INIKAH TAKDIRKU...

INIKAH TAKDIRKU...
34 Kenyataan tentang Fanesa


__ADS_3

" Mas....aku bosan!"


Hermawan datang menghampiri Safia dan duduk di pinggir ranjang. Ia mengecup lembut dahi istrinya itu. " Aku nggak akan melarang mu melakukan apapun jika itu akan membuatmu bahagia. Namun satu pintaku, untuk sementara ini istirahatlah! Agar kondisimu cepat membaik" Hermawan menatap Safia dengan lembut. Safia mendongakkan kepalanya hingga tatapan mereka saling beradu.


Hermawan mendekatkan wajahnya ke wajah Safia. Tanpa diduga-duga Safia mendaratkan bibirnya di bibir Hermawan. Ciuman sekilas itu sontak membuat Hermawan terkekeh.


" Apa kau ingin melakukannya sayang...?" Hermawan memeluk tubuh istrinya. " Katakan saja jangan malu-malu seperti itu" Hermawan berbisik di telinga Safia. Safia memeluk Hermawan dengan erat.


" Mas aku capek..."


" Apa? Apa kau hanya ingin menggodaku saja hah?!" Hermawan nampak kesal dan melepas pelukannya.


" Kenapa mas marah-marah?” Safia ketakutan melihat ekspresi Hermawan diluar dugaannya.


" Apa kau tau sayang,ketika kau menggodaku dan membuat nafsuku diubun-ubun trs kau menolak ku seperti itu rasanya kepalaku mau pecah saja" Setelah menyelesaikan kata-katanya Hermawan membalikkan tubuhnya membelakangi Safia. Ia memegangi pelipisnya karena kepalanya berdenyut-denyut sakit.


" Mas,maafkan aku... Aku nggak bermaksud seperti itu. Ayo kita lakukan,ayo mas....! Ayo....!" Safia memeluk tubuh Hermawan dari belakang. Kata-kata Safia yang manja membuat hatinya berdesir.


Apa-apaan ini? kenapa rasanya seperti ini? Ingin rasanya segera melakukan nya....! Aiiisss.......! kenapa aku senafsu ini jika dekat dengan fia? Gila....! ini benar-benar gila...! batin Hermawan.


Tubuh Hermawan semakin bergejolak merasakan gairah yang memuncak. Ia segera mendorong tubuh Safia dan segera melancarkan aksinya. Safia dibuat pasrah olehnya. Sebenarnya Safia benar-benar capek,namun ia tak kuasa menolak keinginan Hermawan.


Dan akhirnya mereka melakukan kegiatan 21+ di sore hari yang cerah.


***


Dirumah Antony....


" Maaf pak Antony,ada Bu Karin menunggu diruang tamu" Kata seorang art di rumah Antony.


" Siapa Karin mas?" Kata susy istri pertama Antony.


" Temanku sayang... minggir lah aku akan menemuinya" Antony mendorong tubuh susy dari pangkuannya.


" Tapi mas,aku masih rindu. Kamu kerja terus sampai jarang pulang. Aku kesepian tau...!" Susy masih melingkar tangannya di leher Antony.


Antony mengecup singkat bibir Susy. " Nanti kita lanjutkan lagi. Aku masih ada urusan penting. Belanjalah...! Aku akan mentransfer sejumlah uang ke rekening mu...!" Antony melepaskan tangan Susy.


" Baiklah...!" Susy nampak menurut. Walau sebenarnya ia tak rela suaminya lebih sibuk dengan pekerjaannya.

__ADS_1


Antony pergi meninggalkan Susy di ruang kerja Antony. Ia bergegas menemui Karin yang duduk di sofa ruang tamu.


" Hai Karin... ada apa?" Sapa Antony. Karin segera bangkit dari duduknya dan menghampiri Antony. Ia mengecup mesra pipi Antony, namun tubuhnya sedikit didorong mundur oleh Antony.


" Jangan macam-macam disini...! Ini rumah istriku...!" kata Antony dengan nada berbisik.


" Ooh iya maaf" Karin nampak tersenyum canggung.


" Ada keperluan apa?" Tanya Antony to the point.


" Ini masalah Hermawan,aku nggak tahan dengan sikapnya padaku. Ia semakin kasar saja padaku. Aku tak terima itu..!" Karin berbicara dengan bersungut-sungut.


Antony menarik salah satu sudut bibirnya. " Apa seistimewa itu istrinya hingga membuatnya menolakmu mentah-mentah hah?"


" Aku nggak tau! mungkin dia pake pelet!" ucap karin tanpa mengfilter kata-katanya.


" Pelet? hahahaha.....mana mungkin pakai pelet,wanita itu memang cantik sih. Lebih cantik darimu memang!" Antony puas mengejek Karin.


