INIKAH TAKDIRKU...

INIKAH TAKDIRKU...
68 I Love You Fia, terimakasih...!


__ADS_3

" Waah iya cantik..."


" pasti anaknya cowok deh, perutnya memanjang gitu"


" Waah biar hamil badannya kok g gendut-gendut amat ya..."


" Istri Hermawan yang ini lebih cantik dari yang dulu ya..."


Banyak sekali para tamu yang berbisik-bisik membicarakan Safia. Ada yang memuji Safia... bahkan ada yang menghujat Karin. Warga +62 memang absurd.


Safia dan Hermawan hanya tersenyum sambil melambaikan tangan kepada para tamu. Selain karena korona juga karena peraturan pemerintah yang harus social distancing. Safia dan Hermawan menggenakan face shild. sementara para tamu diwajibkan memakai masker.


Tamu yang hadir dibatasi cuma 200 orang. Ruangan yang disewa sebenarnya bisa menampung hingga 2000 orang. Namun keluarga Hermawan hanya mengundang saudara inti dan para rekan bisnis.


Hermawan dan Safia memasuki ruangan private room. Ketika gorden disibakkan,terlihat para tamu undangan yang duduk rapi ditempat duduknya masing-masing. Ruangan para tamu undangan dan ruangan yang Hermawan tempati hanya bersekat kaca bening. sehingga tamu undangan masih bisa melihat apapun yang Safia dan Hermawan kerjakan.


Didepan para tamu undangan ada sebuah panggung yang mewah berhias bunga warna-warni nan indah. Ada juga balon-balon warna-warni disisi bunga. Semua berbaur nan epik disana.


Pembawa acara memulai acara nya. Acara 7 bulanan Safia dihotel kali ini sedikit santai juga menghibur. Tidak ada kesan adat istiadat yang dimasukkan kedalam acara. Acara dihotel lebih seperti pesta hiburan. Banyak artis-artis lokal yang mengisi acara malam ini. ada yang menyanyi...bahkan ada yang berstand up komedi.


Semua bahagia bersama. Kini sampailah pada acara yang dinanti-nanti para tamu undangan. Lampu diruangan langsung padam. Layar monitor yang berada dipanggung mulai menyala. Para tamu melihat apa yang diputar disana.


Sebuah video pendek ketika Safia berada diruang pemeriksaan USG. Hermawan yang sedang mengambil video dengan handphone waktu itu. Safia terlihat sedang berkonsultasi dengan dokter,tak lama kemudian Safia berbaring ditempat tidur yang disediakan.


Gambar selanjutnya terlihat sebuah layar monitor yang menunjukkan detak jantung bayi. Para tamu mulai riuh,terharu mendengar suara detak jantung bayi Safia. Setelah itu muncul wajah seorang bayi mungil yang sedang menghisap jarinya.


" Waaahh lucunya..."


Para tamu mulai gaduh kembali. Tak lama kemudian terdengar suara Hermawan menanyakan pada dokter tentang jenis kelamin calon bayinya.


" Dok... bagaimana jenis kelamin anak saya, laki-laki atau perempuan?"


Dokter itu tersenyum. Tak lama kemudian dokter itu berkata " Selamat ya pak Hermawan,anak anda laki-laki"


Para tamu kompak berdiri sambil bersorak. Ada yang berpelukan,ada yang saling berjabat tangan. Ada pula yang saling tos. Para tamu terlihat sangat bahagia.


Diruangan private room, Hermawan sejenak fokus pada layar monitor. Setelah video itu selesai tatapannya beralih pada istrinya. Hermawan tersenyum karena melihat Safia menangis. Hermawan langsung memeluk tubuh istrinya.


" I love you fia, terimakasih...! Karena kamu bersedia mengandung bayi laki-laki untuk ku" Hermawan kemudian mencium kening Safia.

__ADS_1


Safia masih manangis tersedu-sedu, Hermawan mencoba menenangkan istrinya dengan memeluk nya. Nyonya Sanjaya terlihat sangat bahagia malam ini. Senyumnya terlihat sangat tulus dan bahagia. Begitupun Fanesa, ia begitu menikmati acara malam ini.


Pukul 22.00 wib acarapun selesai. Hermawan sengaja keluar ruangan private room. ia sengaja ingin menemui beberapa tamu undangannya. Ada yang langsung memeluk Hermawan,ada pula yang sekedar berjabat tangan memberi selamat. Sebelumnya para tamu undangan diwajibkan mengikuti swab. Sehingga acara malam ini benar-benar aman terhindar dari covid dan mematuhi protokol kesehatan.


