INIKAH TAKDIRKU...

INIKAH TAKDIRKU...
13 Cemburu


__ADS_3

" By the way... sejak kapan kalian kenal?"


" Ehhmmmmtt....."


Belum sempat Safia menjawab tiba-tiba Hermawan datang menghampiri.


" Hay Sonia...." Sonia menyambut kedatangan Hermawan. Sonia dan Hermawan lalu berpelukan. Nampak jelas Sonia mengalungkan tangannya dileher Hermawan.


" Her....aku kangen,lama yaa kita tak bertemu"


Hati Safia berdesir... ' Nampaknya mereka seperti pasangan' batin Safia.


" Kenapa kau tak kabari aku kalau ke indo? Aku bisa menjemputmu di bandara" Balas Hermawan.


Hermawan mulai tersadar akan keberadaan Safia. Lalu melepaskan pelukannya dengan Sonia.


" Kenalkan ini istri baru ku,Safia..."


" Kami baru saja berkenalan,kami juga sudah banyak mengobrol tadi"


" Ooh ya, berarti kalian sudah akrab ya.."


Sonia hanya membalas ucapan Hermawan dengan senyuman. Entah kenapa tangan Sonia masih saja bergelayut manja di lengan Hermawan.


" Baiklah fia,aku akan mengobrol dengan Sonia di ruang kerjaku. Temui aku kalau kau butuh sesuatu"


" Iya mas..." Safia diam mematung melihat kepergian mereka berdua. Tiba-tiba air mata Safia meluncur bebas di pipinya.


' Perasaan apa ini? Kenapa hatiku begitu sakit?' pekiknya dalam hati


Safia kembali duduk di bangku taman belakang rumah Hermawan. Ia mencoba menghibur diri atas luka yang baru saja ia lihat.


Diruang kerja....


" Her....tidak kuduga kau menikah dengan wanita yang berumur jauh dibawah mu..." Sonia mulai memecah keheningan.


" Iya,kami selisih 15tahun. Tapi Safia wanita dewasa. Lebih dewasa dari umurnya"


Sonia menghampiri Hermawan dan duduk bersandar di meja Hermawan.


" Andai saja aku pulang ke indo lebih cepat... Mungkin akulah yang akan menjadi istrimu"


" Hahaha.... Nggak mungkin lah Nia. Kita sahabat,dari dulu dan selamanya. Status itu tak akan berubah"


" Apa kau tak mencintaiku lagi her?" Sonia menatap Hermawan begitu dalam.


" Rasa itu telah pergi setelah penolakanmu waktu itu Nia"


" Aku menyesal kenapa lebih memilih Bram ketimbang kamu her"


" Sudahlah Nia... semua sudah terjadi"

__ADS_1


" Setelah aku menikah,kau pun dengan cepat menemukan cinta barumu..."


" Awalnya aku tidak mencintai Karin,mama menjodohkan ku dengan nya. Seiring berjalannya waktu...aku mulai mencintainya. Dan akhirnya..."


" Akhirnya dia menghianatimu kan?!"


" Kau tau darimana?"


" Waktu aku jenguk mami,aku bertemu dengannya dihotel bersama seorang pria


Aku pikir itu kau... setelah kudekati, ternyata bukan. Karin memohon padaku untuk tidak mengatakannya padamu"


" Kenapa kau bersekongkol dengannya?"


" Aku hanya kasihan dengan Fanesa..."


" Tapi akhirnya kami berpisah juga kan? apa bedanya?!"


" Her....orang tuaku berpisah sejak aku SMP,itu sangat menyakitkan! Tidak lagi diperhatikan itu tidak enak her..."


" Tapi Fanesa tak hanya butuh perhatian,tapi juga kasih sayang.... Selama ini Fanesa tak pernah mendapatkan nya Nia. Aku terlalu egois dengan pekerjaan ku dan Karin dengan kesenangannya sendiri"


" Lalu....apa kau fikir dengan memberi nya ibu baru itu bisa merubah semuanya?


Tidak her...! "


" Tapi setidaknya aku bersama Safia akan memperbaiki semuanya"


" Tidak Nia,aku tak mau memberi mu harapan palsu"


" Apa aku seburuk itu,makanya kau menolak ku?"


" Bukan seperti itu Nia..." Hermawan bangkit dari duduknya dan menghampiri Sonia. Kini keduanya saling berhadapan. Tangan Hermawan menggenggam bahu Sonia. " Nia...dengarkanlah aku. Kau wanita terbaik yang pernah aku temui" Sejenak Hermawan terdiam, lalu melanjutkan ucapannya lagi "Kau bisa mendapatkan apapun yang kau mau" Hermawan menatap Sonia begitu dalam


" Termasuk hatimu her?" Hermawan terpaku dengan ucapan Sonia. Sesaat keduanya diam seribu bahasa.


