INIKAH TAKDIRKU...

INIKAH TAKDIRKU...
29 Kamu milikku!


__ADS_3

" Hahaha.... Karin... Karin,apa yang akan kau berikan padaku? Harta saja kau tak punya... Bahkan kau tau,aku lebih kaya dari Hermawan" Antony mulai membuka sebuah buku.


" Aku akan berikan apapun yang ku miliki. Tak terkecuali tubuhku" Kata Karin penuh penekanan.


" Ada yang lain?" Antony membuang buku ditangannya ke segala arah.


" Bos,lihat dulu wajah istri muda Hermawan. Sudah cantik,muda,lebih fresh bos. Seger gitu ngeliat nya" Alex mulai ikut menimpali.


"Ooh ya? Kau punya fotonya?" Antony mulai membalik kan tubuhnya. Matanya mulai berbinar. Bak seekor singa melihat mangsanya.


" Tentu bos...." Alex mulai mengusap-usap hp nya. " ini bos...!" Alex menyodorkan hpnya ke Antony.


Antony menerima hp itu dan mulai memperhatikan sebuah foto di hp Alex. Sudut bibirnya mulai tertarik." Hermawan memang pintar memilih wanita...!" Antony mengembalikan hp Alex.


" Apa kau mulai tertarik dengan wanita itu?" Karin nampak tidak suka dengan ekspresi Antony.


" Ya... " Antony mengigit bibir bawahnya.


" Kau gila,kau punya dua di istri. Tapi kenapa kau masih menginginkan wanita lain hah?" Karin mulai bersungut-sungut. Ia sangat kesal Antony malah tertarik dengan Safia. Ia tidak terima sebelumnya Antony sempat mendepaknya. Karin tak habis pikir apa yang difikirkan Antony sekarang.


Antony kembali duduk di kursi kerjanya. Terlihat ia memikirkan sesuatu. " Lex,atur pertemuan ku dengan istri Hermawan itu"


" Baik bos,tapi sekarang Hermawan sudah tak berada di Kediri bos" tutur Alex.


" Dimana Hermawan membawa istrinya sekarang?"Antony menatap mata Alex tak suka.


" Surabaya bos. " jawab Alex.


" Darimana kau tau?"


" Tuh..." Alex melirik wanita yang berada di sisinya. Tak lain adalah Karin.


" Urus semua pekerjaan ku. Aku ingin ke Surabaya siang ini juga" kata Antony antusias. Karin melangkahkan kakinya mendekati Antony. Ia mulai menggoda Antony, tangannya mulai menyentuh pundak Antony.


" Apa kau tak ingin bersenang-senang dengan ku dulu sayang...?" Bisik Karin ke telinga Antony.

__ADS_1


" Hmmmtt,kau memang nakal karin. Pergilah Alex...!"


" Baik bos," Alex keluar ruangan bos nya itu. Dalam hatinya menggerutu kesal.


Dasar wanita murahan,! Baru saja bercinta dengan ku dihotel, masih saja menggoda bos Antony. Benar-benar p***cur....! Gerutu Alex dalam hati.


****


Di rumah Hermawan Surabaya....


" Sayang..."


" Iya mas," jawab Safia singkat.


" Kamu sedang apa?" Hermawan memeluk tubuh Safia dari belakang. Ia mengendus-endus pundak Safia.


" Mindahin baju kita. Mas jangan gitu iiih,aku nggak bisa ngerjain ini" Safia nampak risih dengan kelakuan Hermawan. Hermawan menyibakkan kerudung Safia agar bisa mencium leher Safia.


" Geli aku tuh mas....!" Safia mendorong wajah Hermawan menjauh dari dirinya. Namun Hermawan nampak tak bergeming. Hermawan malah mengeratkan pelukannya.


Safia menghentikan pekerjaannya. "Astagfirullah mas, mas kan janji sama aku tunggu aku pulih dulu....!" Safia nampak kesal dengan perlakuan suaminya.


" Tapi aku sudah nggak tahan sayang... Terus gimana dong? Kalau ditahan bisa jebol tanggulnya" Hermawan terus saja melancarkan aksinya. Tangannya mulai menyentuh bagian sensitif tubuh Safia. " Apa kamu ingin aku jajan diluar sana hah? Kalau aku kena penyakit k*lamin gimana?"


