
" Bukan,ini bukan bayi kamu mas...!"
" Cepat atau lambat dia akan menjadi bagian hidupku"
" Enggak,nggak boleh....! ini bayiku bersama mas Hermawan!"
Antony tersenyum sinis. " Kenapa nggak boleh? aku saja merelakan anak ku diasuhnya. Kenapa dia tidak rela? anggap saja kita bertukar anak"
" Apa maksud mu mas?" teriak Safia.
" Apa kamu belum tau juga? sebenarnya Fanesa adalah anak kandung ku! Apa Hermawan tidak memberitahumu? Atau selama ini dia tidak tau?!"
Safia terkejut mendengar pernyataan Antony yang sangat mengejutkannya.
" Kamu bohong mas...!"
" Apa kamu pikir hasil tes DNA dari dokter adalah rekayasa belaka?"
Safia menggelengkan kepalanya tidak percaya.
" Setelah kamu melahirkan,aku akan memboyong mu ke Jepang. Kita akan hidup bahagia disana"
" nggak mas,aku nggak mau...!"
" Mau atau tidak,aku tidak perduli! Sekarang kamu hanyalah milik ku!"
" Enggak mas...! enggak....! Aaaaaaaaaarrrggghh.........!" Safia berteriak sekuat tenaganya sambil menutupi kedua telinganya.
Antony bingung melihat reaksi Safia yang diluar dugaan.
" Aaarrgh......" Safia terus menjerit dan membuang apapun yang berada didekatnya.
Antony mundur ketakutan, ia tidak menyangka Safia akan mengamuk seperti ini.
" Tu-tuan..." Tiba-tiba Meri datang bersama beberapa orang pria.
Antony melihat ditangan Meri membawa sebuah jarum suntik.
" Lakukan sekarang....!"
" Ba-baik tuan...!
Meri segera mendekati Safia,beberapa orang memegangi tangan Safia. Dengan secepat kilat Meri langsung menyuntikkan obat penenang pada lengan Safia. Awalnya Safia meronta-ronta,namun tenaganya berangsur melemah dan akhirnya matanya terpejam.
" Maaf tuan,sampai kapan nyonya seperti ini?"
" Sampai dia melahirkan,setelah melahirkan kita akan pindah ke Jepang. Dikepang aku akan mencarikan dokter terbaik untuknya"
Antony pergi keluar dari kamar safia. Diluar kamar sudah berdiri susi sambil mengusap air matanya. Awalnya Antony terkejut dengan keberadaan Susi yang secara tiba-tiba memergokinya bersama Safia. namun secepat kilat ia berusaha bersikap biasa saja.
" Sedang apa kamu disini?"
" Sedang memperhatikan mantan suami ku menyiksa istri orang yang sedang hamil besar" kembali Susi mengusap air matanya.
" Apa maksudmu? jangan mencari masalah dengan ku...!"
__ADS_1
" Awalnya aku beranggapan istri Hermawan yang ini sama dengan dulu,pada akhirnya terbuai dengan harta mu. Namun aku salah,dia begitu setianya pada suaminya. Kamu JAHAT....!!" Susi berkata-kata dengan penuh penekanan.
" Aku pikir kau sudah mengenalku dengan baik Susi,ternyata tidak sama sekali" Antony pergi meninggalkan Susi begitu saja.
" Mas...! Sejak dulu aku nggak pernah melarang mu berhubungan dengan wanita mana pun! Tapi kenapa harus istri orang,hah?!"
" Karena itu menarik...!" Antony tersenyum sambil menuang sebuah minuman beralkohol kedalam gelasnya.
" Menarik? Menurut mu menarik menyiksa dua orang hingga mereka gila bersamaan?"
" Apa maksudmu dua orang?" Antony langsung berbalik dan menatap Susi tajam.
" Iya, dia adalah Safia dan Hermawan. Tega sekali kamu mas...!"
Pyaar......
Antony membanting gelas yang berisi alkohol ditangannya kelantai.
" Tega kamu bilang? Lalu apa yang dilakukan Hermawan padaku tidak lebih kejam? Pernikahan ku tinggal menghitung hari... dia malah menghamili tunangan ku lalu membunuhnya. Apa itu tidak lebih kejam?"
" Bukankah polisi sudah membuktikan kalau Vita benar-benar bunuh diri? kenapa kamu masih saja menyalahkan Hermawan?"
" Bisa saja ini siasat nya agar tidak dihukum dengan berat...!"
" Lalu apakah kau tau siapa ayah biologis anak yang dikandung Vita?"
" jelas itu Hermawan,karena Vita menyukainya. Siapa lagi kalau bukan Hermawan?"
