ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Senyum busuk Pak Farhan dan Bu Warni


__ADS_3

Akhirnya Naura mengajak ayah serta ibu tirinya ke rumah sang suami. kebahagiaan terus terpancar di wajah pak Farhan karena sekarang dia berfikir akan mendapatkan hidup nyaman.


"Wow..., rumah ini benar-benar sangat luar biasa. Sebentar lagi aku akan merasakan hidup makmur dengan semua kekayaan ini." guman Pak Farhan dalam hati saat dia sudah sampai di rumah menantunya tersebut.


Seperti halnya Pak Farhan, Bu warni juga benar-benar begitu bahagia ketika melihat sebuah rumah yang sangat mewah. wanita itu berpikir dia akan mendapatkan semua kekayaan yang dimiliki oleh suami Naura, aku pasti akan menggerogoti harta sebanyak ini. aku pasti akan puas dan aku pasti akan bahagia." ucap Bu Warni sembari mencubit lengan sang suami.


"Ada apa Bu?" tanya Pak Farhan.


"Kamu tahu Pak, aku benar-benar merasakan hidup yang sangat makmur." bisik bu Warni.


"Jangan keras-keras, nanti mereka mendengar kita." jawab Pak Farhan yang kemudian menatap sebuah rumah yang sangat besar tersebut.


Naura sengaja tidak menyuruh ayah dan ibu tirinya untuk masuk ke rumah mereka. senyum jahat Naura benar-benar seperti seorang iblis wanita.


"Ada apa?" tanya Abian kepada sang isteri.


"Lihatlah senyum licik dari kedua orang itu jawab Naura.


"Kamu harus berhati-hati dengan mereka, sayang. kau tidak boleh lengah jika sampai kau lengah yang pasti mereka akan melakukan sesuatu seperti yang telah mereka lakukan padamu." ucap Abian.


"Tentu saja Mas, aku tidak akan pernah bodoh dalam hal percaya dengan mereka, karena aku tahu orang seperti mereka tidak akan pantas untuk dipercaya." jawab Naura.


Setelah mengatakan hal itu akhirnya Abian pergi ke kamarnya, Sedangkan Naura bergegas ke dapur untuk memberitahu Mbok Asih. tatapan mata Pak Farhan dan Bu Warni menatap rumah megah milik Abian. terlihat mereka berdua berjalan-jalan seperti dua orang yang akan menempati rumah itu selamanya.


"Kita harus bersiap-siap dengan semua keindahan rumah ini." ucap pak Farhan.


"Tentu saja Mas, aku akan sangat betah di rumah ini apalagi Rumah ini benar-benar sangat nyaman." jawab Bu Warni.


Di lantai 1 terlihat Naura ke tempat Mbok Asih, wanita itu menceritakan mengenai keberadaan dua orang yang akan tinggal di tempat mereka dan akan diberikan hadiah luar biasa dari Naura.


"Baiklah kalau begitu, nanti aku akan bilang sama para pekerja mengenai apa yang kamu inginkan. Tenang saja Mbok pasti akan membantumu." jawab mbok Asih.


"Oh ya Mbok, kalau begitu aku serahkan sama mbok ya kalau aku pergi ke perusahaan, karena beberapa hari ini aku harus melihat tempat pembangunan yang akan mulai melakukan semua pekerjaan mereka." ucap Naura.


"Baiklah kalau begitu, kau tenang saja. serahkan saja semuanya sama Mbok Asih, Mbok tidak akan pernah membiarkan mereka tinggal di sini dengan kenyamanan semua fasilitas di tempat ini." jawab Mbok Asih yang kemudian tersenyum dan memeluk Naura.

__ADS_1


Setelah memberitahu Mbak Asih, terlihat Naura berjalan hendak ke kamarnya.


"Naura." Panggil Bu warni.


Naura menghentikan langkah kakinya wanita itu menoleh sembari menatap Bu warni yang mendekatinya.


"Oh ya Naura, Di mana kamar ibu sama ayahmu? apa ada di lantai atas ibu akan ikut denganmu." ucap Bu Warni.


"Ngapain harus ke lantai atas, tanyakan saja sama Mbok Asih dia adalah ibu angkatku yang ada di sini. Jadi kalau perlu apa-apa tanyakan sama dia." jawab Naura.


