
"Fia....aku mau jujur sama kamu" ucap Hermawan serius.
"Iya mas..." ucap Safia singkat.
"Sebenarnya...aku sudah lama suka sama kamu" ucap Hermawan sungguh-sungguh.
Safia kaget mendengar ucapan Hermawan.
"Mana mungkin bisa? Kita kan baru saja bertemu"ucap Safia heran.
"Sebenarnya sudah lama aku memperhatikan mu dari kejauhan. Melihat kesederhanaan, melihat ketulusan... Aku sering parkir didepan store tempat mu bekerja hanya untuk melihat wajahmu sesaat. Waktu itu...."
#FLASBACK ON#
Ada seorang kakek-kakek berjalan memasuki sebuah toko furniture IKIAE . Kakek itu berjalan kebingungan melihat banyaknya furniture ditoko tersebut. Ada seorang pegawai menghampiri.
" Ada yang bisa dibantu kek?" ucap Safia ramah.
" Nak....saya mau mencarikan cucu saya meja belajar. Tapi duit saya cuma 500rb" ucap kakek sedih.
" Boleh....silahkan lihat-lihat dulu ya kek" ucap Safia lembut. Dengan ramah dan cekatan Safia menuntun sang kakek melihat-lihat meja belajar. Hingga kakek menjatuhkan pilihan pada satu meja belajar.
" Kenapa kek?" ucap Safia penasaran.
" Uang kakek tidak cukup" ucap kakek sambil tertunduk lesu.
" Nanti saya mintakan diskon untuk kakek. Sebentar ya,kakek tunggu disini" ucap Safia lembut.
Bukannya pergi ketempat bosnya,Safia malah pergi ke toilet. Diambilnya sebuah dompet warna krem di saku celana nya. Dilihat isi dompet tersebut hanya tinggal tiga lembar uang seratus ribuan.
' Kalau aku bantu kakek itu, uangku tinggal 75rb. Padahal gajian masih 10hr lagi. Insyaallah pasti cukup' Batin Safia.
Safia pun pergi menemui kasir dan membisikkan sesuatu dan menyerahkan uangnya.
" Siapa lagi yang mau lu bayarin sih fi?" ucap Ratna penasaran.
" Ada,nanti jangan bilang apapun ya... Bilang aja seperti yang aku bisikkan tadi" ucap Safia hati-hati.
Ratna hanya mengangguk tanda ia mengerti maksud Safia.
Safia mengajak kakek tersebut berjalan menuju kasir.
" Silahkan kek...!" ucap Safia lembut.
" Harga meja belajarnya 725rb,ada potongan 225rb jadi tinggal 500rb ya kek" ucap Ratna ramah.
"Ini...." ucap kakek sambil menyerahkan uang seratus an lima lembar.
" Uangnya pas ya kek" ucap Ratna sambil menghitung uang dari kakek.
" Mari saya bantu menuliskan alamat pengiriman ya kek" ucap Safia lagi.
#FLASHBACK OFF#
"Aku tau kakek itu mau apa ke store tempat kamu bekerja. Supirku sempat berbincang-bincang dengan kakek itu. Aku juga sempat menelepon pemilik store tempat mu bekerja. Aku terkejut dengan apa yang kamu lakukan" ucap Hermawan takjub.
" Saya tidak seperti yang mas bayangkan. Saya hanya ingin melihat kakek itu tersenyum" ucap Safia lembut.
" Tapi itu luar biasa Fia,kau seperti bidadari... Sikapmu lembut, dermawan... Tak salah aku memilih mu" ucap Hermawan memuji.
Pipi Safia pun merona merah mendengar segala pujian Hermawan.
__ADS_1
" Fia,ayo makan makanan mu..." ucap Hermawan sambil tersenyum.
" Tapi.... saya..." ucap Safia terputus
" Kenapa?" ucap Hermawan heran.
" Saya tidak bisa makan pakai pisau sama garpu. Saya bingung.... Saya takut membuat anda malu" ucap Safia jujur.
Seketika Hermawan terkekeh mendengar pengakuan Safia. Yang benar saja,Safia mungkin tidak biasa makan steak daging.
Akhirnya Hermawan membantu Safia memotong - motong makanannya tersebut.
'Andai saja Karin seperti mu Fia,betapa bahagianya aku. Tapi tidak apa-apa, sebentar lagi kau juga akan menjadi istriku' batin Hermawan
" Papa udah pulang?" ucap Fanesa.
"Iya sayang,apa kamu sudah makan?" ucap Hermawan sambil mengelus kepala Fanesa.
Fanesa hanya menggeleng lemah.
" Lihat papa bawa apa? Papa bawa steak kesukaan mu" ucap Hermawan sambil tersenyum.
" Beneran pa? Papa temani aku makan ya..." ucap Fanesa penuh semangat.
Fanesa dan Hermawan berjalan beriringan menuju meja makan.
" Pa,kenapa mama nggak pernah pulang?" ucap Fanesa sedih.
