ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Kehidupan yang menyedihkan


__ADS_3

Seharusnya cinta seorang ayah mengalahkan segalanya bahkan melebihi cintanya kepada seorang istri, namun begitu berbeda dengan Pak Farhan. pria itu lebih mementingkan dirinya daripada Putri yang selalu dia sakiti, Pak Farhan yang sudah mengetahui mengenai sosok suami dari Naura tentu saja pria itu akan segera mencari sesuatu untuk menjadikan putrinya sebagai mesin pencetak uang. pak Farhan tidak akan pernah peduli dengan kesakitan aura, penderitaan Naura hanyalah suara tangisan yang tidak akan terdengar.


** beberapa hari kemudian **


"Mas, tadi ibu telfon." ucap Naura.


"Memangnya ada apa?" tanya Abian kepada sang isteri.


"Ibu bilang kalau kamu harus menjemput ayah di bandara." jawab Naura.


"Oh ya aku lupa, tadi ayah bilang Aku harus menjemput Ayah dan Kakak di bandara. Apakah kamu mau ikut, sayang?" tanya Abian.


"Entahlah sayang, kau tahu sendiri kan aku harus mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum lama ini tertunda." jawab Naura.


"Apakah kamu benar-benar ingin menjadi seorang guru di tempat itu?" tanya Abian kepada sang istri.


"Tentu saja mas, aku mau bekerja di tempat itu. lagi pula di sana orangnya baik-baik kok." jawab Naura.


"Ya sudah kalau begitu, Mas mau jemput Ayah dan kakakku. nanti aku akan menjemputmu ke tempat ayah sama ibu, oke." ucap Abian.


"Oke mas, oh ya hati-hati ya di jalan." ucap Naura yang kemudian mencium tangan sang suami.


Seketika Abian langsung pergi dari rumahnya untuk menjemput ayah dan kakaknya, memang Naura tidak tahu kalau sang suami masih mempunyai kakak. wanita itu mengira kalau Abian adalah anak tunggal tanpa saudara sama sekali, namun yang terjadi ternyata Abi mempunyai seorang kakak yang sakit dan dirawat di Singapura.


Terlihat Mbok Asih sekarang tinggal di rumah Abian, wanita tua itu ingin menghabiskan harinya bersama seorang anak kecil yang selalu dia rawat dahulu.


"Oh ya mbok, seperti apa sih Kakak dari Suamiku itu?" tanya Naura kepada Mbok.


"Asih kalau yang aku tahu.., Kalau yang aku tahu Tuan Akbar itu adalah seorang pria yang sangat luar biasa." jawab Mbok Asih.


"Lalu, kenapa dia dirawat di Singapura Mbok?" tanya Naura kepada Mbok Asih.


"Sebenarnya sih ini semua karena kecelakaan yang menimpa pria itu." jawab Mbok Asih.


Terlihat Naura hanya menganggukkan kepalanya, wanita itu menatap mbok Asih yang sedang membereskan dapur.


"Ya udah Mbok kalau begitu nanti aku mau ke tempat ibu sama ayah, nanti mbok ikut tidak?" tanya Naura yang membuat Mbok Asih menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja Mbok Asih juga mau melihat Bagaimana kondisi dari nak Akbar, sudah lama sekali Mbok tidak melihatnya." jawab Mbok Asih.


"Memangnya dia sakit sudah berapa lama, Mbok?" tanya Naura kepada Mbak Asih.


"Sekitar 3 atau 4 tahun." jawab Mbok Asih.

__ADS_1


Naura kembali menganggukkan kepalanya, entah dia mengerti atau tidak namun Naura tahu kalau Mbok Asih adalah orang yang sangat dekat dengan keluarga suaminya. sekitar 2 jam kemudian terlihat Abian sudah kembali ke rumahnya, pria itu menatap sang istri yang sudah berada di dapur.


"Sayang!" Panggil Abian kepada sang isteri.


"Ada apa Mas." jawab Naura.


"Sayang, siap-siap sana Sebentar lagi kita ke rumah ayah sama ibu." minta Abian.


"Sebentar Mas, lagian Mbok Asih lagi beres-beres dapur tadi habis masak." ucap Naura.


"Ya udah kalau begitu segera kamu panggil Mbok Asih biar kita tidak terlalu kemalaman." ucap Abian.


Sekitar 15 menit kemudian akhirnya Abian, Naura dan Mbok Asih pergi ke tempat Bu Lena dan Pak Anggoro. perjalanan mereka membutuhkan waktu sekitar 50 menit.


