INIKAH TAKDIRKU...

INIKAH TAKDIRKU...
72 Fia mana ma?


__ADS_3

Pukul 8 malam akhirnya semua pekerjaan Hermawan telah selesai. Saking sibuknya hingga ia tidak sengaja mengabaikan panggilan dari istrinya. Tanpa membalas telepon Safia, Hermawan bergegas pulang. Tak lupa ia membawa makanan kesukaan istrinya itu agar tidak ngambek.


" Assalamualaikum...!"


" Walaikum salam...!" Jawab nyonya Sanjaya berserta Fanesa serentak.


" Hai semua... fia mana ma?" kata Hermawan sambil meletakkan makanan yang ia bawa.


" Bukannya pergi sama kamu?"


" Enggak ma...! Aku seharian dikantor ngurusin promosi produk baru"


" Tapi mbak bilang pergi diajakin ke kafe sama kamu"


" Enggak ma,sumpah! aku seharian dikantor!" Hermawan mulai cemas.


" Embaak...bibik...! semua kumpul" teriak nyonya Sanjaya.


Beberapa pelayan rumah Hermawan berlarian mendekati nyonya Sanjaya. Mereka semua berdiri berjajar dengan kepala menunduk ketakutan.


" Siapa yang membiarkan nyonya Safia pergi sendiri?"


" E....anu nyonya..."


" Anu apa?" Bentak nyonya Sanjaya


" tadi nyonya fia pergi habis dapet bunga dari tuan Hermawan" jawab salah satu mbak sambil menangis.


Hermawan terkejut.


" Mana bunganya?" tanya nyonya Sanjaya tegas.


Seorang pelayan mengambil bunga yang diterima Safia tadi siang. Lalu ia serahkan pada nyonya Sanjaya.


" Her,apa benar ini bunga darimu?" nyonya Sanjaya menyerahkan bunga itu pada Hermawan.


" Enggak ma...! Gawat ma...!" Hermawan melempar bunga itu kelantai langsung berlari menuju garasi mobil.


Dengan perasaan kacau Hermawan segera tancap gas menuju kafe Belarosa. Dua puluh menit berlalu,akhirnya Hermawan sampai dikafe itu.


Hermawan merasa asing dengan kafe itu,ia segera mencari keberadaan Safia. Setelah lelah berputar-putar, Hermawan akhirnya menemui pelayan kafe.


" Maaf mas, apa tadi ada wanita hamil berumur 25 tahunan disini?"


" Oh, itu... tadi siang ada bapak-bapak yang membooking kafe ini untuk istrinya yang sedang hamil"


" Mungkin ada wanita lain lagi yang hamil?"


" sepertinya tidak ada, soalnya disini mayoritas pengunjung kafe ini anak muda"


Hermawan merasa tidak puas dengan jawaban pelayan kafe tersebut. Akhirnya ia menunjukkan foto Safia di handphone nya.


" Apa wanita ini kesini?"


Pelayan itu nampak memperhatikan foto di handpone Hermawan.


" Iya wanita ini yang saya maksud,dia yang diberi kejutan oleh suaminya"

__ADS_1


" Lhoh...! saya suaminya...!" Hermawan mulai emosi lalu mencengkeram kerah baju pelayan itu.


" em...maaf saya tidak tahu!" pelayan itu nampak ketakutan.


" Ada apa ini? Tolong jangan memancing keributan dikafe saya!"


" Saya tidak mencari keributan,tapi saya mau mencari istri saya!"


Pemilik kafe itu menatap anak buahnya.


" Nyonya yang hamil tadi siang adalah istri bapak ini katanya"


" Tunjukkan bukti kalau nyonya tadi adalah istri anda...!"


Hermawan mencari foto pernikahan nya dengan Safia lalu menunjukkan nya pada pemilik kafe itu.


" Ok, sebelumnya saya minta maaf. Dengan siapa istri anda pergi sebelumnya bukan urusan kami. Tapi kami bersedia menunjukkan rekaman cctv jika anda berkenan,dengan syarat anda tidak boleh membuat keributan disini!"


" ok...!"


" silahkan ikut saya...!" Pemilik kafe itu mengajak Hermawan keruangannya. Pemilik kafe itu mulai mengotak atik laptopnya. Tidak lama kemudian muncullah rekaman video dimana istrinya datang. Tidak lama kemudian dua pria datang, salah seorang pria itu duduk di hadapan Safia.


