
"mas...."
"mas...."
"mas her,ayo bangun...."
Perlahan Hermawan membuka matanya. Ia melihat istrinya Safia sudah memakai mukena. Nampak cantik dan anggun.
" Kamu cantik sekali sayang...."
" Ayo mas kita jamaah subuh"
Walau begitu berat Hermawan membuka matanya,namun ia segera pergi kekamar mandi untuk membasuh wajahnya dengan air. Agar segera terkumpul semua kesadarannya. Selesai berwudhu, Hermawan segera mengganti baju nya menggenakan baju Koko dan sarung yang telah disiapkan Safia.
Mereka berdua menjalankan sholat subuh dengan khusu' dan khidmat. Setelah salam,Safia mencium punggung tangan Hermawan. Hermawan pun mencium kening Safia.
" Tiada waktu yang membahagiakan, kecuali waktu yang bisa aku habis kan bersama mu sayang...."
" Tiada hal yang bisa membuat ku bahagia, kecuali menjadi istrimu mas..."
" Sayang, katakanlah.... adakah hal yang membuat mu sedih jika bersamaku? mungkin sikapku,atau tutur bahasaku yang kurang mengenakkan untuk mu?"
" Hahahaha.....mas,aku merasa geli mendengar perkataan mas...!"
" Ada yang salah?"
" Enggak,cuma bahasanya terlalu baku dan kaku"
" Itulah aku sayang,aku nggak bisa berkata-kata manis pada perempuan"
" Tapi mas cukup manis,aku suka...!"
" Tapi aku nggak bisa bersikap romantis juga padamu sayang"
" Emang itu penting?"
" penting lah! untuk menjaga keutuhan rumah tangga kita"
" Buat fia,asal kita sama-sama saling mengerti itu saja sudah cukup"
" Sesimpel itu?"
" Iya mas,sesimpel itu. Apa lagi?"
" Pernah nggak kamu merasa menyesal karena aku nikahi?"
Safia nampak terkejut dengan ucapan Hermawan.
" Kenpa mas bilang gitu?"
" Usia kita terlampau jauh,kamu seharusnya bisa mendapatkan pria yang lebih dariku. Lebih muda,tampan dan kaya tentunya"
" Tapi kita tidak bisa memilih jodoh kita harus dengan siapa mas"
" Aku fikir waktu itu kamu benar-benar tidak datang fia. Aku takut kamu mau aku nikahi karena terpaksa"
" Nggak lah mas,aku sukarela engkau nikahi waktu itu. Hanya saja, aku memantapkan hati apakah aku benar-benar pantas untuk menjadi istri juga ibu dari Fanesa.."
" Apa ada keraguan waktu itu?"
__ADS_1
" Sebenarnya iya,bukan hal yang mudah untuk ku menerima pinanganmu mas" Safia menunduk. " Aku sadar diri mas, keluarga ku miskin. pendidikan ku juga hanya sebatas SMA. aku nggak mau menjadi pungguk merindukan bulan"
" Sayang,apa kau tau jodoh kita siapa? Hanya Allah yang menentukan. Jangan mendahului takdir,kalo mas yang jadi jodoh kamu bisa apa?"
" Ya bersyukur...!"
" hehe....ya sudah,aku mau siap-siap. Pagi ini aku harus ke perusahaan. Ada peluncuran produk baru,doakan urusan ku lancar ya...!"
" Aamiin..."
" Setelah selesai,aku akan kasih kejutan buat kamu...!"
" Apa mas?"
" Rahasia,namanya kejutan ya nggak akan aku kasih tau..." Hermawan sambil menjulurkan lidahnya.
" Aku siapin air hangat buat mandi ya mas,"
" Nggak usah,kamu tiduran aja... nanti kalo sudah mau sarapan baru kamu boleh keluar. Inget,jangan kemana-mana...!"
" Iya mas,aku janji...!"
Hermawan mengusap pipi Safia lembut. Lalu ia segera beranjak kekamar mandi. Setelah selesai mandi Hermawan melihat istrinya berbaring sambil memainkan hapenya.
" Mas,kopinya....!"
" kamu yang bikin sayang?"
