
Naura benar-benar tidak mengira kalau sekarang dia mendapatkan sebuah kabar yang sangat-sangat luar biasa, Bagaimana tidak sebuah kabar yang mengatakan kalau ternyata Abian itu adalah seorang duda. duda yang sudah pernah menikah dua kali.
"Ternyata pria itu adalah seorang duda? entah bagaimana pria itu menikah, Tapi kenapa di umurnya yang segitu Dia sudah menjadi duda dua kali?" Naura yang mulai berpikir mengenai status Abian yang ternyata adalah seorang duda.
Memang Naura tidak mempunyai pikiran menyukai pria itu atau bagaimana, pertemuannya dengan Abian hanyalah pertemuan tidak sengaja. mulai dari hari ini dan seterusnya entah apa yang akan terjadi kepada Naura, namun Naura lebih memilih untuk tinggal di sarang beruang daripada berada di sarang buaya.
Sekitar beberapa jam kemudian orang-orang yang ada di tempat itu sudah makan begitu pula dengan Naura.
"Nona mesum, kau dipanggil oleh Tuan besar." Panggil Sandi kepada Naura yang berada di dapur bersama dengan beberapa pelayan.
"Enak aja panggil aku Nona mesum Nona mesum, Tuan tak dikenal kalau mau manggil orang tuh yang enak ya. kau tidak punya tata bahasa dan tata krama apa." ucap Naura yang sedikit kesal.
"Lalu, kau saja memanggilku seperti itu dan majikanku. apa kau juga mempunyai tata krama." tanya Sandi balik yang membuat Naura sedikit tersenyum.
"Kau itu Tuan tidak dikenal yang satunya om tidak jelas." cibir Naura.
"Memangnya kenapa sih aku disuruh ke tempat Pak beruang?" tanya Naura kepada Sandi yang membuat Sandi langsung memutar bola matanya jengah.
Kemarin wanita yang ada di depannya itu memanggil majikannya dengan panggilan Om tidak jelas dan dirinya Om tidak dikenal, sekarang panggilan itu sudah berubah, Naura malah memanggil Abian dengan panggilan Pak beruang.
"Tuh kan, kamu saja selalu mengganti nama orang seenak jidatmu itu. Apakah kau tidak mempunyai nama yang lebih enak didengar?" tanya Sandi yang membuat Naura malah menggelengkan kepalanya.
"Memangnya ada apa sih bosmu mencariku, Paman?" tanya Naura kepada Sandi.
"Enak aja Panggil paman-paman, Memangnya umurmu itu berapa sih panggil aku Paman terus." gerutu Sandi yang sedikit tersentil dengan panggilan Naura kepadanya.
"Umurku kalau umur di KTP 20, kalau umur sebenarnya dibawa itu. karena aku butuh pekerjaan jadi aku membuat KTP palsu." jawab Naura yang begitu polos, Bahkan dia menceritakan mengenai identitas umur palsunya yang sudah dirubah.
"Dasar gadis tengil, ternyata kamu itu suka berbuat kejahatan ya." ucap Sandi yang membuat Naura kembali kesal.
"Enak aja, paman kira aku ini penjahat apa." jawab Naura yang kemudian berdiri, dia tidak ingin dirinya dimarahi oleh pria tinggi besar yang memang perawakan dari Abian itu sangat sempurna. mungkin tingginya mencapai 180 lebih sedangkan Naura hanyalah 160 lebih sedikit.
Akhirnya Naura pergi mengikuti Sandi ke tempat Abian, langkah kaki Naura menaiki anak tangga di lantai 2. sedikit cerita mengenai rumah Abian yang berlantai 3, mewah bak istana atau hotel, namun sayangnya rumah itu begitu sepi tidak ada suara tawa atau pun suara cerita yang indah.
__ADS_1
Sesaat kemudian mereka sampai di sebuah ruangan yang pintunya banyak ukiran anggap saja seperti ukuran kayu jati gitu.
"Ini Tempat siapa, Paman?" tanya Naura kepada Sandi.
