INIKAH TAKDIRKU...

INIKAH TAKDIRKU...
63 Harta Bukalah Segalanya


__ADS_3

" Riyaaann.... bagaimana keadaan mantu ku? nyonya Sanjaya datang sambil tergopoh-gopoh disusul ibu Safia.


" Tidak apa-apa Tante,hanya kelelahan dan sedikit setres saja" jawab Riyan santai.


" Syukurlah...." nyonya Sanjaya sedikit lega.


" Ma,aku mau nemenin Safia,mama bisa lanjutin acaranya"


" Nggak bisa gitu her,kamu yang harus memecahkan kelapa cengkir gading itu. Kamu kan bapaknya" nyonya Sanjaya ngotot.


" Nak Hermawan,biar ibuk saja yang menunggu Safia" kata ibu Safia mencoba menenangkan Hermawan.


" Iya her, mbak besan saya nitip anak mantu saya sebentar ya..." nyonya Sanjaya menepuk-nepuk bahu ibu Safia.


" nggeh mbak,"


" Ayo her..." nyonya Sanjaya menarik tangan Hermawan agar segera keluar dari kamar tamu.


🌹🌹🌹🌹


Kembali ke acara...


Nyonya Sanjaya nampak antusias dengan acara 7 bulanan menantunya. Acara dilanjutkan kembali, Hermawan sudah membawa dua buah kelapa cengkir gading. Seseorang pria menyerahkan sebuah golok pada Hermawan.


" Ayoo her,pecahkan yang bergambar Arjuna...biar anak mu laki" teriak seorang wanita paruh baya.


Hermawan hanya tersenyum santai. Hermawan mengambil sebuah kelapa bergambarkan Srikandi,dengan mengucapkan bismillah ia mengayunkan golok itu ke arah kelapa, namun meleset. Ia mencobanya kembali namun tidak pas pada tengah kelapa.


Nyonya Sanjaya memberi interupsi dengan gerakan tangan agar Hermawan memecah kelapa yang bergambar Arjuna. Akhirnya Hermawan pun menurut. Sekali mengayunkan golok kelapa itu langsung terbelah menjadi dua. Semua tamu bersorak gembira.


Hermawan nampak terkejut melihat kelapa yang terbelah sempurna adalah kelapa bergambar Arjuna.


" Her.... selamat ya...anakmu pasti laki-laki" paman Hermawan langsung memeluk Hermawan.


" Semoga anak dan istriku sehat paman..."


" Tentu... hahaha,keren...! kamu memang lelaki sejati" para saudara Hermawan berkumpul mengelilingi Hermawan. Mereka saling memuji silih berganti. Ada yang melempar candaan,ada pula yang saling mengejek. Dan merekapun tertawa bersama.


Keluarga besar Safia berkumpul satu meja. mereka enggan bergabung dengan keluarga Hermawan karena merasa berbeda kasta. Keluarga Hermawan kebanyakan pengusaha. Sedangkan keluarga Safia hanyalah buruh pabrik. Bahkan ada yang menjadi pembantu rumah tangga. Keluarga Safia merasa insecure melihat keluarga Hermawan.


" Ayo....ayo....silahkan,rujak buahnya....dawet ayu nya juga ada...silahkan"


" Maaf nyah...boleh saya minta satu gelas dawet ayu untuk Safia..." sapa bapak Safia gugup.


" Ooh iya mas besan silahkan,bawakan juga buat mbak besan ya..." nyonya Sanjaya namapak begitu ramah dengan bapak Safia.


" Nggeh matur suwun mbak besan" Kata bapak sambil membawa sebuah nampan berisi 3 gelas es dawet ayu dan 2 buah mangkuk rujak buah dan 1 mangkuk rujak serut.


" Mari pak saya antar ke kamar nyonya Safia" Seorang wanita muda berseragam menghampiri bapak Safia.


Sambil berjalan bapak Safia memperhatikan wanita muda yang mengantarkan nya kekamar Safia.

__ADS_1


" Mbak ini cantik sekali,mbak kerja dimana?" tanya bapak penasaran.


" Saya bekerja sebagai pembantu pak dirumah tuan Hermawan"


" opo? ayu-ayu dadi pembantu?"


Wanita itu tersenyum malu. " Iya pak,semenjak nyonya hamil...tuan menambah jumlah pembantu dirumah ini"


Ceklek....


Wanita muda itu membukakan sebuah kamar yang cukup luas. Bapak akhirnya masuk dan melihat anak dan istrinya sedang berbincang.


" Weeehhh anak e bapak seng ayu Dewe kenek opo nduk mau?" Sapa bapak Safia.


