ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Perjanjian apa?


__ADS_3

"Apakah aku bisa mempercayaimu?" tanya Abian yang seolah dia tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Naura.


"Tentu saja aku ini bukan tipe seorang wanita pembohong, walaupun aku miskin tapi aku adalah wanita jujur aku tidak suka berbohong dan aku tidak suka berpura-pura." jawab Naura.


"Apa kamu yakin?" tanya Abian kembali.


"Tentu." jawab Naura.


"Lalu apa saja yang kau lihat di kamar itu?" tanya Abian yang ingin tahu secara mendetail.


Naura langsung menatap wajah Abian dengan tatapan mata yang benar-benar tidak tahu dia harus mengatakan apa.


"Cepat katakan." pinta Abian.


Naura langsung duduk sembari menatap wajah Abian yang sudah menanyakan mengenai kejadian kemarin, seketika wanita itu tersenyum seolah senyumnya itu menunjukkan sedikit rasa khawatir untuk mengatakannya.


"Cepat katakan?" tanya Abian sembari melototkan matanya. Naura sedikit malu saat mengatakannya sesaat kemudian dia menunjuk satu jari ke atas ke arah Abian.


"Apa maksudnya itu?" tanya Abian.


Naura menunjukkan dan menggerakkan satu jarinya, seolah dia ingin menanyakan mengatakan kalau itu yang dia lihat.


"Katakan dengan jelas!" bentak Abian.


"Aku sudah melihat terong..., waktu itu jadi....," ucap Naura yang tidak bermaksud untuk melanjutkannya.


Seketika Abian langsung menghentikan perkataan Naura. "Diam, tidak usah dilanjutkan!" seru Abian yang membuat Naura langsung menganggukkan kepalanya.


Siapa suruh dia harus menanyakan hal itu, entah waktu itu dia tahu kalau gadis yang ada di depan itu sudah melihat semuanya, tapi kenapa dia harus menanyakannya.


"Apa kamu yakin?" tanya Abian.


Naura menganggukkan kepalanya, wanita itu tidak berani menatap Abian karena kalau mengingat kembali kejadian itu Naura sendiri juga sangat malu.


"Katakan, Apa kau yakin?" tanya Abian lagi.


Naura menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian Naura mendongakkan wajahnya dan menatap Abian sambil tersenyum.


"Aku benar-benar tidak sengaja, Tuan. Maaf waktu itu hanya kecelakaan kan." ucap Naura yang benar-benar meminta maaf.


"Kecelakaan tidak akan terjadi dua kali." ucap Abian yang membuat Naura menepuk jidatnya.


"Tapi Tuan, Waktu itu kan cuma kejadian yang tidak terduga. lagi pula Siapa sih yang mau melihat sesuatu seperti itu, Aku ini masih gadis lugu. Aku tidak pernah melihat sesuatu seperti itu baru pertama kali aku melihatnya." jawab Naura yang mengatakan hal itu dengan raut wajah yang benar-benar sangat malu.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, kamu harus bertanggung." jawab Abian.


"Apa?" tanya Naura.


"Kau harus bertanggung jawab atas semua yang telah kamu lakukan." ucap Abian.


"Maksud Tuan?" tanya Naura.


"Kamu harus bekerja padaku dan menandatangani surat perjanjian itu untuk seumur hidupmu, Jika kau berani mengatakan sesuatu kepada orang lain maka lihat saja aku akan memasukkanmu ke penjara." ancam Abian yang membuat raut wajah Naura langsung pucat pasi.


Wanita itu langsung terduduk di lantai dengan nafas yang benar-benar seperti nafas terputus.


"Jangan seperti itu dong Tuan." ucap Naura.


"Memangnya Kenapa, siapa yang harus bertanggung jawab dengan apa yang kau lakukan kemarin? kau sudah melakukan kejahatan jadi kau harus bertanggung jawab." ucap Abian.


"Tapi aku tidak bermaksud seperti itu." Naura yang mencoba untuk mempertahankan dirinya.


"Aku tidak mau tahu, kau harus bertanggung jawab." jawab Abian.


Di tempat itu tepatnya di ruang tamu terlihat Franda benar-benar memikirkan apa yang sedang dibicarakan oleh Abian dan wanita asing itu. wanita tengil yang mengatakan dirinya itu Nona tuyul..


Sekitar 30 menit kemudian akhirnya Sandi sudah kembali dengan membawa beberapa berkas perjanjian yang sudah dibuat olehnya.


"Apakah kau sudah membuatnya, Sandi?" tanya Abian.


"Sudah, Tuan." jawab Sandi.


