
Setelah kepergian Martin, Hermawan pergi ruang kerjanya. Sedangkan Fanesa lebih asik dengan laptopnya. Bibik ijin pulang karena ada acara keluarga. Hermawan heran,malam semakin larut tapi Safia tidak menyusulnya ke ruang kerjanya. Akhirnya Hermawan mencari Safia dikamar mereka.
" Sayang....apa kau sakit?" Hermawan menyentuh kening Safia.
" Nggak mas, mungkin aku kecapekan saja"
" Kapan waktunya kamu datang bulan?"
" Kenapa mas tiba-tiba tanya seperti itu?"
" Biar aku bisa kontrol diri saja,lagian biasanya kalo cewek lagi dapet suka ngamuk nggak jelas kan?"
" Iih kata siapa?" Kening Safia mulai mengkerut.
" Aku mulai hafal kebiasaan-kebiasaan cewek"
" Jangan sok tau,nggak semua cewek seperti itu"
" Masak?" Hermawan duduk dipinggiran kasur dekat Safia. " Kalau kamu gimana sayang?"
" Kalo aku bawaannya ngantuk,capek.... males. Jadi nanti kalau aku lagi dapet jangan minta aku masak ya mas...! Aku mau tidur seharian"
" Hahaha....sini aku gigit hidung kamu! Bisa-bisanya tiduran aja pas lagi menstruasi. Kamu mau godain aku ?"
" kok bisa?"
" Iya, aku selalu ingin bercinta denganmu sayang,jika melihatmu seperti ini" Hermawan tersenyum menggoda.
Safia berbalik membelakangi Hermawan. " Mas, maaf jangan untuk saat ini. Aku sedang tak ingin..."
" Safia,aku tak akan memaksamu untuk selalu melayaniku setiap saat. Tapi aku tak ingin kau menunda kehamilan mu"
Safia menoleh sambil mengernyitkan dahi " Lalu apa itu artinya?"
" Aku sangat merindukan buah hati, aku ingin kau melahirkan bayi laki-laki untuk ku"
" Tapi kalau anak kita nanti perempuan bagaimana?"
" Yaa kau harus berusaha lebih keras lagi untuk mengandung bayi laki-laki" Safia spontan melongo dibuatnya. Ia heran kenapa semua lelaki selalu berfikir seperti itu. Kenapa memiliki anak laki-laki menurut mereka adalah sebuah pencapaian yang luar biasa.
" Mas....jangan! Aaarrgh...! ssstttt.....aaah" Hermawan langsung membekap mulut Safia.
" Jangan buat Fanesa berfikir dirumah ini benar-benar ada kuntilanak ! Aawww.....! kenapa kau gigit tanganku"
" Aku tak akan seperti itu jika mas tak menggodaku terus" Safia mengerucutkan bibirnya.
" Jadi kau tergoda ya.....hahaha" Hermawan memulai serangannya kembali.
*tok .....tok....tok....
" Pa....aku lapar,bibik nggak ada didapur"
" Mas,udah cukup! kasihan Fanesa lapar,aku mau masakin nasi goreng dulu"
" Ya sudah nanti malam aku tunggu di kamar tamu"
" Kenapa harus di kamar tamu?"
" karena aku ingin melakukannya beronde-ronde dan aku ingin dengar desahan mu sayang"
" Mas...! kata-katanya itu lo...duh,minta disensor....!" Safia mencubit pinggang Hermawan.
" Aawww......sayang! haha"
" Papa.....!" Teriak Fanesa dari balik pintu.
*******
" kak, aku sudah bertemu wanita itu"
" Bagus...! kapan kau menyingkirkan wanita itu?"
__ADS_1
" Secepatnya,beri aku mobil !"
" Tentu... Apapun yang kau butuhkan pasti akan ku penuhi"
" Haha... ternyata kau berengsek sekali"
" Apa salahnya? Aku seperti ini karena ingin mempertahankan hak ku"
" Apa kau masih punya hak? Sedangkan pria yang kau cintai menyingkirkan mu !"
" Tutup mulutmu ! Kau hanya anak kecil yang tak tau apa-apa !"
" Hemmmttt....."
" Tak kan ku biarkan kau hidup bahagia dengan wanita manapun Hermawan...!"
******
" Sayang....masakan kamu memang yang terenak" puji Hermawan.
" Biasa saja mas... Toh ini juga nyontek di buku resep di google"
" Tapi ini beneran enak,mungkin karena sentuhan tangan mu jadi lebih nikmat"
" Papa mulai deh bucin...!" ledek Fanesa.
" Eh,mana bisa begini dibilang bucin?" Hermawan nampak tak terima.
Tiba-tiba nyonya Sanjaya datang menghampiri mereka.
" Pagi ...Sedang makan apa?"
