INIKAH TAKDIRKU...

INIKAH TAKDIRKU...
83 Maafkan aku Awan


__ADS_3

Heru mencoba memberanikan diri untuk melawan Antony dengan sisa tenaganya. Ia tidak ingin mati dan menyerah begitu saja.


" Ya... itu aku" Heru tersenyum. " Akulah ayah biologis dari bayi yang dikandung Vita. Atau...."


" Atau apa?!" Antony semakin penasaran.


" Atau bisa jadi itu anak orang lain. Hahaha....!"


" Apa yang kau maksud?!" Antony mendekati Heru dan mencengkeram kerah baju Heru.


" Bisa jadi anak orang lain bukan? Apa kau pikir Vita wanita baik-baik? Dia bahkan rela tidur dengan pria manapun asal ku bayar dengan bayaran besar...!"


" Tidaaak....!" Antony mengayunkan pisaunya ketubuh heru,namun anak buahnya berhasil merebutnya.


Antony memukuli Heru dengan membabi buta menggunakan tangan kosong nya.


" Bunuh saja aku bunuh...!" teriak Heru sekuat tenaga.


Antony menghentikan pukulannya.


" Apa kau pikir dengan membunuhku Vita bisa hidup kembali? Asal kau tau,Vita tidak pernah mencintai mu! Dia hanya mencintaiku..."


" Bohong.....!!" teriak Antony. ketika Antony ingin menyerang kembali,anak buah Antony menghalangi Antony agar ia tidak membunuh Heru.


" Buktinya, dia lebih memilih bunuh diri daripada menikah dengan mu bukan?! Hahaha.... sungguh tragis nasibmu,haha...!" Heru tertawa puas.


" Tidaaaaakkkk......!" Antony berusaha menyerang Heru kembali,namun segera dihalangi oleh anak buah Antony yang lain.


Asisten Antony maju mendekati Heru,lalu satu pukulan dilayangkan pada pria itu. Lalu pria itu pun tumbang dan tidak sadarkan diri.


" Bawa bos Antony kedalam, dan kau.... buang orang ini kesungai besar. Supaya dia cepat ditemukan warga"


" gimana kalau dia melapor polisi?"


" Tenang,dia tidak akan melapor polisi. Kita sudah punya titik kelemahannya. Kita buka saja kecurangannya dalam berbisnis,pasti bisnis nya akan hancur"


" Baik...!" Dua anak buah Antony membawa Antony masuk kedalam villa nya.


Antony menangis tersedu-sedu mengingat masa lalu nya bersama Vita. Vita adalah wanita pertama yang bisa merebut hatinya. Dulu Antony memang terkenal playboy. Namun dengan Vita, Antony sangat mencintai wanita ini.


Antony bahkan merasa sedih karena Vita tidak benar-benar mencintainya. Antony merasa hancur dan tidak berharga lagi. Semangat nya untuk hidup kini telah hilang. Hilang bersama kenyataan yang sangat menyakitkan.


Sayup-sayup suara adzan terdengar begitu jelas dan menyentuh. Antony teringat sesuatu.


" Erik......!!" Teriak Antony memanggil asisten pribadinya.


Seorang pria bertubuh tegap datang menghampiri Antony.


" Iya bos,saya disini!"

__ADS_1


" Dimana kau membuang Hermawan?" Antony terlihat seperti kebingungan.


" Dihutan bos!"


" Bod*h...! kenapa kau membuangnya di hutan? Kalau terjadi sesuatu padanya bagaimana?" Antony mengacak-acak rambutnya kasar.


" Lalu bagaimana bos?"


" Ayo kita cari dia..." Antony langsung lari kegarasi mobil. Beberapa anak buah dan asisten Antony mengikuti nya.


Antony terlihat begitu gelisah. Ia benar-benar seperti orang yang sedang ketakutan.


" Ada apa boss?"


" Diaam kau! ikuti saja perintah ku!"


Perjalanan mencari keberadaan Hermawan menghabiskan waktu 30 menit. Antony terus saja berkata kotor bahkan memaki-maki anak buahnya. Antony merasa kesal dan sangat bersalah pada Hermawan. Selama ini ia tidak pernah mempercayai Hermawan, sahabatnya sendiri. Justru ia sangat percaya apapun yang dikatakan Vita.


Akhirnya sampai di tempat dimana anak buah Antony membuang Hermawan. Namun, ditempat itu tidak ditemukan Hermawan.


" Dimana dia?" Antony terlihat kebingungan.


" Tadi kamu buang disini bos!"


" Kok tidak ada? cepat cari dia...!"


anak buah Antony berpencar mencari dimana keberadaan Hermawan. Setelah berputar-putar dan menyusuri semak-semak. akhirnya Hermawan ditemukan.