" Apa papa beneran sudah pisah sama mama?" ucap Fanesa sedih.
" Suatu saat nanti,kamu akan tau apa alasan papa pisah sama mama" ucap Hermawan sedih.
" Tapi papa nggak akan nikah lagi kan?" ucap Fanesa sambil menatap Hermawan penuh harap.
" Papa akan mencari kan mu ibu terbaik untuk Fanesa,yang pintar memasak,bisa menemani mu belajar setiap hari,menemani mu pergi belaja....." ucap Hermawan penuh semangat.
" Kenapa papa nggak nikah aja sama bik Sumi?" ucap Fanesa polos.
" Ha...?! " ucap Hermawan kaget. Tak lama kemudian terdengar tawa pun pecah. "Hahahaha...." Hermawan tak bisa menahan tawanya.
" Papa...,bibik kan juga bisa memasak" ucap Fanesa kesal.
" Sayang,apa kamu tega melihat papa pergi kondangan bersama seorang nenek\-nenek?" ucap Hermawan sambil terkekeh.
Fanesa pun hanya mengerucutkan bibirnya kesal.
__ADS_1
Fanesa Hermawan adalah anak tunggal pernikahan Hermawan Sanjaya dengan Karin Oktarina. Usianya kini menginjak 13th. Namun,berbeda dengan anak\-anak pada umumnya. Fanesa kurang mendapatkan kasih sayang ibunya. Ibunya Karin,sibuk dengan perkumpulan sosialita nya. Bahkan sering melupakan kehadiran anaknya.
" Dengarkan papa sayang. Walaupun papa menikah lagi,papa akan tetap menyayangi mu. Kamu nomor satu buat papa. Kamu adalah putri papa, kesayangan papa" ucap Hermawan lembut.
" Papa janji, walaupun papa punya anak lagi.... Fanesa tetap nomor satu buat papa?" ucap Fanesa penuh harap.
" Iya papa janji" ucap Hermawan lembut.
Kini keduanya berpelukan penuh kasih sayang.
" Tapi kamu harus janji sama papa nggak boleh ngopol lagi" ucap Hermawan menggoda.
" Ehmmm...papa.." ucap Fanesa sambil bergelayut manja.
Ditempat lain adalah Safia yang sedang rebahan dikasurnya. Membayangkan kejadian demi kejadian yang dialami ketika bersama dengan Hermawan.
Hermawan begitu lembut dan perhatian dengannya. Tak jarang Hermawan kadang menggoda Safia dengan kejahilannya.
" Mbak...!" ucap Wulan membuyarkan lamunan Safia.
" Mbak seneng banget seharian jalan sama mas Hermawan" ucap Wulan menggoda.
" Ibuk benar Wulan,mas Hermawan baik. Mungkin mas Hermawan jodoh yang terbaik yang diberikan Allah buat mbak" ucap Safia.
" Cieee....ihiiirrr,Icik Kiwirrr " ucap Wulan sambil bergoyang-goyang.
" Tapi mbak jangan lupa belikan aku hape merk oppa,type nya yang bagus pokoknya" ucap Wulan penuh penekanan.
" Buat apa sih dek... hape mahal-mahal gtu. Mubazir..." ucap Safia malas.
" Yaa tentu saja buat ngedapetin cowok tajir kaya mas Hermawan dong...hahaha" ucap Wulan sambil tertawa-tawa.
" Iih kamu,mulai ganjen yaaa... masih kecil mau pacar-pacaran! Mau aku aduin sama ibuk ya... biar dipukuli kamu sama ibuk" ucap Safia sambil mencubiti adiknya itu.
" Aaduh kak,ampun ....ampun" ucap Wulan terkejut mendapati serangan kakaknya yang tiba-tiba.
Dikamar lain ada ibu dan bapak Safia yang sedang asik pijit-pijitan.
" Enek opo sih cah-cah rame dewe" ucap ibu penasaran. (Ada apa anak-anak ramai sendiri)
" Mbuh buk,aku ora eroh. Mbok yo seng rodok nemen to lak mijeti. Awakku loro kabeh bar mangguli gula ndek gudang" ucap bapak Safia sambil berbaring. ( Tidak tahu bu. Coba lebih keras kalau memijat. Badanku sakit semua setelah memanggul satu gula kegudang)
" Salahmu dewe,ragelem dadi pegawai" ucap ibu Safia menyindir. (Salah sendiri,tidak mau jadi pegawai)
" Pegawai ko ndi buk,ijasah muk SD" ucap bapak Safia penuh penyesalan. (Pegawai darimana bu, ijazah cuma SD).
" Masio SD,tapi aku panggah cinta kok pak" ucap ibu sambil tersenyum. (Walaupun cuma SD,tapi aku tetap cinta sama bapak).
__ADS_1
Uwuuuwwww....banget deh si ibuk sama bapak😂😂😂 romantis gila...
Jangan lupa like,komen n vote ya gays.....🔥🔥🔥 thank you 😘