ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Berkerja di perusahaan Abian


__ADS_3

** Beberapa hari kemudian **


"Selamat pagi!" seru seorang wanita yang terlihat menatap wajah para pembantu rumah Abian. tak ada yang mengeluarkan suara sama sekali karena mereka memang tidak menyukai keberadaan dari Franda.


"Aku mengucapkan selamat pagi kepada kalian, tapi kenapa kalian malah terdiam seperti itu?" tanya Franda kepada para pembantu rumah Abian.


"Maaf Nona, kami kira kalau Nona Franda sedang menyapa siapa." jawab para pembantu.


"Kalian ini benar-benar sangat menjengkelkan Ya, lihat saja aku pasti akan memberikan kalian pelajaran." ucap Franda yang kemudian berjalan menuju kamar milik Abian.


Para pembantu dan pekerja yang ada di rumah Abian nampak mereka hanya terdiam, mereka tidak ingin memberitahukan kepada Franda Kalau bos Mereka sudah pergi ke perusahaan pagi-pagi. terlihat Franda bertanya kepada salah satu pembantu.


"Apa bos kalian masih tidur?" tanya Franda kepada seorang pembantu muda.


Wanita itu menatap Franda dengan tatapan mata yang benar-benar tidak suka. "Tuan besar sudah berangkat, Nona." jawab seorang pembantu.


Franda yang mendengar jawaban seperti itu tentu saja dia sangat marah. "Kenapa kalian tidak katakan dari tadi!" seru Franda.


"Nona tidak tanya." jawab para pembantu.


"Kalian ini benar-benar orang-orang yang sangat menyebalkan, kalian ini kan hanya pembantu. Lihatlah saja sebentar lagi aku akan menjadi Nyonya rumah ini, aku akan membuat kalian diusir dari rumah ini!" bentak Franda sambil menghentakkan salah satu kakinya ke lantai.


Tentu saja pembantu muda itu tidak menghiraukan Franda, dia langsung pergi meninggalkannya Franda yang benar-benar sangat kesal. dia tidak pernah mendapatkan perlakuan hormat dari para pembantu rumah Abian. "Lihat saja sebentar lagi aku akan membuat Abian menjadi suamiku, jika sampai kalian berani macam-macam akan kubuat kalian semua itu menjadi gelandangan." ucap Franda yang kemudian pergi dari rumah tersebut, akhirnya Franda menelpon Abian. namun pria itu tidak menjawab telepon Franda hingga membuat Franda sangat kesal.


Di tempat lain di perusahaan milik dari Abian, di sana terlihat Abian berada di kantornya dengan menatap gadis muda yang ada di depannya.


"Mulai sekarang kau akan bekerja di perusahaan ini, Jadi aku minta padamu untuk tidak melakukan sesuatu yang akan mempermalukan diriku." pinta Abian.


"Memangnya kenapa aku harus mempermalukan mu, Tuan beruang? aku kan tidak melakukan apa-apa." jawab Franda.


"Kamu ini ya, kalau diberitahu selalu saja nyolot nyolot nyolot. kamu kira kamu itu lem kolok apa diberitahu nggak mau diem. apa di mulutmu itu ada pirnya hingga membuat mulutmu itu tidak bisa diam!" seru Abian yang sedikit kesal dengan Naura.

__ADS_1


Seketika Naura langsung menutup mulutnya dengan rapat.


"Sandi, taruh dia di bagian para murid magang!" perintah Abian.


Sandi yang mendengar perintah dari Bosnya itu dia langsung menatap bosnya, karena Sandi tahu bahwa wanita yang ada di sampingnya itu sekarang adalah istri dari bosnya. tapi kenapa malah pria itu menaruh istrinya di tempat yang tidak layak sama sekali.


"Apa Tuan yakin?" tanya Sandi.


"Apa kamu belum jelas?" tanya Abian yang membuat Sandi langsung memerintahkan Naura untuk mengikutinya


Memang Naura tidak tahu kalau sekarang ini dia adalah istri dari Abian Maulana, pemilik dari beberapa perusahaan yang sangat luar biasa. Naura adalah seorang gadis muda dengan standar kehidupan yang sederhana. Entahlah jika dia tahu kalau sekarang dia adalah istri dari Abian Maulana Mungkin saja dia akan mengalami syok, mengalami gangguan kejiwaan karena tidak percaya. entahlah dalam hati sandi terus berguman tidak karuan.


