INIKAH TAKDIRKU...

INIKAH TAKDIRKU...
7 Calon Ibu Mertua


__ADS_3

Sejanak keduanya hanya diam membisu. Safia hanya menunduk gugup,dan nyonya Sanjaya terus saja memperhatikan semua gerak - gerik Safia.


" Berapa lama kau mengenal Hermawan?"


" Kami baru 2 kali bertemu nyonya"


" Apa? Apa kau sudah gila?"


' Yang gila itu anakmu nyonya, karena semua kelakuannya membuat aku ikut gila' batin Safia.


Safia semakin takut dengan ucapan nyonya Sanjaya yang semakin meninggi.


" Apa anakku telah menghamilimu?"


" A.....apa?" Safia pun kaget dan mendongak ke arah nyonya Sanjaya.


' Nyonya.... yang benar saja, pacaran saja tidak pernah gimana bisa hamil? Bisa digorok hidup - hidup sama emakku dirumah...' batin safia.


" Kau hamil diluar nikah, lalu kau paksa anak ku untuk menikahimu?"


" Maaf nyonya,anda salah menilai saya. Saya masih perawan ting - ting. Kami dipertemukan oleh seorang Mak comblang"


' Yaa Allah.... selamat kan lah aku' gumam Safia.


" Apa aku harus mempercayaimu? Bisa saja kau mau memanfaatkan anak ku !!"


" Maafkan saya nyonya, walaupun saya terlahir dari keluarga miskin.... Tapi tidak ada sedikit pun niat untuk merugikan orang lain. Saya masih punya harga diri"


" Memangnya berapa harga dirimu hah?"


" Ma....apa yang mama lakukan dengan Safia ku?" Tiba-tiba Hermawan hadir ditengah-tengah perdebatan kedua wanita itu. Nyonya Sanjaya tampak terkejut dengan kehadiran putranya tersebut.


" Apa aku tidak boleh menemui calon mantuku?"


" Ma....ini bukan saatnya mama mencari informasi tentang Safia, suatu saat nanti aku sendiri yang akan menjelaskan kenapa aku menikahi Safia"


" Hermawan...!! Apa kau diguna-guna wanita ini?! "


" Udah ya ma, aku tak ingin calon istriku kecapekan. Besok acara pernikahan kami. Aku harap mama besok bisa datang ke pernikahan ku"


Dengan cepat Hermawan menarik tangan Safia dan mengajaknya keluar dari restoran.


# FLASHBACK ON#


Setelah mengantarkan Safia,sopir Hermawan kembali ketempat parkir. Hatinya merasa tidak tenang. Dia ingat pesan Hermawan kalau dia harus menjaga Safia dengan baik. Tanpa pikir panjang ia merogoh ponsel yang ada disaku celananya.


" Halo...."


" Halo ....saya mau mengabarkan tentang nona Safia"


" Kenapa Safia? Apakah dia sudah kau antar sampai rumahnya?"


" Belum pak,tapi tadi nyonya besar tiba-tiba mengajak nona Safia untuk bertemu direstoran"


" Apa...? Bedeb*h..... kenapa kau tidak ijin aku terlebih dahulu?"


" Maafkan saya tuan..."


" Sial*n....." Bruk......


Sepertinya terjadi kegaduhan diujung telp bosnya itu. Entah apa ia tak tahu. Seperti buku tebal terlempar kelantai. Atau.....entahlah!

__ADS_1


" Tuan baik2 saja?


" Kirimkan alamat nya sekarang...."


" Baik tuan...."


#FLASHBACK OF#


" Masuklah kedalam mobil,aku akan mengantarmu pulang"


Setelah mobil Hermawan mulai perjalanan menuju rumah Safia..


"mas...."


" Iya,"


" Sebaiknya pernikahan kita batalkan saja?"


" Apa maksudmu?"


Seketika Hermawan membanting setirnya ke kiri menepikan mobilnya.


" Kamu terlalu terburu-buru memilih calon istri mas"


" Maksud kamu apa? aku nggak ngerti?"


" Nyonya Sanjaya benar mas, mas harus memilih wanita yang tepat untukmu mas"


" Tidak Fia, kaulah wanita itu... Aku yakin kaulah yang terbaik untuk ku"


Safia menggeleng lemah. " Nggak mas,aku nggak bisa"


" Fia,apa kau tega membuatku kecewa? Apa kau tega membuatku terluka?"


Sesampainya didepan rumah Safia langsung membuka sabuk pengaman dan keluar dari mobil Hermawan.


" Fia,besok.... Kau datang atau tidak ketempat pernikahan kita,aku akan tetap menunggumu"


Safia menghentikan sesaat langkahnya, mendengar ucapan Hermawan hatinya gundah. Namun tanpa menoleh sedikit pun Safia melangkah masuk kedalam rumahnya. Hermawan melihat kepergian Safia dengan tatapan nanar.


