INIKAH TAKDIRKU...

INIKAH TAKDIRKU...
3. Tiba-tiba bertemu


__ADS_3

Hari ini adalah hari paling mendebarkan buat Safia. Karena hari ini dia harus menyatakan keputusannya apakah menerima perjodohan nya dengan Hendrawan Sanjaya atau malah menolaknya. Sungguh....hatinya sangat berkecamuk sekali. Ibarat makanan itu rujak buah....,manis,asem,asin,pedes. Rame rasanya....😝


"Fia.... kenapa hari ini kamu terlihat bahagia sekali" tanya Burhan sambil menghampiri Safia.


"Enggak mas" ucap Safia malu-malu.


"Kenapa muka kamu memerah seperti itu?" kata Burhan menggoda.


"Aku mau nikah mas...." ucap Safia sambil menunduk malu.


Seketika itu wajah Burhan langsung berubah kecewa. Ia tidak menyangka wanita yang selama ini ia cintai mau melepas masa lajangnya.


"Fia....laporan keluar masuk gudang antarkan ke ruangan tacik sekarang" perintah Ningsih tiba-tiba.


Lalu Burhan pergi meninggalkan Sofia yang mulai sibuk dengan pekerjaannya.


Tok....tok....tok...,


"Masuk..."


Tak lama kemudian terdengar bunyi pintu berderik.Terlihat Safia membawa beberapa buku laporan yang diinginkan bos nya itu.


"Maaf tacik,ini laporan yang tacik inginkan..."


ucap Safia penuh hati-hati sambil menyerahkan laporan itu.


"Bagus kerja kamu...teliti kamu ya" ucap tacik memuji.


Tiba-tiba terdengar suara gaduh didepan ruangan tacik. Seketika itu muncul seorang laki-laki paruh baya dari balik pintu.


"Maaf tacik,jendela kaca digudang pecah" ucap pria itu sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.


" Kok bisa?" selidik tacik mengernyitkan dahi.


"Dipukul pake tangan Burhan cik, sekarang Burhan tangannya berlumuran darah dan mengamuk digudang.Tapi anak-anak sudah menenangkannya tacik..."


"Fia... bilang Ratna bagian keuangan,bulan depan potong gaji Burhan untuk menggantikan kerugian digudang" perintah tacik.


"Ba....baik tacik" jawab Safia gugup.


Mas Burhan kenapa melakukan itu... Tak habis pikir Safia dengan semua kelakuan Burhan. Burhan terkenal pria yang baik dan santun bisa melakukan hal sekonyol itu? Tidak mungkin.... Pasti ada hal yang membuat kecewa.Tapi apa...


"Fia....ngelamun terus....!" goda Ratna tiba-tiba membuyarkan lamunannya.


"Eh na, enggak.... aku nggak habis pikir aja mas Burhan kenapa tiba-tiba ngamuk digudang" ucap Fia bingung.


"Mungkin putus cinta...." ucap Ratna tak perduli


"Tentang gaji mas Burhan.... tacik minta gaji mas Burhan dipotong bulan depan untuk menggantikan kerugian digudang" ucap Fia lagi.


"Iya aku sudah tau.Aku habis dari ruangan tacik,makan yuk... dikafe sebelah...aku pengen makan seblak" ajak Ratna sambil menarik tangan Safia.

__ADS_1


"Tapi kerjaanku belum kelar,takut tacik marah..." tolak Safia


"Udah tenang,tacik g ada diruangannya.Tacik barusan kegudang sama mbak Ningsih" Balas Ratna meyakinkan.


Akhirnya mereka pergi ke kafe sebelah toko tempat mereka kerja. Safia dan Ratna mulai memesan makanan mereka sukai.


Ditengah-tengah mereka berdua asik berbincang tiba-tiba datang seorang pria menghampiri tempat duduk Safia dan Ratna.


"Tenyata kamu disini..." ucap Hendrawan


"uhuuukkk.... Pak Hendrawan" tiba-tiba Ratna tersedak kaget melihat kehadiran Hendrawan.


Safia hanya menoleh sesaat dan hanya mengangguk pelan.Tanpa sungkan Hendrawan langsung duduk disampingnya Safia.


"Maaf pak,kemarin saya sudah menghubungi kantor anda kalau kelebihan pembayaran sudah dikembalikan via transfer bank" ucap Ratna hati-hati.


"Aku nggak ada urusan dengan mu!" ucap Hendrawan ketus.


"Lalu...?" tanya Ratna mulai penasaran.


"Aku ada urusan dengan temanmu" ucap Hendrawan sambil melirik Safia.


Safia hanya menunduk malu. Sejak kehadiran Hendrawan jantung Safia mulai berdetak tidak karuan. Tangannya mulai dingin.


