan bahkan teriakan bernada menggoda saat Hermawan memulai sambutannya.
" Perkenalkan... Namanya Safia Larasati,mulai sekarang dia yang akan menjadi pendamping saya. Perihal kenapa saya berpisah dengan mantan istri saya,biarkan saya dan Tuhan saja yang tau. Terimakasih, selamat menikmati hidangan yang sudah kami sediakan" Hermawan menggandeng Safia kembali menuju meja makan.
Meja Hermawan terdiri dari 7 orang,terdiri dari Hermawan,Safia,nyonya Sanjaya,Fanesa,Bibik Jihan,om Rudi,dan Tante Maya. Dalam satu ruangan ada 12 meja,bisa dibayangkan betapa riuhnya ruangan ini.
Nyonya Sanjaya sesekali melirik Safia. Namun Safia dengan elegan menyantap makan malamnya kali ini. ' Syukurlah gadis ini tidak malu-maluin aku dan Hermawan' Batin nyonya Sanjaya.
" Her,habis ini bulan madu dimana?" goda Tante Maya.
" Sementara Hermawan belum bisa kemana-mana Tante,masih sibuk banget"
" Dih...,,jangan terlalu sibuk! Ntar istri barumu digondol orang lagi loh" sindir bibik Jihan.
" Itu bukan digondol,emang ceweknya aja yang kegatelan..." balas nyonya Sanjaya.
" Hahaha her...her,ntar kabarin om. Gue siapin tiket pesawat sama hotelnya sekalian" Tambah om Rudi.
__ADS_1
" Boleh tuh om....haha" meja Hermawan terlihat begitu ramai. Candaan dan gelak tawa memenuhi seisi ruangan hotel. Para undangan begitu menikmati acara. Dipodium ada beberapa penyanyi yang mengisi acara malam ini. Bahkan ada tamu undangan yang berjoget bersama didepan podium.
Pandangan Safia tertuju pada Fanesa. Anak kesayangan Hermawan satu ini nampaknya kurang menyukai acara malam ini. Safia ingin sekali menyapanya,namun tempat duduknya terlalu jauh darinya. Bahkan Fanesa tak sedikitpun tertarik dengannya.
Malam semakin larut,acara makan malam pun usai. Para undangan menghampiri Hermawan dan Safia untuk mengucapkan selamat dan berpamitan.
" Fanesa,ikut papa pulang ya!"
" Aku ikut Oma pulang aja ya pa..." rayu Fanesa.
" Besok kamu sekolah,kalau berangkat dari rumah Oma nanti kejauhan. Kasihan Oma nanti kamu repotin terus"
" Pa...." Fanesa mulai merajuk.
" Sayangnya Oma,nurut sama papa ya nak. Nanti Oma sering-sering main kerumah" bujuk nyonya Sanjaya.
Fanesa mengikuti keinginan papanya. Sebenarnya,ia tak ingin pulang hanyalah alasan untuk menghindari ibu tirinya. Fanesa sedikit ngeri dengan cerita-cerita difilm. Fanesa benar-benar takut itu terjadi padanya.
Ketika dimobil,Fanesa memilih duduk disamping pak sopir. Fanesa benar-benar tak ingin berdekatan dengan ibu tirinya.
Sesampainya di rumah besar Hermawan,Fanesa langsung turun dari mobil dan masuk kedalam rumahnya. Disusul Hermawan dan Safia yang berjalan sambil bergandengan. Maklum, pengantin baru....masih hangat.
" Apa ya...? Aku ingin segera tidur sambil memelukmu saja"goda Hermawan.
" Aku tau hari ini cukup melelahkan,aku buatin susu hangat ya mas. Supaya tidur kita bisa nyenyak"
" Terserah kamu sayang..."
Safia langsung pergi kearah dapur untuk membuat susu. 15 menit kemudian Safia sudah membawa 3 gelas susu. Ketika sampai didepan pintu kamar Fanesa,Safia berhenti sejenak. Awalnya ia ragu untuk mengetuk pintunya. Lalu....
*tok....tok....tok...*
" Masuk aja pa,nggak dikunci..." teriak Fanesa.
Safia membuka pintu kamar Fanesa. Melihat kehadiran Safia,Fanesa pun kaget. " Ngapain Tante disini?"
" Tante hanya ingin nganterin susu hangat buat kamu sayang. Biar kamu tidurnya bisa nyenyak" Safia meletakkan segelas susu dimeja samping tempat tidur Fanesa.
" Tante mau ngracunin aku ya?" tuduh Fanesa.
__ADS_1
" Tidak sayang,Tante nggak mungkin sejahat itu"
" Ok,kalau gtu aku mau susunya ditukar dengan susu punya Tante" Fanesa beranjak dari tempat tidurnya lalu menukar susu yang ia miliki. Safia spontan melongo melihat tingkah Fanesa.
' Apa anak ini berfikir kalau aku ibu tiri yang jahat?' batin Safia
" Sudah,Tante boleh pergi...!"
" Kamu nggak ingin ngobrol sebentar dengan Tante?" bujuk Safia.
" Nggak,aku capek! Aku ngantuk!" jawab Fanesa ketus.
Safia beranjak pergi lalu menutup pintu kamar Fanesa. Safia berjalan menuju kamarnya dengan Hermawan dilantai dua. Safia sedikit gugup ketika memasuki kamarnya. Fikirannya mulai gelisah.
Safia menghampiri suaminya yang duduk santai di sofa sambil memainkan ponselnya.
" ini mas susunya" Safia meletakkan susu dimeja.
" Duduk lah disampingku..." Hermawan menepuk sofa disamping. Jantung Safia mulai berdetak tidak karuan. Safia pun duduk disamping Hermawan. Tangan Hermawan menarik tangan Safia agar duduknya semakin dekat dengannya.
Kini keduanya duduk berdekatan bahkan tanpa jarak.
" Apa kau gugup sayang?"
Safia hanya mengangguk perlahan. Entah sejak kapan satu tangan Hermawan sudah memeluknya. Satu tangan lagi memegang satu gelas susu.
" Minumlah...." Hermawan memberikan segelas susu ke Safia. Safia menerimanya dengan dua tangan. Ketika tangan Safia menyentuh gelas dan tangan Hermawan, Hermawan merasa tangan Safia dingin. Melihat gelagat Safia yang salah tingkah Hermawan terkekeh pelan.
Safia meletakkan gelas susu di meja. Hermawan mengambilnya lagi dan meminumnya tepat dibekas bibir Safia.
" Bekasnya aja manis,gimana aslinya..." Hermawan terkekeh kembali.
Safia menelan ludahnya perlahan. Entah apa yang akan terjadi berikutnya.
" Bisa kita mulai sekarang sayang?"
" Mulai apanya mas...?"
💗💗💗💗
__ADS_1
Mulai tidur lah neng,malem2 mau ngapain lagih....hahaha habis gini adegan 18+ ya gaisss.... thank you 😘