Mendengar perkataan Hermawan Safia bergidik ngeri. Ia tak bisa membayangkan kalau Hermawan tertular penyakit itu,bukan tidak mungkin ia pun bisa tertular.


" Baiklah,tapi pelan-pelan ya...!"


Mendengar pertanyaan istrinya, Hermawan terlonjak kegirangan. Ia pun langsung menggendong tubuh Safia dan merebahkannya ke atas ranjang. Hermawan mulai mengecup lembut bibir Safia. Hermawan menarik kerudung Safia hingga terlepas. Ia nampak tak kuasa melihat leher jenjang Safia nampak terpampang nyata didepannya.


Bak singa yang melihat mangsanya yang terkulai didepannya. Hermawan langsung menerkam tubuh istrinya. Seluruh tubuh Safia tak luput dari sentuhan dan kecupannya. Hermawan awalnya me****t bibir tipis nan seksi Safia,lalu turun ke leher jenjangnya. Hingga meninggalkan bekas kemerahan. Lalu turun lagi ke g*ndukan penggugah g*irah. ia melepas sweter yang membalut tubuh Safia.


Tangan Hermawan merangkum kedua gundukan itu. Mer*mas dan me**mat gundukan itu, Safia mulai melenguh. Nafasnya mulai tak beraturan. Matanya mulai tertutupi kabut g*irah yang luar biasa. Tubuh Safia mulai menggeliat-geliat.


Hermawan menatap istrinya dengan senyum kemenangan. Hermawan melancarkan aksinya kembali. Ia melepas kaos nya dan melemparnya kesembarang arah. Ia melepas celana panjangnya. Hermawan melepas celana bahan Safia. Hermawan mencium bagian s*nsitif Safia.

__ADS_1


" Mas,jangan begitu..!" Safia mendorong wajah Hermawan agar menjauh dari organ int*mnya.


" Tapi aku suka sayang" Kata Hermawan penuh semangat.


" Nggak boleh,aku nggak mau...!" Safia mulai menjauhkan tubuhnya,namun segera dicegah Hermawan.


" Tapi aku ingin milikmu sayang.... Tolong lah...." Hermawan langsung melancarkan aksinya dengan cepatnya.


" Eemmmmmt........mass.....!" Safia nampak menolehkan kepalanya kekiri dan kemanan. Matanya terpejam,tak kuasa tubuhnya menahan gelenjar aneh menyusup kedalam tubuhnya.


Safia melenguh,matanya masih terpejam. Hermawan mulai menggerakkan tubuhnya maju mundur. Tiba-tiba terdengar suara dibalik pintu kamarnya.


Tok....tok....tok...


" Pah....mah....!" Suara Fanesa nampak memanggil-manggil dari balik pintu kamar. Hermawan segera membungkam mulut Safia dengan telapak tangannya. Hermawan dan Safia seketika diam tak bergerak seperti patung.


" Papah sama mamah udah tidur?" teriak Fanesa lagi.


" Sayang.... Kamu lagi ngapain disitu?" Terdengar suara bibik Veronika.


" Bunda,Fanes pengen jalan-jalan di mall bareng mama sama papa. Ada yang ingin Fanes beli"


" Mungkin papa sama mamamu kelelahan jadi mereka tidur. Ayo kita nonton film India..., Atau kamu ingin makan camilan didapur sama bunda? Kayaknya bibik tadi bikin kue coklat kesukaan mu sayang"


" Baiklah....!" Terdengar suara derap kaki menjauhi kamar Hermawan. Hermawan melanjutkan adegan panasnya bersama istrinya. Setelah setengah jam lamanya mereka melakukan olahraga 21+. Akhirnya keduanya terkulai lemas. Safia nampak tertidur. Hermawan membaringkan tubuhnya disamping istrinya. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh Safia. Hermawan mengecup kening Safia lembut. " I love you sayangku,jangan pernah kau menghianatiku sayang! Kau hanya milikku...! Milikku...!" Akhirnya Hermawan ikut memejamkan matanya.


🌺🌺🌺🌺


ini part tersedia aku😭


harus merevisi Ampe 3x 🤦saking vulgarnya


tapi nggak papa sayang-sayangkuh😘😘thank you 😘😘


i love you so much 💗

__ADS_1


kalian semangat ku💪


__ADS_2