Setelah para tamu pulang, Safia dan Fanesa keluar dari private room. Hermawan langsung menghampiri istrinya dan memeluknya mesra.


Diwaktu yang bersamaan tanpa sengaja Antony melihat adegan itu. Ia nampak marah dan kesal. Nyonya Sanjaya mengelus lengan Antony mencoba untuk menenangkannya. Tak lama kemudian Antony berpamitan dengan nyonya Sanjaya dan langsung keluar. Ia sengaja tidak berpamitan dengan Hermawan.


" Her.... kamu itu nggak tau tempat,masak bermesraan di depan umum"


" Kan udah sepi ma... nggak ada orang"


" Masih ada Antony tadi, sepertinya ia iri dengan kebahagiaan kalian. Terlebih sekarang fia sedang hamil anak laki-laki,anak yang diidam-idamkan para kaum bapak"


" Dari dulu kan ma, Antony nggak pernah suka lihat aku bahagia..."


" Ya,karena salah faham... semoga Susi lekas hamil"


" Ayo ma, pulang bareng kita nggak?"


" Iya-iya...." nyonya Sanjaya berlari kecil mengejar langkah Hermawan dan Safia.


" Kasihan si princess pasti capek..." Hermawan tersenyum.


" Mas, kaki ku pegal..." keluh Safia sambil memukul-mukul pahanya.


Dengan sigap Hermawan menaikkan kaki Safia ke pangkuannya dan memijitnya.


" Coba mama yang ngeluh, boro-boro dipijetin... " sindir nyonya Sanjaya.


" Hahaha....ma, sekarang kan fia lagi hamil"


" Tapi kan mama sudah tua her..."


" Iya-iya besok aku pijitin..."


" Hallah,oh ya....! Besok pagi ada meeting di hotel x. Kamu jangan tidur kemaleman, besok nggak bisa bangun...!"


" Iya ma... seminggu kedepannya Hermawan sibuk banget ma,tolong nitip jaga fia ya..." Hermawan melirik istrinya yang sudah tertidur lelap.

__ADS_1


Ketika pulang jalanan kembali padat. Safia tidak mau ada pengawalan dari polisi lagi. Terlalu berlebihan katanya. Akhirnya mereka pulang sedikit macet,karena pulang bersamaan dengan tamu-tamu lain.


45 menit kemudian mobil yang ditumpangi Hermawan sampai dikediamannya. Dengan sigap ia langsung menggendong Safia masuk kedalam rumahnya. Sebenarnya Safia sadar ketika tubuhnya sedikit terayun, namun ia sengaja pura-pura tidur agar digendong suaminya.


Fanesa sengaja dibangunkan oleh nyonya Sanjaya. Omanya itu sudah tidak mampu lagi menggendong cucunya yang sudah ABG itu.


Fanesa cemburu melihat mamanya digendong papanya. Bibirnya cemberut,ia mengikuti Hermawan masuk kekamar tamu. Nyonya Sanjaya langsung menarik tubuh Fanesa menjauh dari kamar tamu yang dihuni Hermawan dan Safia.


" Mau kemana kamu?"


" Nesa mau bobok bareng mama papa omaa...." rengek Fanesa pada Omanya.


" Biarkan mama fia sama papa istirahat. Kamu bisa tidur bareng Oma malem ini..."


Akhirnya Fanesa pun menurut.


🌹🌹🌹🌹


Dirumah Antony...


Antony baru saja tiba di kediaman nya. Ia sedikit heran karena Susi tidak menyambut nya. Ia juga heran tidak melihat Susi pada acara Hermawan dihotel tadi. Yang lebih mengherankan lagi pembantu rumahnya yang menyambut kedatangannya.


" Mama Susi? Apa dia sudah tidur?" Antony menyerahkan jas nya pada bibik.


" Nyonya pergi sejak pagi tuan. Nyonya pergi membawa 3 koper sekaligus..."


" 3 koper?" Antony baru ingat kalau ia telah menceraikan istrinya tadi malam. Ia juga telah mengusir istrinya. " Baguslah kalau dia sadar..."Antony tersenyum devil.


" Apa tuan mau saya buatkan sesuatu?"


" Buatkan aku kopi dan antar ke kamar ku..." Antony melipat kemejanya hingga siku. Setelah sampai kamarnya,ia memandangi fotonya bersama Susi diatas nakas.


Di ambilnya foto itu,diusapnya perlahan.


" Kau sudah mengecewakan ku Susi..."


🌺🌺🌺🌺


i love you all 😘

__ADS_1


__ADS_2