' Benarkah kau tak ingin menikah dengan ku Fia?' batin Hermawan pilu.


****


Β Dengan langkah gontai Hermawan memasuki pekarangan rumahnya. Tanpa ia sadari terparkir 2 mobil sedan mewah serupa miliknya. Milik siapa lagi kalau bukan milik Karin mantan istrinya dan milik nyonya Sanjaya ibunya.


" Kamu sudah pulang mas...."


" Hmmmmtt...." Hermawan berlalu tanpa menghiraukan Karin.


" Aku bawakan makanan kesukaan mu mas,makan yuk..." Terus saja Karin mencari perhatian Hermawan.


Hermawan tetap saja acuh dengan sikap Karin. Tak sampai disitu saja Karin mengikuti langkah Hermawan menuju ruang kerjanya. Sambil memegang pelipisnya Hermawan duduk di kursi kerjanya. Dengan gaya sensual Karin duduk diatas meja Hermawan. Karin sengaja duduk berhadapan untuk menggoda Hermawan.


" Mas...aku kangen sama mas...." ucap Karin sambil berlenggak-lenggok penuh sensual.


" Apa masih kurang banyak uang yang aku kasih padamu?"


" Maksud mas apa kaya gitu..?! Aku kesini untuk memperbaiki hubungan kita mas"


" Hubungan apa yang kamu maksud hah?! Kita sudah tidak ada hubungan apapun"

__ADS_1


" Tapi anak ku bersamamu mas.."


" Apa kau pernah memperdulikan Fanesa?"


" Jelas saja,aku ibunya"


" Fanesa hanya titip lahir dirahimmu saja"


" Mas...."


" Berapa harga rahimmu? Aku ganti semuanya agar kau tak akan pernah mengungkit apapun tentang Fanesa"


" Mas... aku tak sepicik itu,aku tak akan minta ganti rugi atas hadirnya Fanesa di rahimku. Aku masih punya harga diri mas...!! Aku tak semurahan itu...."


" Kalau bukan murahan lalu apa? Istri macam apa kamu rela tidur dengan pria lain di hotel?!"


" Mas... jangan lagi ungkit itu....!! Aku khilaf mas.... Aku harap kita masih bisa memperbaikinya"


" Apa? Khilaf kamu bilang? Khilaf tapi 2tahun.... hahaha"


" Mas ...ini bukan salahku,dia selalu menggodaku..."


" Lalu kau tergoda dan menggunakan hartaku untuk bersenang-senang dengannya?! Apa kemewahan yang selama ini aku berikan telah membutakan hatimu?!"


" Mas.... aku mohon,beri aku kesempatan.... ini semua demi anak kita Fanesa"Karin pun berlutut memohon kepada Hermawan.


" Sudah pergilah,melihatmu saja aku jijik... " Hermawan meninggalkan Karin yang menangis meratapi nasibnya.


Bruaaaaakkkk....


Bahkan Hermawan membanting pintu dengan kerasnya. Karin terlonjak dengan tindakan Hermawan. Tak pernah pria ini semarah itu.


Diruang keluarga tiba-tiba Fanesa lari dan memeluk nyonya Sanjaya.


" Omaaa.......hiks,hiks,hiks" panggil Fanesa sambil terisak-isak.


" Kenapa denganmu cucu kesayangan oma?"


" Fanesa mau kerumah Oma..."


" Kesayangan oma kenapa?"


" Ayo Oma... kita pergi!"


Nyonya Sanjaya tak kuasa menahan keinginan cucu nya tersebut. Akhirnya nyonya Sanjaya mengajak cucunya pulang kerumahnya. Didalam perjalanan Fanesa terus saja menangis. Fanesa belum bisa menceritakan apa yang dia dengar tadi dibalik pintu ruangan kerja papanya.


******


Disebuah masjid besar dekat alun-alun kota Kediri akan digelar pernikahan Hermawan dengan Safia. Masjid pun sudah dihias dengan indah. Ijab qobul akan dilaksanakan pukul 9 pagi. Penghulu sudah datang 10menit sebelum acara dimulai.


Sesekali Hermawan melihat jam ditangannya.


' Sekarang sudah pukul 9 lebih 5 menit,kenapa dia belum datang juga' batin Hermawan gelisah.


" Maaf saudara Hermawan,apakah acara ijab qobul bisa dimulai sekarang?" ucap pak penghulu.


" Tunggu sebentar pak, pengantin saya belum datang"


Hermawan nampak sangat gelisah menanti kedatangan Safia. Akankah Safia datang kepernikahan ini?!


Nantikan kelanjutannya di episode berikutnya ya.....βœ‹βœ‹βœ‹

__ADS_1


Thank you buat yang udah setia baca tulisan akuπŸ™ jangan lupa like,komen n vote.... trmksh 😘😘😘


Β 


__ADS_2