INIKAH TAKDIRKU...

INIKAH TAKDIRKU...
54 Kontraksi


__ADS_3

" Fia sayang...kamu nggak papa nak? Apa tubuhmu ada yang terluka?" nyonya Sanjaya melihat tangan,kaki,kepala Safia apakah terluka.


" Nggak papa ma,cuma perutku tiba-tiba kram" Safia meringis memegangi perutnya.


" Ooh Tuhan...." nyonya Sanjaya panik lalu mengambil handphone di tasnya.


Tok...tok...tok...


Terdengar sebuah ketukan dijendela mobil sebelah nyonya Sanjaya.


Nyonya Sanjaya membuka jendela mobil nampak pak sopir cemas.


" Ada apa?" bentak nyonya Sanjaya.


" Maaf nyonya,ban mobilnya pecah... saya harus mencari bengkel terdekat untuk mengganti ban mobil"


" Dasar sopir nggak pecus,gimana bisa ban mobil mewah pecah? kamu itu...." ucapan nyonya Sanjaya terputus karena Safia meremas pergelangan tangan nyonya Sanjaya.


" Ma... sudahlah...." kata Safia lemah. Matanya mulai terpejam dan akhirnya Safia tak sadarkan diri.


" Fia....kamu kenapa sayang? fia...!" nyonya Sanjaya menepuk-nepuk pipi Safia namun Safia tak meresponnya. " Yaa Tuhan.....aku harus gimana?" nyonya Sanjaya panik,tanpa ia sadari ia mulai menangis.


Nyonya Sanjaya keluar dari mobil. Ia mencoba menghentikan mobil yang berlalu-lalang disekitar mobilnya. Tiba-tiba sebuah mobil sedan mewah berhenti didepan nyonya Sanjaya. Mobil itu membuka jendelanya,seorang pria tampan memakai jas dan berkacamata hitam menoleh. Pria itu membuka kacamatanya.


" Bibik....ada yang bisa aku bantu?"


" Hiks....hiks....hiks...Antony tolong bibik..." nyonya Sanjaya menangis sesenggukan.


" Apa yang terjadi bik?" Antony mengerutkan dahinya bingung.


" Sa....Safia pingsan,tadi...tadi dia bilang perutnya sakit" nyonya Sanjaya berkata dengan suara tercekat.


Antony langsung melepaskan seatbelt nya dan segera keluar dari mobilnya. Ia menghampiri mobil nyonya Sanjaya. ia seorang wanita hamil tergolek lemas dibangku belakang sopir. " Bik...aku akan pindahkan Safia ke mobilku dan kita bawa ke rumah sakit segera..."


" I...iya...hiks...hiks..."


Antony langsung membopong tubuh Safia dan memindahkannya kedalam mobilnya. Nyonya Sanjaya ikut masuk kedalam mobil Antony. Dalam perjalanan nyonya Sanjaya tak berhenti menangis. Ia takut jika harus kehilangan cucu sekaligus menantunya itu.


" Cepetan nyetirnya Antony....!" Nyonya Sanjaya menggoyang-goyangkan bahu Antony.


" Tenanglah bik,menantu bibik akan baik-baik saja"


Setelah menempuh perjalanan 15menit akhirnya sampai juga di rumah sakit terdekat. Antony kembali menggendong tubuh Safia masuk ke dalam ruangan UGD.


" Maaf bapak,ibu....tolong menunggu diluar sebentar. Dokter akan segera memeriksa keadaan nyonya" Seorang suster mengarahkan Antony dan nyonya Sanjaya keluar dari ruangan UGD.


" Ton....gimana ini,bibik takut terjadi sesuatu dengan cucu dan menantu bibik..."


" Tenanglah bik,Safia pasti akan baik-baik saja" Antony memeluk tubuh nyonya Sanjaya.

__ADS_1


Satu jam berlalu, akhir nya seorang dokter keluar dari ruangan UGD. Seorang suster nampak berkata sedikit keras memanggil keluarga pasien.


" Maaf dengan keluarga nyonya Safia Larasati"


" Iya saya sus..." Nyonya Sanjaya menghampiri seorang suster yang berdiri di ambang pintu UGD. " Bagaimana dengan keadaan menantu juga cucu saya?"


" Silahkan langsung keruangan dokter,nyonya bisa ke ruangan sebelah ruangan UGD. Dokter sedang menunggu di ruangan"


" Terimakasih sus..." Nyonya Sanjaya berserta Antony segera keruangan dokter yang terletak disebelah ruangan UGD.


Tok....tok...tok...


" Permisi...." nyonya Sanjaya mendorong pintu dihadapannya.


" Silahkan nyonya,tuan..." Seorang dokter pria sedang duduk dan membolak-balik berkas dihadapannya"


" Dok.... bagaimana keadaan menantu dan cucu saya?"


Dokter nampak menghela nafasnya. " Nyonya Safia baik-baik saja. Namun,goncangan yang cukup keras pada nyonya Safia mengakibatkan janin dalam kandungan nyonya Safia sedikit stres. Hingga mengakibatkan kontraksi dini. Namun nyonya jangan khawatir....kami berhasil mempertahankan janin ibu Safia agar tidak terlahir prematur" dokter menjelaskan.


