
"Tetep aja mbok, dia itu adalah pria yang benar-benar menyebalkan. dia tidak pernah menganggap aku sebagai isterinya, dia menikahiku tanpa mengatakan apapun, anggap saja kalau aku ini sudah dijebak oleh pria itu." ucap Naura.
Mbok Asih tidak menjawab, wanita tua itu hanya menunjukkan senyumnya. "Lalu?" tanya Mbok Asih dengan suara yang sedikit lembut.
Naura mulai menceritakan pertemuannya dengan Abian dan dirinya yang ada di hotel, Naura juga Mulai menceritakan mengenai sosok Abian yang sudah dianggap menjebaknya. mbok Asih tidak mengeluarkan sepatah kata pun, wanita itu nampak tersenyum sembari menetap Naura.
"Apakah kau tahu, Mbok Asih sangat tahu bagaimana suamimu itu. kemungkinan besar dia takut untuk mengatakan kalau kalian sudah menikah, Mungkin saja dia takut saat mengatakan mengenai penyakitnya wanita mana yang akan bisa bertahan saat pasangannya tidak bisa memberikan dia kebahagiaan secara rohani, mungkin secara batin atau secara duniawi kekayaannya akan mampu menyenangkan dirimu. Namun ketika kau tahu dia bukanlah pria sempurna apakah kamu akan menerimanya?" tanya Mbok Asih yang terlihat menunjukkan tatapan mata yang begitu senduh.
"Maksud Mbok apa?" tanya Naura kepada Mbak Asih.
"Dia adalah pria yang sudah dua kali menikah, pernikahan mereka gagal karena istrinya tidak mendapatkan kepuasan secara rohani. kebutuhan rohani adalah pusat dari semua kebahagiaan, karena hal itu mereka semua menolak Abian walaupun pria itu kaya namun mereka tidak mendapatkan kebahagiaan. seperti itu Abian selalu merasakan frustasi, merasa menderita karena dia tidak akan pernah mendapatkan cinta." jawab Mbok Asih yang membuat Naura menelan ludahnya dengan susah payah.
Ternyata selama ini sifat angkuh dan kasarnya hanyalah sebagai pilar tangguh untuk menutupi kekurangannya, begitu banyak wanita tidak mampu membangunkan hasrat Abian. namun dari cerita yang dikatakan oleh Naura, Mbok Asia yakin kalau Naura adalah jodoh sejati dari Tuhan untuk kebahagiaan Abian. tak ada kata-kata yang keluar dari mulut Naura, wanita tua itu hanya mampu menghela nafasnya dengan begitu dalam.
"Aku yakin Nyonya Lena dan Pak Anggoro memberikan tanggung jawab ini padamu untuk menjaga suamimu. mereka percaya padamu karena hal itu bolehlah memintamu untuk memberikan pelajaran ini kepada suamimu, mereka berdua yakin kalau kamu lah wanita yang mampu menjadi penyemangat hidup Abian." ucap mbok Asih.
Kata-kata yang dikeluarkan oleh Mbok Asih benar-benar membuat Naura begitu tersentak, Entah berapa tahun Abian merasakan penderitaan itu. rasa sakit yang ada di hati Naura tiba-tiba meleleh melebur menjadi asap dan menghilang di udara.
"Apakah Mbok yakin kalau aku bisa membuat pria itu selalu bersamaku?" tanya Mbok Asih.
"Tentu, pria itu adalah pria yang sangat luar biasa. dari caranya memperlakukanmu aku yakin kalau dia takut kehilanganmu jawab Mbok kasih setelah mengatakan hal itu akhirnya Mbok Asih pergi meninggalkan Naura yang sedang makan di dapur Naura terus memikirkan apa yang dikatakan oleh Mbok Asih memang sewaktu Naura bersama dengan Bu Lena wanita itu menceritakan mengenai kondisi Abian menceritakan mengenai semua yang pernah dialami oleh Abian tiba-tiba saja langkah kaki Naura keluar dari pintu belakang rumah itu entah apa yang membawanya namun langkah kaki Naura terlihat berjalan ke sebuah tempat yang belum pernah ditemui.
