INIKAH TAKDIRKU...

INIKAH TAKDIRKU...
69 Kesibukan Hermawan


__ADS_3

" Kau sudah mengecewakan ku Susi..."


Antony teringat beberapa tahun lalu,ketika ia benar-benar terpuruk karena kehilangan tunangannya. Susi datang bak malaikat,siang malam Susi selalu ada untuk menghibur Antony.


Perlahan luka Antony terobati,namun masalah muncul kembali. Tat kala Antony menginginkan seorang anak yang lahir dari rahim Susi. Namun karena ada kelainan dalam rahim Susi hingga mengakibatkan Susi tidak bisa mengandung. Hal itu kembali merubah sikap Antony.


Antony yang dulu selalu perhatian dengan Susi, semakin hari semakin menjauh dan tidak perduli. Hati Antony kembali mengeras. Siang malam hanya ia gunakan untuk bekerja. Dan kembali mengusik kehidupan Hermawan. Hingga akhirnya ia mampu merebut wanita yang dijodohkan untuk Hermawan.


Antony tersenyum,ia mengembalikan foto itu di atas nakas. Ia mengambil handphone nya dan menghubungi seseorang.


" Halo bos..."


" Bagaimana pekerjaan mu?"


" Sudah beres semua bos...."


" Kapan rencanamu akan kamu lakukan?"


" Secepatnya bos, kemungkinan dalam minggu-minggu ini bos..."


" Setelah rencanamu selesai,take over semua pekerjaan ku. Aku ingin menikmati hari-hari bahagia ku..."


" Siap bos...!"


" Bos... bagaimana dengan nyonya Susi?"


" Biarkan saja dia melakukan apapun sesuka hatinya"


" Kalau nyonya menanyakan anda?"


" Katakan aku sibuk...!"


" Baik boss...!"


Antony mematikan telpun nya,ia merebahkan tubuhnya diatas kasur dan akhirnya memejamkan mata.


🌹🌹🌹🌹


Dirumah Hermawan....


Safia sudah terlelap diranjang. Hermawan dan Safia kini menempati kamar tamu. Semua karena kehamilan Safia yang semakin besar. Hermawan tidak tega jika harus membiarkan istri tercinta nya naik turun tangga.


Hermawan masih terjaga,ia memeriksa beberapa email yang anak buahnya kirim. Hari-hari esok merupakan hari yang cukup melelahkan untuk nya. Selain karena akan meluncurkan produk baru,ia akan sibuk promo ke perusahaan besar disekitarnya untuk menjalin kerjasama.


Bisa jadi hari-hari esok dia tidak akan ikut sarapan pagi bahkan makan malam. Bisa dipastikan ia akan pulang larut malam. Tapi ia sudah berterus terang pada Safia dengan semua kesibukannya. Semua itu Hermawan lakukan agar kelak ia bisa menemani Safia ketika lahiran.


" Mas belum tidur?"


" Belum sayang... sebentar,mas masih cek email masuk"

__ADS_1


" Besok aja dilanjutin lagi mas..."


" iya sayang...."


" Mas.... pinggang ku pegel,bisa nggak laptopnya taruh di atas nakas dulu. Mas pijitin pinggang aku...!" Safia meringis merasa tidak nyaman dengan pinggangnya.


Akhirnya Hermawan meletakkan laptopnya diatas nakas. Ia memeluk tubuh istrinya yang tidur membelakangi nya. " Sayang,nggak boleh nakal sama mama...kasihan mama sayang, kamu boleh nakal terus manja sama papa,tapi jangan mama ya.....!" Hermawan mengusap-usap perut Safia.


" Ayo dong mas...pijitin" Safia memindahkan tangan Hermawan yang berada diperutnya ke pinggangnya.


Hermawan akhirnya menurut,ia mulai memijit-mijit dengan lembut pinggang Safia.


Setelah sepuluh menit akhirnya dengkuran lembut mulai terdengar. " Akhirnya tidur juga..." Hermawan merenggangkan tubuhnya dan mencari posisi nyaman untuk tidur.


pukul 2 dini hari, Hermawan merasa ada yang terus bergerak-gerak di sampingnya. Ia juga mendengar sayup-sayup orang menangis. Dengan susah payah akhir ia mulai membuka matanya. Ia melihat tubuh Safia bergerak-gerak seperti sedang menangis.


" Sayang kamu kenapa?"


yang benar saja ketika ia membalikkan tubuh istrinya terlihat mengusap kedua matanya.


" Kenapa nangis sayang...?"


" Nggak bisa tidur... hiks,hiks,hiks..."


" Aduh,jangan nangis dong....! mana yang pegel aku pijitin...!"


