INIKAH TAKDIRKU...

INIKAH TAKDIRKU...
15 Pa,cari aku


__ADS_3

Fanesa masih tak percaya papanya membawanya ke simpang lima gumul. Semua teman-teman sekolah Fanesa sudah pernah kemari. Hanya Fanesa lah yang belum pernah kemari. Lewat sering,cuma sekedar lewat saja.


" Pa,aku mau siaran langsung di IG aku. Papa juga fotoin aku ya..." Fanesa nampak menyiapkan hapenya.


" Sayang... kalau seperti itu kamu nggak akan bisa menikmati momen nya"


" Pa,aku ingin menyimpan semuanya di hape aku. Kalau aku share di medsos aku,jadi kenangan nya nggak akan hilang"


" Tapi kamu sangat berlebihan sayang..."


" Please pa,papa pegang hape aku" Hermawan hanya pasrah dengan permintaan putrinya. Safia hanya tersenyum sambil mengikuti keduanya.


Setelah menyusuri lorong dan menaiki tangga akhirnya sampailah di monumen Simpang Lima gumul. Senyum Fanesa terus mengembang. Angin yang sedikit kencang menerpa rambut hitam Fanesa. Fanesa nampak menari dan berputar-putar bak princess Elsa.



Fanesa menarik tangan Safia untuk mengikuti nya. Spontan Hermawan mengikuti kedua bidadari nya. " Jangan cepat-cepat jalannya nanti jatuh" Fanesa bahkan sama sekali tak menghiraukan kata-kata papanya.


" Sayang,apa kau mau baca buku? disana ada perpustakaan berjalan" Safia menunjuk dibawah menumen. " Ayo Tante..,!" Mereka berdua berjalan menuju tempat yang ditunjuk Safia. Hermawan mengikuti keduannya. Fanesa mengambil beberapa buku untuk dibaca. Safia dan Hermawan tak kalah asik mencari buku yang diinginkan.


Setelah kurang lebih satu jam Fanesa mulai bosan. Fanesa mendekati Safia sambil berbisik. " Tante ayo ikut aku,kita kerjain papa" Safia spontan mengangguk. Awalnya masih diseputaran monumen,mengambil foto satu cepretan,dua,bahkan lebih. " Tante tadi bilang taman hijau? Tante,ajak aku kesana!"


" Sayang tapi bagaimana dengan papamu?"


" Tenang Tante,serahkan padaku ..." Ucap Fanesa sambil tersenyum menyeringai.


Fanesa membuka aplikasi wa lalu mengetikkan sebuah pesan kepada papanya.


✉️ Pa,cari aku sampai dapat!!


Setelah mengetik pesan Fanesa menggandeng tangan Safia menuju tangga parkiran. Safia sangat senang melihat sikap anak tirinya itu. Ia tak menyangka bisa semudah itu akrab dengan Fanesa secepat itu.


" Tante apakah itu tamannya?" Fanesa nampak sedikit kecewa melihat taman barat parkiran. " Bukan disini sayang,tapi disana" Safia menunjuk ke arah barat kau sebrang jalan.

__ADS_1


" Jauh banget Tan...."


" Biar nggak capek kita naik becak aja"


" Boleh Tan" Fanesa kembali tersenyum dengan usul ibu tirinya itu.


Safia melambaikan tangan pada tukang becak. Si Abang becak menghampiri keduanya.


" Tan, ternyata enak ya naik becak. Seger banget udaranya...Fanes suka" Fanesa nampak memejamkan mata merasakan hembusan angin menerpa wajahnya.


" Nanti kalau weekend kita bisa kesini lagi"


" Sungguh?" Mata Fanesa nampak berbinar menatap Safia. Safia pun mengangguk. Fanesa memeluk Safia tiba-tiba.


Awalnya kaget,namun Safia langsung membalas pelukan Fanesa. Fanesa merasakan kenyamanan yang luar biasa. ' Seperti ini ya rasanya dipeluk ibu' gumam Fanesa dalam hati.


Fanesa melepaskan pelukannya,ia menatap mata Safia begitu dalam. ' Begitu teduh dan menyejukkan. Pantas papa sangat mencintai nya' ucapnya dalam hati.


Sesaat keduanya terdiam,Fanesa terus memandangi pemandangan disekitar jalan.


" Iya sayang betul" Mata Fanesa mulai berputar mengamati sekeliling nya. Ia mulai terpaku dengan keindahan lampion yang digantung warna-warni menghiasi jalanan.



" Ini indah banget te, biasanya aku hanya bisa lihat foto IG teman-teman ku" Fanesa masih berdiri mematung ditengah jalan.


" Sayang jangan ditengah jalan,kita menepi dan duduk-duduk dipinggir jalan sana yuk" Safia menggandeng Fanesa. Mereka semakin akrab,Safia sempat memesankan minuman dingin dan camilan di pedagang kaki lima sekitar taman.


" Te, tunggu! Apa menurut tante ini bersih?" Fanesa sempat ragu dengan makanan di kantung kresek yang ditawarkan Safia.


" Tentu sayang, walaupun mereka cuma pedagang kaki lima,tentu mereka juga mengutamakan kebersihan" Safia tersenyum melihat tingkah putri tirinya itu. Fanesa akhirnya membuka isi kantong kresek itu. Satu gelas jus buah mangga dan pentol. What? pentol? Fanesa tak pernah sekalipun merasakan makan makanan pinggir jalan.


" Sayang cobalah...! Aku sengaja pesan nggak pakai cabe buat kamu. Ini enak loh....pentol bumbu saus kacang" Safia sudah mulai mengunyah makanannya. Awalnya ragu akhirnya Fanesa mencobanya dan mulai mengunyah.

__ADS_1


Awalnya raut muka Fanesa biasa saja, beberapa detik kemudian berubah dan matanya mulai berbinar. " Ini tuh beneran enak te, aku coba pake cabe dong .." Safia memberikan pentol miliknya.


" Sssssttt......haaahh,pedes banget te!"


" Jangan makan punya tante ya, nanti perut Fanes sakit" Safia sedikit cemas melihat Fanesa kepedesan.


" Nggak papa te, tapi ini enak..." Mereka melanjutkan makan pentol berdua. Setelah selesai makan pentol,Fanesa dan Safia melanjutkan berkeliling taman. Seperti anak muda pada umumnya,selalu selfie disetiap tempat yang menurut mereka cantik. Lalu meng uploadnya ke media sosial.


Ditempat lain Hermawan nampak kebingungan. ' Dimana mereka?' Gumam Hermawan dalam hati. Hermawan mulai mengusap wajahnya kasar. Ia berkali-kali memutari monumen namun masih saja tidak menemukan istri dan anaknya. ' Apa mereka diculik? Atau tersesat?'


" Mas,apa mas lihat anak saya dan istri saya?" Hermawan mulai mencoba berada pada salah satu pengunjung monumen.


" Nggak tau mas,saya baru aja sampai" Hermawan nampak kecewa. Ia mengambil hape dalam saku celananya dan mencoba menelpon Fanesa.


' Sial ...!! kenapa nggak diangkat sih?' Ucapnya dalam hati. Hermawan mulai menelpon istrinya. Awalnya berdering dan sempat diangkat,tapi kemudian mati tiba-tiba sebelum ia bicara sepatah katapun. Setelah ia coba telpun lagi nomornya mulai tak bisa dihubungi.


Hermawan mulai membuka aplikasi media sosialnya, ia melihat putrinya sempat mengunggah sebuah foto bersama Safia di taman satu menit lalu. Ia segera menghampiri satpol PP yang bertugas jaga hari itu.


" Maaf pak,apa bapak tau dimanakah tempat ini berada?" Hermawan menunjukkan sebuah foto.


" Ooh ini ditaman hijau pak,sebelah sana...." Hermawan nampak kesal dengan tingkah putrinya tersebut. ' Gila tempat ini luas banget,gimana aku carinya?' Hermawan masih saja menggerutu dalam hati.


Ia segera pergi ke tempat parkiran untuk mengambil mobilnya. Dalam fikirannya berkecamuk antara cemas,dan kesal. Takut terjadi sesuatu dengan putri kesayangannya dan istri barunya.


Hermawan memarkirkan mobilnya di depan Taman hijau. Ia langsung berlari mencari putrinya. Dari ujung taman hingga ke ujung. Hermawan tak putus asa, jurus terakhir nya adalah menghampiri petugas satpol PP yang jaga.


" Maaf mas, numpang tanya tempat yang ada difoto ini dimana ya?" Hermawan menunjukkan foto Fanesa.


" Sebelah sana mas..." seorang satpol PP menunjukkan tempat. Hermawan mengikuti arahan petugas satpol PP itu. Benar saja ia menemukan istrinya yang duduk sambil bermain air di sungai buatan. Sedangkan Fanesa sedang asik dengan media sosialnya.


Hermawan langsung memeluk istrinya dari belakang. Safia sempat terlonjak kaget.


" Mas...!"

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺


Alhamdulillah terimakasih udah setia baca karya aku. Dukung terus buat like komen n vote ya....makasih🙏


__ADS_2