INIKAH TAKDIRKU...

INIKAH TAKDIRKU...
66 Nggak marah,cuma kesel aja


__ADS_3

" Fia....!"


" Iyaa....iya...!"


Safia semakin kesal karena suaminya semakin posesif ketika ia hamil. Nggak boleh beginilah...nggak boleh begitulah...


" Lusa sampai beberapa hari kedepannya aku sangat sibuk. Akan ada peluncuran produk baru diperusahaan. Jadi kamu harus jaga diri mu baik-baik. Kalau butuh apapun jangan sungkan menyuruh asisten rumah tangga"


Safia mengangguk kembali.


" Jangan melakukan hal-hal yang membahayakan kesehatan mu dan calon bayi kita. Jadilah istri penurut ok...!"


Safia mengangguk,namun ia menutup mulutnya.


" Kamu kenapa?"


Setelah selesai menelan semua isi mulutnya,baru Safia membuka tangannya.


" Udah mas,aku mual....!"


" Tuh kan,asam lambung kamu pasti kambuh lagi. Itu karena kamu makan nggak teratur...!"


" Udah mas, kepalaku pusing..." Safia merebahkan tubuhnya di ranjang. Hermawan menata bantal agar nyaman dipakai Safia.


" Mas..."


" Hemmt..."


" Mas nanti tidur dimana?"


" Ya disinilah, enak aja...! Tadi malem aku udah ngalah ya sama ibu kamu..." kata Hermawan mulai nyolot.


" Yaelah mas, tidur sama ibuk juga nggak tiap hari"


" Terus...? Yang bener aja dong masak aku suruh tidur sama bapak! mana bapak tidurnya ngorok lagi...!"


" Jadi kamu marah mas....?"


" Nggak marah,cuma kesel aja..."


" Ya sama aja dong...!"


Hermawan berjalan menghampiri pintu kamar,lalu ia menguncinya. Hermawan kembali berjalan menghampiri istrinya.


" Mas,ngapain dikunci sih...?" Safia menatap suaminya kebingungan.


" Aku pengen malam ini kita nggak diganggu siapapun" Hermawan tersenyum licik.


" Mas....aku..."


" Kenapa? Nggak mau?"


Safia tersenyum kikuk. Sudah satu bulan lebih ia tidak melayani tanggung jawab nya sebagai seorang istri. Semua karena Hermawan tak tega jika Safia terlalu kelelahan.


" Satu ronde aja,biar aku nggak gampang marah-marah terus sama kamu..."


" Mas...tapi pelan-pelan ya..."


Hermawan mendekatkan wajahnya pada wajah Safia. " Kamu kenapa?"


Safia hanya tersenyum malu. Bahkan wajahnya memerah.


Hermawan tersenyum.Lalu ia mengecup lembut kening Safia.

__ADS_1


" Ayo kita mulai sayang...."


Safia pun mengangguk. Akhirnya pertempuran sepasang suami istri itu dimulai. Hermawan benar-benar memperlakukan Safia dengan lembut dan penuh kasih sayang. Bahkan Safia yang biasanya mudah lelah,kini tidak merasakannya sama sekali. Bahkan perasaannya sangat bahagia, badannya terasa segar setelah mereka berdua berhasil menyatukan kedua.


Setelah pergulatan yang dipenuhi cinta dan nafsu itu selesai, Hermawan menggendong Safia kekamar mandi. Mereka memadu kasih untuk kedua kalinya dikamar mandi. Sungguh hari yang melelahkan untuk Safia.


Dua jam pun berlalu,kini Safia sudah tertidur pulas disamping Hermawan. Hermawan merasa hidupnya sangat beruntung. Memiliki istri yang hampir sempurna,dan sebentar lagi ia akan memiliki seorang bayi tampan penerus usahanya. Suatu kebanggaan tersendiri untuk seorang ayah jika ia memiliki keturunan laki-laki.


" Fia.... semoga Allah selalu melindungi kamu dan bayi kita dimanapun kamu berada" Hermawan kemudian mengecup kening istrinya. Ditariknya selimut agar menutupi tubuh istrinya. Dan kemudian ia pun ikut berbaring disisi istrinya.


🌹🌹🌹


Di sebuah bar...


" Bagaimana...?"


" Saya sudah mengumpulkan data kegiatan tuan Hermawan sampai satu bulan kedepan"


" Bagus...! Persiapkan rencana kita selanjutnya. Dan ingat,jangan sampai gagal lagi...!


" Baik tuan...!"


Pria itu melambaikan tangannya memberi kode agar bawahan nya pergi.


" Permisi tuan..."


" Hemmt...." Pria itu meneguk minuman berwarna putih digelasnya hingga habis.


" Hermawan....! Aku pastikan setelah ini kamu nggak akan bisa tersenyum kembali..." Pria itu tersenyum devil. Senyumnya benar-benar bisa menenggelamkan seseorang ke dalam laut yang paling dasar.


