INIKAH TAKDIRKU...

INIKAH TAKDIRKU...
59 Perlakuan Antony


__ADS_3

" Ton....tunggu Tante" nyonya Sanjaya berlari menghampiri Antony.


Antony berhenti melangkah dan berbalik menghadap nyonya Sanjaya.


" Ton,maafkan kelakuan Hermawan kepadamu ya" nyonya Sanjaya menggenggam tangan kiri Antony.


" Tentu tante, Hermawan selalu bersikap berlebihan kepadaku. Aku hanya berusaha memperbaiki kesalahan yang pernah terjadi pada kami"


" Aku tau kamu tidak salah. Wanita penyihir itu yang bersalah"


" Terimakasih tante.... hanya Tante lah yang mengerti semua perasaan ku"


Nyonya Sanjaya tersenyum sambil menepuk-nepuk lembut lengan Antony.


" Sudah malam,Tante istirahatlah....!! Tony pulang dulu Tan...." Antony memeluk nyonya Sanjaya.


" Hati-hati ya ton,nyetirnya jangan ngebut ya..."


" Baik Tante..." Antony segera masuk kedalam mobilnya. Ketika mobilnya berjalan ia sempat menurunkan kaca mobil sambil melambaikan tangannya.


" Anak itu selalu bersikap manis..." puji nyonya Sanjaya sambil tersenyum.


Setelah mobil Antony sudah tak nampak,barulah nyonya Sanjaya masuk ke dalam rumahnya.


Antony POV


Didalam perjalanan mulut Antony sudah berulangkali berkata kasar. Bahkan tangannya beberapa kali memukul setir mobilnya. Ia sangat kesal dengan sikap Hermawan kepadanya. Jelas-jelas Hermawan menentangnya secara terang-terangan di depan keluarga nya.


" Brengsek....!!"


Antony semakin menambah kecepatan laju mobilnya. Ia ingin sekali segera sampai rumahnya.


Tidak menunggu lama,selang 20menit ia sudah sampai di rumah mewahnya. Rumah Antony dua kali lebih mewah dan besar ketimbang rumah Hermawan. Sesuai dengan hasil kerja kerasnya selama ini.


Tin....tiiiiinn.....


Klakson mobil Antony terdengar didepan pintu pagar rumahnya. Dengan hitungan detik pintu pagar yang menjulang tinggi itu akhirnya terbuka dengan perlahan. Mobil Antony kembali melesat memasuki pekarangan rumahnya yang begitu luas.


Seorang pria bersiap didepan pintu rumah untuk menyambutnya. Dengan senyum ramah pria itu menyapa Antony. Namun dengan kasar Antony melempar kunci mobilnya ke hadapan pria itu. Pria itu mengerti maksud Antony bagaimana. Ia langsung memarkirkan mobil itu ke garasi.


Dengan langkah cepat Antony masuk kerumahnya. Kepalanya benar-benar berdenyut sekarang. Ia ingin segera sampai di ruang kerjanya. Namun tiba-tiba Susi menarik tangan Antony.


" Apa?" Kata Antony ketus.

__ADS_1


" Mas,ayo kita makan malam dulu"


" Makam saja sendiri,aku nggak butuh makan. Yang aku butuhkan sekarang hanya anggur" Antony menghempaskan tangan Susi kasar.


" Mas...tolong berhentilah minum alkohol. Itu nggak baik buat kesehatan mas..."


" Apa urusanmu? Aku tidak pernah beli barang yang aku suka itu dengan uang mu. Jadi jangan pernah kau melarang atau ikut campur dengan semua urusanku" Antony kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang kerjanya.


Susi POV


Setelah sedikit berdebat dengan suaminya,badan Susi langsung melemas. Air matanya mulai membasahi pipi mulusnya itu. Ia tak menyangka begitu sulitnya meluluhkan hati suaminya.


Dengan langkah yang tertatih-tatih ia masuk kedalam kamarnya. Ia segera merebahkan tubuhnya diatas ranjang yang berukuran king size. Ia menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. Ia ingin sekali menyembunyikan wajahnya yang basah karena air mata.


Dada Susi terasa begitu sesak,seakan ia benar-benar sudah tidak mampu untuk hidup lagi. Menjadi seorang istri namun sama sekali tidak dianggap,bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi.


Sudah begitu lama Susi menangis, kepalanya terasa berat dan sakit. Hingga tanpa ia sadari ia sudah tertidur pulas.