" Yaa Tuhan.... terimakasih" nyonya Sanjaya begitu terharu.


" Silahkan bapak anda menandatangani berkas-berkas perawatan istri bapak" dokter menyerahkan sebuah berkas pemeriksaan Safia ke hadapan Antony.


Antony menatap berkas itu tanpa berkata sepatah katapun.


" Ooh,maaf..." dokter itu memindahkan berkas itu ke hadapan nyonya Sanjaya.


Setelah selesai tanda tangan,nyonya Sanjaya menyerahkan kembali berkas tersebut pada dokter.


" Terimakasih nyonya, sekarang nyonya safia sudah dipindahkan ke ruang perawatan VIP melati di lantai 2. Nyonya Safia harus istirahat total,saya harap...nyonya bisa menjaga nyonya Safia agar tidak setres supaya tidak terulang kontraksi dini kembali"


" Baik dok, terimakasih...! kami permisi dulu dok..."


" Silahkan....!"


Nyonya Sanjaya dan Antony menyusuri lorong menuju kamar inap Safia. Ini bukan kali pertama Safia dirawat dirumah sakit. Nyonya Sanjaya sangat sedih dengan apa yang menimpa menantu nya saat ini. Ia merasa ini semua kesalahannya karena mengajak Safia senam ibu hamil.


" Bibik... sudahlah,jangan bersedih lagi...!! Safia sudah baik-baik saja" Antony mencoba menenangkan nyonya Sanjaya.


" Ton...coba bibik tadi tidak mengajaknya keluar, mungkin ini tidak akan terjadi" Nyonya Sanjaya meneteskan air mata.


" Tidak bik,semua karena kecelakaan... bukan salah bibik. Jangan menyalahkan bibik, sekarang bibik fokus agar Safia tidak setres"


" Iya... terimakasih ton, untung ada kamu" Nyonya Sanjaya mengelus lengan Antony.


" Iya bik... sama-sama. Ayo kita masuk...!"


" Sebentar,bibik mau telpun Hermawan dulu"

__ADS_1


" Iya bi,saya tunggu didalam..." Antony masuk ke dalam kamar inap Safia.


Nyonya Sanjaya hanya tersenyum. Ia mengambil handphone ditasnya dan segera menghubungi Hermawan putranya.


πŸ“žπŸ‘¨ : " Halo ma..."


πŸ“žπŸ‘΅ : " Her, datanglah ke rumah sakit Islam Surabaya sekarang"


πŸ“žπŸ‘¨ : " Ada apa ma? Apa yang terjadi?"


πŸ“žπŸ‘΅ : " Safia masuk rumah sakit,tadi dia sempat kontraksi lalu pingsan"


πŸ“žπŸ‘¨ : " Lalu sekarang gimana keadaan Safia ma? Aku belum bisa kesana,aku masih diruang rapat. Mungkin rapatnya akan selesai 2 jam lagi"


πŸ“žπŸ‘΅ : " nggak papa her,mama akan nemenin Safia di rumah sakit"


πŸ“žπŸ‘¨ : " Makasih ya ma... Aku lanjut dulu rapatnya"


πŸ“žπŸ‘΅ : " iya...,"


Nyonya Sanjaya mematikan panggilannya bersama putranya laku masuk ke kamar inap Safia.


" Ton....apa kamu tidak ke kantor?" nyonya Sanjaya duduk disofa samping Antony.


" Aku sudah menghubungi asisten ku bik, tenanglah...aku bisa menemani bibik seharian disini"


" Kamu baik sekali,pasti Hermawan selama ini salah paham padamu Antony"


Antony hanya tersenyum.


" Maafkan Hermawan ya Antony, kalian jangan lagi bermusuhan. Bersahabat lah dengan baik dengan Hermawan kembali..." nyonya Sanjaya menggenggam erat tangan Antony.


" Tentu bik..." Antony tersenyum kembali.


Antony POV


Bibik....tidakkah kau tau sebesar apa kebencian ku pada putramu? Semua tak kan semudah itu terlupakan bik... Antony tersenyum getir dalam hati.


Dihatiku masih begitu sakit, mengingat masa lalu Hermawan telah menghamili kekasihku hingga kekasihku bunuh diri. Itu semua sungguh tidak adil bagiku. Entah mengapa, Hermawan selalu saja bisa menemukan kebahagiaannya setelah aku hancurkan.


Aku tidak akan terima semua ini. Lihatlah Hermawan Sanjaya,wanita dihadapanku ini akan ku rebut seperti Karin dulu. Hingga kamu akan kembali merasakan sakit yang sama kembali. Sampai akhirnya kau bosan mencari kebahagiaan mu dan kau menyerah dengan kehidupan ini.


🌺🌺🌺🌺


*Weleeeehhh..... jahat e mas Antony,ganteng2 Ojo jahat2 to mas... entar mbk netijen jadi benci loh sm mas....,!


Buat mbak netijen semua,yang masih setia dengan karya saya.... terimakasih!


i love you all 😘*

__ADS_1


__ADS_2