🌹🌹🌹🌹


Dirumah Mewah Antony...


Susi mengambil handphone disaku baju tidurnya.


Sudah pukul 2 dini hari,kemana mas Antony?


Susi mengusap layar handphone nya, mencari nomor pak satpam penjaga rumah nya.


📞👮" Halo nyonya..."


📞👩‍💼" Apa mas Antony belum pulang?"


📞👮" Belum nyonya..."


📞👩‍💼" Ya sudah..."


📞👮 " Nyonya....nyonya maaf,mobil tuan Antony baru saja tiba... "


📞👩‍💼" iya pak..."


Susi bernafas lega. Ia berjalan menuju pintu,berniat ingin menyambut kedatangan suaminya.


Ketika Antony masuk ke dalam rumahnya,Susi segera menghampirinya.


" Baru pulang mas...?"


Antony nampak acuh,bahkan ia tak menggubris Susi sama sekali.


" Mas,aku bicara denganmu...!"


Antony berhenti melangkah,ia menoleh ke arah Susi berdiri.

__ADS_1


" Apa perduli mu?"


" Jelas aku perduli mas,aku ini istrimu...!"


" Tidak usah memperdulikan ku...! Urusi saja urusanmu sendiri...!"


" Mas,tolong....jangan seperti ini. Kita mulai dari awal ya...! Kita pasti bisa bahagia..." Susi mengatupkan kedua tangannya memohon.


Antony membalikkan badannya menghadap Susi.


" Bagaimana kamu bisa membuatku bahagia?"


" Semua pasti bisa kita lakukan mas,jika kita bisa bersama-sama saling mengerti,memahami..."


" Aku bisa bahagia jika kau bisa memberiku anak laki-laki. Apa kau bisa...?"


Susi terkejut Antony berkata seperti itu. Badannya melemas seketika. Kenyataan yang tidak akan mungkin bisa ia wujudkan.


" Mas..a-ku.."


" Nggak bisa kan? Jadi jangan berharap banyak padaku lagi" Antony melanjutkan langkahnya lagi ke rung kerjanya.


" Kita kan bisa adopsi anak mas...!"


Antony tersenyum,lalu ia membalikkan badannya lagi menghadap Susi.


" Aku ingin dia lahir dari rahim istriku, dan mengalir darahku...! Apa kau bisa...nyonya Susi yang terhormat...?" Antony kembali tersenyum mengejek.


" Mas...! ini semua bukan salahku...! Bukan mau ku rahim ku harus diangkat...! Kenapa harus aku yang menerima semua ini?" Susi mulai menangis pilu.


" Lalu...? Salah siapa? Takdir? Atau tuhan? Aku ingin ada yang meneruskan usaha ku. Apa aku salah,hah?"


" Kamu sudah punya anak perempuan dari Karin mas,ayo kita rawat bersama-sama"


" Anak perempuan itu..." Antony tersenyum kembali. " Dia memang manis,tapi dia lebih mirip Hermawan..,.! Biar Hermawan saja yang merawatnya...!" Antony meraih handle pintu ruang kerjanya.


" Mas,aku tidak marah jika kamu berselingkuh dengan siapapun demi memiliki anak laki-laki seperti yang kamu inginkan. Tapi jangan menganggu wanita yang sudah bersuami mas...!"


Antony membuka pintu ruang kerjanya dan mendorong nya keras hingga terbentuk tembok.


Braaaakk....!!


" Karena aku menyukainya....! Wanita itu wanita baik,bahkan lebih baik darimu...! Dan dia sekarang mengandung bayi laki-laki. Jelas dia bisa memberiku anak laki-laki...!" Bentak Antony.


" Tapi dia tidak menyukai mu mas...! Sadarlah mas...! Apa kamu sudah gila....!" Susi tak kalah tinggi intonasi suara nya.


" Ya, aku memang gila...! Dia akan menyukai ku seiring berjalannya waktu...! Aku punya segalanya,uang... kedudukan... Semua aku miliki...! Tidak ada satupun wanita yang menolak pesonaku...!"


" Tapi dia tidak suka uang mu mas...!"


" Mustahil wanita tidak suka uangku..." Antony kembali tersenyum mengejek.


" Mas...sadarlah mas...! Jangan ganggu rumah tangga Hermawan lagi...!" Susi berlutut sambil menangis.


Antony menyondongkan tubuhnya, wajahnya kini berada tepat didepan Susi.


" Seharusnya kamu yang sadar, sekarang aku sudah tidak butuh kamu lagi...! Kemarin kamu minta pisah kan? Sekarang aku kabulin permintaan kamu....! kita....


🌺🌺🌺🌺


Kita apa ya gays....


Maaf ada beberapa hari ini review nya mendadak lama sekali,padahal sudah berusaha up setiap hari 3 episode, mungkin pihak NOVELTOON lagi sibuk,ssaaabar yaa sayang...😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2