" Pinggang,kaki...tangan... semuanya pegel" Safia menunjuk beberapa anggota tubuhnya yang terasa pegal.


Safia mengangguk. Hermawan akhir nya bangun dan mulai memijit kaki Safia. Dalam hatinya menggerutu,namun apalah daya. Seperti nya Safia lebih menderita karena kehamilannya.


Entah perasaannya saja atau memang sepertinya calon penerus keluarga Sanjaya ini lebih merepotkan ketimbang anak pertamanya,Fanesa.


Dulu sewaktu hamil,Karin tidak pernah merengek atau membuatnya begadang untuk memijat tubuh Karin. Lebih tepatnya Hermawan seperti tidak terlalu perduli dengan kehamilan Karin.


" Mas jangan tidur ya,tunggu aku sampai benar-benar tidur baru boleh tidur"


" Iya sayang...."


" Mas,mau makan...." Wajah Safia terlihat begitu sedih.


" Makan apa sayang,?"


" Nasi goreng..."


" Ada lagi?"


" Sama buah ya ..."


" Baik nyonya Hermawan Sanjaya..." Hermawan mengatupkan kedua telapak tangannya dan pergi meninggalkan Safia yang masih terbaring.

__ADS_1


Safia kembali mencoba untuk memejamkan matanya.


Di dapur Hermawan mulai kebingungan. Ia sama sekali tidak pernah memasak. Nyonya Sanjaya terlalu memanjakan nya. Menurut nyonya Sanjaya laki-laki tidak boleh menyentuh peralatan dapur. Itu akan membuat wibawa seorang laki-laki menurun. Entah pemahaman dari mana. Buktinya banyak koki berjenis kelamin laki-laki.


Hermawan meraih handphone yang berada di sakunya. Syukurlah ia membawa handphone. Kalau tidak,ia akan mengecewakan anak dan istrinya.


Ia mulai mengusap layar ponsel nya, tak lama kemudian terlihat memanggil seseorang.


" Halo pak...apakah saya bisa minta tolong?"


Hermawan nampak serius menelepon.


" Iya,tolong belikan saya nasi goreng. Satu porsi saja.... usahakan tempatnya bersih dan higienis ya pak... terimakasih"


Hermawan duduk di kursi meja makan. Ia mulai membuka email yang dikirim pegawainya dari handphone nya. Satu persatu email ia balas dan mulai ia kerjakan.


Setelah menunggu kurang lebih 20 menit akhirnya terdengar suara bell pintu. Hermawan bergegas membukakan pintu. Seorang satpam rumah Hermawan menyerahkan sebuah kresek hitam.


" Maaf mas her,adanya cuma penjual keliling. Semua restoran pada tutup semua"


" Iya terima kasih pak,yang penting penjual nya bersih"


" Nggak cuma bersih,tapi ganteng...hahaha"


" Terimakasih...."


Hermawan segera menutup pintu rumahnya. Ia segera menuangkan nasi goreng yang terbungkus kertas minyak keatas piring. Tak lupa ia mengambil beberapa buah apel dari kulkas.


Hermawan merasa senang bukan kepalang karena bisa memenuhi keinginan istrinya dan calon penerus usahanya tersebut. Ia segera pergi kekamarnya. Setelah sampai kamarnya, Hermawan merasa tak tega untuk membangunkan istrinya. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi tidur saja. Dan meletakkan piring berisi nasi goreng diatas nakas.


Subuh pun tiba. Sayup-sayup adzan subuh pun terdengar. Safia mulai membuka matanya. Ia melihat suaminya nampak tidur dengan lelapnya. Kemudian pandangannya beralih pada nakas, terlihat sepiring nasi goreng dan beberapa buah apel.


Safia bangun dan bersandar pada sandaran ranjang,ia mulai memakan nasi goreng itu dengan lahapnya.


" Sudah dingin,tapi lumayan sih rasanya..." Safia kembali menyantap nasi goreng itu dengan lahap nya. setelah selesai ia mengambil sebuah botol plastik berisi air putih. Ia meneguk nya dengan perlahan.


Setelah selesai minum,ia pergi kekamar mandi.


***🌺🌺🌺🌹🌹🌹🌹🌺🌺🌺


Kira-kira mbak fia ngapain ya guys dikamar mandi? hahaha


maaf seribu maaf baru bs up kembali,karena ada beberapa alasan yang g bs sy jelaskan disini. Mohon maklum adanya....sudah emak2 jd banyak kerjaan.


Buat yg masih stay membaca karya saya,saya ucapkan terima kasih banyak πŸ™


Tanpa dukungan kalian semua apalah arti seorang saya...,πŸ˜πŸ™


I love you all 😘

__ADS_1


muuuuuaach.....!


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹***


__ADS_2