Antony menghampiri tubuh Hermawan, ia mengecek apakah sahabat nya itu masih bernafas atau tidak.


" Ayo...! Ayo kita bawa kerumah sakit terdekat!" Anak buah Antony membawa Hermawan ke mobil Antony. Antony terus saja menangisi Hermawan.


" Awan...maafkan aku!" Antony menangis sambil memeluk tubuh Hermawan dengan erat.


Dalam perjalanan, Hermawan sempat membuka sedikit matanya sambil menggerang kesakitan. Antony terus meminta maaf selama perjalanan kerumah sakit.


Setelah sampai dirumah sakit terdekat, Hermawan segera dirawat dengan intensif oleh pihak rumah sakit. Antony masih dengan kondisi yang berantakan.


Antony duduk dilantai, tempat nya disudut ruangan. Ia mengambil handphone yang berada di sakunya. Ia melihat puluhan panggilan tidak terjawab dari nyonya Sanjaya. Antony mencoba memberanikan diri untuk menelpon nyonya Sanjaya kembali.


πŸ“ž Nyonya Sanjaya : Halo...


πŸ“ž Antony : Tante....


πŸ“ž Nyonya Sanjaya: ton,Tante mohon padamu jangan sakiti awan ton...


πŸ“ž Antony: maafin aku Tante. ..


πŸ“žnyonya Sanjaya : tidaaak ton, jangan sakiti anakku....! hiks,hiks,hiks

__ADS_1


Antony memtikan teleponnya. Ia benar-benar tidak sanggup mendengar tangisan nyonya Sanjaya. Antony merasa benar-benar menyesal.


Dokter keluar dari ruang pemeriksaan. " Maaf, keluarga dari pasien Hermawan Sanjaya?"


Antony terjingkat kaget,ia langsung berdiri dan menghampiri dokter yang memeriksa Hermawan.


" Sa-saya sahabatnya dok"


" Begini tuan, keadaan tuan Hermawan sudah lebih baik. Dia sudah berhasil melewati masa kritisnya. Kini kita tinggal menunggu tuan Hermawan sadarkan diri "


" Dok, bagaimana kalau saya membawanya kesurabaya? Keluarga kami banyak yang tinggal disana. Setidaknya Hermawan bisa pulih dengan cepat jika dekat dengan keluarga"


" Baiklah,saya akan mempersiapkan surat rujukan pindah rumah sakit"


Antony dan dokter itu pergi bersama ke ruang dokter. Setelah selesai menyelesaikan administrasi rumah sakit, Antony diperbolehkan membawa Hermawan ke Surabaya.


❀️❀️❀️❀️❀️❀️


Di rumah Bu Lastri


Safia sedang menyusui baby jagoannya. Bu Lastri sedang memasak di dapur. Sedangkan pak Hasan sedang pergi ke lahan. Sesekali Safia mengusap wajah putra kecilnya. Putra yang baru saja dilahirkan wajahnya benar-benar mirip dengan suaminya. Tanpa terasa air matanya meluncur bebas di pipinya.


" Nduk...."


" Iya Bu..."


" Awakmu Ki asline ngendi?" ( kamu asli mana?) Bu Lastri meletakkan sepiring makanan disamping Safia duduk.


" Kediri Bu,tapi Kula pindah teng Surabaya tumut rayatan kula" ( Kediri Bu, saya pindah ke Surabaya ikut tinggal bersama suami saya)


" wong kuto bak e! Lha terus kok iso kan kene?" ( orang kota ternyata! lha trs kok bisa disini)


" Kula diculik..." Safia tidak sanggup meneruskan kata-katanya. Ia kembali menangis.


" Sudah-sudah! jangan nangis terus! nanti asimu mampet kalo ibunya setres nangis terus" Bu Lastri pergi kebelakang rumahnya.


Safia meletakkan kembali bayinya kedalam box bayi. Safia mengambil piring yang berada disamping tempat duduknya. Ia mulai menyuapkan nasi serta sayur kedalam mulutnya.


Sayur daun pepaya, Safia teringat ibunya. Ibunya suka sekali membuat sayur daun pepaya. Safia kembali menangis. Ketika ia harus melahirkan sendiri tanpa ditemani keluarga,rasanya begitu sedih dan memyayat hati.


Bu Lastri menghampiri Safia kembali sambil membawa buah pepaya


" Aduuh....nangis maneh!" Bu Lastri menepuk jidatnya dengan telapak tangan.


" Soale inget ibuk..!" Safia makan sambil mencebikkan bibirnya menahan tangisnya.


" Sudah-sudah!" Bu Lastri memeluk Safia.


β€οΈβ€οΈβ€οΈπŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊ

__ADS_1


Alhamdulillah 🀲🏻 makasih teman2 semua yang masih setia membaca karya saya,silahkan like komen dan jangan lupa vote ya!


__ADS_2