
Happy reading gaeesss..... thanks yang udah berkunjung di tulisan aku,jangan lupa like,komen n vote ya....biar akunya makin semangat nulis nya.....makasih😘😘😘
"Nduk....yah mene sek anteng wae opo Ra kerjo?" tanya ibu tiba\-tiba membuyarkan lamunan Safia \(Nak,jam segini masih santai saja apa kamu tidak bekerja?\)
"Mboten buk,kula mpun mboten nyambut. Mas Hermawan seng ngengken buk." jawab Safia sambil menunduk lesu.\(Tidak Bu,saya sudah tidak bekerja.Mas Hermawan yang menyuruhnya\)
"Lha terus...kok wes macak ayu arep nyangdi?"tanya ibu Fia lagi.\(Lalu...sudah dandan cantik mau pergi kemana?\)
"Badhe teng griya sakit buk,tes kesehatan pra nikah trose"ucap Safia lagi.\(Mau kerumah sakit bu,katanya mau tes kesehatan pra nikah\)
"Yo wes ati\-ati,ibuk tak mlebu... awak ibuk rasane teng greges..."ucap ibu sambil badannya bergetar seperti kedinginan.\(Ya sudah hati\-hati,ibu masuk dulu...badan ibu meriang\).
Masih diruang tamu Safia tetap saja duduk\-duduk tanpa bergeming. Matanya sedari tadi melihat layar handphone miliknya menunggu notifikasi masuk dari Hendrawan. Lak lama kemudian ada sebuah mobil sedan mewah memasuki pekarangan rumahnya. Dengan sigap Safia berjalan menuju pintu rumahnya. Safia terperanjat melihat seseorang turun dari mobil mewah itu.
Ya.... Hermawan datang dengan sopirnya sambil membawa beberapa kantung kresek Entah apa isinya.....
"Maaf...kamu sudah nunggu lama ya?" ucap Hermawan sambil tersenyum.
"Tidak pak... silahkan masuk" ucap Safia sambil mempersilahkan masuk Hermawan.
Sejenak Hermawan terpaku melihat keadaan rumah Safia. Rumah kecil dengan pencahayaan kurang,terkesan suram...kursi sofa yang sudah tak layak pakai,meja usang...bahkan tv tabung 14inc yang sudah lama tak diproduksi lagi. Lantainya pun belum beralaskan keramik. Disudut ruang tamu bersender sebuah sepeda butut tanpa penyangga. Ya,sepeda itu adalah sepeda Safia yang digunakan setiap hari ketempat kerja.
"Sungguh diluar dugaan. Ini rumah kamu? Apakah kamu krasan tinggal disini?" tanya Hermawan pada Safia. Hermawan terkejut melihat tempat tinggal Safia yang jauh berbeda dengan tempat tinggalnya.
"Ya....saya tinggal disini sudah 22th,tentu saja saya kerasan.Silahkan duduk..." ucap Safia sambil mempersilahkan duduk Hermawan.
Namun Hermawan seakan enggan duduk di sofa yang sudah koyak itu. Bukan takut karena mengotori bajunya. Tapi takut roboh...
Tak lama kemudian datang ibu Safia dari dalam kamarnya.
"Eh nak Hermawan...Monggo pinarak..." ucap ibu sambil tersenyum ramah.\(eh nak Hermawan...silahkan duduk...\)
"Nggeh buk,matur nuwun. Niki enten sekedik oleh\-oleh kagem ibuk sekeluarga" ucap Hermawan sambil menyerahkan beberapa kantong kresek yang dibawanya. \(iya Bu, terimakasih. Ini ada sedikit oleh\-oleh untuk ibu sekeluarga\).
"Duh Gusti....repot sanget nak Hermawan niki.." ucap ibu sambil tersenyum bahagia sambil menerima beberapa kantong kresek yang dibawa Hermawan.\( Ya Tuhan....repot sekali nak Hendrawan ini\)
"Mboten kok buk,nggeh sampun Kula badhe nyuwun pamit. Badhe ngajak Safia teng griya sakit" ucap Hermawan hati\-hati. \(tidak Bu,yasudah saya mau pamit. Mau mengajak Safia pergi ke rumah sakit\).
__ADS_1
"Ooh nggeh,Monggo....atos\-atos loh nggeh nak Hermawan..." ucap ibu Safia sambil mengantar Safia dan Hermawan ke mobil.\(Iya ,silahkan.... hati\-hati nak Hermawan\)
Dalam mobil Safia hanya diam menatap luar jendela. Entah apa yang difikirkannya saat ini. Sementara Hermawan masih saja sibuk dengan posel pintarnya.
"Safia..."panggil Hermawan lembut.
"Iya pak..." seketika Safia pun menoleh.
"Jangan panggil bapak,panggil saja mas Her"
ucap Hermawan sambil tersenyum manis.
" Baik....mas...Her" ucap Safia gugup.
"Setelah menikah aku mau kamu tinggal bersamaku. Dan aku akan menyuruh orang untuk segera merenovasi rumahmu" ucap Hermawan penuh keyakinan.
"Apa anda jijik dengan keadaan rumah saya?"
ucap Safia sambil menunduk.
"Bukan...bukan seperti itu. Hanya saja rumah itu tidak layak secara kesehatan untuk penghuninya. Aku lihat tadi ibumu... sepertinya sedang sakit. Pak sopir,nanti Carikan dokter terdekat dirumah Safia untuk memeriksa ibunya" perintah Hermawan kepada sopirnya.
"Baik pak..." ucap sopir singkat.
"Tidak usah repot\-repot,ibu cuma meriang. Tadi ibu sudah minum obat cair Anti\_angin.Sebentar juga sembuh.." ucap Safia meyakinkan.
Safia hanya mengangguk pelan.Tak lama kemudian Hermawan mengeluarkan sebuah kartu ATM dari dalam dompetnya.
"Ini untuk mu...." ucap Hermawan sambil menyodorkan kartu ATM miliknya.
"Apa ini maksudnya?" ucap Safia terkejut.
"Gunakan kartu ini untuk membeli semua kebutuhan mu. Nanti pin ATM nya aku kirim via wa" ucap Hermawan penuh dengan penekanan.
"Tapi...." ucap Safia ragu.
"Aku tidak suka ada penolakan" ucap Hermawan sambil tersenyum tipis.
"Terimakasih..." ucap Safia sambil menerima kartu ATM itu.
Tak terasa mereka pun sampai di rumah sakit yang dituju.Setelah sampai parkiran keduanya keluar dari mobil sambil berjalan beriringan. Tanpa disadari Hermawan tiba\-tiba menggandeng tangan Safia.
Safia kaget,dan tiba\-tiba hantunya berdetak tidak karuan. Melihat kegugupan Safia Hermawan hanya tersenyum simpul.
Tak lama mereka sudah berada di ruangan pemeriksaan.
"Selamat pagi pak Hermawan..."sapa seorang dokter pria memberikan penyambutan.
__ADS_1
"Siang dok,apa bisa kita mulai sekarang?" ucap Hermawan tidak sabaran.
"Tentu....saya akan menjelaskan satu persatu prosedur pemeriksaannya.Bapak dan ibu nanti akan melakukan serangkaian tes... diantaranya seperti :
Tes **HEMATOLOGI**,tes ini berfungsi untuk mengetahui apakah terjadi kelainan pada jumlah sel darah atau tidak.
Tes **URINE**,tes ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada infeksi pada saluran kemih dan kelainan pada ginjal,
Tes **GOLONGAN DARAH**,tes ini dilakukan untuk mengetahui golongan darah dan rhesus pada pasangan tersebut.
Tes **GULA DARAH**, tes ini dilakukan untuk mengetahui kadar gula dalam darah.
Tes **VENERAL DISEASE RESEARCH** **LABORATORY**,tes ini digunakan untuk mengetahui penyakit yang berhubungan dengan alat kelamin.
Tes **TORCH**,tes ini berfungsi untuk mengetahui adanya infeksi penyakit pada kesuburan pria dan wanita" ucap sang dokter menjelaskan.
"Baiklah dok, berikanlah yang terbaik untuk kami"ucap Hermawan penuh semangat.
"Mari ikuti kami..." ucap sang dokter mengarahkan Hermawan dan Safia ke sebuah ruangan laboratorium.
Setelah serangkaian tes mereka lalui,kini keduanya sudah berada dalam mobil. Hermawan nampak kasihan melihat Safia tampak kelelahan. Sesekali dia mengusap rambut di kepala Safia. Namun Safia tak bisa menolak perlakuan Hermawan kepadanya.
"Safia... kamu ingin makan apa malam ini?" ucap Hermawan penuh perhatian.
"Ehmmm.... terserah mas Her" ucap Safia gugup.
"Tapi aku sekarang pengen makan sesuatu.... Apakah kamu mau?!" ucap Hermawan menggoda.
"Makan makanan apa maksud nya mas Her?" tanya Safia penuh selidik.
"Tentu saja memakan mu....hahahaha" ucap Hermawan sambil tertawa terbahak\-bahak melihat Safia tiba\-tiba mukanya memerah bak buah tomat.
Disisi lain ada pak sopir yang sedari tadi mencuri\-curi pandang lewat kaca sepion. Pak sopir tersenyum heran dengan kelakuan bos nya kali ini.
'Pak Hermawan jarang sekali tertawa sampai terbahak\-bahak seperti ini. Nampaknya si bos sangat bahagia kali ini' Batin pak supir.
Okhay gays... Episode berikutnya adalah pengakuan yang sangat mengagetkan bagi seorang Safia....😍😍😂 apa tuh?
__ADS_1
Tunggu kelanjutannya.... keep stay tune disini ya... jangan lupa klik like,komen n vote sebanyak-banyaknya yaa.....thank you😘😘😘😍🙏