"Nyonya, apakah Nyonya mencari tuan besar?" tanya para pelayan yang ada di rumah Abian. Naura sedikit mengangguk, sesaat kemudian salah satu pembantu itu mengantar Naura ke kebun yang tadi dikatakan oleh Mbok Asih.
__ADS_1
"Di sini saja, aku akan ke sana sendiri." ucap Naura. Tatapan mata Naura menatap Abian yang bersikap selayaknya seorang pria sederhana, terlihat pria itu memetik beberapa sayuran yang ada di kebun.
Tanpa terasa langkah kaki Naura berjalan mendekati Abian, saat mendengar suara langkah kaki tentu saja pria itu langsung menoleh.
"Istriku sayang, Lihatlah aku sedang memetik sayuran ini. aku mau memasaknya bersamamu." ucap Abian. sorot mata dan perlakuan yang sangat berbeda, entah Abian merasa bersalah atau pria itu sudah menyesal.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Naura kepada Abian.
"Aku sedang memetik dan memanen sayuran ini, aku ingin memasaknya bersamamu nanti." jawab Abian. pria itu benar-benar sangat berbeda dengan perlakuan sebelumnya. entah apa yang terjadi namun kata-kata yang diucapkan oleh mbok Asih seperti sebuah sihir yang sudah memasuki pikiran Naura.
Langkah kaki Naura seketika mendekat, wanita itu berjongkok di samping Abian, "Siapa yang menanam sayuran dan pohon-pohon itu?" tanya Naura kepada Abian.
"Tentu saja aku, pohon-pohon itu dulu aku yang menanamnya. pohon-pohon itu adalah gambaran dari perasaanku." jawab Abian.
Di tempat lain terlihat Azrul terus mencari keberadaan Naura, pria itu yakin kalau Abian berada di belakang hilangnya Naura, karena sudah 4 hari ini Abian tidak memperlihatkan batang hidungnya. begitu pula dengan Franda wanita itu terus mencari keberadaan Abian yang tiba-tiba lost contact dengannya. Abian tidak bisa ditelepon sama sekali.
"Di mana pria itu, kenapa tiba-tiba dia menghilang seperti ini?" gerutu Franda yang terus mencari keberadaan Abian. wanita itu terus berusaha untuk mencari tahu di tempat Bu Lena, namun bu Lena ataupun Pak Anggoro enggan mengatakan Di mana keberadaan Abian.
** Satu Minggu kemudian **
"Kamu mau ke mana?" tanya Naura yang melihat Abian sudah berpakaian rapi.
"Aku akan mengajakmu untuk berjalan-jalan di sekitar tempat ini, aku yakin istriku tersayang ini benar-benar sangat kesal." ucap Abian.
__ADS_1
"Jadi aku boleh keluar?" tanya Naura.
"Tentu, tapi kamu akan keluar bersamaku." jawab Abian.
Memang sudah beberapa hari ini Naura terus mencoba untuk melarikan diri, namun dari waktu ke waktu wanita itu berusaha untuk memberikan maaf kepada Abian.
"Memangnya kita mau beli apa?" tanya Naura.
"Ya cuma jalan-jalan aja, biar kamu tidak terlalu bosan di sini." jawab Abian.
Hari ini rencananya Bu Lena akan mengunjungi putranya di Bandung, Bu Lena ingin melihat Bagaimana perkembangan hubungan Naura dan putranya itu. karena menurut informasi yang diberikan oleh mbok Asih kalau sepasang suami istri itu sudah sedikit berbaikan walaupun mereka masih tidur di kamar yang berbeda.
"Surprise!!!" seru Bu Lena dan Pak Anggoro yang ternyata sudah berada di tempat Abian. informasinya mereka akan datang hari ini atau besok, Namun nyatanya sekarang malah mereka sudah menampakkan batang hidungnya di villa Abian yang ada di Bandung.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar
__ADS_1