"Fia.... besok aku mau menjemput mu untuk periksa kesehatan. Aku harap kamu bersiap-siap untuk besok" ucap Hendrawan lalu berdiri dari tempat duduknya.


"Ta...tapi? Saya belum memberikan anda jawaban" ucap Safia gugup


"Sempurna tau nggak tuh orang fia..."ucap Ratna takjub


"Maksud kamu na?" tanya Safia penasaran.


"Tuh orang punya kebun sawit di Kalimantan fi,udah gitu punya pabrik minyak goreng di Jakarta, punya pabrik gula di Lampung... punya usaha apalagi dia gua nggak tau" ucap Ratna sambil senyum-senyum sendiri.


"Kamu tau nggak kalo dia mau nikah lagi?" kata Safia menggoda Ratna....


"Masak....? soalnya kan dia pengusaha sukses.Bisa jadi urusan rumah tangganya sengaja ditutupi" ucap Ratna membela.


"Menurut kamu... Seberapa beruntung nya wanita yang bisa menikah dengan pak Hendrawan?" tanya safia.


"Ya beruntung banget lah fi... Gila lu,gua juga mau walaupun cuma jadi simpanannya" ucap Ratna sambil menghayal menjadi simpanan Hendrawan 😝😝😝 *sudah nggak waras tuh bocah.



"Han....lu kenapa sih kaya gini tadi?


Liat tangan lu sobek gara\-gara lu ninju jendela gudang,lu putus cinta atau gimana sih Han...." tanya Roy prihatin


"Gue nggak tau Roy,hati gue kecewa banget... Gila... 3tahun gue sabar nunggu\-nunggu,bahkan ditolak 2kali pun aku masih bisa sabar nungguin dia...Tapi dia malah mau nikah sama orang lain Roy"


ucap Burhan sambil menangis tersedu\-sedu meratapi nasibnya.

__ADS_1



"Nggak usah terlalu difikirkan Han,gua yakin lu bisa dapetin cewek yang lebih dari dia" ucap Roy mencoba menghibur sohibnya.



"Mas Burhan...." ucap Safia tiba\-tiba sudah berdiri disamping mereka.


"Han gue ketoilet bentar ya..." ucap Roy sambil berdiri meninggalkan Burhan bersama Safia.



Sudah 10menit mereka berdua hanya duduk dan diam tanpa ada yang memulai kata\-kata.


Sesekali Burhan mengacak\-acak rambutnya dengan kasar.



"Mas Burhan kenapa begini...?" ucap Safia mulai memecah keheningan.


"Aku...." kata Burhan terputus,tak sanggup lagi berkata\-kata karena ada sesak yang menjalar didadanya.



"Aku kira mas Burhan tidak sebodoh ini melakukan hal konyol... yang melukai diri sendiri" ucap Safia dengan mata nanar.


"Aku begini karena aku mencintaimu Fia"


ucap Burhan sambil menatap Safia memelas.



"Mas hanya berambisi,bukan mencintai... kalau mas mencintaiku....Harusnya mas bisa merelakan ku untuk bahagia. Bukan seperti ini" kini air mata Safia mulai menitik perlahan membasahi pipinya.



"Apa mas pikir,dengan aku menerima mas... Mas bisa mendapatkan hatiku? Aku hanya menganggap mas sebagai kakak... Tidak lebih...! Tapi kenapa mas tidak juga mengerti..." kini Safia sudah berdiri dan beberapa kali mengusap air matanya.



"Mulai besok mas nggak usah mikirin aku lagi. Biar mas tenang,aku sudah mengajukan surat pengunduran diri pada tacik. Aku harap ini terakhir kalinya kita ketemu mas... Maaf mas,kalo selama ini sikapku pada mas... mas anggap sebagai sebuah harapan. Terimakasih untuk semua kebaikan mas pada Fia"


Fia pun berlari meninggalkan Burhan sendiri.



"SAAAAAFIAAAAA........!" teriak Burhan sambil terisak\-isak. Hari ini Safia benar\-benar telah menghancurkan hatinya hingga berkeping\-keping.


***Kasihan yaa gaesss,mas Burhan 😭😭 aku ikut syedih deh.... Dia harus patah hati begonoh... padahal mas Burhan sebenarnya cakep loh gaesss.... cuma kurang beruntung ajah....πŸ˜”πŸ˜”


Gaeeesss....jangan lupa bantuin akuh like,komen n vote yah,biar tambah semangat nulisnyaπŸ˜πŸ‘ kritik n saran boleh ditampung lewat kolom komentar yaah...😘😘 thingkiu***...

__ADS_1


__ADS_2