INIKAH TAKDIRKU...

INIKAH TAKDIRKU...
28 Syok Terapi


__ADS_3

" Yaa....begitulah bik, makanya aku sekarang cari wanita yang benar-benar tulus dan baik tanpa memandang hartaku saja"


" Kata mbak yu, Fia dari keluarga miskin ya?!"


" Iya,dulu ia sempat menolak ku bik. Ia merasa kalau tak cukup pantas mendampingi ku. Padahal aku tak pernah memandang seseorang dari hartanya"


" Semoga kau awet bersamanya Her. Ooh ya,aku masih boleh kan berteman dengan Karin?"


" Terserah bibik saja. Tapi jangan habiskan uangku dengan nya! Aku sudah tak memberinya uang belanja"


" Kenapa begitu?" kata bibik Vero sedih.


" Ya karena dia bukan istriku lagi. Lagian butik yang di Ciputra mall sudah aku berikan padanya. Apa masih kurang?"


" Baiklah, sebaiknya aku bersikap baik saja dengan Safia. Siapa tau kecipratan...haha"


" Jangan harap...! Dia tak seperti Karin bik. Ia tak suka menghambur-hamburkan uangku" Hermawan berdiri dan berjalan meninggalkan bibik Vero yang masih asik mengunyah kripiknya.


" Duh,bisa garing aku sama istri barunya Hermawan. Tapi nggak papa lah,dari pada aku harus tinggal di Jakarta dirumah yang sempit milik anak mantuku" bibik Vero meletakkan toples kaca yang sudah kosong di atas meja.


Ia meraih handphone disampingnya dan menghubungi seseorang.


πŸ“ž Karin : Hallo bik...


πŸ“ž Vero : Hei apa kabar?


πŸ“ž Karin : Baik bik....


πŸ“ž Vero : Lama ya kamu nggak main ke rumah Surabaya?


πŸ“ž Karin : eh iya bik.... aku sibuk


πŸ“ž Vero : Sekarang Fanesa sama Hermawan juga istrinya tinggal disini loh...


πŸ“ž Karin : Apa? (nampak kaget)


πŸ“ž Vero : Iya,apa kamu nggak tau?


πŸ“ž Karin : mas Hermawan nggak bilang sama aku bik


πŸ“ž Vero : walaupun kamu sudah pisah sama Hermawan, setidaknya kita masih bisa berteman dan nongkrong bareng kan?


πŸ“ž Karin : eh iya bik


πŸ“ž Vero : ya udah,aku tutup dulu ya telpunnya...


πŸ“ž Karin : iya bik....


Tut....Tut...Tut...


*****


Di sebuah kafe...

__ADS_1


" Sialan..! kenapa sih nenek peot itu tiba-tiba nelpun aku? Dia selalu mendekati ku cuma pengen dibelanjain aja,brengsek!" Karin memasukkan puntung rokok nya kedalam asbak. Matanya memerah karena semalaman tidak tidur bingung mencari cara gimana bisa mendekati Hermawan kembali.


" Hai cantik...!" Seorang pria bertubuh tegap menghampiri Karin. Karin nampak memperhatikan pria asing itu. Tanpa meminta izin terlebih dahulu langsung duduk disamping Karin.


" Mau apa kau?" Tanya Karin dengan wajah datarnya.


" Hanya....ingin menikmati secangkir kopi ditemani wanita cantik" pria itu nampak menarik ujung bibirnya.


" Aku nggak waktu buat pria brengsek sepertimu!" Karin berdiri dari tempat duduknya dan menyambar tas jinjing nya. Nampun,pria itu langsung mencekal lengan Karin.


" Aku ada penawaran untuk mu..." tutur pria itu dengan senyuman liciknya.


" Apa mau mu?" Karin menatap wajah pria itu dengan tatapan malas.


" Apa kau nggak ingin dekat dengan bos Antony lagi?" Pria itu masih menyunggingkan senyum licik nya. Akhirnya Karin mendaratkan kembali pantatnya ke kursinya.


" Bukankah Antony sudah membuang ku?"


" Aku bisa saja mempengaruhi bos Antony,asalkan....." Pria itu mengelus-elus pipi Karin, Namun Karin langsung menepis tangan itu dengan kasar.


" Asal apa?"


" Temani aku minum malam ini"


" Cuiihh.....!! Kau tau,aku tidak akan sudi tidur dengan pria seperti mu!" Karin memalingkan wajahnya.


Pria itu mengeluarkan sebuah kartu kredit dari dompetnya. " Apa kau nggak pengen belanja? Aku tau mantan suamimu pasti sudah tidak memberimu uang bulanan kan?" ejek pria itu.