" Aku yakin wanita itu pakek susuk,secara gadis desa yang kumuh seperti itu bisa menarik hati Hermawan. Itu nggak mungkin...!" Karin nampak kesal.


" Oh ya,? Tapi dia memang cantik Karin. Aku mulai menyukainya" Antony mulai tersenyum sambil membayangkan wajah Safia.


" Wau...? benarkah itu? Hebat ya, Antony bisa merubah wanita kumuh menjadi wanita istimewa? itu luar biasa...!" Antony nampak antusias.


" Kau gila...!" Karin semakin kesal.


" Aku akan segera merebutnya dari Hermawan dan menjadikannya istri ke dua ku" Antony nampak berapi-api.


" Apakah wanita kumuh itu pantas menjadi istri ke duamu Antony? Apa dia pantas? kau gila Antony!" Karin mengepalkan tangannya.


" Aku bisa saja lebih gila lagi Karin. Aku bisa membuat Hermawan jatuh miskin dan merebut istrinya begitu saja. Tapi aku tidak akan sekejam itu kalau istrinya dengan mudah kurebut" Antony tersenyum sambil melipat tangannya didada.


Karin nampak terkejut mendengar ucapan Antony. " Kau jangan gila Antony...! Lalu bagaimana dengan anak ku Fanesa? Dia juga anak mu..."


" Tapi Hermawan sangat menyayangi nya. Biarkan Hermawan yang merawatnya" ucap Antony enteng.


" Kalau Hermawan jatuh miskin,pasti kehidupan Fanesa akan sulit!" wajah Karin berubah kecewa.


" Itu bukan urusanku...!" Antony nampak acuh dengan Fanesa.

__ADS_1


" Antony, apakah kau tak punya rasa kasihan sedikit pun dengan Fanesa? Dia putri kandung mu?"


" Oh ya? Mana kutau dia putriku atau bukan! Kau saja tidur dengan banyak pria"


" Antony....! Kau sudah membaca hasil tes DNA Fanesa,kenapa kau masih mengingkari kalau Fanesa itu putrimu?" Karin mulai berkaca-kaca.


" Karena dia perempuan....! Aku tidak butuh anak perempuan! Yang aku butuhkan anak laki-laki sebagai penerus ku,penerus AS grup...!"


" Aku bisa memberimu anak laki-laki Antony, nikahi aku....!"


" Cuiiihh,melihatmu saja aku tak berselera! Mana sudi aku menikahi wanita m*rahan seperti mu...!"


" Kau sungguh tega Antony....!" Karin mulai menitikkan air mata. Ia merasa sangat terhina dengan kata-kata Antony. " Lalu kenapa kau merayuku dulu? Padahal kau tau aku dijodohkan dengan Hermawan?"


" Aku nggak suka Hermawan bahagia...! Dia selalu merebut apa yang aku suka...! Dia selalu lebih unggul dari ku...!" Antony mulai mengeratkan giginya. Matanya mulai memerah.


" Kau sakit Antony...! Mana ada sahabat yang cemburu dengan kebahagiaan sahabatnya sendiri? Kau bahkan merenggut keperawanan ku sehari sebelum pernikahan ku" Karin mulai menangis sesenggukan.


" Tapi kau menikmatinya kan? Kau bahkan sering datang padaku meminta kehangatan,bukan?" sindir Antony.


" Aku fikir kau mencintaiku dengan tulus Antony,tapi nyatanya...." Karin menunduk. Hatinya terasa tercabik-cabik.


" Kau bahkan sering bermain-main dengan teman-teman bisnisku. Apa itu bukan menjijikkan?"


" Kau menjebakku Antony...! Kau sengaja mencekokiku dengan minuman dan meninggalkan aku dihotel. Aku mengenal mereka karena kau menjebakku untuk melayaninya mereka demi keuntungan bisnismu!" Karin mulai meninggikan suaranya. Emosinya mulai tak terkontrol.


" Heii.....! kau mulai membuat gaduh dirumahku ya...! Alex.......! Alex.....!" Antony mulai berteriak-teriak.


Alex terkejut mendengar bosnya berteriak dan segera menghampiri bosnya itu. " Ada apa bos?"


" Seret wanita ini keluar...! Aku tak sudi melihat wajahnya lagi!" bentak Antony.


" Baik bos...!" Alex menggandeng paksa Karin agar keluar dari rumah Antony.


" Lepaskan....! Aku bisa jalan sendiri....!" Karin keluar dari rumah Antony dengan perasaan sakit.


" Aku akan mengantarmu pulang"


🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


thank you AllπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜‚πŸŒΊπŸ”₯


__ADS_2