Jam dinding menunjukkan pukul 2 dini hari. Tubuh Susi tiba-tiba terasa dingin. Ada sesuatu yang berat menindih tubuhnya. Hentakan kasar akhirnya membuat mata Susi mulai terbuka dengan perlahan.


Mulut yang hampir berteriak langsung dibungkam dengan hisapan demi hisapan penuh gairah. Perlahan air mata Susi mulai merembes dari sudut matanya.


Setelah pria itu selesai melampiaskan seluruh hasratnya,ia pun tertidur disamping Susi. Susi menarik kembali selimutnya dan membelakangi pria itu.


Susi Manahan tangisnya agar Antony tidak mendengar tangisan pilu nya. Pernah suatu waktu, ketika Antony melakukan hal yang sama pada Susi. Susi menangis dan Antony mengetahuinya, Antony langsung mengamuk dan meninggalkan nya begitu saja. Bahkan Antony tidak pulang selama seminggu lamanya.


Apa yang terjadi padamu mas,? kenapa kamu mabuk lagi dan lagi? masalah apa yang sedang menimpamu kini mas...? kenapa kamu nggak pernah mau membaginya dengan ku mas?


Dada Susi kembali sesak,semakin sesak. Kini Susi mulai berat menarik nafasnya. Tangan kirinya memegang dadanya. Sedangkan tangan kanannya meremas selimut. Nafasnya mulai berat. Mulai terdengar tarikan nafas yang begitu dalam dan berat.


Astagfirullah....mas,


Merasa ada yang aneh dengan Susi, Antony langsung membalikkan badan Susi hingga terlentang.


" Susi apa yang terjadi?" Antony membantu Susi untuk duduk bersandar di sandaran ranjang.


" Ses-sak emmh...mas...!"


" Tunggu...aku akan mengambilnya" Antony langsung melompat turun dari ranjangnya dan membuka laci disamping tempat tidur nya. Ia mencari sesuatu hingga akhirnya ketemu.


" Pakai ini,cepat....!" Antony menyerahkan inhaler nebulizer pada Susi.


*inhaler nebulizer adalah alat bantu pernafasan yang berfungsi mengubah obat asma yang berbentuk cair menjadi gas. Alat ini mampu menembakkan langsung obat asma menuju target,yaitu paru-paru.

__ADS_1


" Bagaimana...?"


Susi hanya mengangguk lemah. Nafasnya sudah mulai teratur kembali. Tubuhnya mulai lemas. Matanya mulai terpejam.


" Apa kamu sudah tidak pernah datang terapi lagi?"


Susi hanya mengangguk dengan lemah.


" Tapi kenapa? kamu tau kan resikonya jika sering kumat seperti ini bagaimana?"


Susi melepas inhaler nebulizer itu diatas kedadanya. Dengan nafas yang belum bagitu teratur ia mulai menatap suaminya itu.


" Apa kamu masih perduli denganku mas?"


" Apa maksud mu?" sungut Antony.


" Bukankah selama ini kamu selalu sibuk dengan pekerjaan mu dan ambisimu untuk balas dendam?"


" Kau....!" Antony mengangkat tangan nya ingin menampar wajah istrinya itu. Namun tangan itu hanya berhenti di udara.


Susi menunduk,matanya mulai berair. " Aku lelah mas...!"


" Apa maksudmu?" Antony menatap tajam istrinya.


" Aku ingin pulang ke rumah orang tua ku mas."


" Apa? maksudmu kamu minta cerai?"


Susi hanya mengangguk pelan.


Tangan Antony mengepal,dan segera ia berdiri dengan menahan emosinya. " Tidak susi, sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan mu"


Antony pergi meninggalkan Susi sendirian dikamar sambil membanting pintu kamarnya dengan keras.


Tubuh Susi mulai melemas kembali. Ia kembali merebahkan tubuhnya di kasur. Air matanya meluncur bebas membasahi bantal.


" Aku...sudah lelah mas,kenapa kamu nggak mau melepaskan aku mas?" sambil terisak-isak Susi meratapi nasib nya.


Lebih baik menjanda memang, daripada memiliki suami namun tak pernah di anggap.🌺🌺🌺🌺


***maaf yaa gays, up nya terlambat terus soalnya sibuk banget,lagi musim panen padi. ...duh ribetnya masyaallah.... tp tetep Alhamdulillah 🀲


terimakasih sudah membaca,jangan lupa tinggalkan jejak berupa like,komen...

__ADS_1


matur nuwun πŸ™***


__ADS_2