ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Apa, dia duda?


__ADS_3

Malam itu Naura benar-benar antar kebingungan berterima kasih atau bagaimana, tapi yang jelas dia lebih baik kabur dan tinggal di sarang beruang daripada dia harus tinggal di sarang buaya. mungkin kalau buaya akan menelannya hidup-hidup, kalau beruang Mungkin saja dia masih bisa kabur.


"Ya Tuhan, apakah aku harus berterima kasih bersyukur atau aku harus menangis." ucap Franda sembari menatap langit kelam tanpa bintang. Malam itu Naura berdiri di balkon sembari menatap langit. Dia sedikit bersyukur karena sudah terlepas dari semua yang terjadi hari itu.


Di tempat lain tentu saja Pak Farhan sudah mendapatkan sebuah hukuman dari tuan Hartono, karena dia tidak mampu mencari putrinya. "Dasar kau kurang ajar, aku sudah memberikanmu yang terbaik aku sudah menghapus hutang-hutangmu dengan cara aku akan menjadikan putrimu itu sebagai istriku. namun Apa yang kau lakukan sekarang putrimu itu sudah melarikan diri, dia tidak tahu kabur ke mana!!" teriak tuan Hartono yang benar-benar sangat marah dan sangat murka karena dia tidak bisa mendapatkan keberadaan Naura sama sekali.


"Dengarkan aku Tuan, aku pasti akan melakukan sesuatu. aku pasti akan membuat putriku itu kembali." jawab Pak Farhan.


"Bagaimana kau bisa mendapatkannya? Apakah kau yakin?" tanya tuan Hartono kepada Pak Farhan.


"Tentu saja Tuan, jangan khawatir. Tuan akan mendapatkan putriku menikahinya sebagai istri ke enam mu." jawab Pak Farhan. pria tua itu benar-benar seorang ayah yang sangat-sangat brengsek, Bagaimana tidak dia menjadikan putrinya sebagai pelunas hutang hutang yang selalu dia ambil dari tuan Hartono.


"Baiklah kalau begitu, Aku akan memberikanmu kesempatan lagi jika sampai kau membohongiku Maka jangan salahkan aku jika aku akan memberikanmu sesuatu yang sangat menyakitkan." ucap Tuan Hartono yang kemudian menyuruh pak Farhan untuk segera pergi dari kantornya.


Pak Farhan bernafas begitu lega, jika sampai dia tidak bisa mendapatkan keberadaan putrinya bisa-bisa dia akan menjadi gembel atau dia akan masuk ke penjara.


"Kurang ajar, anak brengsek itu di mana sekarang. dia benar-benar membuatku kesusahan." ucap pak Farhan yang terus mengumpat tidak karuan karena dia belum mendapatkan keberadaan putrinya.


Sesaat kemudian terlihat Pak Farhan meninggalkan perusahaan Tuan Hartono dia kembali ke rumah besar yang masih dia tempati. penyakit Pak Farhan adalah sering sekali bermain saham, bermain judi dan taruhan dengan nilai yang fantastis. walaupun Pak Farhan tidak kaya hidupnya itu bisa dibilang lumayan layak. Namun karena semua bisnisnya sudah hancur dan permainan sahamnya juga hancur akhirnya pak Farhan mencari uang dengan cara menjadikan putrinya sebagai jaminan.


Beberapa jam kemudian Pak Farhan kembali ke rumahnya, dia menatap istrinya yang sedang berdandan dengan beberapa make up yang selalu dia beli.


"Bagaimana Mas, Apakah kau sudah menemukan Gadis tengik itu?" tanya Bu Wenti istri Pak Farhan atau istri kedua Pak Farhan.


"Kalau aku sudah menemukan anak sialan itu Aku tidak akan mendapatkan caci maki dari pria itu." jawab Pak Farhan.


"Lalu bagaimana, apa yang terjadi?" tanya Bu Wenti.


"Kita harus menemukan keberadaan anak sialan itu, jika tidak kita bisa menjadi gelandangan dan kita tidak akan mendapatkan apapun." jawab Pak Farhan.


"Bagaimana caranya kita mendapatkan keberadaan anak sialan itu, sedangkan kita tidak tahu di mana dia sekarang?" tanya bu Wenti.


