
Hari ini benar-benar melelahkan... Banyak barang masuk gudang yang harus dimasukkan ke data komputer. Belum lagi banyak telepon dari konsumen yang komplain dengan barang yang dikirim. Bahkan dua telepon berada di meja Sofia tak henti-hentinya berdering. Sofia merasa kepalanya mau pecah hari itu juga.
"Fia... udah jam 12,lo istirahat dulu.... Aku gantiin sebentar"ucap Ratna.
"Makasih ya na,hari ini rasanya kepalaku mau pecah saja" ucap Sofia sambil memijat pelipisnya.
"Sudah cepat sana .... Sebelum aku berubah fikiran" ucap Ratna sambil mendorong Safia pergi.
Akhirnya Safia pergi ke kamar mandi untuk ambil air wudhu. Segera ia pergi sholat di pojokan gudang. Hanya dengan beralaskan kardus Sofia memulai ibadahnya.
"Alhamdulillah.." ucap Sofia setelah melakukan salam dari solat nya.
klunthing.....bunyi hp nya menunjukkan ada pesan wa masuk dari nomor tak dikenal.
π₯ Hai....aku Hendrawan Sanjaya. Aku ingin bertemu dengan mu di restoran wong solo dekat tempat mu bekerja sekarang.
π€ Maaf,ada keperluan apa saya harus menemui anda?
π₯ Saya pria yang akan dijodohkan dengan anda. Cepat...! waktu saya tidak banyak.
π€ Baik,tunggu saya...
π₯ Saya pakai kemeja warna navy,duduk dipojok dekat pintu masuk.
π€ Ok
Kini hati Sofia mulai bergemuruh. Entah apa yang akan terjadi. Perjodohan? Rasanya badannya lemas tak bertenaga lagi. Rasa nya ingin pergi....dan lari dari semua kenyataan ini.
Setelah Sofia meminta izin kepada kepala toko tempatnya bekerja,kini ia berjalan menyusuri trotoar menuju restoran wong solo. Restoran yang menyajikan makanan khas Jawa tengah dengan aneka minuman khas nya juga.
Kini Sofia sudah berada di restoran tersebut, menoleh mencari pria yang memberikan pesan di handphone nya tadi. Tanpa banyak bicara langsung menghampiri pria tersebut.
" Maaf anda bapak Hendrawan Sanjaya?" ucap Sofia gugup. Mendadak tangannya dingin.
" Iya silahkan duduk..." jawab Hendrawan singkat.
kini keduanya saling memperhatikan masing-masing.
' Manis dan lugu...' batin Hendrawan
__ADS_1
Hendrawan duduk memakai kemeja berwarna navy lengan panjang,namun lengannya dilipat sampai siku. Memperlihatkan lengannya yang berotot. Matanya tajam memperhatikan semua gerak-gerik Sofia. Tubuh Hendrawan tinggi proporsional. Badannya padat berisi. Berkulit putih bersih.
Berbeda dengan Sofia,badannya cenderung agak kurus langsing. Namun masih terlihat menggoda. Kulitnya sawo matang,matanya agak sipit.
" Aku akan menjelaskan apa saja yang harus kamu lakukan jika menjadi istriku" sejenak Hendrawan memulai percakapan.
" Aku mau istriku tidak banyak keluyuran tanpa seizin ku. Mengurus ku dan anak ku dirumah. Ooh ya,dirumah ada pembantu yang bisa membantu mu. Aku akan memberimu uang belanja setiap bulan 3x gajimu bekerja di toko itu. Apa kamu setuju?" ucap Hendrawan.
" Sa.....saya be-lum tau" ucap Sofia gugup.
"Maksudmu?! ucap Hendrawan tidak mengerti.
Sofia terdiam tanpa berkata sepatah katapun. Dia hanya bisa menunduk menahan air matanya yang mulai mengembang meronta-ronta ingin jatuh keperaduan.
Lidahnya kelu... Ia sebenarnya ingin sekali menolak perjodohan itu. Tapi takut ibunya sudah mengancam tak akan mengampuni nya ketika pulang kerja nanti.
"Ooh ya,sebelum menikah aku akan mengajakmu periksa ke dokter. Memeriksakan kesehatan mu" ucap Hermawan menambahkan.
"ma....maksudnya?" tanya Sofia kurang paham maksud Hendrawan.
" Kesehatan organ reproduksi kamu. Setelah menikah aku ingin segera memiliki anak laki-laki" ucap Hendrawan berapi-api
" Maaf,saya akan mempertimbangkannya lagi. Mohon saya diberi waktu" ucap Sofia masih menunduk.