DEG..


Seketika Bu Warni benar-benar sangat terkejut saat Naura mengatakan kalau ada seorang wanita yang diakui sebagai ibu angkat.


"Apa maksudmu, Naura!!" seru Bu Warni.


"Pelankan suaramu jika kau tidak ingin suamiku terbangun, jika kau ingin melakukan sesuatu lebih baik pelankan suaramu." ucap Naura yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.


Di lantai dua rumah itu ada beberapa kamar yang memang tidak ditempati, Naura tidak akan membiarkan ayah dan ibu tirinya hidup senang di rumahnya. setelah 2 orang itu menghancurkan Naura dan membuat Naura menjadi gadis yang tidak mempunyai ibu.


"Dasar anak sialan, berani sekali dia tidak memberi hati kepada kita." ucap Bu Warni.


"Ada apa?" tanya Pak Farhan kembali.


"Kamu tahu tidak Pak, tadi aku bertanya di mana kamar kita. lalu anak sialan itu bilang kalau aku harus bertanya dengan wanita tua yang menjadi Ibu angkatnya." jawab Bu Warni.


"Ibu angkat? Apa maksudmu?" tanya Pak Farhan.


Sesaat kemudian terlihat seorang wanita tua yang memakai pakaian jadul ya bisa disebut kebaya, ya... seperti gitulah.


"Apa kalian mencari kamar kalian?" tanya Mbok Asih kepada pak Farhan.


"Iya, kami mau mencari kamar kami." jawab Pak Farhan.


"Baiklah kalau gitu, ikuti aku." ucap Mbok Asih

__ADS_1


"Kenapa kami harus ikut kamu? kami akan ke lantai atas untuk memilih kamar yang ada di dekat kamar putri kami." ucap Pak Farhan.


Mbok Asih nampak tersenyum, sesaat kemudian wanita itu mendekati Pak Farhan. "Ini bukan rumahmu ya tuan, kamu di sini hanyalah pendatang jangan macam-macam dan jangan sampai aku mengusirmu dari tempat ini!!" seru Mbok Asih dengan suara yang benar-benar sangat keras hingga membuat Bu Warni sangat terkejut.


"Lancang sekali kau mengatakan hal itu padaku!!" bentak Pak Farhan.


"Dengarkan Aku, kalian ini hanyalah tamu jangan seenaknya berlaga sok di sini!" bentak Mbok Asih balik.


Sesaat kemudian ada dua pelayan yang ditugaskan oleh Mbok Asih untuk mengantar Pak Farhan dan Bu Warni ke salah satu kamar yang ada di lantai 1. salah satu kamar tamu yang ukurannya tidak terlalu luas namun masih bisa dibilang mewah untuk ukuran Pak Farhan dan bu Warni.


"Lihatlah Pak, anak sialan itu benar-benar tidak menganggap kita." gerutu Bu Warni.


"Lihat saja sebentar lagi aku akan membuatnya mengalami masalah bersama suaminya." jawab Pak Farhan.


"Benar pak, buat dia berselisih faham dengan suaminya, kau harus mendekati suaminya dan kau harus bisa menjadi orang kepercayaan pria itu." ucap Bu Warni.


"Kamu Tenanglah, lagi pula lebih baik kita berada di sini daripada kita harus berpindah tempat untuk mengontrak." jawab Pak Farhan.


Akhirnya pak Farhan dan Bu Warni mengikuti dua pelayan yang diperintahkan oleh Mbok Asih, kamar yang mungkin berukuran 4 meter persegi tersebut memiliki kamar mandi di dalamnya.


"Lumayan juga ya Pak." ucap Bu Warni.


"Lebih baik di sini daripada kita harus jadi gembel di jalanan, lagi pula di sini kita akan hidup gratis, makan gratis melakukan apapun gratis dan kita akan mendapatkan uang gratis." jawab Pak Farhan.


Biarkan saja dua orang itu berpikir mengenai kehidupan yang nyaman di rumah Naura, namun sayangnya semua pemikiran yang begitu indah itu akan berbalik menjadi kepahitan yang sangat luar biasa.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar

__ADS_1


__ADS_2