"karena hal itu kita harus segera mencari keberadaan anak sialan itu, jika tidak kau dan aku akan menjadi gelandangan. aku belum bisa menjadi gelandangan karena aku harus menjadi kaya untuk hidup sempurna." ucap pak Farhan.


Seorang wanita tua yang ada di rumah Pak Farhan hanya bisa menangis dengan semua yang dilakukan oleh pria durjana itu. dia begitu tega menjadikan putrinya sebagai pelunas hutang-hutangnya, salah satu pembantu dari almarhum ibu Naura masih begitu setia Dia selalu berdoa agar Naura mendapatkan perlindungan dan ditolong oleh seseorang.

__ADS_1


Kita kembali ke tempat besar milik dari tuan besar Abian Maulana. "Pagi itu Naura sudah bangun, dia sudah berada di dapur dan membereskan beberapa barang-barang yang kotor.


"Apa yang kau lakukan Mbak?" tanya salah satu pembantu.


"Aku harus membantu, jika tidak tuanmu itu bisa membawaku ke penjara." jawab Naura.


"Memangnya ada apa, Mbak?" tanya salah satu pembantu.


"Ada situasi yang membuatku terjebak di sini." jawab Naura.


Sesaat kemudian tatapan mata Naura menatap salah satu pembantu itu.


"Oh ya Bi, Siapa sih wanita tuyul kemarin?" tanya Naura yang membuat pembantu setengah bahaya itu tersenyum kepada Naura.


"Kok wanita tuyul sih?" tanya Si bibi.


"Ya lihat aja dandannya seperti tuyul, tebal banget." jawab Naura.


"Dia adalah calon istri dari tuan Abian, Mbak." Jawab bibi pembantu.


Sih pembantu wanita menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian tanpa sengaja dia mengatakan kalau Franda adalah istri ketiga.


"Apa coba ulangi lagi bi?" tanya Naura.


"Iya mbak, sebenarnya Tuan Abian itu sudah pernah menikah beberapa kali juga." jawab bibi pembantu.


"Lalu wanita tuyul itu mau menjadi istri ke berapa?" tanya Naura yang sedikit kepo.


"Mungkin dia akan menjadi istri ketiga." jawab bibi pembantu.


"Lalu di mana para istri tuanmu itu?" tanya Naura yang keponya sudah kembali normal.


"Tuan Abian sudah menceraikan seluruh istrinya, apalagi Tuan Abian adalah pria yang pernikahannya cuma dalam hitungan 10 jari saja." jawab bibi pembantu.


"Maksudnya Bi, kok aku agak bingung ya?" tanya Naura.

__ADS_1


Bibi pembantu mulai menceritakan mengenai Abian yang mempunyai suatu penyakit yaitu tidak bisa on dengan pasangannya, perkataan bibi pembantu itu membuat Naura sedikit kebingungan.


"Maksudnya apa Bi?" tanya Naura yang memang gadis itu benar-benar lugu.


Bibi pembantu membisikkan sesuatu kepada Naura hingga membuat wanita itu langsung berteriak.


"Apa?!" teriak Naura dengan suara yang begitu keras.


"Jangan keras-keras, nanti kita dihukum sama Tuan besar." jawab bibi pembantu.


"Jadi pria itu menikah hanya hitungan beberapa bulan tanpa menyentuh istrinya gitu, Bi?" tanya Naura.


Bibi pembantu menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian wanita itu mengelengkan kepalanya dan mengelus datanya.


"Kenapa kau ngelus dada?" tanya bibi pembantu.


"Kasihan banget ya, jadi dia nggak bisa tuing-tuing dong?" tanya Naura yang membuat bibi pembantu menutup mulutnya.


"Tak ada yang tahu kecuali bibi, karena bibi ini yang mengasuh Tuan besar semenjak kecil." jawab bibi pembantu yang membuat Naura langsung menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu kita jaga rahasia ini, jika sampai tuan mu itu tahu aku bisa masuk penjara." ucap Naura yang membuat dua wanita berbeda umur itu hanya bisa saling memandang satu sama lain.


Sekitar satu jam kemudian makanan itu sudah selesai dan Naura menata makanan-makanan itu di meja makan.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Abian yang sudah berada di ruang makan.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar

__ADS_1


__ADS_2