INIKAH TAKDIRKU...

INIKAH TAKDIRKU...
77 Mengamati situasi


__ADS_3

" Hancurkan dia....!"


Antony kembali masuk kedalam villanya. Ke 4 anak buah Antony langsung mengeroyok Hermawan hingga tidak berdaya. Awalnya Hermawan sempat mengimbangi permainan dan gerakan mereka. Namun mereka menyerang Hermawan secara bersamaan hingga membuat Hermawan kewalahan.


" Stooooppp....!! Hentikan...!!" Nyonya sanja keluar dari mobilnya dan berlari menghampiri Hermawan yang sudah tersungkur dengan luka babak belur di sekujur badan.


Melihat kedatangan nyonya Sanjaya,anak buah Antony kembali masuk kedalam villa Antony. Nyonya Sanjaya menangisi keadaan Hermawan yang sudah babak belur itu.


" Her....kenapa kamu kesini sendirian?!" nyonya Sanjaya menangis sesenggukan.


Sopir nyonya Sanjaya menghampiri Hermawan lalu memapah Hermawan masuk kedalam mobilnya. Nyonya Sanjaya membawa kembali Hermawan ke Surabaya untuk melakukan pengobatan pada luka-lukanya.


Selama diperjalanan nyonya Sanjaya terus saja menangisi keadaan putranya. Ia tidak sengaja Antony tega menyakiti putra kesayangannya. Setelah tiba dirumah sakit, Hermawan segera dirawat secara intensif oleh pihak rumah sakit.


Setelah masuk UGD,tidak lama kemudian Hermawan sudah diperbolehkan pindah kekamar inap pasien. Sebenarnya Hermawan diperbolehkan rawat jalan. Namun ketakutan nyonya Sanjaya yang berlebihan, akhir nya dokter mengijinkan Hermawan untuk menginap dirumah sakit.


" Ma, kenapa mama menghentikan ku untuk membawa Safia pulang?"


" Apa kamu mau bunuh diri? kalau saja mama nggak segera datang,mama nggak tau lagi apa yang terjadi padamu berikutnya"


" Ma..."


" Cukup! Mama hanya punya kamu! Mama nggak tau apa yang terjadi pada mama kalau kamu nggak ada!" nyonya Sanjaya masih saja terus menangisi anaknya yang sedang terbaring di ranjang pasien.


" Aku juga nggak tau apa yang terjadi pada diriku kalau aku kehilangan anak dan istriku ma..." Hermawan menundukkan kepalanya sedih.


Nyonya Sanjaya mendekati putranya,lalu mengenggam erat tangan Hermawan.


" Mama janji akan bantu kamu,tapi bukan dengan cara ceroboh seperti ini. Kita harus merencanakan semuanya dengan matang"


" Ma.... aku takut semakin lama Safia bersama Antony, dia akan menyakiti Safia"


" Percayalah,Safia wanita kuat. Dia tidak akan mudah tersakiti"


Akhirnya Hermawan menuruti kemauan mamanya untuk istirahat di rumah sakit. Fikirannya berkecamuk memikirkan istrinya. Namun ia juga tidak tega melihat mama nya yang terus menangis.


💗💗💗💗


Di villa Antony


" Selamat pagi sayang...."


" Fia,namaku Safia...!"


" Ok, tapi bolehkan aku memanggilmu dengan panggilan sayang?"


" Nggak boleh!" jawab ketus Safia.


Antony duduk di kursi dekat Safia duduk.


" Makan yang banyak ya,biar anak kita sehat..." Antony mencoba mengelus perut Safia namun segera ditepis oleh nya.

__ADS_1


" Jangan menyentuh wanita yang bukan muhrim...!" Safia menatap tajam Antony.


" Ooh,ok...."


Seorang asisten pribadi Antony menghampiri Safia dan Antony di meja makan.


" permisi tuan, ini pesanan anda..." asisten tersebut menyerahkan beberapa paperbag pada Antony.


Antony menerimanya sambil tersenyum.


" Sayang,ini untukmu..."


Antony menyerahkan paperbag tersebut pada Safia.


" apa ini?"


" Buka lah...!"


Safia membuka isi paperbag itu satu persatu. Safia terkejut melihat semua isinya. Baju-baju bermerek, tas bermerek,perlengkapan wanita dan satu paperbag berisi perhiasan. Safia menatap Antony bingung.


" Kamu bisa mendapatkan lebih dari pada itu. Asalkan..." Antony tersenyum licik.


" Apa kamu pikir harga diri ku bisa kamu beli dengan barang-barang ini mas? Kamu salah besar...!" Safia meletakkan semua paperbag di pangkuan Antony, lalu pergi begitu saja.