Sandi tidak percaya Karena bosnya menaruh istrinya di bagian paling bawah di perusahaannya. "Apa pria itu yakin menaruh istrinya di tempat itu, walaupun wanita ini tidak tahu kalau sekarang dia adalah Bos besar. lalu bagaimana jika terjadi sesuatu dengannya? lalu apa yang ada di pikiran Tuhan besar?" Sandi yang terus bertanya di dalam pikirannya. pria itu benar-benar tidak bisa memikirkan apapun lagi. dia terus mencari tahu mengenai pemikiran Bosnya.


Sekitar beberapa menit kemudian akhirnya Naura dan Sandi sudah berada di tempat yang diperintahkan oleh Abian.


"Mulai sekarang kau akan bekerja di bagian ini dan dia namanya adalah Jericho, dia akan membantumu untuk menangani mengenai berkas-berkas dari para karyawan magang yang ada di perusahaan ini." ucap sandi.


"Apakah hanya itu Tuan tidak jelas?" tanya Naura kepada Sandi.


"Oh iya..,maaf aku lupa Pak Sandi." jawab Naura yang membuat Sandi tersenyum sembari menepuk pundak Naura.


"Bagus kalau begitu, Kamu harus ingat kamu harus hati-hati dalam bekerja Bos akan membuatmu dalam bahaya." Sandi yang mencoba untuk memperingatkan Naura.


Tentu saja wanita itu langsung menganggukkan kepalanya, dia tidak mau dirinya dalam bahaya dan dia akan diusir dari tempat itu. jika sampai dia diusir ada tempat itu dia mungkin akan kembali ditemukan oleh ayahnya, tempat Abian adalah tempat yang paling aman saat ini tempat yang akan membuat orang tuanya tidak akan bisa menemukan dirinya.


Sekitar 30 menit kemudian akhirnya Sandi sudah kembali ke kantor bosnya, pria itu menatap bosnya dengan tatapan mata yang sedikit aneh.


"Ada apa?" tanya Abian kepada Sandi.


"Tuan, apakah tuan yakin menaruh wanita itu di sana?" tanya Sandi kepada Abyan.

__ADS_1


"Memangnya kenapa?" tanya Abian kembali.


"Bukankah dia itu adalah...," ucap sandi yang tidak berani melanjutkan.


"Dia tidak akan pernah tahu siapa dia dan dia tidak akan tahu sampai kapanpun. aku menggunakan surat perjanjian pernikahan itu hanya untuk mengikat wanita itu saja." Jawab Abian yang membuat Sandi kebingungan.


"Kalau wanita itu tidak tahu kan tidak ada gunanya Bos." ucap sandi.


"Kamu tenang saja, jika dia berbuat macam-macam aku akan menggunakan surat itu dan dia akan mengalami sesuatu yang menakutkan." jawab Abian.


Akhirnya Sandi juga tidak akan bisa melawan bosnya, Dia hanya bisa patuh dan melakukan apa yang diperintahkan Abian. di sebuah tempat yang sangat terpencil dan tempat yang tidak mempunyai nama sekali sama sekali di perusahaan milik Abian.


"Oh ya, Siapa namamu?" tanya Jericho kepada Naura. Naura tersenyum sesaat kemudian dia memberi salam kepada para karyawan yang ada di bagian control karyawan.


"Namaku adalah Naura." jawab Naura.


"Panjangnya?" tanya Jericho.


"Itu aja." jawab Naura kembali.


"Naura itu aja?" tanya Jericho yang membuat Naura tersenyum.


"Nggak usah pakai itu aja, cukup Naura. aku tidak mempunyai nama panjang." jawab Naura yang membuat Jericho kembali tersenyum.


"Baiklah kalau begitu Naura, Selamat datang di perusahaan ini dan selamat datang di bagian yang mungkin tidak penting tapi ini adalah bagian yang sangat fatal dari seluruh perusahaan." ucap Jericho yang membuat Naura begitu bersemangat dengan pekerjaan barunya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife

__ADS_1


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar


__ADS_2