Tangan Hermawan mulai mengepal. Ia tau siapa pria yang berada di hadapan Safia. Menit berikutnya seorang pria yang lain menyerah kan dua gelas jus,satu untuk pria dihadapan Safia dan satu lagi untuk Safia.


Awalnya Safia sempat ragu dan tidak nyaman berbicara dengan pria itu. Terlihat pria itu menghalangi Safia pergi sebelum Safia meminum jus yang berada dihadapannya.


Tanpa curiga Safia meminum jus itu sampai habis lalu berpamitan. Baru beberapa langkah dibelakang pria itu Safia jatuh tersungkur. Pria itu langsung memapah Safia dengan senyum menyeringai.


" Maaf,apa anda bermasalah dengan pria yang mengaku sebagai anda...?"


" Itu bukan urusan anda!" Hermawan langsung pergi meninggalkan pemilik kafe itu.


Setelah sampai didepan rumah pria tersebut, Hermawan langsung membunyikan bel rumah. Tidak lama kemudian seorang pelayan membukakan pintu.


" Maaf anda cari siapa ya?"


" Tuan mu ada?"


" Tuan sejak kemarin tidak pulang"


" Kalau istrinya?"


" Nyonya sejak dua Minggu lalu sudah tidak tinggal disini"


" Dimana tuan mu sekarang?"


" Maaf saya tidak tau tuan!"


Hermawan semakin emosi, beberapa kali ia berteriak-teriak memanggil nama pria itu.


" Kenapa kau mengambil istriku...!" geram Hermawan.


Hermawan kembali memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia pergi kekantor polisi. Ia berniat untuk melaporkan kehilangan istrinya.


" Maaf pak, anda tunggu dulu sampai 24 jam baru laporan ini bisa kami proses. Mungkin setelah ini teman anda tersebut menghubungi anda"


" Bagaimana bisa dia menghubungi saya pak polisi? dia menginginkan istri saja sejak lama pak. Tolong jemput istri saya,kasihan istri saya sedang hamil...!" Keadaan Hermawan sangat kacau pada saat itu. Ia tidak perduli dengan penampilannya. Bahkan ia rela mengemis pada pak polisi agar bisa menyelamatkan istrinya.

__ADS_1


Sebaiknya anda mencarinya terlebih dahulu,setelah dirasa anda sudah tidak mampu kami akan bantu.


Akhirnya Hermawan keluar dari kantor polisi dengan keadaan kecewa.


Terlintas dipikirannya untuk menghubungi pria yang membawa Safia pergi. Namun nomornya sudah tidak aktif.


Ia teringat dengan seorang wanita, Lalu ia mulai menelpon wanita itu.


📞 Hermawan : Hallo...dimana sekarang kamu tinggal?


📞 🙎. : ada apa?


📞 Hermawan : ada hal yang ingin aku bicarakan


📞🙎. : Semalam ini?


📞 Hermawan: iya,ini sangat penting....!


📞🙎. : Baiklah...! Aku wa alamat ku sekarang.


Hermawan matikan telepon nya. Tidak lama kemudian ada pesan masuk berisi alamat seseorang. Hermawan segera melajukan mobilnya ke alamat tersebut.


Setelah sampai di basement apartemen, Hermawan melihat sekeliling basement lalu segera masuk kedalam lift. Ia memencet lantai 12, perasaan cemas dan khawatir masih menyelimuti dirinya.


Ting....


Pintu lift terbuka, Hermawan segera melangkah mencari dimana tempat tinggal wanita tersebut.


Ting...tong...


Ceklek.....


" Masuklah...!"


Seorang wanita cantik 4tahun lebih muda dari usia Hermawan mempersilahkan Hermawan masuk kerumahnya.


" Kenapa sekarang tinggal di apartemen sesempit ini?"


" Karena aku ingin hidup lebih tenang"


" Apa kau berpisah dengannya?"


" Itu bukan urusanmu! kenapa kau mencari ku disini?"


" istriku diculik, dan orang itu adalah suamimu"


Wanita itu tersenyum lalu menunduk.


" Dia diculik,atau sukarela ikut dengannya? Bukankah sebelumnya juga begitu?"


" Safia wanita yang berbeda...! Dia sangat mencintai ku,aku yakin dia tidak akan menghianati ku"


" Darimana kau bisa seyakin itu,hah? Mereka itu sama saja! Padahal aku sudah memperingatkan wanitamu agar menjauh dari suamiku. Tapi apa?"


" Dia tidak seperti itu! dia dijebak....!"


" Dijebak....! hahaha..... Dijebak lagi dan lagi....! Hahaha....!"

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2