Beberapa lembar kertas sudah dibuat oleh Sandi sesuai perintah Abian, pria itu menatap lembaran-lembaran kertas yang bertuliskan beberapa persyaratan yang sudah diminta oleh Abyan.


"Cepat kau tandatangani surat perjanjian itu." pinta Abian.


"Ini apa?" tanya Naura.


"Cepat kau tandatangani dan kau tidak usah mencari tahu apa itu, cepat kau lakukan." jawab Abian.


"Tidak bisa begitu dong..., om tidak jelas ini gimana sih, masa aku disuruh menandatangani surat perjanjian yang tidak aku tahu isinya. Bagaimana jika tiba-tiba isi surat perjanjian itu aku disuruh bunuh diri masuk ke jurang Makan racun atau melakukan sesuatu yang mematikan?" tanya Naura dengan raut wajah yang benar-benar sedikit kebingungan.


"Kau tidak usah mengatakan sesuatu yang membuatku semakin marah, lakukan apa yang Aku perintahkan. cepat kau tandatangani semua perjanjian itu." perintah Abian.


"Ogah deh, masak Om tidak jelas ini menyuruhku melakukan hal itu." ucap Naura.


"Sandi, telepon kantor polisi dan minta mereka untuk menjemput wanita ini." perintah Abian.

__ADS_1


"Jangan, akan ku tandatangani. jangan seperti itu ya Om tidak jelas, aku pasti akan menandatangani surat perjanjian ini lagi pula aku akan menuruti semua perintahmu." ucap Naura. sesaat kemudian nampak Naura menatap wajah Abian dengan tatapan mata yang benar-benar sangat kebingungan.


"Om tidak jelas, boleh aku tanya nggak?" tanya Naura.


"Apa." jawab Abian.


"Ini surat perjanjian apa sih?" tanya Naura kembali.


"Kau harus bekerja denganku seumur hidupmu, Jika kau berani mengkhianatiku, pergi dariku atau membicarakan mengenai kejadian waktu itu maka aku akan mengirim mu ke penjara." jawab Abian.


"Jangan begitu dong Om tidak jelas, nanti kalau aku terus bekerja denganmu bagaimana nasibku, aku kan juga harus mencari seorang pria mencari pasangan melahirkan seorang anak mengurus suamiku..," cerocos Naura yang begitu panjang dan lebar hingga membuat Abian hanya menggelengkan kepalanya.


"Cepat tanda tangan, jika tidak aku akan telepon polisi!" bentak Abian yang membuat Naura langsung menandatangani surat perjanjian itu.


"Sandi urus semua berkas-berkas yang perlu kita lakukan Besok, kau ke tempat itu dan uruslah semua itu." perintah Abian.


"Baik Tuan." jawab Sandi yang kemudian pergi ke suatu tempat.


Entah apa yang akan terjadi pada kehidupan Naura wanita itu menandatangani sebuah surat perjanjian tanpa melihat satu isi pun surat itu. yang dia tahu hanyalah dia akan bekerja sebagai apa di rumah Abian, tidak menceritakan kejadian itu dan tidak boleh berusaha untuk kabur. hanya tiga poin itu Yang diingat oleh Naura, sedangkan Abian sendiri terlihat pria itu tersenyum dengan semua rencana yang sudah dia buat.


Setelah membuat perjanjian itu akhirnya Abian meminta salah satu pembantu untuk membersihkan ruang kamar tamu dan meminta Naura untuk tinggal di sana selamanya sebagai asisten pribadi Abian. dengan begitu Naura tidak akan bergerak sama sekali dan dia akan menuruti perintah Abian.


"Sayang!" seru Franda yang kemudian berlari mendekati Abian.


"Kau mau apalagi di sini? Apakah kau tidak punya pekerjaan hingga kau terus berkeliaran di rumahku?" tanya Abian kepada Franda.


"Aku ke sini karena aku kangen sama kamu." jawab Franda dengan nada suara yang benar-benar begitu manja. Hal itu membuat Abian sedikit jijik namun ketika dia melihat Naura, dia harus membuat suatu akting agar dia tidak dikatakan sebagai pria aneh.


"Apa yang kau lihat, cepat masuklah ke tempatmu. mulai sekarang atau dan seterusnya kau akan bekerja untukku kau harus ingat jika kau sampai menghianatiku kau akan masuk penjara!" seru Abian yang kemudian menarik tangan Franda ke suatu tempat.


sedangkan Naura sendiri terlihat dia harus masuk ke ruangan yang sudah dipersiapkan oleh Abian.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu

__ADS_1


__ADS_2