"Mas, Memangnya abangmu itu masih mengenalimu?" tanya Naura.


"Tentu saja sayang, bahkan tadi kami berbincang-bincang begitu banyak." jawab Abian.


Naura tidak tahu menahu mengenai kehidupan yang terjadi pada Abian, namun ketika Naura melangkahkan kakinya di tempat Bu Lena maka kehidupan Naura dan Abian akan berubah drastis. Bahkan mereka berdua akan mendapatkan sesuatu yang mungkin akan membuat rumah tangga mereka benar-benar dalam bahaya.


Mobil Abian sudah memasuki pelataran rumah milik orang tuanya, dari tadi terlihat Abian terus berbicara seperti dia benar-benar begitu merindukan sosok kakaknya.


"Ayo." ucap Abian yang mengajak sang istri keluar.


"Sudah lama aku tidak kemari, mas." ucap Naura.


Tak berselang lama terlihat Naura dan Abian sudah masuk ke dalam rumah itu, tatapan mata Naura menatap rumah yang keberapa bulan lalu dia tempati bersama dengan mertuanya tersebut.


"Assalamualaikum!!" seru Naura yang sudah memasuki rumah mertuanya tersebut.


"Waalaikumsalam." jawab Pak Anggoro yang berada di ruang tamu.


Naura langsung memasuki rumah tersebut, mencium tangan Ayah mertuanya dan memeluk pria tua tersebut.


"Di mana Ibu, Ayah?":tanya Naura.


"Ibumu lagi membuat bubur, sana bantu." ucap pak Anggoro


Sesaat kemudian Abian dan Mbok Asih juga masuk, memang keluarga itu terkenal sangat harmonis walaupun akan ada badai yang menghampiri kebahagiaan tersebut. ketika baru memasuki ruang tengah tatapan mata seorang pria menatap Naura yang berjalan hendak ke dapur, tatapan mata yang benar-benar menunjukkan sebuah kerinduan yang sangat luar biasa.


"Sayang!!" seru seorang pria.


Naura yang dipanggil seperti itu tentu saja dia tidak menghiraukan panggilan pria tersebut, Naura melangkahkan kakinya ke dapur sedangkan Akbar yang berada di lantai 2 dia langsung menuruni anak tangga dan berjalan menuju dapur.

__ADS_1


"Bu." panggil Naura.


"Sudah datang, Naura?" tanya Bu Lena.


"Iya ibu, Oya, ibu sedang masak apa?" tanya Naura.


"Lagi buat bubur sumsum sama buat bubur mutiara." jawab Bu Lena.


Sesaat kemudian seorang pria sudah berada di dapur. "Sayang." panggil Akbar.


Seketika Naura dan Bu Lena nampak saling menatap satu sama lain, mereka menunjukkan kebingungan dengan pria yang berdiri di depan mereka.


"Siapa dia, Bu?" tanya Naura.


"Dia Akbar, Kakak suamimu." jawab bu Lena. seketika Akbar berjalan mendekati Naura, terlihat pria itu tersenyum kemudian memeluk Naura dengan begitu erat.


"Sayang."'Panggil Akbar sembari memeluk Naura.


Sedangkan Naura sendiri yang melihat hal itu tentu saja dia langsung mendorong kasar tubuh Akbar. Bu Lena yang melihat hal itu nampak wanita itu sedikit kebingungan.


"Akbar, apa yang kamu lakukan nak?" tanya Bu Lena.


"Tentu saja aku memeluk kekasihku, aku memeluk wanita yang sangat aku cintai." jawab Akbar.


Bu Lena dan Naura saling menatap satu sama lainz Naura langsung melangkah mundur dan mendekati mertuanya tersebut .


"Sayang." Panggil Akbar kembali.


"Apaan sih!!" seru Naura yang terus mendorong tubuh Akbar.


"Sayang, kenapa kau kasar padaku." ucap Akbar.


"Akbar apa yang kamu lakukanlah, Akbar!!' seru Bu Lena saat mendengar suara teriakan seperti itu. tentu saja Pak Anggoro dan Abian langsung berjalan menuju dapur Akbar.


"Ada apa tanya Pak guru Ada apa bang?" tanya Abian


"Ayah, kekasihku sudah datang Ayah." ucap Akbar yang membuat Pak Anggoro sedikit kebingungan.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife

__ADS_1


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar


__ADS_2