* wah,anak bapak yang cantik sekali apa yang terjadi tadi nak?*


" Mboten nopo-nopo pak,cuma nggliyeng sekedik" jawab Safia sambil menghirup minyak kayu putih.


* tidak apa-apa pak,cuma pusing sedikit*


" wes nduk ndang istirahat...jarno pak mu,tinggalen turu ae" kata ibu ketus.


*sudahlah nak istirahat lah...biarkan saja bapak mu,tinggalin tidur saja*


Safia hanya tersenyum melihat tingkah kedua orangtuanya yang nggak pernah akur jika pergi keluar. Si ibu yang cemburuan kalau bapak ngobrol sama cewek-cewek. Si bapak dengan cueknya berlagak sok akrab dengan semua orang.


" Beh nduk,morotuamu jek ayu tenan. Malah pembantumu...giendeng...ayu-ayu. Ngene carane aku krasan urip neng omahmu" celoteh bapak.


" Ngawur... wes tuwek i wayae eleng umur" ledek ibu Safia.


* ngawur.... sudah tua seharusnya ingat usia*


Bapak hanya tertawa kecil,karena istrinya masih cemburuan.


" Pak, Wulan teng pundi...?" tanya Safia penasaran. Sejak pagi Wulan tidak nampak sama sekali.


*pak,Wulan dimana?*


Bapak hanya mengangkat bahunya tidak tahu.


" Nggak usah dipikir, cah kui mesti kelayapan lak eruh wong ganteng. Ibuk mau nyawang bocahe amor bocah-bocah seng noto sego"


* jangan terlalu difikirkan, anak itu selalu saja kelayapan kalau melihat laki-laki tampan. Ibu tadi melihat anak nya bersama anak-anak yang menata makanan*


" ooh,anak catering..."


" Permisi...." seorang wanita cantik nan modis membuka pintu kamar yang dihuni Safia.


Safia,ibu dan bapak Safia serentak menatap wanita itu dengan tatapan terpesona.


Wanita itu berjalan mendekati Safia. " Maaf bolehkan saya berbicara dengan Safia empat mata?"

__ADS_1


Bapak dan ibu saling bertatapan.


Safia mengenggam tangan ibuk," Buk...tolong ajak keluar bapak sebentar..."


Ibu mengangguk,tanda mengerti. Ibu langsung menggandeng bapak keluar dari kamar safia.


" Hai... kenalin,aku Susi....istri mas Antony" Susi mendekati Safia dan duduk di samping ranjang Safia.


" E....Hay..."


" Mungkin kamu belum mengenalku dengan baik,maaf... sewaktu pernikahan mu aku dan mas Antony harus ke Singapura mengunjungi ibu mertuaku"


" I...iya..."


" Safia...boleh aku menyentuh perutmu?"


" Tentu..."


Susi mengelus perut Safia. Susi merasakan ada sesuatu yang bergerak-gerak di dalam perut Safia. Susi pun tersenyum.


" Pasti sangat menyenangkan bisa hamil sepertimu"


" Iya Alhamdulillah... dulu,aku sempat keguguran. Tapi Alhamdulillah... Allah memberi kami kesempatan kembali" kata Safia sambil mengelus perutnya.


" Kenapa takdir sangatlah tidak adil padaku?" wajah Susi mulai berubah sendu.


" Allah selalu tau yang terbaik untuk umatnya mbak"


" Tetapi kenapa tidak denganku?"


" Mungkin karena mbak tidak menyadarinya saja"


" Cih...sok tau kamu! sekarang jawablah jujur..! Sejauh apa hubungan mu dengan mas Antony?"


" Maksud mbak apa? kami tidak punya hubungan apa-apa. Kami hanya bertemu beberapa kali, itupun karena tidak sengaja"


" oh ya? Lalu anak siapa yang ada dalam kandunganmu itu?"


" Anak?" Safia menatap perutnya. " Tentu saja anak ku bersama mas Hermawan"


" Apa kamu tidak bohong?" Susi mendekatkan wajahnya ke wajah Safia.


" Mbak... tentu saja. untuk apa aku membohongi mbak,"


" Banyak wanita yang ingin mendekati mas Antony,karena kemapanannya, ketampanannya dan garis keturunan nya bagus. Siapapun yang menjadi istrinya akan terjamin kehidupannya sampai 7 turunannya"


" Maksud mbak datang kesini apa? Aku bukanlah wanita yang gila harta seperti yang mbak bayangkan. Harta bukanlah segalanya mbak... Aku sangat mencintai mas Hermawan,tidak ada tempat untuk pria lain dihatiku" Safia mulai meneteskan air mata.


" Ooh ya...?"


🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2