INIKAH TAKDIRKU...

INIKAH TAKDIRKU...
67 Acara Puncak 7 bulanan


__ADS_3

" Seharusnya kamu yang sadar, sekarang aku sudah tidak butuh kamu lagi...! Kemarin kamu minta pisah kan? Sekarang aku kabulin permintaan kamu....! kita....Cerai !" Antony langsung masuk kedalam ruang kerjanya dan kembali membanting pintunya dengan keras.


Braakk....


" Mas Antony....! Tidak mas....! Jangan ceraikan aku mas....!" Susi berlari menghampiri Antony namun kalah cepat dengan Antony menutup pintu.


Seketika hatinya hancur berkeping-keping. Tubuhnya melemas didepan pintu ruang kerja Antony. Ia tak menyangka kalau ia benar-benar diceraikan suaminya sendiri. Benar-benar bagai disambar petir disiang bolong. Selama ini,dia yang selalu meminta cerai,namun Antony selalu saja menolak keinginannya.


Dada Susi mulai sesak,ia berlari kekamar nya dengan sisa tenaganya. Ia hampir terjatuh ketika membuka pintu kamarnya. Dengan berjalan sempoyongan ia menghampiri nakas dekat ranjang tidurnya.


Segera ia membuka laci dan mengkorek-korek isinya mencari inhaler asmanya. Dan akhirnya ketemu...Segera ia hirup kuat-kuat. Beberapa menit kemudian nafasnya mulai teratur kembali. Susi duduk dilantai, punggungnya bersandar ranjang tidurnya. Kakinya ia tekuk hingga ia mampu memeluk lututnya. Air matanya mulai mengalir di sela-sela mata. Hal yang sangat menyakitkan,yaitu Susi menangis dalam diam.


🌹🌹🌹🌹


Keesokan harinya Dirumah Hermawan...


Sejak pagi Safia hanya diperbolehkan dikamar saja. Fanesa ditugaskan oleh papanya menjaga mama nya agar tidak keluyuran atau melakukan hal-hal yang berbahaya. Akhirnya mereka berdua sepakat untuk menonton drama Korea secara maraton sejak pagi. Ketika sarapan,makan siang Safia minta diantarkan kekamar. Safia dan Fanesa benar-benar tidak mau diganggu oleh siapapun.


Nyonya Sanjaya hanya geleng-geleng melihat kelakuan menantu bersama cucunya itu. Disatu sisi bahagia,disisi lain sedikit cemas karena kehamilan Safia sedikit merepotkan ketimbang kehamilan Karin dulu. Kehamilan Safia benar-benar butuh perhatian penuh.


" Ayo Fanes,mandi dulu dan bersiap untuk make up nanti malam. Ooh ya baju dari Tante rosi ada dikamar Oma" Nyonya Sanjaya menghampiri keduanya yang masih asik menonton drama Korea.


" Iya Oma... sebentar..."


" Fanes, nanti dilanjut lagi. Mama pegel..." Dadi mengelus pinggangnya yang pegal.


" Sini mama yang elus-elus biar nggak pegel" nyonya Sanjaya dengan terampil langsung memijat lembut pinggang Safia.


" Ma,agak kencengan mungkin lebih enak..."


" Nggak boleh fia, wanita hamil nggak boleh dipijitin sembarangan... bisa bahaya"


Safia memberi kode Fanesa agar segera mandi dengan tangannya. Fanesa akhir nya pergi dengan cemberut.


" Fia,..."


" Iya ma...,"


" Mama seneng deh Fanes bisa Deket sama kamu"

__ADS_1


" Iya ma..."


" Dulu mamanya nggak pernah memperdulikan Fanesa. Hampir setiap hari minta ditemenin mama. Karin orang nya galak dan kasar. Fanesa takut dengan mamanya"


" Fia hanya ingin menjadi istri sekaligus mama yg baik ma..."


" Pantas saja Hermawan sangat mencintaimu"


Safia tertunduk malu.


" Sudah-sudah,bersiaplah... sebentar lagi orang mua datang. Cepat bersiap ya sayang..." Mama membelai rambut Safia.


" Iya ma,"


Akhirnya setelah nyonya Sanjaya pergi,Safia bisa menghembuskan nafasnya berat. Ia benar-benar malas kali ini.


Pasti acara malam ini akan selesai sampai larut malam.


Dengan perlahan dan hati-hati Safia berjalan menuju kamar mandi. Ia memulai ritual mandinya. Fia sengaja berlama-lama dikamar mandi,agar bisa sedikit mengulur waktunya. Satu jam berlalu,akhirnya pintu kamar mandi ada yang mengetuk dari luar.


Tok....tok...tok...