" Iya..." kata Safia sambil tersenyum.
" Sayang....kamu kan sudah hamil besar,jangan beraktivitas terlalu berat. Aku kan sudah bilang kamu tiduran saja...!"
" Ya sudah,aku minum sekarang,! Jangan ngambek...!" Hermawan mengacak-acak rambut Safia gemas.
" Mas nanti pulang jam berapa?!"
" Belum tau,bisa sore atau bahkan larut malam"
" Hati-hati ya mas...!"
" Ok sayang...!"
Hermawan meminum kopinya dengan cepat. Lalu ia segera berganti pakaian kerjanya. Sebuah kemeja,jas juga celana bahan.
Sesekali ia berkaca dan berputar-putar,apakah ada yang kurang dari penampilannya.
" Mas sini...! Ada yang kurang dari penampilan mas...!
" Apa? " Hermawan menghampiri istrinya.
Tiba-tiba sebuah kecupan kilat mendarat dibibir Hermawan.
" Sayang....masih pagi,nanti aku terlambat!"
" Hehehe..."
Hermawan langsung menciumi pipi istrinya gemas.
" Mas hentikan! aku geli"
__ADS_1
Bagaimana tidak geli,tak hanya pipi bahkan leherpun tak luput dari serangan Hermawan pagi itu.
" Ya sudah,aku mau berangkat dulu! Banyak hal yang harus dipersiapkan pagi ini"
" Mas nggak sarapan dulu?"
" Nggak usah,aku sarapan dikantor. Aku sudah pesan pada sekretaris ku untuk menyiapkan sarapan untuk pagi ini"
" Semoga urusan mas hari ini lancar,dan bisa cepet pulang...!" Safia langsung memeluk tubuh suaminya.
" Kamu juga jaga diri,jangan beraktivitas terlalu berat"
" Siap komandan...! hehe"
" bye sayang...!" Hermawan melambaikan tangannya lalu pergi meninggalkan Safia.
" Sebaiknya aku ngaji,biar nggak bosen"
Safia menata sandaran dengan dua bantal yang di dekatkan di sandaran ranjang. Lalu ia duduk sambil bersandar di sandaran yang empuk dan nyaman itu. Lalu ia membuka layar handphone nya dan mulai mengaji.
Setengah jam berlalu tanpa terasa kantuk mulai menggelayuti dirinya. Tak lama kemudian matanya pun akhirnya terpejam.
Pukul 8 pagi nyonya Sanjaya pergi kekamar Safia, melihat menantunya tertidur rasanya ia tak tega untuk membangunkannya. Sebenarnya nyonya Sanjaya ingin Safia sarapan dan berpamitan.
Hari ini ada acara menyalurkan bantuan sosial pada warga tidak mampu diseputaran Surabaya. Nyonya Sanjaya dan teman-temannya aktif di organisasi yang bergerak di bidang sosial.
Akhirnya nyonya Sanjaya kembali menutup pintu kamar Safia dengan perlahan.
💗💗💗💗
Pukul 10.00 wib akhirnya Safia terbangun.
" Astagfirullah,jam berapa ini?" Safia melihat jam yang terpajang di dinding.
" Sholat Dhuha dulu baru sarapan"
Safia beranjak kekamar mandi dan bersiap-siap untuk sholat Dhuha. Selesai sholat,Safia pergi ke meja makan. disitu terlihat beberapa jenis makanan terhidang disana.
" bik.....!"
" Iya pagi nyonya...!" seorang pelayan datang.
" Kok masih banyak? Apa mama sama Fanesa nggak makan?"
" Non Fanesa dan nyonya besar sudah makan nyonya"
" Kok masih banyak?" Safia menarik sebuah kursi untuk ia duduki.
" Nyonya besar berpesan agar kami masak beraneka ragam agar nyonya berselera makan "
" Ya tapi nggak sebanyak ini"
" nyonya mau saya ambilkan...!"
" nggak usah bik,oh ya. ..! nanti kalo masih banyak sisanya...bagiin ke orang-orang yang bekerja dirumah ini ya. Jangan sampai ada sisa...! biar nggak mubazir"
" Siap nyonya....!"
🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1