INIKAH TAKDIRKU...

INIKAH TAKDIRKU...
71 Bunga untuk Safia


__ADS_3

Hari ini Safia merasa kurang nyaman. Perasaannya sedikit gelisah,entah kenapa seperti itu. Ia mengambil handphone nya untuk menghubungi Fanesa.


📞 Fanesa :" iya ma...."


📞 Safia :" assalamualaikum sayang"


📞 Fanesa :" walaikum salam ma,ada apa?"


📞 Safia. :" kamu sudah makan belum sayang?"


📞 Fanesa :" sudah ma, Fanes makan salad buah sama ayam rica-rica"


📞 Safia. :" yasudah,nanti kamu pulang jam berapa sama Oma?"


📞 Fanesa :" nggak tau ma,kata Oma kalau sudah selesai kita pulang. Masih ada 3 tempat lagi yang mau dikunjungi"


📞 Safia. :" ya sudah, baik-baik ya kamu disana sayang..."


📞 Fanesa.:" iya mah"


📞 Safia. :" assalamualaikum..."


📞 Fanesa. :" walaikum salam ma..."


Safia mematikan panggilan telepon nya. Ia merenung beberapa detik lalu ia kembali melakukan panggilan telepon.


Dengan sabar ia menunggu panggilan telepon nya diangkat,namun hingga panggilan itu berakhir tak kunjung diangkat juga oleh si penerima telepon.


Ia kembali melakukan panggilan hingga beberapa kali namun tetap tidak diangkat. Safia melempar handphone nya ke meja. Ia mencari posisi duduk yang paling nyaman di sofa ruang keluarga.


" permisi nyonya,ada bunga untuk nyonya"


" Tumben?"


" Iya..." seorang pelayan menyerahkan bunga pada Safia.


" Darimana? bukannya aku nggak boleh terima apapun dari orang lain?"


" Tapi itu dari tuan nyonya"


Safia mengecek kartu ucapan pada bunga tersebut.


**Dear istriku tercinta,


Aku tunggu kamu di kafe Bilarosa pukul 2 siang ini.


Dandan yang cantik yaa..❤️


Dari


Suamimu


Hermawan**


Safia tersenyum bahagia,ia sedikit kesal dengan suaminya.


" Dasar kamu mas,tadi aja aku telepon nggak diangkat. Eh nggak taunya kamu kasih bunga segala...!". Safia begitu bahagia menciumi bunga yang berada di pelukannya.


" nyonya, apa sebaiknya saya siapkan makan siang untuk nyonya?"


" Nggak usah deh bik, terimakasih! saya mau keluar makan sama mas Hermawan"


" Sedikit saja nyonya,ini sudah larut dari jam makan siang. Nanti nyonya makan lagi sama tuan"


" Siapin buah aja deh, nanti saja makan sama mas Hermawan"


" Baik nyonya!"


" Ooh ya bik, apa ada sopir diluar?"


" Pak Diman ikut tuan Hermawan, lalu pak Soleh ikut nyonya besar"


" Ya sudah,nanti aku naik taxi aja"

__ADS_1


" Apa tidak sebaiknya nyonya menunggu dijemput tuan Hermawan?"


" Nggak papa bik,aku nggak mau ngrepotin mas Hermawan"


" Nyonya memang yang terbaik"


" hehe....bibik bisa aja!"


Bibik akhirnya pergi untuk mengambil buah yang dipesan Safia.


Safia tidak sabar dengan kejutan yang diberikan Hermawan. Ia segera pergi kekamarnya untuk bersiap. Beberapa baju ia keluarkan dari dalam lemari. Beberapa kali ia harus menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Kenapa semua kekecilan sih...? apa aku segendut itu?"


Safia kembali meletakkan baju yang ia pakai diatas ranjang. Ia kembali menggenakan baju hamil yang ia pakai tadi pagi.


Tok....


Tok....


Tok....


" permisi nyonya..."


" Iya masuk bik..."


Pelayan rumah Hermawan pun masuk sambil membawa semangkuk salad buah.


" Waaahhh salad...!" Safia sangat bahagia melihat apa yang dibawa pelayan rumah.


" Bibik Inah menyuruh saya membawakan salad ini untuk nyonya"


" Kenapa salad? tadikan saya minta buah?"


Pelayan itu pun mendadak pucat melihat nyonya nya sepertinya tidak puas dengan makanan yang ia bawa.


" Kata bik Inah,nyonya orangnya tidak rewel. Jadi kami ingin memberikan sesuatu yang lebih dari yang nyonya harapkan"


" Lalu...?"