" Bukan seperti itu Nia...." Hermawan membalikkan tubuhnya membelakangi Sonia.


" Kau bisa mendapatkan pria yang lebih baik dari aku dan Bram"


" Seberapa besar cintamu padanya hingga tak ada tempat lagi untuk ku Her?"


" Sebenarnya... aku sudah memiliki perasaan itu sejak 5bulan lalu. Aku tak pernah menemui Safia secara langsung. Aku mengirim orang untuk memata-matai nya. Awalnya aku hanya simpati padanya. Lama-kelamaan gadis itu menggemaskan. Ketulusan yang tak pernah kutemui dari wanita manapun" Hermawan tersenyum.


" Jadi kau mulai menyukai nya sejak kau belum berpisah dengan Karin?"


" Iya betul...,Aku memang bersalah,waktu itu aku sudah mendengar perselingkuhan Karin sejak lama. Aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk membongkar nya"


" Terbuat dari apa hatimu her?"Hermawan hanya tersenyum.


" Kau tau Karin berselingkuh tapi kau bertahan hingga berbulan-bulan tak segera menceraikannya? Lalu sekarang ketika orang ramai bertanya kenapa kau bercerai? Kau hanya bilang kalian sudah tidak cocok lagi? Harusnya kau bongkar semua kebusukannya didepan semua orang..."

__ADS_1


" Aku tak perlu melakukan itu. Perpisahan ini sudah cukup memberinya pelajaran"


" Sungguh beruntung wanita yang mendapatkanmu her" Sonia langsung memeluk Hermawan. Hermawan membalas pelukan Sonia. " Nia.... tetaplah menjadi ibu yang baik untuk anakmu. Dan cobalah untuk membuka hatimu. Banyak pria yang lebih baik dariku dan Bram" Sonia melepaskan pelukannya.


Sonia menatap Hermawan. " Terimakasih ya her, tetaplah menjadi sahabat ku selamanya" Hermawan hanya mengangguk dan tersenyum.


" Ya sudah her,aku pamitan dulu... Nggak enak dengan istri barumu" Sonia menyambar tas jinjing nya dan mulai meninggalkan ruang kerja Hermawan.


Hermawan teringat dengan Safia,lalu ia segera mencari keberadaan Safia. Hermawan sempat kebingungan mencari Safia. Hermawan melihat pintu kamarnya terbuka. Ia segera pergi ke kamarnya.


" Safia...."


POV SAFIA


Safia masih terdiam ditaman. Kakinya mulai memanas. Ia melihat matahari mulai terik. Safia memutuskan untuk masuk kedalam rumah. ' Mas Hermawan pasti haus,akan kubuatkan jus buah...' batin Safia. Ia pun pergi ke dapur untuk membuat jus.


Kini dua gelas jus sudah ada ditangannya. Sebenarnya ia ragu untuk masuk keruang kerja Hermawan. Namun ia mencoba memberanikan diri. Safia melihat pintu nya tidak tertutup sempurna,masih ada celah sedikit untuk ia mengintip. Betapa terkejutnya ia melihat Hermawan dan Sonia begitu dekat.


" Nia... dengarkanlah aku. Kau wanita terbaik yang pernah aku temui"


Safia lalu pergi dari depan pintu ruangan kerja Hermawan. Safia meletakkan dua gelas jus disembarang tempat. Ia berlari menuju kamarnya sambil menangis. Hatinya hancur ketika ia mendengar suaminya mencintai orang lain.


' Kalau kau mencintai orang lain,kenapa kau menikahiku mas...hiks..hiks..hiks...'


Safia menangis dipinggiran ranjang. Cukup lama ia menangis. Hatinya benar-benar sakit. Ingin rasanya ia segera pulang kerumah orang tuanya.


" Safia..." tiba-tiba Hermawan muncul dari balik pintu.


****


" Safia.... " Hermawan datang menghampiri istrinya.


Safia langsung berdiri dan mengambil koper. Ia memasukkan bajunya yang berada di lemari kedalam koper.


" Safia...Apa yang kau lakukan?"


" Aku ingin pulang kerumah orang tuaku mas..." Safia masih saja mengemasi barang-barangnya sambil menangis.


" Tapi kenapa kau ingin pulang secepat itu?"


" Mas, sudahlah...!"


" Apa yang terjadi denganmu Safia?" Hermawan memandang keheranan istrinya.


Safia selesai mengemasi barang-barang nya.


" Safia hentikan!"


💗💗💗💗💗


Akhirnya....kelar juga episode ini. Sempat nggak tau gmn lg jalan ceritanya. Terimakasih yang sudah mampir di karya aku. Terus dukung aku yaa...dgn cr like,komen n vote sebanyak-banyaknya...🔥🔥🔥

__ADS_1


trmksh 😘🙏


__ADS_2