Karin nampak berfikir keras. Memang betul sudah tiga bulan sejak perceraian nya, Hermawan sudah tidak memberinya uang bulanan. Penghasilan butiknya menurun bahkan sempat tutup beberapa waktu gara-gara pandemi korona. Uang simpanannya benar-benar sudah habis tak tersisa. Akhirnya Karin menyambar kartu kredit itu dari tangan pria itu.


Pria itu mengusap layar smartphone nya. Ia meletakkan smartphone nya di telinganya.


" Bos....ada barang bagus bos..."


" Dia mantan istri Hermawan bos"


" Kenapa bos secepat itu mengambil keputusan, setidaknya kita bisa memanfaatkan keadaan bos"


" Bukankah dengan memanfaatkan wanita ini bos bisa mendapatkan apa yang bos inginkan?"


" Baiklah bos....,"


Pria itu meletakkan smartphone nya di meja. Tatapannya tak lepas dari Karin. Senyumannya menyiratkan berbagai pertanyaan.


" Bagaimana? Apa Antony mau menemui ku lagi?" Tanya Karin penasaran.


" Itu bisa diatur,aku bisa atur semuanya. Asal penuhi dulu semua keinginan ku"


" Baiklah,ayo...!" Karin beranjak dari tempat duduknya di ikuti pria itu.


****


AUTHOR POV

__ADS_1


Ditempat Antony....


Antony nampak meneguk minumannya dengan sekali tegukan. Ia sesekali memijit pelipisnya. Ia ditemani dua wanita berpakaian seksi disamping kiri dan kanannya. Mereka bergelayut manja sambil memijit pundak Antony.


Tiba-tiba datang seorang wanita tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Braaakk....


Terdengar pintu dibuka dengan kasar.


" Mas...."


Antony nampak membelalakkan matanya tak suka. " Kenapa kau kemari...!" Kata Antony dengan nada bicara membentak.


" Sayang.... kenapa mereka berada disini?" Wanita itu menatap Antony dengan mata berkaca-kaca.


" Apa urusanmu?" kata Antony datar.


" Sayang... aku ini istrimu! Tolong hentikan kebiasaan burukmu itu!" wanita itu mulai meneteskan air mata nya.


" Kalau kau bosan menjadi istriku,aku bisa menceraikan mu secepatnya" Antony berdiri dari tempat duduknya. Ia mengangkat satu tangannya memberi kode agar dua wanita disampingnya menghentikan kegiatan memijitnya.


" Aku nggak ingin bercerai denganmu sayang..." Wanita itu mulai mendekati Antony dan memeluk tubuh Antony. Belum sampai tersentuh, Antony langsung mendorong tubuh wanita itu hingga tersungkur dilantai.


" Aku menikah dengan mu karena hutang ayahmu. Sekarang aku sudah tidak berselera denganmu...! Pergi dari sini...! Hutang ayahmu sudah kuanggap lunas"


" Tapi Antony,beri aku kesempatan lagi.... Aku ingin hidup bersamamu Antony. Aku Akan melakukan apapun untuk mu" Wanita itu meraih kaki Antony dan memeluknya erat.


Antony meraih sebuah cek dan menandatangani cek tersebut. Lalu melemparnya ke wajah wanita itu. " Isi sesukamu. Tapi pergilah dari sini. Aku sudah bosan melihat wajahmu"


Wanita itu menangis sesenggukan. Dengan terpaksa ia memungut kertas cek itu dan meninggalkan ruangan Antony. Di ambang pintu sudah terlihat asisten Antony bersama Karin. Asisten Antony mengajak Karin masuk keruangan Antony.


Antony kembali duduk dikursi singgasananya. " Kalian berdua keluar lah!" Antony memberi kode pada dua wanita yang berada disamping Antony.


" Hay Antony... apa kau tak merindukan ku?" kata Karin dengan senyum menggoda.


" Aku sungguh tak berselera denganmu!" Kata Antony sambil menyalakan rokoknya.


" Bos, dengarkan Karin dulu. Karin mempunyai penawaran bagus buat bos" Kata Alex asisten pribadi Antony.


" Apa? Cepat katakan!"


" Aku ingin kau goda istri muda Hermawan" Kata Karin sambil bersungut-sungut.


" Secantik apa wanita itu hingga mampu menggeser posisi mu hah?" ledek Antony.


" Wanita itu murahan,miskin dan tak berpendidikan. Entah pelet apa yang digunakan wanita itu untuk menggoda Hermawan" Karin nampak emosi.


" Hahaha..... Hermawan bukan pria bodoh Karin! Ia selalu mempertimbangkan semua keputusan nya. Aku mengenal betul siapa Hermawan" Antony berdiri dan berjalan kesudut ruangannya.


" Persetan dengan wanita itu. Bantu aku mendapatkan Hermawan kembali" Karin mengatupkan kedua tangannya. Antony terkekeh.


🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


thank you 😘


i love you so much πŸ’—


__ADS_2