" Kamu salah besar...! Pria itu adalah Heru Purnomo, pria pemilik kebun apel terbesar dimalang"
" Omong kosong! dari mana kamu tau?"
" Dari buku diary Vita yang tertinggal di apartemen ku"
Antony kembali membelakangi Susi. Wajah nya berubah memerah, matanya memancarkan amarah yang begitu membara.
" Awalnya Vita ingin berterus terang padamu. Namun dia tidak tau harus mulai darimana. Ketika Vita menghubungi pria itu,pria itu justru menyuruh Vita untuk menggugurkan kandungan nya. Vita bigung harus melakukan apa. Pria itu sudah memiliki istri dan anak. Makanya dia tidak mau bertanggung jawab" Susi menangis terisak-isak sambil menceritakan masa lalu yang terjadi pada vita, saudara sepupunya.
Antony pergi meninggalkan Susi yang masih menangis sendirian. Hati Antony begitu hancur mendengar pengakuan Susi. Ia tidak menyangka bahwa Vita menghianati nya. Tapi Antony tidak begitu saja mempercayai pengakuan Susi. Ia akan berusaha mencari tahu dengan caranya sendiri.
📞 Antony : " cari tahu orang yang bernama Heru Purnomo. Siapa dia,dan siapa saja wanita yang pernah berhubungan dengannya"
📞 👦. : " Baik bos,"
Antony memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan villa mewahnya. Sedangkan Susi akhirnya kembali kesurabaya malam itu juga. Ia tidak sabar ingin segera memberitahu Hermawan dimana keberadaan Safia sekarang.
❤️❤️❤️❤️
Dirumah Hermawan
Sejak kemarin nyonya Sanjaya sengaja mengurung Hermawan dirumah. Segala pekerjaan kantor dihandle oleh orang kepercayaan Hermawan. Dari pagi hingga malam nyonya Sanjaya sibuk menelepon orang suruhannya. Sedangkan Fanesa bingung tidak tau harus berbuat apa. Ia hanya bisa memandang Omanya yang sibuk menelepon dan papanya yang sibuk melamun.
" Mbak yu..." bibik Veronika memberi kode nyonya Sanjaya agar dia memperhatikan putranya yang sedang melamun.
" Her...! pergilah kekamar untuk tidur"
__ADS_1
" Aku belum ngantuk ma"
" Mama bilang masuk kamar...!"
" Ma...!"
" permisi nyonya besar,tuan... ada nyonya Susi yang ingin bertemu" Seorang pelayan wanita menghampiri nyonya Sanjaya.
" Malam-malam begini apa tidak ada hari esok?"
" Ma,mungkin Susi sudah tau dimana Antony membawa Safia ma"
" Suruh dia masuk bik..."
" Baik nyonya..." pelayan itu pergi keluar rumah untuk memanggil Susi agar masuk kedalam rumah. Tidak lama kemudian Susi pun masuk dengan tergesa-gesa.
" Maaf her,Tante... malam-malam begini saya datang untuk bertamu"
" Ingat ya, aku nggak mau denger kabar buruk darimu!" sindir nyonya Sanjaya.
" mbak yu..." bibi Veronika menengahi.
" Saya sudah tau dimana Antony membawa Safia Tante"
" Dimana...? katakan Susi!" Hermawan langsung bersemangat.
" Dimalang, ini alamat nya" Susi menyerahkan secarik kertas pada nyonya Sanjaya.
" Bagaimana keadaan istriku Susi?"
" Dia..."
" Dia pasti baik-baik saja. Antony pasti menjaganya dengan baik. Sudah cepat tidur, besok kita berangkat pagi" Nyonya Sanjaya segera menyerobot pembicaraan.
" Kenapa tidak sekarang saja ma...!" bujuk Hermawan.
" Mama bilang besok ya besok!" nyonya Sanjaya melotot.
" Saya permisi pulang dulu tante, Hermawan"
" Ini sudah malam,apa tidak sebaiknya kamu menginap saja disini" bujuk bibik Veronika.
" Benar Susi,besok pagi-pagi saja kamu kembali ke apartemen mu" imbuh nyonya Sanjaya.
" Tapi Tan..."
Bibik Veronika langsung menggandeng tangan Susi agar masuk ke dalam kamar tamu untuk beristirahat.
" Ma,aku ingin lihat kertas yang diberikan Susi tadi"
" Tidak, sebelum besok pagi mama tidak akan memberikan alamat ini padamu! ayo sayang kita tidur..." nyonya Sanjaya menggandeng tangan Fanesa mengajak nya untuk tidur bersama dikamarnya.
"Tapi ma...."
❤️❤️❤️❤️❤️🌺🌺🌺❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
terimakasih 😘 jangan lupa like nya❤️