" Hahahaha..... yaa Allah mbak.... ya masak gara-gara salad saya pecat mbak...hahaha"


Safia tertawa terbahak-bahak,tanpa ia sadari perutnya tiba-tiba kram.


" Aduh...." Safia menunduk sambil memegangi perutnya.


" Ada apa nyonya?" pelayan baru itu pun panik.


" aah,nggak papa... cuma kram. Semoga nggak papa"


" Aduh nyonya, bagaimana ini? apa perlu saya telpun nyonya besar?" Pelayan itu memapah Safia duduk ditepi ranjang.


" Tenanglah,jangan panik...! rileks.... jangan berfikiran macam-macam"


" nyonya....saya takut tuan menyalahkan saya..." pelayan baru itu nampak ketakutan dan tangannya mulai bergetar.


Safia tersenyum melihat tingkah pelayan barunya itu.


" Nyonya,maafkan saya...!"


" Hahaha....mbak cukup,perut saya nanti kram nya bisa lebih parah lagi. Saya nggak mau anak ini lahir sebelum waktunya"


" Maaf nyonya,saya harus bagaimana?"


Safia melihat sekeliling nya lalu melambaikan tangannya memberi kode agar pelayan nya mengambilkan salad buah yang ia bawa.


Safia mulai menyuapkan salad ke mulut nya.


" hemm.... Alhamdulillah nikmatnya" Safia menikmati saladnya dengan mata terpejam.


" Ada lagi yang bisa saya bantu nyonya?"


" Pilihin baju untuk ku pergi ke kafe bersama suami saya dong...!"

__ADS_1


" Baik nyonya...!"


Pelayan itu mulai membuka lemari dan memilah-milah baju yang akan Safia kenakan.


" ini nyonya..."


" no...!" Safia menggelengkan kepalanya.


" kalau ini nyonya?" pelayan itu memperlihatkan sebuah dress hamil lain pada Safia.


" nggak mau,pake itu gerah...!"


" Kalau ini?"


" ehmmm....,boleh! makasih ya....! mbak boleh pergi.."


" baik nyonya,ini saya bereskan dulu" pelayan itu mengambil beberapa baju yang berserakan diatas ranjang.


Setelah selesai memakan salad buah,Safia pergi kekamar mandi sambi membawa baju yang dipilihkan pelayan baru tadi.


Lima belas menit berlalu akhirnya Safia keluar dari kamar mandi. Ia mulai memoles wajahnya dengan riasan tipis namun nampak flawless.


Safia mengambil handphone nya dan mencoba menghubungi nomor Hermawan kembali.


Satu panggilan...


dua panggilan...


tiga panggilan....


empat panggilan...


Akhirnya Safia menyerah. Sejak tadi Hermawan tidak mengangkat telepon nya. Safia menganggap Hermawan sedang menggodanya.


" Sebaiknya aku segera meluncur kekafe yang sudah mas Hermawan bilang. Biarin aja ini masih pukul 1 lebih 15 menit. Biar dia kaget dan gugup...hehe" Safia tertawa sambil menutup bibirnya dengan tangan.


Safia mulai membuka aplikasi ojek online,ia mulai memesan taxi online. Tak lama kemudian taxi online nya mendekat ke tempat ia berada. Safia keluar dari kamarnya sambil menenteng tas jinjing nya.


Dua pelayan memandanginya penuh kekaguman.


" nyonya mau kemana?" Seorang pelayan memberanikan diri untuk bertanya.


" mau nemuin mas Hermawan di kafe Bilarosa"


" nyonya cantik sekali..."


" Bisa aja...hehe" Safia nampak tersenyum malu.


" nyonya nggak nunggu sopir tuan Hermawan jemput?"


" Nggak usah,aku sudah pesen taxi. sebentar lagi juga sampai"


" apa tidak sebaiknya nyonya menelpon nyonya besar untuk berpamitan?"


" kenapa harus pamitan,mama pasti bisa ngerti. Kan aku pergi buat ketemu mas Hermawan. Nanti kalo mama nanyain,tunjukkin aja bunga yang ada di meja itu. Pasti mama ngerti...!"


" Tapi nyonya...."


Tin....


tin...


tin...


" taxi nya sudah sampai,aku pergi dulu ya... assalamualaikum" Safia segera bergegas menghampiri taxi online tersebut dan masuk kedalam mobil.


Kedua pelayan yang menyaksikan kepergian Safia hanya saling berpandangan.


" Aduh,nanti kita dimarahin nggak ya...?"


🔥🔥🔥🔥


kira-kira emak Sanjaya marah nggak ya guys,...? tunggu kelanjutannya di bab berikutnya ya❤️

__ADS_1


love you all 😍😘


__ADS_2