"Kalau bisa panggil aku dengan panggilan Abang, Kakak atau Mas. jangan memanggilku dengan panggilan paman, aku tidak suka aku tidak setua itu, oke." ucap sandi yang kemudian mengetuk pintu kantor rumah dari Abian.
TOK..
TOK..
sandi mengetuk pintu kantor Abian.
"Masuklah, sandi!" seru Abian dari dalam ruangan. sesaat kemudian Sandi masuk ke dalam kantor itu bersama Naura, di sana terlihat seorang pria berpakaian sedikit formal namun juga sedikit santai. pria itu memakai celana hitam dan kemeja putih.
"Ini orang mau ke mana sih, Kok kayak orang mau pergi interview cari kerjaan." guman Naura dalam hati yang melihat penampilan Abian dari atas kepala sampai ujung kaki.
Sesaat kemudian wanita itu nampak menetap Abian yang memakai sepatu formal atau sepatu kerja. "Di rumah aja pakai sepatu, apa dia gak punya sendal. ini orang sombong banget sih." ucap Naura yang terus mengkritik pria yang ada di depannya itu.
"Duduklah." perintah Abian.
"Apa ini?" tanya Naura sambil memandang wajah Sandi.
"Sudah, tanda tangani saja kertas itu." jawab Sandi.
"Boleh dibaca dulu nggak?" tanya Naura.
"Nggak boleh, kalau kau membacanya akan kubawa kau langsung ke kantor polisi." jawab Abian.
"Kok gitu sih Pak beruang, aku kan tidak tahu apa isinya." jawab Naura.
"Apa, kamu panggil apa aku tadi?!" seru Abian yang mendengar kalau dirinya dipanggil Pak beruang oleh gadis muda yang ada di depannya itu.
"Boleh tidak aku membacanya dahulu?" tanya Naura.
__ADS_1
"Kau tidak usah membacanya, cepat tanda tangani kertas itu, setelah itu aku harus memproses surat perjanjian kerjamu denganku. jika kau tidak segera menandatanganinya maka lihat saja aku akan membuatmu mendekam dipenjara karena kemesumanmu itu!" seru Abian yang membuat Naura langsung menandatangani surat itu.
Tanpa sepengetahuan Naura ternyata Abian membuat sesuatu yang begitu luar biasa, surat yang dibawa oleh sandi adalah surat pernikahan dari catatan sipil.
"Sudah Tuan." ucap Sandi.
"Kalau begitu proses surat-surat itu, kalau dia macam-macam akan kujadikan Ini bukti kalau dia sudah melakukan sesuatu kepadaku." ucap Abian.
"Memangnya apa yang aku lakukan?" tanya Naura.
"Pe-le-ce-han." jawab Abian dengan begitu standar namun langsung mengenai hati Naura sedalam-dalamnya.
"Ceh..., Dia kira aku ini wanita mesum, wanita pecicilan wanita yang suka melakukan tindak asusila kepada seorang pria." ucap Naura yang sedikit bisa didengar oleh sandi hingga membuat pria itu sedikit tersenyum.
"Mulai sekarang kau akan tinggal di rumahku dan menuruti semua perintahku, jika kau sampai berani melanggar peraturan dan perintahku maka kau harus menerima hukumannya." ancam Abian.
"Dasar kau ini memang benar-benar beruang, enak banget terus-menerus melakukan hal itu padaku, lihat saja aku akan membalasmu." bentak Naura.
BRAKKK...
"Coba katakan sekali lagi!" Abian yang sedikit berteriak dan mengebrak meja kerjanya.
"Benar kan, kau itu sudah melakukan sesuatu padaku, memaksaku untuk bekerja padamu. tapi tidak apa-apa lah daripada aku kembali ke tempat buaya buntung itu lebih baik aku di rumah Pak beruang." jawab Naura yang langsung keluar dari kantor Abian.
Sedangkan Sandi dan Abian sendiri langsung saling menatap satu sama lain, mereka benar-benar tidak akan pernah mengira kalau ada makhluk sejenis Naura yang masih hidup di zaman modern ini.
"Wow.., Gadis itu benar-benar sangat langkah." guman sandi dalam hati.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
__ADS_1
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar