INIKAH TAKDIRKU...

INIKAH TAKDIRKU...
6 Persiapan pernikahan


__ADS_3

πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Selamat pagi,siang,sore ataupun malam dimanapun sayang2 kuh pecinta novel tercintah.... Maafin ya beberapa hari nggak bisa aplud dikarenakan super super syibuk πŸ˜ͺapalah daya akika cuma seorang emak2 rempong yang masih ingin berkarya...😍


Mohon dukungannya dg cara like,komen n vote sebanyak-banyaknya yaaaaiii😍😍😘😘


Thank you 😘😘😘


Β 


Dipagi yang cerah seperti biasa Safia membantu ibunya didapur. Mulai dari memasak bahkan bersih \- bersih rumah semua Safia lakukan. Hari ini Wulan ada ulangan,jadi pagi \- pagi buta dia harus berangkat lebih awal. Sedangkan bapak Safia sehabis subuh sudah berangkat bekerja di pabrik gula. Musim giling gula merupakan hati \- hati yang sangat melelahkan untuk bapak Safia.



" Fia,ibuk budal disik. Ndek kandang arep ono vaksin. Ibuk repot banget Dino iki" ucap ibu Safia sambil memasukkan kotak bekal ke tas ibu. \(fia,ibu berangkat dulu. Dipeternakan ada vaksin. Hari ini ibu sibuk sekali \).


" Ibuk hati \- hati,jaga kesehatan. Hari ini dia diajak mas Hermawan beli kebaya buat acara besok" ucap Fia sambil membantu ibunya.


" Yawes ati \- ati,ibuk budal disik yo" ucap ibu sambil meninggalkan Safia. \(Yasudah hati \- hati,ibu berangkat dulu ya \).


Safia mencium punggung tangan ibunya dan mengantarkan ibunya sampai depan pintu rumahnya.


' Yaa...Allah,kapan aku bisa membahagiakan orang tua ku. Sudah cukup mereka sengsara seperti ini Ya Allah. Kalau dengan menikah dengan mas Hermawan bisa merubah kehidupan kami dan membuat orang tua ku bahagia,aku ikhlas....' batin Safia sambil berkaca \- kaca.



Tak lama setelah kepergian ibu datang sebuah mobil sedan mewah terparkir didepan rumah Safia.


' Sepertinya aku mengenali mobil itu' ucap Safia dalam hati.



Pada saat pengendara mobil itu keluar dan menghampirinya,Safia sedikit terkejut.


Bukan Hermawan yang diharapkan datang, melainkan seorang wanita cantik seumuran Hermawan.


" Maaf ada yang bisa saya bantu?" ucap Safia ramah.


" Tentu,kamu wanita yang akan dinikahi mas Hermawan?" tanya wanita itu dengan segala keangkuhan nya.


" Eh,iya..." ucap Safia gugup.


" Seharusnya kamu sadar diri,sebelum kamu terima tawaran menikah dengan mas Hermawan. Kamu tuh nggak selevel dengan kami. Miskin,tidak berpendidikan,dan kampungan....!! Atau.... kamu hanya mau menikah dengan mas Hermawan karena hartanya. Dasar picik..!! Tak kusangka orang miskin tetaplah orang miskin. Jangan harap kamu bisa jadi nyonya besar dikeluarga Hermawan...!!" ucap Karin angkuh.


" Maafkan saya kalau sikap saya menerima tawaran pernikahan ini melukai hati anda. Saya hanya ingin memenuhi keinginan orang tua saya. Bahkan sedikit pun saya tidak bermimpi menikah dengan orang kaya. Mohon anda mengerti posisi saya" ucap Safia meyakinkan.


" Huft ....gila,orang tua macam apa yang gila menjual anak nya demi kemewahan. apa kalian sudah benar \- benar bosan menjadi orang miskin hah?" ucap Karin sambil mendorong tubuh Safia.


" Maafkan saya jika kurang sopan dengan anda nyonya,saya rasa anda bisa pulang sekarang. Besok anda bisa kesini lagi ketika suasana hati anda sudah mulai membaik" ucap Safia sambil meninggalkan Karin.


__ADS_1


Karin tidak menyangka dengan ucapan yang diberikan Safia kepadanya. Hatinya benar\- benar mencelos. Entah apa yang dirasakannya saat ini. Merasa direndahkan,mungkin....


' Kurang ajar kau,jika aku tidak bisa mendapatkan mas Hermawan kembali... Kamupun tak boleh memilikinya' Batin Karin dalam hati.


Karin pun meninggalkan rumah Safia dengan amarah yang meledak \- ledak. Ingin rasanya Karin membakar rumah Safia. Tapi bukan saatnya,Karin akan melakukan apapun ketika dirinya mulai terpojok.


" Semoga aku tidak akan bertemu dengan mak lampir itu lagi" ucap Safia lemas.



Safia mulai menyalakan tv nya, mencoba menetralkan perasaannya. Tak pernah dia bayangkan kalau mantan istri Hermawan itu benar \- benar menakutkan.


Β ' Baru jadi calon istri udah disamperin kerumah, gimana kalo jadi istri beneran... Bisa \- bisa jambak \- jambakan tiap hari' batin Safia.


" Maaf nona Safia,saya ditugaskan pak Hermawan untuk mengantar anda ke butik untuk fitting baju pengantin" ucapan pak sopir tiba \- tiba mengagetkan Safia.


" Ooh,iya.... mas Hermawan nya kemana pak?" ucap Safia bingung mencari keberadaan Hermawan.


" Pak Hermawan hari ini sibuk sekali, sehingga tidak bisa mengantarkan nona ke butik" ucap pak sopir menjelaskan.


" Baiklah pak,mari kita berangkat" ucap Safia sambil meraih tas selempang dimeja.



Didalam mobil Safia diam seribu bahasa. Didalam benaknya muncul berbagai pertanyaan yang membuat nya sedikit pusing.


' Apa aku batalkan saja pernikahan ini? Apa aku sanggup mengikuti pola hidup mereka? Aku hanya seorang anak buruh pabrik gula...' batin Safia sedikit ngilu.


" Terimakasih pak" ucap Safia sambil melangkahkan kaki keluar dari mobil. Sejenak dia memandangi sebuah butik didepannya.


' Masyaallah... seperti mimpi saja aku bisa membeli baju dibutik ini' ucap Safia dalam hati. Ketika Safia memasuki butik tersebut disambut oleh seorang wanita cantik.



" Selamat datang dibutik kami nona Safia, silahkan masuk..." ucap penjaga butik ramah.


Safia pun diarahkan ke sebuah ruangan private.



![](contribute/fiction/780363/markdown/dc6ab509/1592361957331.jpg)



" Silahkan tunggu,kami akan membawa beberapa contoh baju pengantin terbaik dibutik kami" ucap penjaga butik dengan tersenyum ramah.


Tak lama berselang ada beberapa penjaga butik lain membawa 10 lebih contoh gaun pengantin. Safia pun terperanjat melihat betapa bagus dan mewahnya gaun \- gaun tersebut.



![](contribute/fiction/780363/markdown/dc6ab509/1592361957339.jpg)

__ADS_1



" Saya ingin gaun yang berhijab" ucap Safia gugup,betapa bingung nya ia harus memilih.


" Ini silahkan, kami memiliki 4 gaun pengantin berhijab terbaik" ucap seorang penjaga butik.


" Aku pilih ini saja" ucap Safia dengan mata berbinar.


" Hanya ini nona? Apakah nona sudah memiliki pilihan dibutik lain untuk acara resepsi?" ucap seorang pegawai butik kepo.


" Tidak,kami hanya ijab qabul dimasjid saja" ucap Safia singkat.


" Baiklah nona, silahkan keruang ganti... saya bantu" ucap seorang pegawai. Safia pergilah keruang ganti. Tak lama kemudian dia keluar menggunakan gaun tersebut dan bercermin.



![](contribute/fiction/780363/markdown/dc6ab509/1592361957341.jpg)



" Anda terlihat sangat cantik nona" ucap seorang perempuan.


" Terimakasih,saya mau ini saja..." ucap Safia ramah.


" Baiklah nona,kami akan mengantarnya nanti sore" ucap seorang pegawai.


" Terimakasih,kalau begitu saya permisi dulu" ucap Safia sambil tersenyum dan melangkah pergi meninggalkan butik.



" Nona,Nyonya besar Sanjaya ingin bertemu dengan anda di restoran" ucap pak sopir sambil membuka pintu mobil untuk Safia.


" Baik pak,antar saya menemui ibu Sanjaya" ucap Safia sambil tersenyum ramah.



Sesampainya di restoran yang dituju, pak sopir mengantarkan Safia menemui calon ibu mertuanya. Tak terasa tangan Safia dingin membeku,ia sangat gugup. Apa yang akan ia jawab jika nanti calon mertuanya itu bertanya macam-macam dengan nya.


" Silahkan nona,ini Nyonya besar Sanjaya" ucap pak sopir.


Setelah mendengar suara dua pasang kaki mendekati tempat duduk nya, Nyonya Sanjaya langsung menoleh.


" Hai.....calon mantu, silahkan duduk"


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


***Maafkan saya yang telat up ya say....πŸ™


karena berbagai kesibukan yang mendera.


Jangan lupa untuk vote,like,komentar...trmkshπŸ™

__ADS_1


Sebagai hadiah yang sudah vote akan saya kasih bom like oke😘😍***


__ADS_2