" Fi, fia..... bukan begitu maksud ku!" Antony meletakkan semua paperbag dikursi dan menyusul Safia.


Safia pergi ke taman samping villa Antony. Disana terdapat sebuah kolam renang yang cukup luas. Safia duduk dibangku tepi kolam tersebut.


" Fia,bukan maksud ku merendahkan harga dirimu. Aku hanya ingin memberi mu yang terbaik"


Antony duduk disamping Safia.


" Aku menghargai kebaikan mu mas, tapi seharusnya kamu tidak berlebihan. Aku masih menjadi suami mas Hermawan. Dan aku nggak mau meninggalkan nya. Mungkin kamu ingin menggantikan posisi suamiku. Tapi tidak semudah itu,!"


" Fia,aku akan berusaha membuatmu bahagia. Aku akan kasih semua yang tidak pernah diberikan Hermawan padamu"


" Apa mas pikir dengan semua kemewahan yang mas miliki bisa membuatku bahagia? Tidak mas! Definisi bahagia bukan terletak di berapa jumlah harta yang kita miliki,namun dari bagaimana kita bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki"


Safia meninggalkan Antony sendirian ditepi kolam. Sindiran Safia benar-benar mengena di hati Antony. Sedikit nyeri dan menyesakkan dada. Antony bertanya-tanya apa Safia menyindirnya karena dia rela meninggalkan Susi demi safia.? Antony kembali termenung ditepi kolam.


Sebenarnya,Safia merasa tidak nyaman karena Antony selalu mendekatinya. Namun dia harus tetap bersikap baik agar memudahkan langkah nya untuk melarikan diri. Safia pergi kedapur untuk mencari Meri.


" Bu Meri sedang masak apa?"


" Sayur nyonya..."


" Nanti tolong buatkan aku jus buah naga"


" Baik nyonya..."


Safia berdiri tepat dipintu dapur, ia melihat ada pintu disudut dapur. Pintu itu mengarah ke halaman belakang dapur. Ketika Bu Meri sibuk memasak, Safia berjalan ke pintu disudut dapur itu. Ia mulai mengamati halaman belakang dapur.

__ADS_1


Safia melihat ada sebuah pintu tergembok.


Sepertinya itu pintu keluar dari villa ini. batin Safia.


" Nyonya...!"


Bibi Meri tiba-tiba menyentuh pundak Safia. Sentuhan itu tentu membuat Safia terkejut.


" Eh,iya.."


" Ada apa nyonya?"


" Eh tidak, aku membayangkan kalau dihalaman belakang sini diberi kandang ternak seperti kelinci pasti seru"


" Tapi tuan tidak menyukai hewan ternak. Kata tuan hewan ternak hanya akan membuat halaman rumahnya kotor dan bau"


" Sayang sekali" Wajah Safia berubah menjadi sedih.


" Mungkin kalau nyonya memintanya langsung pada tuan,mungkin tuan akan mengabulkan keinginan nyonya"


" Kenapa begitu?"


" Karena tuan sepertinya sangat mencintai nyonya"


" Bu Meri salah, mas Antony hanya terobsesi dengan ku. Dia ingin menghancurkan suamiku,makanya dia sekarang menculik ku"


" Maksud nyonya? Bukannya nyonya adalah..."


" Aku bukan kekasih mas Antony,atau simpanannya. Aku punya suami, entah mengapa mas Antony sangat membenci suamiku"


" Nyonya, jangan bersedih... tapi saya rasa tuan Antony berusaha ingin membahagiakan nyonya"


" Maksud Bu Meri? Mas Antony lebih baik dari suamiku sendiri?"


" Eh,anu...." Bu Meri gugup karena melihat Antony sudah berdiri di depan pintu dapur.


" Bu Meri tidak tau bagaimana suami saya, jelas suami saya tidak sebanding dengan mas Antony"


Bu Meri hanya bisa menunduk tidak menjawab.


" Ehemm....."


Safia terkejut melihat Antony yang sudah berdiri didepan pintu dapur.


" Bu Meri, mulai malam ini... tolong tidurlah bersama saya. Saya tidak ingin ada seorang pria yang bukan muhrim saya masuk kekamar saya" Safia pergi dari dapur melewati Antony yang berdiri mematung.


" Tu-tuan ingin saya buatkan sesuatu?"


"Nggak perlu, Cukup jaga dan penuhi semua kebutuhan Safia"


" Baik tuan"

__ADS_1


💗💗💗💗


__ADS_2