Sofia menangis sejadi-jadinya. Ia sempat melirik pria yang berada didepannya tadi. Umurnya kira-kira jauh 15th lebih tua dari Sofia. Namun mukanya seperti 30th nan.
Rasanya berbeda ketika bertemu dengan Hendrawan. Sofia sangat gugup,bahkan jantung nya berdetak begitu cepatnya. Tangannya mendadak dingin, lebih kaku tak bisa berucap apapun. Otaknya tidak bisa diajak untuk berfikir.
'Gila... ilmu apa yang digunakan om itu padaku. Apakah ini gendam atau semacam hipnotis? Entahlah.... Aku tak pernah seperti ini ketika bersama pria manapun' batin Sofia.
kini Sofia sudah kembali ditempat kerjanya dan menyelesaikan semua pekerjaan.
"Fi.... " ucap ibu Fia sambil menghampiri putrinya yang tiduran di kamarnya.
"Nggeh buk.." ucap Fia sambil menoleh.
\(iya Bu...\)
__ADS_1
" Gak maem disik nduk? tak sawang muleh kerjo awakmu langsung mlebu kamar" ucap ibu Fia lagi. \(Tidak makan dulu nak?ibu lihat pulang kerja langsung masuk kamar\)
"Fia capek buk..." ucap Fia malas.
"Nduk...ibuk tak ngomong.Ibuk wes tuo nduk... ibuk g iso bahagiakno awakmu Karo adikmu. Ibuk pengen awakmu urip bahagia. Nak Hendrawan wonge apik,ibadah e bagus... ibuk yakin wonge iso njogo awakmu nduk" ucap ibu sesenggukan menahan tangisnya nya.\(Nak...ibu mau bicara.Ibu sudah tua nak... Ibu tidak bisa membahagiakan mu dan adikmu.Ibu ingin kamu hidup bahagia. Nak Hendrawan orang nya baik, ibadahnya bagus... Ibu yakin orangnya bisa menjagamu nak\).
Melihat ibunya menangis Sofia tak kuasa melihat tangisan itu langsung memeluk ibunya.
"Ngapunten Fia buk.Fia mpun buruk sangka kaleh ibuk. Fia dereng saget bahagiakan ibuk. Fia cuma saget nyusahne ibuk" ucap Sofia sambil menangis tersedu\-sedu.\(Maafkan Fia Bu.Fia sudah buruk sangka dengan ibu. Fia belum bisa membahagiakan ibu. Fia cuma bisa menyusahkan ibu\).
"Nduk..." ucap ibu Fia sambil meraup kedua pipi Safia.\(nak...\)
" Pisan iki ae nurut karo ibuk... Sampeyan glem ya nduk nikah karo nak Hendrawan?" ucap ibu meyakinkan Safia.\(Sekali ini saja menurut dengan ibu.Kamu mau nikah dengan nak Hendrawan?\)
Safia hanya mengangguk pelan.Kini keduanya berpelukan sambil menangis tersedu\-sedu.
"Ibuk kayaknya habis liat drakor deh... sekarang nangis\-nangis jamaah sama mbak" ledek Wulan yang berdiri mematung dipintu.
"Bocah gemblung....kene tak jewer kupingmu" perintah ibu Fia sambil menjentikkan tangan memanggil Wulan.\(Anak nakal...sini saya jewer kuping kamu\).
Kini ketiganya berpelukan mesra dan tiba\-tiba tertawa\-tawa bersamaan.
Begitulah ibu selalu membujuk Safia dengan caranya sendiri. Dan Safia tak pernah bisa menolak keinginan ibunya ketika ibunya sudah menangis. Ditempat kerja mungkin Safia tergolong wanita cuek. Tak perduli dengan banyak bteman kerja pria yang selalu menggodanya. Bahkan mas Burhan yang santun,rajin ibadah pun tak bisa meluluhkan hatinya. Malah diluar dugaan pria beranak satu lah yang mulai menggetarkan hatinya. Yaa Allah.... apakah ini karma Mu karena aku selalu menolak semua pria yang selalu mencoba mendekati ku? Semoga dia takdir terbaik yang **KAU** berikan untuk ku. Aamiin.
Batin Safia lalu mulai memejamkan matanya menanti hari esok yang lebih baik.
Terimakasih reader yang Budiman... saya belum bisa kasih adegan-adegan kocak ya... soalnya masih dalam masa-masa pergoncangan batin Safia... maaf ya kalo ada kata yang mungkin kurang sesuai mohon dimaklumi adanyaπ
Dikarenakan author nya masih belajar...
__ADS_1
semoga suka yaaa πππ
kritik dan saran membangun silahkan diluapkan di kolom komentar ππππ