" Ini mah, ada bubur ayam sama sayur capcay...."
" Tumben bibik masakannya macem-macem"
" Bukan ma,semua ini yg masak Safia"
" Bagaimana ma?"
" Lumayan..."
" Baiklah sayang,temani mama makan. Aku mau antar Fanesa kesekolah dan pergi kekantor"
" Baik mas" Hermawan menghampiri Safia,Safia pun mencium tangan Hermawan. Hermawan kemudian mencium kening Safia.
Tak lupa Hermawan berpamitan dengan mamanya dan mencium kening mamanya.
Setelah Hermawan dan Fanesa pergi,nyonya Sanjaya mulai menatap Safia tajam. Safia gugup dengan perlakuan mama mertuanya itu.
" Apakah sudah ada tanda-tanda kehamilan?"
Safia hanya menggeleng lemah.
" Apa kau tak pernah melayani anak ku dengan baik?"
" Tidak ma,bukan begitu..!"
" Lalu ? Bukannya kalian sudah program kehamilan?"
" Iya ma,tapi saya memang belum merasakan tanda-tanda apapun"
" Apa kau pakai alat kontrasepsi?"
" Tidak ma" Safia semakin takut.
" Kau masih muda, seharusnya bisa cepat hamil. Makanlah makanan yang bergizi,besok aku kirim buah kurma muda terbaik di Arab. Pasti tak lama lagi kau bisa hamil"
" Iya ma, terimakasih"
" Kau juga jangan terlalu capek,masak sebanyak ini apa tidak capek?"
__ADS_1
" Tidak ma,saya sudah terbiasa. Saya lebih capek lagi kalau tidak mengerjakan apapun"
" Ok,tapi jangan terlalu capek. Cepat beri aku cucu ! Aku kangen gendong bayi"
" Iya ma, terimakasih atas perhatiannya"
" Hemmmttt.... Berikan aku sayur capcay nya lagi !"
" Baik ma,saya ambilkan" Safia bersyukur mama mertuanya tidak sekejam yang ia fikirkan. Namun tuntutan ibu mertuanya untuk segera hamil sedikit membebani fikirannya. ' Kalau aku tak hamil juga bagaimana?' batinnya.
" Bik.... tolong bawakan aku segelas teh herbal seperti biasa. Aku tunggu di ruang keluarga"
" Baik nyonya"
Mama mertuanya pergi ke ruang keluarga. Safia masih termenung di meja makan. Fikirannya melayang tak tentu arah.
drrrrttttt..... drrrrttttt.....
Hape Safia bergetar. Yang tertera dilayar hape adalah nomor adiknya Wulan.
π Assalamualaikum....
π Walaikum salam mbak.... (teriak Wulan)
π Apasih...? bisa budhek kupingku ( Apasih? bisa tuli telingaku)
π Peh,gaya rek mbasan dadi wong sugeh ( duh,bergaya sekarang setelah menjadi orang kaya)
π Lambemu.... ( Bibirmu...)
π Nggak kangen to karo aku... ( nggak kangen ya sama aku)
π Nggak blas (nggak sama sekali)
π mbak,aku mari dikirimin hape sama mas Hermawan hehehe ( mbak,aku habis dikirimin hape sama mas Hermawan)
π kok iso? ( kok bisa?)
π ya kan mas Hermawan telpun aku,terus hapeku mati-mati. Pas aku di wa yo aku ngomong ae lak hape ku rusak ( waktu itu mas Hermawan menelfonku,terus hape ku mati. waktu aku di wa ya aku bilang saja kalau hape ku rusak)
π dasar....!
π aku kan gak njaluk mbak,tapi dikek i. Mosok rejeki ditolak...haha (aku kan nggak minta mbak,tapi dikasih. Masak rejeki ditolak..haha)
π ibuk mana?
π ibuk lagi ngurus toko baru mbak.
π Jangan bilang mas Hermawan lagi yang kasih!
π iyaaa siapa lagi?!
π kita juga udah pindah dirumah mbak yang dikasih mas Hermawan.
π Apa? maksudnya rumah...
π iya rumah yang dijadikan mas kawin untuk mbak lah....
Nyonya Sanjaya menghampiri Safia dengan tatapan sinis. " Telpun siapa kamu?!"
" Adik saya Wulan.." Safia langsung memutuskan percakapan nya ditelpon.
" Kau harus belajar menyetir mobil. Besok akan datang seseorang yang akan mengajarimu menyetir mobil"
" Apakah itu perlu ma?"
" Tentu,agar kau dengan leluasa bisa pergi arisan. Ingat,rubah cara berdandan mu dan mulailah bergaul dengan kaum sosialita"
" Sosialita?"
πΊπΊπΊπΊ
__ADS_1