" Sayang,apa kau baik-baik saja?" Suara Hermawan mencoba memecah lamunan Safia.


Setelah membuka pintu kamar mandi,Safia terkejut karena sudah ada 2 orang dari make up artist yang menunggu nya.


" Maaf saya mau sholat magrib dulu..." sapa Safia ramah.


" Baik nyonya, silahkan... kami akan menunggu diluar" keduanya pergi keluar dari kamar Safia.


" Apa kamu tidak nyaman sayang?"


" Aku malas pergi mas..."


" Aku pastikan kamu akan senang dihotel, Aku dapat bocoran dari mama kalau acaranya kamu tidak perlu menemui tamu-tamu undangan. Mereka hanya bisa melihat mu dari tv layar lebar. Mama menyiapkan sebuah ruangan VIP untuk kita"


Safia hanya tersenyum malas. Ia pun mengambil mukena nya dan mulai menunaikan ibadah sholat magrib. Hermawan bertindak sebagai imam.


Setengah jam berlalu,keduanya melipat sajadah. Hermawan mendekati Safia dan mencium kening Safia.

__ADS_1


" Aku akan selalu bersama mu di hotel" Hermawan membelai rambut Safia lembut.


Safia berusaha berdiri dari duduknya, namun sedikit kesusahan karena perutnya yang mulai membuncit. Hermawan dengan telaten membantu istrinya berdiri dan duduk didepan meja rias.


Hermawan menepuk bahu fia lembut. Dan pergi memanggil 2 orang make up artist untuk masuk kekamar Safia. Dan memulai untuk merubah penampilan Safia menjadi ratu semalam.


Dua jam berlalu, akhirnya Safia keluar dari kamarnya dibantu dua orang dari make up artist. Hermawan yang melihat Safia dari bawah keatas. Benar-benar menakjubkan,bahkan Hermawan tidak berkedip karena mengagumi kecantikan istrinya.


Hermawan teringat sewaktu hari ijab qobul bersama Safia. Begitu cantik dan mempesona,namun kali ini ada yang berbeda. Perut Safia terlihat membuncit. Namun hal itu tidak pernah merubah atau mengurangi kadar kecantikan seorang Safia Larasati.


" Mari nyonya Hermawan..." Hermawan mengulurkan tangannya pada Safia.


Safia pun menyambut dengan senyum merekah. Safia malam ini tetap menggenakan hijab dan sebuah gaun oversize dengan ekor menyapu lantai. Perut Safia yang sedikit menyembul memperlihatkan sebuah seni tersendiri. namun gaun yang Safia kenakan tidak begitu ketat, sehingga membuat Safia tetap nyaman.


Sebuah mobil Alphard sudah siap didepan pintu rumah. Safia segera masuk kedalam mobil dibantu oleh suaminya. Disusul kemudian Fanesa dan juga nyonya Sanjaya.


Entah mengapa malam ini jalanan yang dilalui nampak lenggang. Safia nampak kebingungan, Hermawan hanya tersenyum. Yang lebih mengherankan lagi untuk Safia adalah ada pengawalan polisi di depan dan belakang mobil mereka.


" Mas...ini ada apa sih kok sepi? kenapa pake pengawalan polisi segala?"


Hermawan hanya menaikan kedua bahunya. Safia langsung melirik ibu mertuanya,namun ibu mertuanya nampak sibuk menelepon seseorang. Sedangkan Fanesa sedang asik berselancar di dunia maya.


Sepuluh menit berlalu,akhirnya mobil Alphard yang ditumpangi Safia sampai dihotel tempat acara 7 bulanan. Diloby sudah terpasang karpet merah,ada beberapa wartawan yang siap meliput acara malam ini.


Safia benar-benar gugup, tangannya dingin. Hermawan membantu Safia turun dari mobilnya. Kamera langsung menyorot ke arah Safia,bahkan ada beberapa yang mengambil foto Safia dan Hermawan.


" Mas ini apa-apaan?" bisik Safia lirih.


" Tersenyum lah sayang... tunjukkan pada dunia kalau kamu wanita tercantik yang pernah ada dimuka bumi ini...."


" Gombal amoh....!"


Hermawan dengan bangganya menggandeng istrinya memasuki aula hotel. Semua tamu menyambut kedatangan Safia dan Hermawan.


" Waaahh cantiknya,pasti anaknya perempuan..."


🌺🌺🌺🌺


***Alhamdulillah yang kemarin2 bukan karena lama g up ya say,tapi review nya lamaaaaa banget Ampe semingguan,,jadi yaa gtu deh... sekalinya bisa ke up langsung 4 episode.

__ADS_1


Tetap semangat ya say...πŸ’—


i luv you 😘😘😘***


__ADS_2